3 March 2005

Bedanya Angkutan Laut dan Angkutan Udara di Indonesia

Posted under: at 18:34

Iklan AWAIR

Di halaman 10 koran Kompas hari ini terdapat sebuah iklan maskapai penerbangan AWAIR. Iklan tersebut berkata:

Awali Perjalanan Menyenangkan Anda. Jakarta ke

  • Surabaya, mulai Rp 69.000
  • Padang, mulai Rp 89.000
  • Balikpapan, mulai Rp 109.000
  • Bali, mulai Rp 119.000
  • Medan, mulai Rp 149.000

Pesan sekarang! Periode Terbang: 27 Maret – 29 Oktober 2005

Sebuah harga yang sangat murah, terakhir terbang ke Medan saya mengeluarkan dana sebesar sekitar Rp 350.000 sekali jalan.

Bandingkan dengan harga tiket kapal. Dari situs web Pelni, saya mendapat informasi harga tiket pelayaran kelas termurah untuk rute Tanjung Priok – Batam – Karimun – Belawan adalah Rp 248.000, sedangkan tiket termahal adalah Rp 801.500. Perjalanan melalui udara dari Jakarta ke Medan memakan waktu sekitar dua jam. Sedangkan perjalanan yang sama melalui laut memakan waktu lebih dari dua hari.

Seluruh harga tersebut adalah harga minimum. Iklan AWAIR mengatakan bahwa harga adalah harga ‘mulai’, diikuti dengan ‘sekali jalan’, menandakan harga tersebut berlaku dari Jakarta ke kota tujuan. Sedangkan rute sebaliknya mungkin beda harganya, ditunjukkan dari judul iklan “Awali Perjalanan Menyenangkan Anda”, tetapi tidak disebutkan cara mengakhirnya. Disebutkan pula bahwa harga tersebut berlaku dari 27 Maret sampai 29 Oktober 2005.

Sedangkan pada situs web Pelni “Tarif di atas belum termasuk diskon, pas pelabuhan, dan asuransi.”

Berikut adalah hasil observasi dari kedua jenis angkutan jarak jauh tersebut.

  • Harga: angkutan laut Rp 300 ribu, angkutan udara Rp 350 ribu (saya lakukan mark up jauh lebih besar untuk AWAIR karena tarif tersebut kemungkinan adalah tarif promosi, dan untuk menyamakan dengan rata-rata harga maskapai penerbangan lainnya pada hari-hari biasa, harga untuk Pelni belum termasuk kenaikan harga akibat kenaikan BBM)
  • Waktu tempuh: angkutan laut 2 hari, angkutan udara 2 jam (belum termasuk faktor bermacet-macet di dalam kota Jakarta, keterlambatan dan menunggu di ruang tunggu)
  • Penyedia layanan: angkutan laut praktis dimonopoli oleh PT Pelni, angkutan udara dilayani oleh beberapa maskapai swasta dan dua maskapai pemerintah (Garuda dan Merpati)
  • Bahan bakar: angkutan laut menggunakan minyak diesel yang dulunya disubsidi pemerintah, angkutan udara menggunakan minyak avtur yang tidak disubsidi dan mengikuti harga pasar

Mana jenis angkutan yang lebih kompetitif? Jawabannya tidak sulit, untuk apa naik kapal, kalau dengan harga yang kurang lebih sama kita bisa sampai tujuan jauh lebih cepat? Ini adalah salah satu bukti adanya subsidi bahan bakar tidak selalu menyebabkan harga yang lebih murah, apalagi jika dibarengi oleh praktik monopoli layanan.

Ironis memang, angkutan laut yang disubsidi dan dimonopoli pemerintah karena pernah dianggap sebagai angkutan untuk rakyat sekarang justru tidak dapat bersaing dengan angkutan udara yang dianggap sebagai jenis angkutan untuk kalangan orang kaya. :(

27 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!