7 March 2006

Beramal Melalui Skema Piramida?

Posted under: at 14:26

Judul di atas mungkin terlihat kontradiktif, ingin beramal tetapi mengapa caranya melalui skema piramida? Tetapi hal itulah yang sepertinya ingin dicapai oleh Duhgusti.com, sebuah situs yang mengaku sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat. Oleh mereka, program ini dinamakan Amal-plus.

Penjelasan program ini sangat panjang lebar dan cenderung berbelit-belit. Diawali dengan pemaparan tentang masalah ekonomi dan sosial yang sering dijumpai sehari-hari. Kemudian berlanjut dengan skema program ini yang nyatanya tak jauh berbeda dengan skema piramida melalui surat berantai.

Ada empat tingkat yang tercantum pada pesan. Jika seseorang mendapat pesan ini dan tertarik untuk mengikutinya, ia membayar ke tingkat pertama. Kemudian dia menghapus yang ada di tingkat pertama dan menambahkan namanya sebagai tingkat keempat. Perbedaannya, peserta program ini mewakili sebuah lembaga sosial. Pendapatan peserta kemudian dibagi untuk pribadi dan lembaga sosial yang disponsori. Persentasenya tidak ditentukan, tetapi contoh yang ada pada situs tersebut memberi contoh sebesar 20% untuk pribadi dan 80% untuk yayasan yang disponsori. Walaupun demikian tentunya kita tidak akan pernah tahu berapa persen yang akan sampai ke tujuan.

Tak berbeda dengan skema piramida pada umumnya, skema ini juga disertai dengan iming-iming kekayaan.

Sebagai misal anda mengambil hak atas jasa program ini sebesar 20 % , maka andapun berhak mengantongi uang sejumlah Rp 640.000.000,- ( Enam ratus empat puluh juta rupiah ) Sangat BESAR bukan !!! Selain itu, tentu saja anda akan sangat berjasa kepada yayasan atau kegiatan yang anda bantu tersebut.

Apabila pada setiap putaran hanya ada : 7 penerima E-mail yang ikut, Anda menerima 7 x 7 x 7 x 7 x Rp.20.000 = Rp.48.020.000 dan andapun berhak mendapat jasa sebesar Rp 9.600.000,– ( 20 % ). Cukup Lumayan Bukan ! Dan yayasan atau lembaga sosial manakah yang akan menolak uang sebesar Rp 38.400.000,–. Tentu saja mereka akan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya !

Walaupun niatnya mungkin tidak buruk, jika caranya seperti ini tetaplah salah. Sebagian besar orang yang mengikuti cara seperti ini bisa jadi hanya berniat ingin mendapatkan keuntungan dari orang-orang di bawahnya. Jika memungkinkan untuk mentransfer dana langsung ke rekening lembaga sosial, mengapa harus mengikuti skema seperti ini? Selain itu tingkat kebocoran akan menjadi sangat tinggi, tidak ada jaminan bahwa 100% dana dari para peserta akan sampai ke pihak yang benar-benar membutuhkan.

Jika anda ingin menyumbang dana ke sebuah lembaga sosial, akan lebih baik jika anda transfer uang langsung ke rekening lembaga sosial tersebut. Dan tentunya sama seperti anjuran Duhgusti.com, hindari menyumbang dana ke lembaga yang diragukan keberadaannya dan kebenarannya. Dengan membuat skema seperti ini, rasanya pantas jika kita meragukan keberadaan dan kebenaran LSM yang satu ini.

51 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!