14 February 2006

Kontroversi Pengendara Harley-Davidson di Internet

Posted under: at 18:14

Kontroversi ini dimulai dari kekesalan Sarie Febriane akibat ulah para pengendara sepeda motor Harley-Davidson pada tanggal 5 Februari yang lalu. Pengalaman pribadi Sarie ini kemudian ditulis dan menyebar dari milis ke milis dengan cepat. Tulisan lengkap dari Sarie dapat dibaca misalnya pada blog milik Arie Reynaldi.

Ketika itu saya sempat berpikir positif, Ah, kalau lagi macet begini mungkin mereka akan lebih sabar dan sopan, berderet rapi mengikuti arus yang memang sedang merambat pelan. Tapi rupanya tidak ! Saya memperlambat kendaraan karena khawatir tersenggol motor2 mahal mereka, yang mulai menyelip, memasuki ruang di sisi kanan mobil saya. Ketika mobil di depan saya sudah lebih maju, arus motor Harley dari arah berlawanan semakin banyak dan dengan arogannya mengambil kira2 sepertiga lajur di depan saya.

Para pengendara itu dengan tangannya menyuruh saya lebih minggir ke kiri, padahal sisi jalan sebelah kiri juga sudah mentok. Ketika itu mobil saya sudah hampir sampai bagian jalan yang bottle-neck. Sementara, di sisi kanan mobil saya sudah diisi dengan motor2 besar mereka. Jelas, saya enggak mau memaksakan diri lebih mepet ke kiri, wong saya bergerak di lajur yang semestinya !!

Saya sendiri memang tidak suka dengan konvoy kendaraan yang seenaknya tersebut. Beberapa kali saya mengalami kendaraan yang saya tumpangi dipaksa untuk minggir oleh kelompok-kelompok otomotif tersebut. Bukan hanya Harley Davidson, tetapi juga kelompok-kelompok otomotif lain seperti kelompok pemilik Honda Tiger atau Vespa.

Tulisan Sarie kemudian ditanggapi oleh Zulfikar Alamsyah, salah satu peserta konvoy Harley-Davidson yang kebetulan bertemu dengan kendaraan Sarie tersebut. Tanggapan dari Zulfikar dapat dibaca misalnya pada email yang diteruskan ke milis ORARI DKI.

Yang paling menarik menurut saya adalah sepenggal pernyataan dari Zulfikar di bawah ini:

Perlu dipahami bahwa sebelum bertemu dengan mobil si Ibu Sarie, rommbongan kami kira kira juga telah antri dalam kemacetan kira kira 15 menit lamanya. Hal ini membuat mesin motor H-D menjadi panas, dan tentunya dikhawatirkan mesin dapat terjadi Over heating. Belum lagi setiap engine H-D dilengkapi dengan engine cut off yang dalam kondisi panas tertentu akan mati guna menghindari Over-Heating, jadi solusi yang terbaik adalah secepat mungkin motor dapat terhindar dari kemacetan dan melaju di jalan yang tidak terhambat,agar angin dapat segera mendinginkan mesin. Lagi pula manfaat lain mengendarai motor adalah ketika macet motor lebih diuntungkan karena dapat menyelip diantara kendaraan mobil yang tersendat.

Saya tidak tahu apakah ini cuma siasat penulis untuk mencari-cari alasan atau memang sedemikian buruknya kinerja sepeda motor Harley-Davidson sehingga tidak mampu menghadapi lalu lintas yang macet ‘hanya’ selama 15 menit. Setiap hari di Jakarta ada banyak kendaraan lain yang mampu menghadapi kemacetan yang bahkan bisa berjam-jam. Bagi saya sangat aneh tinggal di Jakarta tetapi memiliki kendaraan yang tidak mampu menghadapi kemacetan yang ‘hanya’ 15 menit. Apalagi harga kendaraan tersebut relatif jauh lebih mahal daripada kendaraan sejenis lainnya. Menurut Froogle, sebuah sepeda motor Harley-Davidson saat ini berharga antara $6500-$35750 (antara Rp 60 juta sampai Rp 330 juta) di negara asalnya. Sedangkan sepeda motor ‘biasa’ paling mahal hanya berharga sekitar Rp 30 juta.

Masalah lain dari Harley Davidson ini adalah suaranya yang sangat bising. Di saat produsen sepeda motor lain berlomba-lomba mengurangi tingkat kebisingan, Harley-Davidson tetap mempertahankan ‘ciri khas’-nya, yaitu suaranya yang bising. Bahkan pada tahun 90-an Harley-Davidson pernah mencoba untuk mendaftarkan merk dagang untuk suara bising khasnya tersebut. Selain dari polusi suara, motor-motor keluaran Harley-Davidson saya perkirakan juga lebih boros BBM dan memiliki emisi gas buang yang lebih tinggi daripada sepeda motor ‘biasa’. Menurut saya, rasanya wajar jika produsen dan distributor motor-motor besar tersebut dipajaki lebih tinggi daripada produsen motor-motor lain yang lebih peduli lingkungan.

148 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!