9 March 2005

Sengketa Perairan Ambalat

Posted under: at 00:18

Sengketa perairan dengan negeri jiran Malaysia kembali terjadi. Setelah pulau Sipadan dan Ligitan jatuh ke Malaysia, kini Malaysia mengklaim blok Ambalat sebagai milik mereka. Ambalat adalah sebuah blok yang kaya akan sumber daya minyak. Ambalat diklaim oleh pihak Malaysia setelah pengadilan Internasional memberikan pulau Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia. Yang unik adalah pengadilan Internasional membuat keputusan tersebut karena pihak Malaysia terlihat ‘serius’ untuk memiliki Sipadan dan Ligitan. Sedangkan Indonesia sendiri sudah ‘serius’ mengelola blok Ambalat sejak tahun 80-an tanpa ada protes dari pihak Malaysia.

Indonesia harus belajar dari pengalaman kasus Sipadan dan Ligitan. Pada waktu itu pihak Malaysia terus membangun fasilitas-fasilitas di Pulau Sipadan tanpa mempedulikan mahkamah Internasional yang menginstruksikan kedua belah pihak untuk tidak ‘menyentuh’ Sipadan dan Ligitan sampai ada keputusan. Indonesia mengikuti instruksi tersebut, sedangkan Malaysia tidak menggubrisnya dan bahkan menjadikan Sipadan sebagai daerah tujuan wisata. Akhirnya Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia karena Indonesia dianggap tidak menunjukkan sikap ketertarikan kepada Sipadan dan Ligitan.

Pada kasus Ambalat, Indonesia berada di atas angin karena sudah mengeksploitasi daerah tersebut sejak tahun 80-an. Ini tentunya menunjukkan keseriusan Indonesia untuk mengelola daerah tersebut. Selain itu, Indonesia memiliki keuntungan karena merupakan negara kepulauan yang memiliki hak-hak yang tidak dimiliki oleh negara pantai seperti Malaysia. Klaim Malaysia sendiri baru diketahui dunia akhir-akhir ini dari perjanjian dari Malaysia untuk menyerahkan penggalian sumber daya minyak di sektor Ambalat kepada Shell.

Indonesia juga harus belajar dari pengalaman kasus Timor Leste. Pelajaran yang berharga adalah bahwa negara tetangga akan melakukan apapun untuk memperoleh minyak Indonesia. Saat itu Australia mendukung kemerdekaan Timor Timur atas nama hak asasi manusia. Namun belakangan Australia menusuk dari belakang dengan mengambil alih sebagian besar sumber daya minyak, sumber daya alam satu-satunya milik Timor Leste. Kini Timor Leste menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

Yang dilakukan pemerintah dengan mengirim armada kapal perang dan pesawat tempur ke daerah lokasi konflik menurut hemat saya adalah hal yang benar, karena itu menunjukkan keseriusan kita untuk mengelola Ambalat. Sayangnya tindakan ini diartikan sebagai pemicu konfrontasi oleh sebagian penulis blog dari Malaysia. Padahal kalau kita lihat bersama, Malaysia pun melakukan hal yang sama dengan mengirim kapal perang dan pesawatnya ke daerah konflik.

Selain dengan Indonesia, Malaysia juga pernah memiliki sengketa wilayah dengan Thailand. Masalah ini bisa diselesaikan kedua pihak dengan mengelola daerah tersebut bersama-sama. Selain itu, Malaysia juga memiliki sengketa yang belum selesai dengan Brunei Darussalam, lagi-lagi juga bertemakan minyak. Belum termasuk sengketa rumit kepulauan Spratly yang melibatkan tak kurang dari 6 negara.

Bagaimana dengan suasana di Internet? Dari pihak Indonesia, banyak penulis blog yang bersikap nasionalis dengan seruan-seruan untuk mempertahankan Ambalat dengan berbagai macam cara (termasuk saya :P ). Sedangkan dari pihak Malaysia, sepertinya para penulis blog dari Malaysia seperti tidak tahu akar permasalahan kasus ini, yang mereka tahu hanyalah bahwa Indonesia adalah bangsa yang suka berperang :P. Berbeda dengan penulis blog Malaysia, penulis blog Indonesia jauh lebih aktif dalam melakukan penyelidikan-penyelidikan terhadap kasus ini.

Hai Malaysia! Indonesia hanya tertarik untuk mempertahankan teritorialnya. Terbukti pada kasus Sipadan dan Ligitan, sikap lunak yang kooperatif bukanlah solusi, tetapi hanya akan menjadi sebuah malapetaka. Sikap yang benar adalah bersikap tegas, tetapi dengan tetap membuka jalan diplomasi. Hal itulah yang dilakukan Indonesia saat ini. Jangan cuma melihat pengiriman kapal perang dan pesawat tempur saja, tetapi lihat juga latar belakang kejadian tersebut.

70 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

Sorry, comments are closed at this time.