18 March 2005

Menyoal Moralitas Aksi e-Ganyang

Posted under: at 16:20

Aksi e-Ganyang yang dilakukan baik oleh pihak Indonesia maupun pihak Malaysia mengundang banyak reaksi. Ada yang mendukung, dan ada pula yang menentang. Tetapi saya melihat sebagian besar pendapat masih belum memandang faktor etika. Faktor teknis, patriotisme, hukum dan politik kerap kali menjadi sumber wacana tentang ini.

Situs web adalah sebuah properti yang ada pemiliknya. Tidak jauh berbeda dengan rumah, kantor atau toko. Tetapi, tidak seperti rumah, kantor atau toko yang memiliki wujud fisik di dunia nyata, situs web bertempat di dunia maya Internet.

Jika ada seseorang yang melakukan pengrusakan terhadap rumah, kantor atau toko, maka pemiliknya tentu tidak akan berkenan. Yang bersangkutan bisa saja mengadukan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. Untuk situs web, jika terjadi pengrusakan, tentu saja pemiliknya juga tidak akan berkenan. Walaupun yang bersangkutan belum tentu memiliki pilihan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

Kembali ke masalah e-Ganyang. e-Ganyang adalah sebuah aksi penyaluran aspirasi melalui deface masal yang dilakukan oleh orang-orang di Indonesia terhadap situs-situs Malaysia. Situs-situs Malaysia bisa dianalogikan sebagai properti yang dimiliki oleh Malaysia, sebagai contoh adalah Kedutaan Besar Malaysia. Dengan analogi seperti ini, apakah kita akan membenarkan ‘penyaluran aspirasi’ orang-orang yang melakukan pengrusakan terhadap Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia?

Tentu saja tidak. Kita tidak sedang dalam kondisi perang! Pemerintah masih mengusahakan cara-cara damai untuk mencari solusi masalah ini. Aksi anarkis hanya akan merugikan posisi Indonesia dalam proses perundingan. Apalagi sebagian besar situs-situs yang diganyang adalah situs-situs yang tidak memiliki sangkut paut apapun dengan masalah ini.

Patriotisme tidak ada sangkut pautnya dengan ini. Patriotisme bukanlah perbuatan yang menyinggung SARA. Patriotisme bukanlah sebuah aksi pengrusakan. Patriotisme bukanlah tindakan bodoh semisal membuat pernyataan “Ganyang Malaysia kecuali Siti Nurhaliza”.

Ada beberapa kontrol yang membuat kita tidak melakukan perbuatan pengrusakan terhadap hak milik orang lain:

  1. Kontrol teknis. Kita tidak melakukan perbuatan tersebut karena misalnya rumah tersebut dilengkapi pagar, teralis dan alarm.

  2. Kontrol hukum. Kita tidak melakukan perbuatan tersebut karena perbuatan tersebut dilarang oleh yang berwajib.

  3. Kontrol sosial. Kita tidak melakukan perbuatan tersebut karena oleh masyarakat perbuatan tersebut dianggap bukan perbuatan yang baik

  4. Kontrol moral. Kita tidak melakukan hal tersebut karena hati nurani kita mengatakan bahwa perbuatan tersebut memang bukan perbuatan yang baik.

Dalam hal properti dengan wujud fisik di dunia nyata, keempat kontrol tersebut ada dan cukup efektif mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan untuk kasus situs web, hanya kontrol teknis dan kontrol moral yang dapat secara efektif mencegah terjadinya pengrusakan situs web. Kontrol hukum tidak dapat menjangkau aktivitas ilegal yang menyeberang batas negara, sedangkan kontrol sosial tidak berfungsi karena pelaku dapat dengan mudah menggunakan identitas anonim. Tidaklah mengherankan jika hampir semua pelaku deface situs web tidak berani menggunakan identitas asli.

Sekarang bagaimana dengan anda. Anda tidak merusak Kedubes Malaysia karena faktor yang mana? Fenomena Internet menguji moralitas kita semua. Karena tidak ada kontrol sosial dan kontrol hukum, batasan nilai-nilai moral menjadi lebih rendah daripada di dunia nyata. Sesuatu yang dianggap tidak baik di dunia nyata dapat saja menjadi hal yang dapat diterima dalam dunia maya.

Apakah anda melakukan pengrusakan terhadap situs Malaysia?

Jika jawabannya adalah ya, maka secara prinsip anda akan melakukan hal yang sama terhadap Kedubes Malaysia seandainya Kedubes Malaysia tidak dijaga oleh polisi.

Jika jawabannya adalah tidak, silakan tanyakan kepada diri anda sendiri. Apakah anda tidak melakukannya karena tidak ada servis yang terbuka pada situs web tersebut? Ataukah anda tidak melakukannya karena memang hati nurani anda mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah perbuatan yang baik?

42 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!