<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bahasa Indonesia: Skala Panjang atau Skala Pendek?</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 11:18:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: pucchan</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-64985</link>
		<dc:creator>pucchan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Apr 2006 13:21:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-64985</guid>
		<description>:o:o:o:o:o:-"&#58;&#45;&#38;#119;;)[-(:)&gt;-:d:):"&gt;:d:(,,,,,,yach...bgitu dech indonesia...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_whistling.gif' alt='&#58;&#45;&#34;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#45;&#34;' />&#58;&#45;&amp;#119<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_batting.gif' alt='&#59;&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#59;&#41;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_silent.gif' alt='&#91;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#91;&#45;&#40;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_blush.gif' alt='&#58;&#34;&#62;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#34;&#62;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' />,,,,,,yach&#8230;bgitu dech indonesia&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Evie Warouw</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-43679</link>
		<dc:creator>Evie Warouw</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2005 10:26:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-43679</guid>
		<description>Saya hargai anda mengangkat masalah ini dalam tulisan anda; hal yang juga menjadi perhatian saya, apalagi sejak anak bungsu saya menanyakan hal ini; bersama-sama kami menemukan jawabannya di wikipedia. 

Hal yang membuat saya bertanya-tanya, dan membuat saya prihatin, adalah tiadanya kepedulian untuk membakukan hal ini, terutama dari pihak-pihak dan komunitas yang berurusan dengan angka-angka ini. 

Bayangkan kalau ada 2 pihak yang sedang melakukan negosiasi, berbicara dengan istilah yang sama (billions, trillions, dst.). Pihak yang satu berbicara berdasarkan perhitungan skala pendek sementara pihak lainnya melakukan perhitungan berdasarkan skala panjang.

Dalam kaitannya dengan rupiah kita yang sangat rendah nilai tukarnya, setiap kali dikaitkan dengan valuta asing, penggunaan istilah-istilah ini tak bisa dihindarkan.  

Dalam kaitannya dengan hal ini, saya mengkhawatirkan keawaman masyarakat kita, dan -mengambil contoh diri saya yang, rasanya ;-), tidak sedemikian 'ignorant'- mempertanyakan, berapa prosentase rakyat Indonesia yang mengenal adanya skala pendek dan skala panjang ini? Jadi, bagaimanakah masyarakat membayangkan dan 'mencernakan' besar jumlah utang bangsa Indonesia, secara te[at? Kalau mereka membaca/mendengar di/dari media mengenai angka-angka utang bangsa ini: bilyun, trilyun, bilyar, milyar, berapa besarkah itu, bagaimana penulisannya, berdasarkan skala pendek atau panjang?

Karena itu, melalui tulisan ini saya menganggap perlu ada satu otoritas di negara ini yang membakukan skala yang dipakai untuk menentukan penyebutan bilangan dan menjadikannya sebagai kaidah yang wajib diikuti, terutama dalam kaitannya dengan (bahasa) Indonesia. Penyosialisasian/pengenalan kedua skala penyebutan bilangan ini sebaiknya dimulai di sekolah (dasar?).

Sekedar pemikiran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya hargai anda mengangkat masalah ini dalam tulisan anda; hal yang juga menjadi perhatian saya, apalagi sejak anak bungsu saya menanyakan hal ini; bersama-sama kami menemukan jawabannya di wikipedia. </p>
<p>Hal yang membuat saya bertanya-tanya, dan membuat saya prihatin, adalah tiadanya kepedulian untuk membakukan hal ini, terutama dari pihak-pihak dan komunitas yang berurusan dengan angka-angka ini. </p>
<p>Bayangkan kalau ada 2 pihak yang sedang melakukan negosiasi, berbicara dengan istilah yang sama (billions, trillions, dst.). Pihak yang satu berbicara berdasarkan perhitungan skala pendek sementara pihak lainnya melakukan perhitungan berdasarkan skala panjang.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan rupiah kita yang sangat rendah nilai tukarnya, setiap kali dikaitkan dengan valuta asing, penggunaan istilah-istilah ini tak bisa dihindarkan.  </p>
<p>Dalam kaitannya dengan hal ini, saya mengkhawatirkan keawaman masyarakat kita, dan -mengambil contoh diri saya yang, rasanya <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#45;&#41;' />, tidak sedemikian &#8216;ignorant&#8217;- mempertanyakan, berapa prosentase rakyat Indonesia yang mengenal adanya skala pendek dan skala panjang ini? Jadi, bagaimanakah masyarakat membayangkan dan &#8216;mencernakan&#8217; besar jumlah utang bangsa Indonesia, secara te[at? Kalau mereka membaca/mendengar di/dari media mengenai angka-angka utang bangsa ini: bilyun, trilyun, bilyar, milyar, berapa besarkah itu, bagaimana penulisannya, berdasarkan skala pendek atau panjang?</p>
<p>Karena itu, melalui tulisan ini saya menganggap perlu ada satu otoritas di negara ini yang membakukan skala yang dipakai untuk menentukan penyebutan bilangan dan menjadikannya sebagai kaidah yang wajib diikuti, terutama dalam kaitannya dengan (bahasa) Indonesia. Penyosialisasian/pengenalan kedua skala penyebutan bilangan ini sebaiknya dimulai di sekolah (dasar?).</p>
<p>Sekedar pemikiran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rachmadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-16099</link>
		<dc:creator>rachmadi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2005 19:20:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-16099</guid>
		<description>Maaf agak menyimpang dari pembahasan...:)
Kalau sudah membahas masalah bahasa Indonesia, orang komputer yang paling kurang membumi. Masih terlalu banyak istilah yang menggunakan bahasa Inggris. Meskipun bidang-bidang lain juga masih tidak jauh berbeda :(

Masih jarang orang komputer yang mau menggunakan bahasa Indonesia dalam istilah-istilah komputer meskipun sudah banyak yang ada padanannya dalam bahasa Indonesia. 
Untuk yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia, sudah seharusnya digunakan istilah dalam bahasa Indonesia. 

Mestinya para jurnalis yang kerap menulis artikel di tabloid dan majalah komputer lebih memperhatikan masalah ini. Bagaimanapun juga, masyarakat lebih banyak belajar dari media cetak seperti tabloid, majalah dan lain-lain. Jika para jurnalis cermat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tentu masyarakat juga terbiasa dengan bahasa yang baik dan benar.

Untuk istilah-istilah yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia, ini adalah tugas dari Pusat Pengembangan Bahasa (atau apalah namanya) untuk mencarikan padanan yang sesuai dan mensosialisasikannya ke masyarakat. Nampaknya sosialisasi ini yang kurang, atau mungkin memang tidak ada sama sekali?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf agak menyimpang dari pembahasan&#8230;<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /><br />
Kalau sudah membahas masalah bahasa Indonesia, orang komputer yang paling kurang membumi. Masih terlalu banyak istilah yang menggunakan bahasa Inggris. Meskipun bidang-bidang lain juga masih tidak jauh berbeda <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>Masih jarang orang komputer yang mau menggunakan bahasa Indonesia dalam istilah-istilah komputer meskipun sudah banyak yang ada padanannya dalam bahasa Indonesia.<br />
Untuk yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia, sudah seharusnya digunakan istilah dalam bahasa Indonesia. </p>
<p>Mestinya para jurnalis yang kerap menulis artikel di tabloid dan majalah komputer lebih memperhatikan masalah ini. Bagaimanapun juga, masyarakat lebih banyak belajar dari media cetak seperti tabloid, majalah dan lain-lain. Jika para jurnalis cermat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, tentu masyarakat juga terbiasa dengan bahasa yang baik dan benar.</p>
<p>Untuk istilah-istilah yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia, ini adalah tugas dari Pusat Pengembangan Bahasa (atau apalah namanya) untuk mencarikan padanan yang sesuai dan mensosialisasikannya ke masyarakat. Nampaknya sosialisasi ini yang kurang, atau mungkin memang tidak ada sama sekali?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: digest</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-14782</link>
		<dc:creator>digest</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2005 06:18:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-14782</guid>
		<description>saya kira secara simpel klo di amerika jutaan dolar sudah sangat banyak karena dolar sedangkan klo di indonesia jutaan rupiah biasa saja. Saya kira masalahnya ada pada kursnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya kira secara simpel klo di amerika jutaan dolar sudah sangat banyak karena dolar sedangkan klo di indonesia jutaan rupiah biasa saja. Saya kira masalahnya ada pada kursnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fisto</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13380</link>
		<dc:creator>fisto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2005 06:34:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13380</guid>
		<description>hmmm...padahal utang indonesia kan udah sampe 10 pangkat 15 yah???....harusnya udah ada sebutannya ya....:-?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm&#8230;padahal utang indonesia kan udah sampe 10 pangkat 15 yah???&#8230;.harusnya udah ada sebutannya ya&#8230;.<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: paydjo</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13370</link>
		<dc:creator>paydjo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2005 04:15:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13370</guid>
		<description>kalo sejenis "wiki" yg mengakomodir bahasa indo yg baku ada gak yach ???
kayak kamus besar bahasa indonesia tp yg versi web :D

kalo proyek penterjemahan istilah2 it itu kabarnya sekarang gimana?? :-/

mouse ~ tetikus
drive ~ kandar
dll.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo sejenis &#8220;wiki&#8221; yg mengakomodir bahasa indo yg baku ada gak yach ???<br />
kayak kamus besar bahasa indonesia tp yg versi web <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>kalo proyek penterjemahan istilah2 it itu kabarnya sekarang gimana?? <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_question.gif' alt='&#58;&#45;&#47;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#47;' /></p>
<p>mouse ~ tetikus<br />
drive ~ kandar<br />
dll.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arjuna</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13359</link>
		<dc:creator>arjuna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2005 02:44:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13359</guid>
		<description>gunakanlan bahasa endonesia nyang baek dan nyang bener</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gunakanlan bahasa endonesia nyang baek dan nyang bener</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Koen</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13346</link>
		<dc:creator>Koen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2005 23:24:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13346</guid>
		<description>Ada satu metode lagi, yang dinamakan Dimes Logical Counting (DLC). Dia pakai deret ukur. Pertama, dia niru sistem Inggris: satu bilyun itu satu juta juta. Kemudian: satu trilyun adalah satu bilyun bilyun, dan satu kuadrilyun adalah satu trilyun trilyun. Jadi DLC mengenal angka misalnya tiga bilyun trilyun. Kosa kata yang dipakai ketiga sistem itu sama: juta, bilyun, trilyun, kuadrilyun, kuintilyul, sekstilyun, septilyun, oktilyun, nonilyun, desilyun (tolong dicarikan standar penamaan versi Indonesianya sekalian). Di Perancis, satu desilyun punya 32 angka 0. Di Inggris dia punya 60 angka 0. Dan menurut DLC, dia punya 3072 angka 0.

Copy &#38; modif dari: http://kun.co.ro/catatan/2004_01_01_archive.php/#107338766111055777</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu metode lagi, yang dinamakan Dimes Logical Counting (DLC). Dia pakai deret ukur. Pertama, dia niru sistem Inggris: satu bilyun itu satu juta juta. Kemudian: satu trilyun adalah satu bilyun bilyun, dan satu kuadrilyun adalah satu trilyun trilyun. Jadi DLC mengenal angka misalnya tiga bilyun trilyun. Kosa kata yang dipakai ketiga sistem itu sama: juta, bilyun, trilyun, kuadrilyun, kuintilyul, sekstilyun, septilyun, oktilyun, nonilyun, desilyun (tolong dicarikan standar penamaan versi Indonesianya sekalian). Di Perancis, satu desilyun punya 32 angka 0. Di Inggris dia punya 60 angka 0. Dan menurut DLC, dia punya 3072 angka 0.</p>
<p>Copy &amp; modif dari: <a href="http://kun.co.ro/catatan/2004_01_01_archive.php/#107338766111055777" rel="nofollow">http://kun.co.ro/catatan/2004_01_01_archive.php/#107338766111055777</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: IMW</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13336</link>
		<dc:creator>IMW</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2005 21:02:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13336</guid>
		<description>Salah satu kendala untuk mempopulerkan istilah yang benar, ataupun panduan yang benar adalah kelompok yang melakukan revisi atau studi itu sering tidak bersedia membebaskan hasil kajiannya. Saya ingat di awal INPRES 02/2002, tim terpecah menjadi 2 aliran, ada yang menginginkan hasilnya dibebaskan sehingga siapa saja dapat memperoleh, ada yang menginginkan hasilnya diterbitkan secara konvensional.

Menurut saya, bila ingin mempopulerkan istilah yang benar, maka permudahlah orang mendapatkan penjelasan istilah ataupun tata bahasa yang benar tersebut. Mencari informasi seperti ini terasa sulit sekali.  Silahkan Anda ke toko buku, dan perhatikan ada berapa gelintir buku soal itu.  

Ada beberapa buku yang baik tentang bahasa Indonesia, tetapi lisensi buku tersebut masih menyulitkan untuk disajikan secara online.



</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kendala untuk mempopulerkan istilah yang benar, ataupun panduan yang benar adalah kelompok yang melakukan revisi atau studi itu sering tidak bersedia membebaskan hasil kajiannya. Saya ingat di awal INPRES 02/2002, tim terpecah menjadi 2 aliran, ada yang menginginkan hasilnya dibebaskan sehingga siapa saja dapat memperoleh, ada yang menginginkan hasilnya diterbitkan secara konvensional.</p>
<p>Menurut saya, bila ingin mempopulerkan istilah yang benar, maka permudahlah orang mendapatkan penjelasan istilah ataupun tata bahasa yang benar tersebut. Mencari informasi seperti ini terasa sulit sekali.  Silahkan Anda ke toko buku, dan perhatikan ada berapa gelintir buku soal itu.  </p>
<p>Ada beberapa buku yang baik tentang bahasa Indonesia, tetapi lisensi buku tersebut masih menyulitkan untuk disajikan secara online.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anthony Fajri</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13317</link>
		<dc:creator>Anthony Fajri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2005 15:21:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13317</guid>
		<description>bagaimana kalo kita akuisisi bahasa indonesia ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana kalo kita akuisisi bahasa indonesia ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Emil</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13312</link>
		<dc:creator>Emil</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2005 13:50:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13312</guid>
		<description>#5. betul juga jay, mungkin perlu ada EYD v.2.0.0 untuk beradaptasi dengan (menormalisasi? argh) kata2 serapan yang baru2 sekaligus bersiap2 untuk masa depan.

#6. kayaknya nggak mungkin. pertama, kalau memang bahasa daerah yang tradisional, rasanya kecil kemungkinan orang jaman dulu punya hitungan sampai skala yang sangat besar. selain itu, mau ambil bahasa daerah mana?  ada ratusan bahasa daerah di Indonesia (yes, i'm talking about language, not just dialect. kalau dialek mungkin bisa ribuan), dan semuanya punya hak yang sama untuk di'serap'.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#5. betul juga jay, mungkin perlu ada EYD v.2.0.0 untuk beradaptasi dengan (menormalisasi? argh) kata2 serapan yang baru2 sekaligus bersiap2 untuk masa depan.</p>
<p>#6. kayaknya nggak mungkin. pertama, kalau memang bahasa daerah yang tradisional, rasanya kecil kemungkinan orang jaman dulu punya hitungan sampai skala yang sangat besar. selain itu, mau ambil bahasa daerah mana?  ada ratusan bahasa daerah di Indonesia (yes, i&#8217;m talking about language, not just dialect. kalau dialek mungkin bisa ribuan), dan semuanya punya hak yang sama untuk di&#8217;serap&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alex</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13305</link>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2005 12:09:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2005/04/18/bahasa-indonesia-skala-panjang-atau-skala-pendek/#comment-13305</guid>
		<description>bagaimana dengan bahasa daerah?

kan katanya (konon....) bahasa daerah merupakan akar bahasa Indonesia... :-?

Apa iya?

Tapi kenyataannya kebanyakan menyerap bahasa luar. Coba bahasa daerah lebih di"nasional"kan. 

Mungkin bahasa daerah punya skala yang cukup bagus.. Itu juga kalo nggak terpengaruh kolonialisme bertahun-tahun :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana dengan bahasa daerah?</p>
<p>kan katanya (konon&#8230;.) bahasa daerah merupakan akar bahasa Indonesia&#8230; <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_think.gif' alt='&#58;&#45;&#63;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#63;' /></p>
<p>Apa iya?</p>
<p>Tapi kenyataannya kebanyakan menyerap bahasa luar. Coba bahasa daerah lebih di&#8221;nasional&#8221;kan. </p>
<p>Mungkin bahasa daerah punya skala yang cukup bagus.. Itu juga kalo nggak terpengaruh kolonialisme bertahun-tahun <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
