23 April 2006

Kebijaksanaan Menangani Spam Pada Blog

Posted under: at 00:28

Dua kolumnis Tempo, Budi Putra dan Pujiono bersilang pendapat mengenai bagaimana cara menangani spam pada blog. Budi Putra tidak suka dengan sistem moderasi, sedangkan Pujiono berpendapat bahwa komentar pertama dari masing-masing pengunjung harus dimoderasi.

Bagaimana dengan saya?

Inti dari sistem penanganan spam di blog ini adalah plugin WPBayes buatan saya sendiri. Plugin ini bekerja dengan algoritma Bayesian, mirip dengan filter spam yang terdapat pada sebagian besar aplikasi email. Plugin ini bertugas untuk mengidentifikasi komentar yang masuk spam atau bukan berdasarkan klasifikasi komentar-komentar sebelumnya yang masuk. Plugin ini saya set untuk bekerja berdasarkan parameter-parameter:

  • Komentar langsung dianggap sebagai spam jika ada 95% atau lebih kemungkinan komentar ini spam.
  • Komentar dianggap sebagai bukan spam jika ada 20% kemungkinan atau lebih kecil daripada itu bahwa komentar tersebut spam.
  • Masukkan ke antrian moderasi jika probabilitas spam berada di antara kedua angka itu.

Sayangnya, plugin ini hanya bekerja untuk WordPress 1.5 yang telah sedikit dimodifikasi dan saya belum punya waktu untuk memperbaharui plugin ini untuk WordPress 2.0. Dari sisi pengguna, fungsi plugin WPBayes ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Akismet, hanya saja cara penggunaannya yang agak berbeda.

Selain itu, sama seperti Pujiono, saya juga menyalakan opsi ‘komentator baru dimoderasi’. Jika ada komentar yang berasal dari pengunjung yang belum pernah meninggalkan komentar sebelumnya, maka komentar tersebut akan masuk antrian moderasi.

Berdasarkan pengalaman saya, moderasi komentar pertama tidak terlalu menyebabkan masalah. Sebagian besar komentar yang melalui tahap ini adalah berasal dari pengunjung yang ‘hanya lewat’, dan bukan komentator tetap. Sedangkan komentar dari komentator langganan hanya perlu dimoderasi satu kali saja. Tanpa plugin apapun sebenarnya moderasi komentar pertama sudah cukup ampuh untuk mencegah spam.

Jika saya meloloskan seluruh komentar tanpa filtering sedikitpun, maka saya perlu menghapus puluhan bahkan ratusan spam setiap harinya dari antrian komentar ‘approved’. Akan sangat repot untuk memilah-milah mana komentar yang spam dan mana yang bukan. Selain itu, komentar spam akan sempat dilihat oleh pengunjung. Tentunya hal ini tidak sedap untuk dipandang.

Jika saya menggunakan sistem ‘komentator baru dimoderasi’ tanpa plugin tambahan, maka saya biasanya hanya perlu berurusan dengan antrian moderasi. Saya hanya perlu memilah-milah komentar dari pengunjung yang baru sekali meninggalkan komentar. Masalahnya: komentar spam berjumlah puluhan dan bahkan bisa mencapai ratusan dalam satu hari. Walaupun sudah merupakan peningkatan ketimbang tanpa filtering sama sekali, cara ini masih menyisakan pegal-pegal menghapus spam :).

WPBayes (dan Akismet) berfungsi untuk mereduksi jumlah komentar termoderasi yang yang harus saya tangani dalam satu hari. Jika dulu saya harus berurusan dengan puluhan atau ratusan spam dalam satu hari, kini mungkin paling banyak hanya ada belasan spam yang perlu saya tangani.

Saya tidak menyukai Captcha karena alasan-alasan yang pernah saya kemukakan sebelumnya:

  • Menyulitkan pembuatan komentar, terutama bagi orang cacat dan orang-orang yang menggunakan perangkat seperti perambah berbasis teks atau gambar sengaja dimatikan karena sedang menggunakan koneksi yang mahal.
  • Tidak dapat menghentikan spam melalui Trackback dan Pingback.
  • Tidak sulit dibobol dengan cara menggunakan kembali Captcha sebagai syarat untuk memperoleh sesuatu pada situs lain.

Saya sebenarnya juga sependapat dengan pendapat Mas Budi Putra bahwa diskusi melalui komentar di blog seharusnya berlangsung secara real-time. Tetapi saya masih sulit untuk mematikan fasilitas ‘komentator baru dimoderasi’ karena masih khawatir ada spam yang lolos. Dan akan jauh lebih repot memburu satu spam di antara 100 komentar daripada menangani 10 komentar spam dan 10 komentar bukan spam.

Karakteristik setiap situs blog memang berbeda-beda, tetapi apapun metoda penanggulangan sampahnya, yang terpenting adalah jangan sampai pengunjung tidak merasa nyaman karena banyaknya sampah di blog kita, tetapi jangan sampai pula pekerjaan membuang sampah mengganggu penulisan blog dan aktivitas lainnya.

83 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!