5 November 2004

Solusi Menangani Kasus Trolling

Posted under: at 00:14

Menurut Wikipedia, definisi troll di Internet adalah:

  1. Seseoarang yang membuat posting yang berfungsi untuk membangkitkan kontroversi atau konflik, atau untuk menyebabkan gangguan atau hinaan.
  2. Posting yang ditujukan untuk membangkitkan kontroversi atau menyebabkan penghinaan.

Troll ada di mana-mana, jika ada sebuah forum online yang populer, maka kemungkinan besar tidak akan luput dari para troll ini. Situs web saya ini pun tidak luput dari para troll ini. Belum genap satu minggu situs web saya dibuka, ternyata sudah dihinggapi para troll ini. Kasus trolling terakhir yang menimpa situs ini adalah ketika saya membahas mengenai hal standardisasi web. Solusi saya untuk masalah ini adalah dengan tidak menanggapi posting troll tersebut, walaupun terkadang saya masih ikut terpancing. Jika sudah tidak ada diskusi yang sehat, maka komentar akan saya tutup sepenuhnya.

Trolling mungkin disebabkan oleh masalah psikologis. Para pelaku troll di situs web ini kebanyakan tidak dapat menerima pendapat saya atau komentator di situs web ini, tetapi mereka juga terlihat tidak memiliki atau tidak berusaha untuk menyampaikan argumen mereka. Yang mereka lakukan adalah dengan langsung membuat serangan ad hominem ke saya pribadi atau rekan-rekan komentator lainnya.

Kasus trolling lainnya yang sedang marak dilakukan tak lain oleh sang ‘pakar multimedia’ di berbagai mailing list, terutama mailing list telematika. Yang bersangkutan ini selalu melakukan posting yang tidak sesuai topik. Jika melakukan posting selalu ‘membuat keributan’, tetapi yang bersangkutan tidak pernah terlibat dalam ‘keributan’ tersebut. Solusi terbaik dalam memecahkan masalah trolling pada mailing list adalah dengan sanksi dari moderator, misalnya dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari mailing list. Hal ini juga pernah dilakukan oleh mailing list Linux Aktivis yang beberapa waktu lalu pernah merasakan kasus trolling. Masalahnya, sepertinya moderator pada mailing list telematika tidak mengambil tindakan kepada yang bersangkutan walaupun kegiatannya sudah dilakukan berulang kali. Mungkin satu-satunya yang dapat dilakukan adalah untuk menahan diri dengan tidak menanggapi posting yang bersangkutan. Sepertinya yang bersangkutan memang haus akan publikasi, apapun publikasinya, positif atau negatif akan berarti positif bagi yang bersangkutan.

Namun yang menjadi permasalahan adalah ternyata media massa juga menjadi ajang sang ‘tokoh’ ini. Berbeda dengan media Internet, pada media massa komunitas Internet tidak bisa melakukan proses rebuttal. Sedangkan media massa ternyata juga tidak mampu bersikap kritis terhadap narasumber mereka. Saat ini ‘beliau’ sedang gencar-gencarnya memberi pernyataan bahwa ada kebocoran di KPU. Menyelesaikan masalah ini di luar konteks Internet jauh lebih sulit daripada menyelesaikan masalah ini di forum Internet.

6 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!