21 April 2005

Berpikir Kritis

Posted under: at 03:12

Berpikir kritis adalah proses mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau komunikasi. Di bawah ini adalah metoda dari berpikir kritis yang diambil dari Wikipedia dan beberapa sumber lain.

Langkah-langkah

Walaupun tidak ada langkah-langkah yang perlu diambil secara rigid, langkah-langkah di bawah ini berguna dalam berpikir kritis:

  1. Buatlah daftar pendapat dan kumpulkan argumentasi yang mendukung setiap pendapat tersebut.
  2. Pecahkan argumentasi yang anda dapatkan pada langkah pertama menjadi kalimat-kalimat pendukungnya dan carilah implikasi dari kalimat-kalimat ini.
  3. Carilah kontradiksi pada kalimat-kalimat dan implikasinya yang anda dapatkan pada langkah 2.
  4. Dari argumen-argumen yang anda dapatkan, susunlah berdasarkan argumen-argumen yang saling bertentangan dan beri bobot untuk argumen-argumen tersebut
    • Tambahkan bobot jika sebuah klaim memiliki dukungan yang kuat, terutama jika memiliki alasan-alasan yang kuat. Kurangi bobot jika ada klaim yang memiliki kontradiksi
    • Ubahlah bobot tergantung dari relevansi dari informasi terhadap isu yang dibicarakan
    • Klaim yang besar membutuhkan bukti yang besar pula, jika sebuah klaim besar tidak memiliki bukti yang cukup, abaikan klaim ini dalam membentuk opini anda.
  5. Tinjaulah bobot dari setiap klaim
    • Opini yang memiliki bukti yang terkuat kemungkinan besar adalah benar
    • Mind map adalah alat yang efektif untuk mengevaluasi informasi ini. Pada tahap-tahap akhir, bobot numerik dapat diberikan pada cabang-cabang Mind map

Tentunya berpikir kritis tidak menjamin seseorang akan mencapai kesimpulan yang tepat. Pertama, ada kemungkinan seseorang tidak memiliki seluruh informasi yang relevan. Informasi yang penting mungkin belum ditemukan atau informasi tersebut mungkin tidak akan dapat ditemukan. Kedua, pemihakan (bias) dari seseorang dapat saja menghalangi pengumpulan dan penilaian informasi secara efektif.

Mengatasi Pemihakan (Bias)

Untuk mengurangi pemihakan, beberapa cara harus dilakukan jika seseorang ingin berpikir kritis. Jangan tanyakan “Bagaimana hal ini bertentangan dengan pendapat saya?”, tapi tanyakanlah “Apa artinya ini?”

  1. Jangan lakukan penilaian terlalu dini pada tahap pengumpulan informasi
  2. Anda harus sadar terhadap kekurangan anda sendiri dan orang lain dengan cara:
    • menerima bahwa setiap orang memiliki pemihakan di bawah sadar (pemihakan secara refleks)
    • bersikap tanpa ego
    • membuang pendapat semula anda jauh-jauh
    • sadar bahwa setiap orang memiliki kelemahan masing-masing
  3. Gunakan metoda sokratis untuk mengevaluasi sebuah argumen dengan menanyakan pertanyaan terbuka. Sebagai contoh adalah:
    • Apa yang anda maksud dengan __________?
    • Bagaimana anda dapat berkesimpulan begitu?
    • Mengapa anda berpendapat bahwa itu adalah benar?
    • Dimana anda mendapatkan informasi tersebut?
    • Apa yang terjadi jika anda ternyata salah?
    • Dapatkah anda memberikan dua buah sumber yang tidak setuju dengan anda dan jelaskan mengapa?
    • Mengapa hal ini penting?
    • Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa anda mengatakan yang sebenarnya?
    • Apa penjelasan alternatif dari fenomena ini?

Berkesimpulan

Janganlah membuat asumsi secara berlebihan, dengan kata lain: jangan memperumit masalah anda. Berpikir kritis adalah sebuah proses yang tidak akan selesai. Seseorang dapat mencapai sebuah kesimpulan tentatif berdasarkan evaluasi dari informasi yang ada. Tetapi, jika ada informasi baru yang ditemukan maka proses evaluasi harus dijalankan kembali.

Pengamatan Pribadi Saya

Sangat sulit bagi seseorang untuk dapat menghapus pendapat lamanya walaupun sudah disodori bukti-bukti yang belum mereka ketahui sebelumnya.

Sangat sulit bagi seseorang untuk dapat berpikir lurus untuk menyikapi sesuatu yang berhubungan dengan uang atau penghasilan walaupun ada bukti bahwa hal tersebut akan merugikan dirinya atau orang lain.

Sangat sulit bagi seseorang untuk dapat mengatasi egonya dengan arif mengakui bahwa teori/pendapatnya adalah salah walaupun sudah ada yang memberi bukti.

Pendidikan di Indonesia tidak mengedepankan faktor berpikir kritis ini, padahal menurut saya ini adalah sesuatu yang sangat penting. Orang tua diharapkan dapat memberikan bimbingan kepada anak-anaknya tentang pentingnya berpikir kritis. Pendidikan ini menurut saya jauh lebih penting daripada sekadar membandingkan ‘kapasitas otak’ atau kemampuan menghafal dari siswa-siswi sekolah.

47 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!