25 August 2005

DetikPublishing: Menjual Reputasi Detik.com?

Posted under: at 08:30

DetikPublishing

DetikPublishing adalah sebuah layanan baru dari Detikcom. Layanan yang baru dibuka pada pertengahan bulan Juli yang lalu ini adalah layanan bagi perusahaan untuk mempublikasikan rilis pers, pengumuman atau pemberitahuan kepada publik.

Perusahaan yang mendaftar ke DetikPublishing akan mendapat akses ke content management system dimana pemilik akses dapat mempublikasikan tulisan apa saja. Tulisan tersebut nantinya akan dimuat dalam situs DetikPublishing.com. Selain itu tiga tulisan terbaru dari DetikPublishing akan mendapat taut di halaman depan detikcom yang bisa dibilang salah satu situs paling populer di Indonesia.

Untuk mendapatkan akses ke DetikPublishing, sebuah perusahaan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 2 juta per bulan atau Rp 20 juta per tahun. Sedangkan anggota individu harus mengeluarkan uang Rp 500 ribu per bulan atau Rp 5 juta per tahun. Saat ini layanan DetikPublishing telah diikuti oleh beberapa perusahaan terkemuka seperti Astra International, Garuda Indonesia, Bank Bukopin, Bank Mega dan sebagainya.

Menurut saya ini adalah konsep yang orisinil, paling tidak untuk lingkup Indonesia. Sedangkan di luar negeri, sudah banyak layanan-layanan serupa semisal PRWeb.com yang dapat digunakan dengan gratis.

Yang menjadi masalah menurut saya adalah bahwa jumlah pembayaran yang didapatkan detikcom tidak sebanding dengan yang diberikan detikcom kepada para pelanggan DetikPublishing. Para pelanggan ini dapat menulis tulisan apa saja, yang ditampilkan secara instan, tanpa revisi apapun dari detikcom, dan mendapatkan penempatan di halaman utama detikcom selama beberapa saat. Lebih buruk lagi, penempatan tersebut dilakukan pada bagian headline dari kanal-kanal detikcom seperti detikHot, detiki-Net, detikSport dan Sepakbola. Seakan-akan ‘berita’ dari DetikPublishing adalah berita hasil olahan dapur jurnalis detikcom. Selain itu bagian DetikPublishing ditempatkan di paling atas dibandingkan berita dari kanal-kanal detikcom lainnya.

DetikPublishing

Menurut saya ini sangat berbahaya bagi detikcom. Detikcom seperti menjual reputasinya sendiri untuk mendapatkan beberapa puluh juta per bulan, jumlah yang menurut saya sedikit untuk ukuran detikcom. Pembaca yang tidak mengetahui apa itu DetikPublishing bisa saja menilai detikcom dari kualitas ‘berita’ yang berasal dari DetikPublishing.

Hal seperti ini tentunya akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membonceng reputasi detikcom. Menurut saya tidaklah menjadi masalah bagi detikcom jika Garuda Indonesia mengumumkan penggantian nomor call center-nya atau Astra International mengumumkan keputusan investasinya.

Tetapi bagaimana jika yang membuat ‘berita’ adalah sebuah usaha scam terbaru? Apakah wajar ‘usaha’ semacam itu mendapat seakan-akan ‘pemberitaan’ di halaman depan detikcom? Menurut saya tidak wajar, apalagi untuk harga beberapa juta rupiah saja.

Paling tidak detikcom harus memberi penjelasan yang cukup bahwa tulisan-tulisan yang berasal dari DetikPublishing bukanlah hasil karya jurnalistik dari detikcom.

22 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!