19 September 2005

Etika, Distribusi Linux dan “Scraper Sites”

Posted under: at 23:22

Linux dan distribusinya adalah perangkat lunak yang bersifat FLOSS. Artinya, pengguna memiliki kebebasan untuk menggunakannya. Salah satu bentuk kebebasan ini adalah kebebasan untuk melakukan ‘forking’, yaitu membuat tiruan dari perangkat lunak yang bersangkutan.

‘Forking’ sudah menjadi kejadian yang umum di dunia FLOSS. Sebagai contoh, pada tahun 1998 distribusi Mandrake Linux (sekarang bernama Mandriva) pertama kali dirilis sebagai tiruan dari distribusi RedHat Linux. Sedangkan distribusi CentOS adalah tiruan dari distribusi RedHat Enterprise Linux. Saya sendiri pernah terlibat dalam pembuatan sebuah tiruan distribusi Linux, yaitu BlankOn Linux yang merupakan tiruan dari distribusi Fedora Core.

Bagaimana komunitas Linux menyikapi ‘forking’? Pada sebagian besar kasus, ‘forking’ dianggap sebagai sesuatu yang dalat dibenarkan. ‘Forking’ tidaklah dilarang oleh lisensi Linux dan perangkat lunak pendukungnya. Ada banyak ide-ide baru menemukan tempatnya dalam bentuk ‘forking’ dan ide-ide tersebut tidak mungkin berkembang tanpa adanya ‘forking’. Salah satu dasar dari FLOSS adalah hak untuk melakukan ‘forking’.

***

Semangat FLOSS juga berkembang ke bidang lain. Di antaranya adalah jurnalisme (dalam bentuk blog), ensiklopedia (dalam bentuk Wikipedia) dan direktori situs web (dalam bentuk ODP).

Sama seperti pada bidang perangkat lunak, bentuk baru dari semangat Open Source ini juga meliputi hak untuk melakukan ‘forking’. Akibat dari hak ini, kita dapat menikmati layanan Google Directory yang menggunakan data dari ODP. Kita juga dapat menikmati ensiklopedia saku yang mendapatkan data dari proyek Wikipedia.

Yang menjadi permasalahan adalah situs-situs ‘scraper’. “Scraper sites” adalah situs-situs yang sebanyak mungkin ‘mencuri’ isi dari situs pihak lain dengan tujuan mendapatkan hit dari pengunjung yang mencari kata atau frase tertentu dari mesin pencari seperti Google dan Yahoo! Search. Pemilik situs kemudian mendapatkan profit dari program afiliasi seperti Google Adsense atau semacamnya.

Sama sekali tidak ada nilai tambah yang dilakukan pemilik “scraper sites” terhadap konten yang didapatkan dengan gratis. Isi situs ‘scraper’ hanya bertujuan semata-mata untuk menjaring hit dari mesin pencari. Situs-situs seperti blog, Wikipedia dan ODP sudah menjadi langganan ‘korban’ situs-situs ‘scraper’ ini.

Wikipedia mengelola halaman Mirror and Forks yang sebagian besar berisi situs-situs ‘scraper’ ini.

***

Jika ‘forking’ distribusi Linux bisa diterima dan dibenarkan, apakah ‘scraper sites’ juga dapat dibenarkan? Secara hukum memang tidak ilegal, tetapi hati nurani saya mengatakan ini adalah sesuatu yang tidak etis dan tidak dapat dibenarkan.

  • Dari sisi pemilik konten, ‘scraper sites’ tidak ilegal karena lisensinya memang mengizinkan. Lisensi yang dimaksud adalah GFDL pada Wikipedia, Open Directory License pada ODP atau beberapa jenis lisensi Creative Commons yang digunakan pada sebagian besar blog. Berbeda halnya jika pemilik situs ‘scraper’ tidak mengindahkan hak cipta. Pada kasus ini situs ‘scraper’ dapat dipastikan adalah ilegal.

  • Pemasang iklan (misalnya iklan Google AdWords yang dipasang pada situs-situs ‘scraper’) kemungkinan besar akan keberatan jika iklannya dipasang pada situs-situs ‘scraper’. Satu-satunya solusi bagi mereka adalah memblokir situs-situs ‘scraper’ sehingga tidak akan menampilkan iklan mereka. Google sendiri belum melakukan tindakan memblokir akun yang dimiliki oleh situs-situs ‘scraper’.

  • Pengguna mesin pencari tidak diuntungkan dengan keberadaan situs-situs ‘scraper’. Hasil pencarian akan menampilkan banyak hit dengan isi sama persis dan ‘dihiasi’ oleh berbagai macam iklan. Adanya situs-situs ‘scraper’ akan memperburuk hasil pencarian dan tentunya ini tidak diinginkan oleh pengguna.

  • Mesin pencari yang berorientasi ke pengguna tidak menyukai situs ‘scraper’. Semakin banyak situs ‘scraper’ yang muncul di hasil pencarian artinya semakin buruk kualitas pencarian dan semakin besar potensi pengguna untuk pindah ke mesin pencari yang lain. Beruntung bagi kita, karena sejak bulan Juli tahun ini, Google berusaha dengan keras untuk menghilangkan situs-situs ‘scraper’ dari hasil pencarian.

25 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!