30 September 2004

Kontroversi GPRS Matrix

Posted under: at 02:57

Kabarnya Indosat akan mengubah penghitungan tarif GPRS Matrix dari yang tarif flat Rp 25 ribu yang berlaku saat ini menjadi tarif Rp 10/KB. Tarif ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 Oktober 2004. Hanya saja sampai beberapa hari sebelum hari H, pihak Indosat masih belum melakukan rilis resmi mengenai penerapan tarif baru tersebut. Hal ini menimbulkan banyak kontroversi bagi para pengguna GPRS Matrix yang selama ini menikmati akses Internet dengan tarif yang sangat murah.

Selain dari tarif Rp 10/KB, kabarnya pihak Indosat juga akan memberlakukan paket Rp 25 ribu/bulan untuk 10 MB pertama, paket Rp 50 ribu/bulan untuk 25 MB pertama, serta paket Rp 200 ribu/bulan untuk pemakaian tak terbatas. Kecuali untuk paket terakhir, setiap kelebihan akan dihitung Rp 10/KB. Namun semua itu masih belum ada konfirmasi dari pihak Indosat. Yang sudah pasti hanyalah harga Rp 10/KB.

Beberapa orang yang menelepon customer service Matrix mendapat jawaban yang berbeda-beda. Ada yang hanya menyebutkan yang berlaku hanya tarif Rp 10/KB, ada yang menyebutkan paket 10MB dan 25MB tetapi tidak menyebutkan paket tak terbatas, dan ada juga yang menyebutkan seluruh paket di atas. Beberapa pelanggan saat ini telah menerima pemberitahuan resmi dari Indosat yang berbunyi:

Pelanggan Yth. Kami informasikan bahwa mulai 1 Okt 2004 tarif akses GPRS menjadi Rp 10/KB. Info: hub 222 via Ponsel atau kunjungi Galeri Indosat terdekat.

Sama sekali tidak menyebutkan tentang paket 10MB, 25MB maupun paket tidak terbatas. Perdebatan mengenai perubahan tarif ini salah satunya terjadi di ForumPonsel. Banyak pelanggan Matrix yang menyatakan niatnya untuk pindah ke provider lain misalnya ke StarOne yang juga merupakan divisi dari Indosat.

Menurut saya ini adalah langkah yang kurang baik dari pihak Indosat. Jika ada perubahan tarif seharusnya Indosat sudah mengkomunikasikan hal ini ke pelanggan beberapa minggu sebelumnya. Paling tidak harus dicantumkan pada tagihan yang dikirim setiap bulannya. Selain itu perubahan tarif yang dilakukan terlalu drastis bagi sebagian besar pelanggan GPRS Matrix. Untuk menghindari eksodus pelanggan Matrix ke provider lainnya sebaiknya Indosat mengadakan penaikkan tarif yang bertahap. Misalnya tahun ini menaikkan harga dari Rp 25 ribu ke Rp 50 ribu, kemudian tahun depan dinaikkan kembali. Melakukan penaikkan tarif secara drastis dengan alasan ‘tarif lama adalah tarif untuk layanan dalam masa percobaan’ adalah langkah yang tidak bijaksana. Menurut saya menaikkan tarif dengan tergesa-gesa dan drastis bukan hanya merugikan pelanggan Matrix, tetapi juga merugikan pemegang saham Indosat akibat eksodus besar-besaran dari layanan Indosat Matrix.

14 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!