9 March 2005

Petisi Penghapusan Fiskal

Posted under: at 01:53

Enda Nasution membuat Petisi Penghapusan Fiskal. Petisi ini dapat ditandatangani di Petitiononline.com. Saya sendiri memutuskan untuk menandatangani petisi itu, walaupun alasan saya cukup berbeda dari point-point yang ada pada petisi itu sendiri.

Alasan-alasan saya adalah sebagai berikut:

  • Fiskal menghambat arus investasi ke dalam negeri. Usaha di dalam negeri terutama yang berhubungan dengan penanaman modal asing tentunya membutuhkan berpergian ke luar negeri. Jika untuk sekali pergi ke luar negeri saja harus membayar beberapa juta Rupiah, berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk itu? Dalam hal ini, posisi saya sama seperti saya mendukung penghapusan/pengurangan bea impor bahan baku.
  • Fiskal menghambat arus investasi ke luar negeri. Bangsa Indonesia selain menerima investasi, juga diharapkan untuk bisa melakukan investasi di negara lain, baik untuk mengekspansi usaha yang sudah ada di dalam negeri, maupun untuk melakukan investasi terhadap usaha yang baru sama sekali.
  • Saat ini fiskal jauh lebih mahal daripada ongkos real untuk bepergian ke luar negeri. Tiket pesawat ke Singapura kini bisa didapatkan dengan ongkos Rp 200-400 ribu. Sedangkan fiskal 2-3 kali lipatnya.
  • Fiskal menghambat pelajar atau mahasiswa Indonesia yang ingin belajar ke luar negeri.
  • Fiskal membuat bangsa Indonesia seperti katak di dalam tempurung. Seharusnya pemerintah tidak menghalang-halangi warganya yang ingin pergi ke luar negeri. Biarkan masyarakat melihat dan belajar dari negara-negara lain. Siapa tahu budaya asing yang positif bisa diserap oleh bangsa Indonesia.
  • Penghapusan fiskal memiliki efek sama dengan perbaikan infrastruktur transportasi. Semakin murah biaya transportasi, maka semakin baik efeknya pada perkembangan perekonomian.

Mengenai industri pariwisata dalam negeri, saya kira Indonesia memiliki kemampuan dan potensi untuk itu. Tinggal bagaimana bangsa Indonesia bisa memaksimalkan potensi ini.

Tentunya dalam jangka pendek penghapusan fiskal akan berdampak negatif. Wisatawan akan berbondong-bondong pergi ke Singapura, Malaysia atau Thailand. Tetapi menurut saya untuk jangka panjang akan lebih baik ketimbang Indonesia tetap mempertahankan fiskal, apalagi dengan ongkos yang relatif cukup tinggi seperti saat ini.

45 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!