17 March 2005

Sengketa Kepengurusan Domain ID

Posted under: at 17:22

Pada konferensi NiCE dan beberapa kesempatan lain, Pak Budi Rahardjo selaku pengurus IDNIC mengumumkan rencana perubahan sistem pengelolaan domain .id. Sebelumnya IDNIC melayani pendaftaran domain .id secara langsung. Sedangkan pada pola pengelolaan baru, pendaftaran ditangani oleh beberapa buah registrar, sedangkan IDNIC berkonsentrasi pada masalah teknis. Hal ini mirip dengan pengelolaan top level domain .com atau .net.

Sistem pengelolaan baru ini kemudian disosialisasikan kembali pada tanggal 9 Maret 2005 pada acara Sosialisasi Sistem Registrar-Registri yang bertempatkan di Gedung Cyber, Kuningan Jakarta. Acara ini dihadiri oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal kepengelolaan domain .id. Sayangnya saya pribadi tidak dapat menghadiri acara ini.

‘Konflik’ mulai terjadi pada 15 Maret 2005. Pihak APJII melayangkan ‘teguran':

Sehubungan dengan akan digunakannya nama IDNIC sebagai nama layanan Address Space APJII (dalam hal ini sebagai NIR APNIC) , maka dengan ini kami informasikan bahwa nama tersebut akan kami gunakan untuk layanan IP Address dan AS Number ke APNIC, untuk itu dimohon supaya pengurus ccTLD-ID untuk tidak lagi menggunakan brand “IDNIC” tersebut dalam bentuk apapun.

Sebagai informasi, NIR lainnya yang berada dibawah APNIC telah menggunakan akhiran NIC untuk jenis layanan mereka. Seperti diketahui pula nama IDNIC sudah didaftarkan oleh APJII ke Departemen Kehakiman Republik Indonesia (terlampir).

Keesokan harinya, pengelola ccTLD-ID melalui Budi Rahardjo membuat pernyataan:

  1. Kami akan menggunakan nama ccTLD-ID sebagai nama resmi kami.

  2. Sejak hari ini, 16 Maret 2005, kami berhenti menggunakan APJII sebagai billing kami. Untuk itu para pendaftar domain JANGAN mengirimkan pembayaran kepada pihak lain selain pihak kami. Tagihan yang dikeluarkan semenjak tanggal ini adalah bukan tagihan dari pendaftaran dan pengelolaan nama domain yang kami kelola. Kami akan melakukan pengelolaan billing sendiri. Semoga layanan billing kami menjadi lebih baik.

  3. APJII kami coret dalam daftar calon registrar kami. Dengan demikian ada 5 (lima) tempat calon registrar.

Pada tanggal 17 Maret 2005, Sekjen APJII Heru Nugroho membuat pernyataan ke detik.com:

Menurut Seken APJII Heru Nugroho, surat itu merupakan reaksi atas beberapa langkah yang dilakukan pengelola domain .id. “Mereka bikin keputusan pengelolaan domain .id tanpa mempertimbangkan APJII, dengan seperti itu mereka tidak ‘menanggap’ APJII,” ujar Heru kepada detikcom.

Langkah-langkah yang dimaksud adalah pembentukan Persekutuan Perdata Pengelola Domain Internet Indonesia. Lembaga tersebut dibentuk untuk mengambil alih fungsi-fungsi pengelolaan nama domain yang selama ini dipegang oleh lembaga bernama IDNIC.

Jadi, langkah dari APJII bukan langkah yang terakhir. Mereka sepertinya berencana untuk melakukan pengambilalihan secara paksa terhadap kepengurusan domain .id.

Kemudian, Budi Rahardjo melalui beberapa mailing list menanggapi pemberitaan tersebut:

Bahwa pencabutan penggunaan nama IDNIC itu karena pihak APJII mereas tidak dianggap. Bagi yang mengikuti pengelolan nama domain tahu bahwa itu tidak benar. Tapi biarlah, itu kan versi APJII.

Contoh gampangnya saja, tadinya mereka diberi hak khusus untuk menjadi registrar tanpa ada kualifikasi seperti halnya calon registrar lainnya. Selain itu, saya pribadi sudah beberapa kali menjelaskan arahan pengelolan domain kepada APJII. Ini jauh-jauh hari … lebih dari 1 atau bahkan malah lebih dari 2 tahun. Sayang sekali mereka tidak menyimak. Contoh paling gampang di acara NiCE tahun lalu saja kita sudah tampilkan konsep registrar registry. File2nya pun bisa dilihat.

Tapi memang betul bahwa saya tidak mau lagi memberikan treatment khusus kepada APJII yang merugikan bagi pengguna domain dan bagi para ISP juga. Mosok mau dimonopoli? Perlu rekan-rekan ketahui bahwa pada pubic expose registrar-registry beberapa waktu yang lalu para ISP dilarang hadir, dan bahkan ada yang ditegur. Pada kenyataannya sebagian besar yang hadir adalah ISP. (Karena ini adalah kepentingan dari ISP.)

Dengan dicoretnya APJII dari daftar calon registrar, maka ISP tidak lagi berkompetisi dengan asosiasinya, jadi mereka tidak bisa dimarah lagi. (Satu masalah selesai bagi para ISP! Aneh juga, saya kok merasa lebih memperhatikan kesejahteraan/masalah ISP daripada asosiasinya.)

Ternyata APJII melarang anggota-anggotanya untuk hadir dalam pertemuan pada sosialisasi sistem registri-registrar tanggal 9 Maret. Walaupun demikian beberapa ISP tidak mengindahkan memo tersebut.

Bob Hardian, salah satu pengurus IDNIC mengatakan bahwa ccTLD-ID lebih dahulu menggunakan merk dagang IDNIC daripada APJII yang baru mendaftarkannya paling tidak dua tahun setelah ccTLD-ID menggunakan merk dagang IDNIC.

Kalau masalah penggunaan nama “IDNIC”, nama ini telah lama dan lebih dahulu digunakan oleh pengelola domain, antara lain ditandai dengan didaftarkannya nama domain idnic.net.id sejak tanggal 17 Desember 1996, sedangkan merek ID-NIC baru didaftarkan secara sepihak pada tgl 9 Januari 1998.

Secara fakta, nama IDNIC ini sudah dimiliki dan digunakan dari awal oleh pengelola domain.

Bagaimana kelanjutannya? Saya tidak tahu, tetapi yang jelas sebagai pengusaha Internet non-APJII, saya mengharapkan agar pengelolaan domain .id tidak dikelola oleh APJII. Yang berkepentingan terhadap nama domain .id bukan cuma anggota APJII. Yang saya takutkan jika pengelolaan domain .id diambil alih oleh APJII adalah nama domain akan dijadikan alat untuk memajukan agenda APJII yang bertentangan dengan kepentingan saya dan rekan-rekan pengusaha web hosting :).

Saya melihat segregasi antara APJII dan IDNIC ccTLD-ID akan meningkatkan kualitas layanan ccTLD-ID ketimbang jika pendaftaran domain .id dimonopoli oleh APJII saja. Langkah selanjutnya yang harus diambil ccTLD-ID adalah: memperbaiki masalah server DNS IDNIC :), salah satunya dengan mengoperasikan server DNS sendiri, dan tidak dengan menumpang server DNS milik ISP anggota APJII.

12 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!