29 September 2005

Naik Haji Secara Tidak Hormat

Posted under: at 10:19

Seorang teman meneruskan kepada saya sebuah email spam yang diterimanya. Email ini berjudul “Launching 1 Oktober. Rp 100 Ribu Naik Haji dan Passive Income”, berisi himbauan untuk naik haji dan mendapatkan passive income dengan cara merekrut anggota sebanyak-banyaknya. Dan tentu saja email semacam ini tak lengkap rasanya tanpa URL referal yang kali ini berbentuk: http://www.manasikmurah.com/?hp=#########.

Karena rasa penasaran saya dan situs tersebut sama sekali tidak menampilkan informasi sebelum mendaftarkan diri, maka saya daftarkan diri saya, tentunya dengan menggunakan informasi fiktif.

Halaman utama mereka langsung mengatakan:

Hanya dengan Rp. 100.000,- Insya Allah kurang dari 1 tahun tabungan anda sudah cukup untuk biaya haji dan di tambah lagi dengan passive income puluhan juta hingga milyaran rupiah setiap bulannya.

Pada halaman about, mereka mengatakan bahwa program ini “dipersembahkan oleh PT. Safar Madani yang didukung oleh : Masjid AT-TIN, Bank Syariah Permata dan Asuransi Takaful.” Dengan mengikuti program ini, anggota akan menerima SMS tentang tatacara haji sekali dalam sehari. Biaya SMS tersebut adalah Rp 1000 untuk satu kali SMS dan akan didebet dari rekening. Uang pendaftaran sebesar Rp 100000 sudah termasuk Rp 60000 untuk pengiriman SMS selama dua bulan. Sepanjang pengamatan saya, biaya rutin yang harus dibayar oleh peserta hanyalah biaya SMS ini.

Sedangkan halaman akad mereka mengatakan:

MANASIK Plus tidak menjamin peserta berangkat haji apabila tidak mengikuti marketing plan MANASIK Plus.

Hal ini tentunya lumrah mengingat akal sehat mengatakan bahwa dari sekian banyak peserta, tentunya hanya segelintir yang akan mampu naik haji dengan mengikuti program seperti ini.

Pada halaman marketing plan mereka mengakui bahwa program ini berbentuk matrix 7 x 10. Artinya satu anggota dapat memiliki maksimum 7 downline dan maksimum kedalaman adalah 10 tingkat. Peserta akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 40/downline/hari sepanjang 10 tingkat. Hasil hitung-hitungan mereka mengatakan, jika keanggotaan tersebut sudah penuh, maka jumlah anggota pada tingkat 10 adalah 282.475.249 dengan total bonus sebesar Rp 391.510.663.728. Namun perlu diingat bahwa jumlah sebesar 282.475.249 sudah melebihi populasi Indonesia sendiri.

Jika biaya naik haji adalah Rp 35 juta, maka dengan skema seperti ini dibutuhkan Rp 35 juta / (Rp 40/orang/hari) = 875000 orang hari untuk membiayai satu orang untuk naik haji! Jika seorang anggota memiliki 100 downline (sebuah asumsi yang sangat berlebihan karena sebagian besar anggota tidak akan memiliki downline sama sekali), maka dibutuhkan 8750 hari atau 23 tahun sebelum seseorang bisa naik haji. Dan ini masih belum memperhitungkan perkembangan tingkat inflasi atau kurs di masa yang akan datang.

Yang menjadi pertanyaan apakah wajar kita naik haji dengan cara-cara seperti itu? Dengan mengiming-imingi orang lain untuk naik haji dan mendapatkan penghasilan pasif, namun tujuannya supaya orang lain tersebut mengeluarkan uang untuk membiayai naik haji anda. Apalagi hal semacam ini dipasarkan melalui spam yang sama sekali tidak sopan.

170 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!