5 December 2005

Mailing List Telematika dan Sikap Para Pengambil Keputusan

Posted under: at 00:10

Mailing list Telematika seharusnya merupakan mailing list tempat mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan kebijaksanaan telematika di Indonesia, sesuai dengan penjelasannya: “Millis (sic) Komunitas Telematika Indonesia yang di Koordinir (sic) oleh KADIN Kompartemen Telematika”. Milis ini diikuti oleh para pengambil keputusan, orang-orang yang mengaku orang penting dan tentunya rakyat biasa seperti saya ini. Saya sendiri mengikuti milis ini karena ingin mengikuti perkembangan di tingkat pengambil keputusan.

Milis ini seharusnya merupakan cerminan tindak tanduk para pengambil keputusan di dunia telematika Indonesia. Tetapi sayangnya, standar ketertiban di milis ini sangat jauh di bawah milis-milis lainnya.

Beberapa bulan yang lalu, milis ini diramaikan oleh diskusi foto syur oleh sang Pakar Pornomatika, sesuatu yang sebenarnya melenceng dari topik milis. Walaupun ‘Sang Pakar’ sudah dengan jelas berkali-kali melanggar netiket dengan menyerang pribadi beberapa anggota milis, ‘tokoh’ ini masih saja menghuni milis tanpa peringatan sedikitpun dari si empunya milis.

Tak jauh berbeda, situasi saat ini hampir sama panasnya. Seorang yang anonim membuat komentar bernada miring tentang delegasi Indonesia ke WSIS di Tunisia. Sebagian dari delegasi Indonesia ini disinyalir lebih membawa agenda pribadi ketimbang memperjuangkan kemajuan telematika di Indonesia. Tetapi bukannya menangani substansi yang dibawa oleh seorang yang anonim tersebut, tokoh yang berinisial RR dan NI ini justru lebih suka mengejar identitas ‘hantu’ yang tidak jelas, bahkan sampai berminggu-minggu setelah tokoh anonim tersebut tidak pernah posting lagi.

Tidak puas dengan hasil tersebut, kedua tokoh ini secara bertubi-tubi menuduh anggota lainnya sebagai orang di balik tokoh anonim tersebut atau antek dari tokoh tersebut. NI bahkan menawarkan 10 juta Rupiah jika sang tokoh anonim bersedia berfoto bersama. Sedangkan RR –yang memiliki gaya quoting yang membingungkan– lebih memilih untuk memberi ancaman fisik terhadap salah satu anggota milis. Kedua tokoh ini sepertinya juga memiliki sangat banyak waktu luang untuk membalas nyaris setiap email. Email protes saya yang berukuran singkat, sebagai contoh, dibalas dengan email yang cukup panjang.

Tak seperti kasus pornomatika, kali ini moderator turun tangan dan membuat sebuah polling. Hasilnya, sekitar 90% anggota milis memilih RR dan NI untuk diperingati oleh moderator. Walaupun demikian, moderator masih belum beraksi, mungkin masih menunggu polling selesai. Tanggapan NI? Anggota milis telematika “memiliki daya nalar yang rendah dan jiwa yang sakit” :(.

Melihat RR dan NI tak henti-hentinya mempermalukan diri sendiri, sebagian anggota (termasuk saya) membuat filter untuk ‘membuang’ email dari keduanya. Namun filter hanyalah efektif jika seluruh anggota melakukan hal yang sama dan menahan diri untuk tidak membalas email mereka yang saya akui memang sangat menggemaskan. Tetapi, mau menjadi milis yang tertib maupun milih yang tidak tertib, semuanya terpulang kepada moderator.

Saya pribadi merasa miris karena tokoh-tokoh ini memiliki kemampuan untuk mempengaruhi arah perkembangan kebijaksanaan telematika di Indonesia. Sangat disayangkan jika tokoh yang memiliki pengaruh besar justru bersifat tak berbeda dengan anak kecil yang baru mengenal Internet. Saya sungguh-sungguh berharap bahwa masa depan dunia telematika Indonesia tidak berada di tangan mereka.

61 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!