Kontroversi Pengendara Harley-Davidson di Internet
Kontroversi ini dimulai dari kekesalan Sarie Febriane akibat ulah para pengendara sepeda motor Harley-Davidson pada tanggal 5 Februari yang lalu. Pengalaman pribadi Sarie ini kemudian ditulis dan menyebar dari milis ke milis dengan cepat. Tulisan lengkap dari Sarie dapat dibaca misalnya pada blog milik Arie Reynaldi.
Ketika itu saya sempat berpikir positif, Ah, kalau lagi macet begini mungkin mereka akan lebih sabar dan sopan, berderet rapi mengikuti arus yang memang sedang merambat pelan. Tapi rupanya tidak ! Saya memperlambat kendaraan karena khawatir tersenggol motor2 mahal mereka, yang mulai menyelip, memasuki ruang di sisi kanan mobil saya. Ketika mobil di depan saya sudah lebih maju, arus motor Harley dari arah berlawanan semakin banyak dan dengan arogannya mengambil kira2 sepertiga lajur di depan saya.
Para pengendara itu dengan tangannya menyuruh saya lebih minggir ke kiri, padahal sisi jalan sebelah kiri juga sudah mentok. Ketika itu mobil saya sudah hampir sampai bagian jalan yang bottle-neck. Sementara, di sisi kanan mobil saya sudah diisi dengan motor2 besar mereka. Jelas, saya enggak mau memaksakan diri lebih mepet ke kiri, wong saya bergerak di lajur yang semestinya !!
Saya sendiri memang tidak suka dengan konvoy kendaraan yang seenaknya tersebut. Beberapa kali saya mengalami kendaraan yang saya tumpangi dipaksa untuk minggir oleh kelompok-kelompok otomotif tersebut. Bukan hanya Harley Davidson, tetapi juga kelompok-kelompok otomotif lain seperti kelompok pemilik Honda Tiger atau Vespa.
Tulisan Sarie kemudian ditanggapi oleh Zulfikar Alamsyah, salah satu peserta konvoy Harley-Davidson yang kebetulan bertemu dengan kendaraan Sarie tersebut. Tanggapan dari Zulfikar dapat dibaca misalnya pada email yang diteruskan ke milis ORARI DKI.
Yang paling menarik menurut saya adalah sepenggal pernyataan dari Zulfikar di bawah ini:
Perlu dipahami bahwa sebelum bertemu dengan mobil si Ibu Sarie, rommbongan kami kira kira juga telah antri dalam kemacetan kira kira 15 menit lamanya. Hal ini membuat mesin motor H-D menjadi panas, dan tentunya dikhawatirkan mesin dapat terjadi Over heating. Belum lagi setiap engine H-D dilengkapi dengan engine cut off yang dalam kondisi panas tertentu akan mati guna menghindari Over-Heating, jadi solusi yang terbaik adalah secepat mungkin motor dapat terhindar dari kemacetan dan melaju di jalan yang tidak terhambat,agar angin dapat segera mendinginkan mesin. Lagi pula manfaat lain mengendarai motor adalah ketika macet motor lebih diuntungkan karena dapat menyelip diantara kendaraan mobil yang tersendat.
Saya tidak tahu apakah ini cuma siasat penulis untuk mencari-cari alasan atau memang sedemikian buruknya kinerja sepeda motor Harley-Davidson sehingga tidak mampu menghadapi lalu lintas yang macet ‘hanya’ selama 15 menit. Setiap hari di Jakarta ada banyak kendaraan lain yang mampu menghadapi kemacetan yang bahkan bisa berjam-jam. Bagi saya sangat aneh tinggal di Jakarta tetapi memiliki kendaraan yang tidak mampu menghadapi kemacetan yang ‘hanya’ 15 menit. Apalagi harga kendaraan tersebut relatif jauh lebih mahal daripada kendaraan sejenis lainnya. Menurut Froogle, sebuah sepeda motor Harley-Davidson saat ini berharga antara $6500-$35750 (antara Rp 60 juta sampai Rp 330 juta) di negara asalnya. Sedangkan sepeda motor ‘biasa’ paling mahal hanya berharga sekitar Rp 30 juta.
Masalah lain dari Harley Davidson ini adalah suaranya yang sangat bising. Di saat produsen sepeda motor lain berlomba-lomba mengurangi tingkat kebisingan, Harley-Davidson tetap mempertahankan ‘ciri khas’-nya, yaitu suaranya yang bising. Bahkan pada tahun 90-an Harley-Davidson pernah mencoba untuk mendaftarkan merk dagang untuk suara bising khasnya tersebut. Selain dari polusi suara, motor-motor keluaran Harley-Davidson saya perkirakan juga lebih boros BBM dan memiliki emisi gas buang yang lebih tinggi daripada sepeda motor ‘biasa’. Menurut saya, rasanya wajar jika produsen dan distributor motor-motor besar tersebut dipajaki lebih tinggi daripada produsen motor-motor lain yang lebih peduli lingkungan.
Ah, arogansi mah nggak memandang merk. Soal pajak? Setuju. Kasih aja cukai untuk barang2 pencemar lingkungan dan barang2 tersier (= barang agak useless). Cheers
.
udah jadi budaya kita. gak hanya harley doang. coba aja liat, kalo komunitas tertentu ngumpul dan turun ke jalan, gimana coba tingkahnya? sok iye kan?

emang kadang jadi malah mengganggu… cuman masalah over heating aku ga bisa komentar.. pendapat saya… berarti harley davidson adalah motor yg tidak cocok di gunakan di daerah yg rawan macet seperti jakarta, dan saya ingin bertanya kepada pengguna HD untuk opo to mass ngenggo HD nang jalan macet? jika hanya menimbulkan polemik atau malah kesenjangan sosial, mendingan pakai mobil mass saja yg saya yakin mass memilikinya atau motor yg lain selain HD yg memang ribet di bawa ke jalanan yg MACET!
™
mau marah2 dg mereka juga percuma, mereka orang kaya, bisa membeli hukum…
Jangankan mobil, pengendara motor sering meng-klakson saya untuk menyingkir saat menyebrang tepat berada di garis tengah jalan menunggu arus kendaraan dari sebelah kiri saya melambat (hanya menengok ke kiri, sebab arus dari kanan sudah saya lewati).
weh, kalo di Malang mah, kagak macet, gak masalah kalo mau konvoi, tapi kalo di Jakarta, walah-walah, mau menangnya sendiri…., emang rombongan presiden?
kalo komunitas blogger ngumpul sambil konvoi paling-paling ya mirip
Hari gini masih ada mesin over heating?
Kok ga bawa jurigen air aja, seperti truk-truk jaman dulu.
wahai pengendara kendaraan bermotor, lebih tertiblah kalian, dan jangan lupa hargailah orang yang sedang berjalan kaki.
gak setuju dengan berbagai macam konvoi yang seenaknya aja di jalan. apalagi bikin polusi tambah parah …..
konvoi kopdar kampung gajah juga norak!


Kalau udah KUMPUL ya gitu, ndak hanya HARLEY deh, Harno, Hana
, bahkan PARPOL JUGA 
gak suka motor gede! lagian biasanya yang naik motor gede somse gitu
[biasanya lho yaaa]
Hahaha… wong memang kendaraan padang pasir Nevada kok, kalau di habitat aslinya ya tidak bising dong.
Hihihi, lucu juga dengar alasan “over heating” dari pengendara HD. Hebatan mocin (motor cina) yang harganya dibawah 10 juta donk ketimbang HD yang ratusan juta
hieheheh, iya tuh lucu banget masa motor keluaran terkini berharga mahal kok takut overheating. aneh
mendingan ikutan IMBLI (ikatan motor bebek lawas indonesia) ditanggung lucu polll
Saya tidak punya HD juga tidak tinggal di Jakarta. Bahkan saya ndak tahu apa yg mao saya komentarin
mereka yang sedang dalam formasi bergerombol atau berkelompok dan merasa mayoritas seringkali cenderung mau menang sendiri. coba kalo lagi sendiri, mana berani macam-macam. kesannya kayak pengecut ya…
Mungkin udah saatnya ada aturan tentang knalpot kendaraan. Yang melebihi sekian dB saat di-gas maksimum nyatakan saja tidak layak.
hhmmm…. memang alasan yang aneh dan dipaksakan…
problem di motor dia koq pengendara lain yang musti
ngalah….. Kelaut aja Konvoi Harley….!!!
lebih berguna bisa jadi Rumpon….
ya, saya?
persoalannya sederhana:
harley owners, yang kadang bukan bikers betulan itu, tak tahan menurunkan kaki [jawa: nyagak] untuk menahan motor saat berhenti atau berjalan pelan. hasilnya adalah pernyataan aneh: motor tepat untuk menyusup kemacetan, tapi takut mesin kepanasan. ada orang bilang, “lha wong touring kok bawa pikap buat ngangkut motor, dan bawa montir. gak berani macet dan mogok ya?”
barangkali seorang teman saya benar. mau beli harley, dan mudik lebaran berombongan, supaya dapat kawalan dan sambutan pejabat daerah. memang ada sanggahan: kapan dia akan mampu beli, dan kapan bisa ngajak owners lain mudik bareng.
saya awam otomotif. nah kesan saya, harley itu nggak ada inovasinya. yang ada cuma legenda.
komentar DIN, soal kebisingan knalpot [gile, dulu saya pernah baca harley mau mematenkan suara knalpotnya] memang kudu dibatasi.
Kecuali konvoi pejabat pemerintah, biasanya kalo saya disuruh minggir malah saya ambil ketengah, kalau perlu tarung ditengah jalan
Tapi kebanyakan mereka sopan-sopan kok, malah para pejabat yang jalannya kurang ajar.
*my dream motorcycle*
Kesan gw buat para pengendara Harley-Davidson: PERUT BUNCIT, SOK MACHO, BELAGU.
Ada satu lagi, gak tau di Jakarta atau Depok ngerasain atau nggak, soalnya di Makassar ada kebiasaan balapan di tengah malam (khususnya sabtu malam). Bukan HD sih yang balapan, tapi motor-motor bebek 2 tak atau 4 tak yang divariasi oleh pemiliknya jadi bising banget. ASLI, gw pengen banget nyebarin paku di jalan depan rumah gw pas mereka lewat. Kasihan anak gw yang akhirnya jadi ‘kaget-kagetan’, hanya demi kesenangan sesaat berujung maut oleh orang-orang bodoh.

What ever pun alasannya, Jalanan bukanlah tempat konvoi-konvoi-an. Kalo mo turing ya di jalan luar kota, berhubung di Jawa semuanya kota, gak ada kampung lagi berarti kalo mo turing ke Kalimantan, Sulawesi, Papua. Sekalian baksos gitu…
Soal mesin kepanasan? gak tau deh, keknya mesin mesin motor gede sekarang pada pake Radiator dan pendingin oli
Btw, ada Abang saya yang dulunya motoris (antik) sekarang lebih suka ngumpul di komunitas Sepeda (antik juga) katanya lebih sehat
daripada naik motor 
[…] Simak juga pendapat Bung Priyadi di sini Comments » […]
Overheating?? Boong tuh!! Kok udah tau kalo macet dan motor diam bakal overheating, kok malah meraung-raungkan gas?? Bukannya justru malah bikin lebih cepat overheating?? Alesan aja neh!
Cari alasan yang lebih konkret men!
Kalo kagak bisa mengontrol massa, lebih baik cari tempat yang aman! Ke laut aja sono!
begonya sendiri… udah tau jakarta macet dan panas! ngapain juga naek motor segede gerobak baso… susah kalo udah ngadepin yg kayak begitu, dia bisa beli hukum koq. Kita tunggu ajah sampai ada people power buat melawan mereka.. in my opinion, tinggal nunggu waktu konvoi2 kayak gitu ditimpuki batu..
terserahlah apa kata yg naik HD, yg pasti saya pernah mau ditendang (ama salah satu oknumnya) tatkala saya naik motor juga…
pun pernah diberhentikan semena2 karena konvoi moper (motor ceper) lewat depan saya…
orang klo ngumpul dan merasa segolongan emang (biasanya) jadi (agak) norak cenderung bodoh…
Wah jadi ingat tadi malam ketika berboncengan ria dengan istri hendak mencari pisang keju tiba - tiba ada satu ‘begundal H-D’ yang nyelonong mengambil jalur kanan , surrr ngebut . Wah kalau saya gak aware bisa remug ditabrak saya . Apalagi bawa istri yang lagi hamil 8 bulan . Benar-benar slompret !!
Menurut saya sih ‘isu panas’ itu cuman akal2an doang . Dari kasus saya tampaknya mereka itu orang-orang yg gerah pingin ‘menggenjot’ motornya..alias ngebut gitu
!
harley dan nalar
beberapa hari terakhir ini milis itb diramaikan oleh diskusi mengenai gerombolan harley, yang ditulis oleh sarie febriane, dan juga counter tentang gerombolan harley tersebut, yang ditulis oleh zulfikar alamsyah. ada juga mail simpatik dari putra ariya…
HD tu buatan amrik ya?

yah.. gimana lagi, yg mbuat barbar.. yg ngendarai ikut barbar…
kalau di jogja ada banyak perkumpulan “pit ontel” (sepeda angin) he..he coba lihat di sekitar kantor pos atau maliboro sering bikin macet.
Tapi yang ini dijamin bakal senyum2x karena para ridernya baik pakaian dan prilakunya jadul banget
Iya betul konvoi sepeda emang lebih sehat, bisa bikin dada dan paha lebih montoq…
… baru tau tuh 
Harley simbol impotensi?? hmmm
supra fit emang paling fit buat rakyat Indonesia
kekekeke
Menurut si gue mah begeneh, gerombolan manusia yang mampu beli Harley Davidson itu emang suka seenak udel kalo lagi konvoy (kalo sendirian mah sopan tuh, gentar kali ya). Yang parah, mereka ini dijadiin idola ama gerombolan2 lainnya yang kagak mampu beli HD tapi lagaknya lebih gila dari Hell’s Angels (pernah liat dong bikers skuter yang asesoris rante di badannya kalo diukur ada kali 8 meter)
Nah, akhirnya kelakuan bikers Harley (beneran) itu diturut ama bikers Harley David-Chiang (harley2an buatan cina) atau Harley David-san (harley2an buatan jepun). Makanya sekarang dijalanan asal yang namanya gerombolan motor lagi konvoy pasti pada seenak udel.
Garing tau…!
Katanya Krisis Bahan Bakar dan Harga BBM naik…Kok Masih banyak yang pada Konvoi yah…Mendingan budget Jalan-jalannya disumbangin buat sodara kita yang lagi kena bencana…Respect donk wahai pengendara kendaraan yang akan konvoi…
JAKARTA KEJAM BRO…
Saya anggota IPAH (ikatan penggemar akseoris harley) dan bukan HOG, jd kalo konvoi pake helmnya aja, gak pake motornya
Kadang daku mikir: Gerombolan yang hobinya bikin macet malah sering didukung aparat ya.
Aku nggak suka ama yang namanya konvoy, mau bentuknya gimana juga. Apalagi kalo pas musim2 kampanye tuh. Wuah..entah kenapa manusia kalo udah berombongan gitu arogansinya langsung naek sampe nyekek leher. Maunya diduluin aja. Mobilku pernah kena pukul sama rombongan salah satu parpol gara2 ngotot gak mau minggir.
kalo mau konvoi kudunya berangkat jam 4 subuh, pulang jam 12 malem. jalan lagi sepi-sepinya yak
Belom pernah sih ketemu dengan rombongan Harley seperti itu, tapi kalaupun bertemu dengan gerombolan motor biasa, pasti saya maen terabas (bahkan untuk rombongan yang ada polisinya juga).
Kecuali kalo rombongan motor/mobil itu ada warna biru - birunya. Takut soalnya sama rombongan penonton Persib
Hajar Bleh ….
orang-orang kaya bangsat.. dimanapun selalu seenaknya,,
Ah biasa itu, arogansi di Jakarta adalah hal biasa. Saya naik motor juga suka sebel ama motor yang main klakson nggak jelas plus serabat serobot, apalagi harley. Yang pasti orang borju. Kayaknya besok saranin ke Harley Amerika, supaya ada baling - baling tuh motor. Kalau macet biar terbang.
Gue paling sebel di Jogja, itu lebih parah lagi dari ni harley. Hampir tiap hari, nutup jalan. wekakak. Pengendara motor paling tidak sopan yah di kota pelajar itu, nyeruduk mobil. Malah mobil yang disalahin. Konyol!.
ah bukan hanya moge yg kecil2 jg gituw… coba dah ke bdg pas malam minggu trus ke dago/supratman/bsm dijamin muntah2 liat geng motor.
yg jd mslh mrk jd brani kalo bnykan, kalo sndirian mana brani… coba ajah lu pegang 1 org trus lu gampar yg ada yg laen pd diem… suer gw pernah gampar 1 org yg laen cuman misahin dan minta2 maap… blagu lah mrk kalo dah pd ngumpul
gak tau komentar apa?.omahku neng ponorogo.Boro boro MOGE motor aja gak punya.yang punya sepeda ontel.bebas polusi.harusnya ditangkep aja ama polisi biar kapok.kalo polisinya yang yang punya moge.laporin aja ama Pak SBY lewat SMS 9949 ato situs resminya.biar kapok.
coba kalo gw punya satu aja HD
, trus gw ikutan konvoi…hmmm



gw bakal suruh tuh temen2 jd foreraider buat buka jalan, jadinya ibu sarie ga kena macet..yak..
coba kalo gw punya satu HD…coba kalo gw punya satu HD…coba kalo gw punya satu HD…coba kalo gw punya satu HD…coba kalo gw punya satu HD…coba kalo gw punya satu HD…
alesan yang di buat2 itu mah! NGECEEEE! begundal jalanan? uh banyak, kalo di list bisa panjang neh ceritanya… ANGKOT? terutama mikrolet.. gimana? hehehe
sorry agak telat ikut nimbrung..sedang pakir benwit..xixixi..
komplen moge? ah…itu kan karena kelean semua ga punya moge, jadinya komplen…

*emangnya gw punya moge sampe komen kaya gitu?? xixixi..*
KLO SAYA JADI BIKER DIROMBONGAN TERSEBUT SAYA CULIK AJA MBAK SARIE TRUS SAYA BAWA KERUMAH BUAT MASAK AMA NYUCI HARLEY SAYA HEHE…HIDUP ORDE BARU!!!
setuju #1
nah, itu yg bikin HD aja gak ngedesain motornya buat keadaan jalan macet kaya di jkt. kalo emang ngerasa kenal dgn karakter motor, seharusnya jgn dipaksa. kalo lg macet total solusi terbaik bukanlah sebisa mungkin ngebuka jalan dgn mengorbankan pemakai jalan lain, melainkan minggir dulu & matiin mesin, istirahat sekalian ngedinginin mesin (juga ngedinginin kepala & hati).
kalo takut panas dan gak kuat nahan motor yg berat, mendingan naik mobil aja, nyaman dan ber-AC. kalo emang lagi buru2 jgn naik moge, mending naik bebek.
Lho kok, motor H-D motor mahal, hi-tech. 15 menit aja mesinnya udah mau meledak
Wah baru juga HD, kalo patwal yang sok jago gimana ayo ? padahal saat itu cuma kawal mobil 1 org. Gua pas pulang ke bandung tahun lalu. Pas tol cipularang lon ada, gua di daeraha padalarang lagi macet total. Si BM dodol itu, masuk jalan ke tengah antra mobil 1 dg yang lain. Tau ngga spion mobil gua ditabrak, boro-boro minta maaf. liat pun kagak … so mau gimana
kita hanya rakyat biasa. kalo teriak dikit ntar ditangkap.
Alah kalo di Indonesia sich bukan cuma HD, preman jalan 4-5 orang aja udah berani gertak-gertak orang…
Apalagi rombongan borju sok nge-”Hell Angel”…
bangsa ini emang lagi demen tebar opini…dari inul..zarima..ampe mba sari
menciptakan hukum dari opini..ini budaya baru..coba liat infotainment2..kampanye2 parpol..menyedihkan juga bangsa ini…kalo mba sari gak terima ya lapor polisi aja,kan hukum ada..
mari kita mulai berpikir jernih…saudara2 kita yang kena musibah banjir, tanah longsor…itu yang musti diributin..
itu makanya bedanya koran poskota sama republika
kalau kita ngerasa kurang baik saat ini..gimana caranya dibikin baik ke depan..buat siapa?ya buat anak cucu kita..
#61: yang dilakukan oleh gerombolan HD jelas salah. memang ada hal-hal yang lebih penting daripada itu, tapi itu tidak membuat masalah yang dilakukan gerombolan HD menjadi tidak perlu diselesaikan. mau lapor polisi gimana? lha banyak polisi/tentara yang anggota gerombolan HD.
nice try though…
#61 BETUL YG LAEN CUMA OMDO MASIH BANYAK MUSIBAH DILUAR SANA YG LEBIH PENTING GAWAT DARI SEKEDAR MASALAH MOGER MOGER(baca BIKER)
Jadi sedih
#63 memang benar, masih banyak hal yang harus diselesaikan. tetapi masalah Gerombolan HD adalah salah satu masalah yang harus diselesaikan juga
dan Sarie beserta teman-temannya adalah salah satu kelompok yang memperjuangkan diselesaikannya masalah tersebut.
Sesuatu yang salah, ya.. jangan didiemkan aja, tapi diselesaikan. Nanti jangan2 para koruptor juga berteriak : BETUL YG LAEN CUMA OMDO MASIH BANYAK MUSIBAH DILUAR SANA YG LEBIH PENTING GAWAT DARI SEKEDAR MASALAH KORUPSI.
#63 iya juga ya….IBARAT ORANG BERUSAHA MYEMBUHIN JERAWATNYA PADAHAL DIA BERPENYAKIT KANGKER..
#66: hehehe, aneh2 saja cara gerombolan HD ini mencari pembenaran. yang jelas bagaimanapun mereka tetap salah, terlepas dari apakah mbak sarie bicara sopan atau tidak, bekerja baik untuk poskota atau republika, apakah ada masalah lain yang lebih besar atau tidak, dan hal2 lain yang sama sekali tidak berhubungan.
#67 “yang jelas bagaimanapun mereka tetap SALAH” emang susah ngomong ama tuhan..oh maaf maksudnya pak hakim
#69: hmmmm, ya, gerombolan HD tetap salah walaupun anda mengatai2 saya tuhan atau hakim.
saya tunggu ‘ngeles’ anda yang lain lagi.
gak usah ke hukum dulu lah, sopan santun aja dulu. hanya krn berada dlm konvoi (konvoi sipil pula, bukan militer atopun pejabat negara) tidak berarti punya hak lebih dibanding pemakai jalan lainnya. kalo ngerasa bukan ambulance, pemadam kebakaran, ato pejabat negara dlm dinas, gak usah minta diistimewain lah, jalan umum nih, bayarnya juga pake pajak bersama.
sebetulnya kita tidak perlu menyalahkan komonitas motor besar saja,krn mereka beli motor juga bayar pajak dan bea masuk yg besar juga,oleh krn itu keributan ini krn ada kesenjangan sosial yang sangat tinggi sehingga masalah ini dibesar besarkan,harusnya kaloh kita lihat diamerika atau belanda pengendara motor besar lebih arogan dan kebanyakan preman preman semua,tapi masyrakat disana memahami,jangan salah pengendara motor besar diindonesai banyak yg mementingakan agama misal setiap touring mereka berhenti utk menjalankan ibadah.jadi jangan dilihat negatifnya saja tapi juga positif juga,perlu diingat kaloh pas ada kampanye partai politik yg mengunakan sepeda motor yg benar benar lebih arogan kok enggak dimasukan diinternet dan disebar luaskan ?tapi yang penting dengan ada khasus ini kita akan lebih disiplin
heran orang pada sebel ama motor besar. sesebel-sebelnya gue ama motor besar (karena berisik), masih lebih sebel lagi ama motor kecil/biasa yang kerjaannya seliweran gak tau aturan, nerobos lampu merah, memakai trotoar pejalan kaki, ngelawan arus lalu lintas, nabrak2 kaca spion mobil di lampu merah.
ini padahal motor kecil yg jalan sendiri. coba kalo udah mereka ngumpul & konvoi…
Dengan mengagumi mereka waktu di jalan sudah.. membuat mereka cukup bahagia…..ya….itu yang hanya bs kita lakukan untuk berbuat baik pada sesama….
#71 setau saya pajak kendaraan bermotor disesuaikan dgn kategori kendaraan, termasuk besarnya ruang dapur pacu. jadi wajar pajak moge lebih besar krn displacement-nya yg besar, belum lagi ditambah bea masuk krn barangnya harus impor, terkadang CBU pula, bukan produksi maupun rakitan dlm negeri (kecuali yg custom bikinan builder lokal mungkin ya, apalagi kalo komponennya juga lokal).
di manapun negaranya, pemakai jalan yg arogan tentu tidak disukai.
#72 ini namanya yg besar sembunyi di balik yg kecil…
dikirain HD itu Hard Disk hehe
gw jg demen konvoi naek motor meskipun motor kecil, tp alhamdulillah selama konvoi kita gak pernah bermasalah dgn pengguna jalan laen tuh ! karna sebelum konvoi kita dikasih pengarahan dulu (saya yakin setiap klub motor jg seperti itu) dan klo ada yg melanggar, dapat pinalti (bisa dr sekedar teguran bahkan sampai hukuman yg lumayan merugikan si pelanggar itu sendiri. makanya untuk semua pengendara motor coba dech kita bisa bersikap menghargai para pengguna jalan yang laen. jgn karna kita sedang konvoi, trus minta diistimewakan dan lain sebagainya. itu mah gak asyik atuh bro. untuk mbak sarie, mudah2an kejadian tsb bisa menjadi pelajaran bagi para pengendara motor yang lain (gak cuma yg punya klub, tp yg perorangan jg) agar tdk seenaknya dlm mengendarai motor. so tetep disiplin and ikutin aturan aja dech bro, kan enak lho ok ?
kesenjangan sosial ,kesenjangan sosial, kesenjangan sosial,….itu aja masalahnya
untuk no. 61,63,66,68,71,77 …keparat
untuk priyadi:kalo nggak bisa bantai di jalan mending kita bantai di net aja … tuh orang HD gaptek kayaknya … cocotnya doang gede … (hm jadi napsu gini )
#78
akan ada pembantaiankah?
Mencari Hobi yang menguntungkan
Setiap manusia pasti memiliki hobi, dari hal-hal yang bisa dilakukan bersama ataupun dilakukan sendiri. Memiliki hobi sebenarnya sangat dianjurkan selain menambah semangat hidup, juga bisa membuat pikiran lebih segar, karena dilakukan dengan rasa yang menyenangkan. Namun punya hobi yang baik harus dilakukan di tempat yang khusus atau di dalam komunitasnya masing-masing sehingga tidak merugikan diri sendiri.
Salah satu hobi yang saat ini menjadi perhatian saya adalah gencarnya tanyangan TV tentang dunia Automotive seperti mobil dan motor, kedua hobi ini memang cukup banyak peminatnya dari desa hingga orang kota. Batas usiapun sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi dari remaja hingga orang tua. Seperti contohnya saja setiap hari para biker atau pengendara sepeda motor ini selalu memadati jalan-jalan Ibukota yang macet, tentunya kemacetan ini bukan ulah mereka namun karena memang kondisi jalan-jalan di Jakarta memang semakin menyempit karena meluapnya pertambahan kendaraan yang semakin banyak.
Melihat para Biker di jalan raya, seolah-olah menjadi catatan tersendiri, dimana pernak-pernik aksesoris motor menjadi kebanggan tersendiri bagi pemiliknya, di tambah lagi dengan suara gemuruh knalpot yang tidak kalah bisingnya.
Bisa dibayangkan dengan padatnya kendaraan diantaranya kendaraan umum yang mayoritas di jejali penumpang didalamnya dengan udara yang pengap harus di tambah dengan suara Knalpot motor yang sungguh-sungguh membuat telingan terasa tidak nyaman.
Belum lagi sepanjang jalan-jalan di Jakarta rumah-rumah penduduk tidak sedikit yang berada di pinggir jalan, yang terpaksa harus kena getahnya mendengarkan suara knalpot yang tidak merdu ini.
Syukur-syukur bila kondisi badan lagi enak, suara Knalpot tidak terlalu menggangu, namun bila disaat sakit tentunya penduduk di sekitar jalan raya semakin tidak nyaman.
Inilah yang saya maksudkan, bahwa tidak sedikit pengendara motor atau biker yang benar-benar hobi mengeluarkan suara tidak merdu dari Knalpot motornya, seolah-olah seperti kesatria bermotor dan gagah berani dengan suara knalpot yang mengelegar manambah bangga dari aksinya ini.
Padahal motor-motor baru yang dikeluarkan oleh pabrikan manapun juga memberikan standar yang nyaman, dimana suara knalpot sudah distandarisasikan agar tidak menjadi Polusi suara yang merugikan.
Memang anda pengendara motor tidak akan merasakan bagaimana sumpeknya Jakarta ini, andaikan diri anda sendiri disaat sakit gigi mendengar suara lengkingan atau gemuruh suara knalpot motor ataupun mobil maka emosi anda akan terpancing.
Mungkin dari tulisan sederhana ini, kita bersama-sama sadar bagaimana kita harus bersama membuat lingkungan Jakarta sebagai tempat kita mencari makan dan juga tempat tinggal agar lebih nyaman. Apalagi setelah seharian kita bekerja dan melakukan aktifitas rasanya ingin menikmati ketenangan sebelum terbuai dalam mimpi-mimpi indah nanti, dan rasanya mimpi-mimpi itu tidak patut di ganggu oleh suara yang tidak sopan mampir di telinga kita.
Sekali lagi kami mengajak anda semua untuk bersama-sama mengganti knalpot sepeda motor anda dengan knalpot yang bersuara merdu. Bagi yang setuju dengan usulan saya, silahkan kirimkan e-mail ini kesahabat, saudara, ataupun milis-milis umum lainnya, demi kenyamanan bersama dan sedikit menyadarkan saudara-saudara kita atas tindakan yang merugikan orang lain, dapat diminimalkan.
Management System Sefety Riding (MSSR)
Mungkin yang perlu disadari oleh kita dari penerapan MSSR selain bagaimana menggunakan peralatan Keselamatan dan Kesehatan adalah dengan memberikan nilai tambah buat lingkungan yang akan dilalui dalam berkendaraan dan kita harus menyadari bagaimana mengurangi dampak terhadap lingkungan dalam berkendaraan bermotor baik roda 2 atau roda 4 hal ini adalah suatu keharusan yang dipatuhi dalam Penerapan MSSR antara lain memahami serta mematuhi
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor : Kep-35/MENLH/10/1993
Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor : Kep-48/MENLH/11/1996
Tentang Baku Tingkat Kebisingan
Dengan Sefety Riding ditambah peduli kepada lingkungan maka kita akan lebih Sefety dalam berkendaraan.
Terima kasih sudah mau membaca e-mail ini, jangan lupa sebarkan e-mail ini, atas kerjasamanya saya mengucapkan terimakasih, semoga kedamaian ada di hati kita masing-masing. Amin (kbr-one)
# 72
Boleh menyalahkan Moge atau Gank Motor apapun, tapi jangan menyalahkan sepeda motor dong. Mentang mentang yang komen pada punya mobil, semua motor disalahkan. Coba semua pake motor, pasti jalan jadi luas dan gak macet !!! Saya kok jadi benci sama orang indo yang pada bawa mobil, semua sama aja ama si MOGE. Apa ngga nyadar Mobil itu bikin penuh jalan, sampe2 Jakarta aja ngasih aturan dilarang bawa mobil tanpa penumpang. ngeyell…dasar otak kriminal malah bayar penumpang biar ngga ditangkep pulisi !!!
MIWON DUL….. SAMI MAWON GITU LHO DULL….
ONces more time…kesenjangan sosial, kesenjangan sosial, kesenjangan soaial, itu aja permasalahanya
#82: rasanya terlalu aneh kalau menyalahkan ‘kesenjangan sosial’ dalam masalah ini karena memang gak ada hubungannya.
Saya setuju dengan Pak dudung, bahwa Knalpot sepeda motor maupun mobil seharusnya di buat UU saja, sebab jalan raya kan milik Umum bukan tempat untuk Balapan atau pamer suara keras dari Knalpot, kalo mo punya knalpot dengan suara yang Keras kenapa juga enggak di Sirkuit.
Kalau gw pny harley gak bakalan gw pake dijalan.mendingan buat dipake mbajak sawah,kan motornya udah gede kayak kebo…http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif