6 May 2006

Tips Untuk Menghindari Tawaran Kartu Kredit

Posted under: at 19:53

Jaman sekarang, kita akan selalu mendapatkan penawaran kartu kredit. Jika berkunjung ke tempat-tempat keramaian, maka sudah hampir bisa dipastikan bahwa akan ada yang menawari anda kartu kredit jika kita menunjukkan sedikit saja rasa penasaran. Tetapi yang paling mengganggu menurut saya adalah para pemasar kartu kredit yang beroperasi di supermarket.

Orang-orang ini akan menunggu di depan loket pembayaran, mencegat orang-orang yang belanja dan menawari mereka kartu kredit. Mereka juga akan mengintip isi dompet kita dan mengamati metoda pembayaran yang kita gunakan, sering tidak bisa menerima jawaban ‘tidak’, menyebut kita dengan panggilan bernada menjilat seperti ‘om’ atau ‘boss’, dan bahkan mengikuti sampai ke tempat parkir.

Jenis pemasar kartu kredit ini hampir tidak mungkin untuk dihindari. Walaupun demikian berikut adalah beberapa tips untuk mempersingkat urusan kita dengan mereka.

  • Jangan sampai isi dompet anda terlihat oleh mereka. Para pemasar kartu kredit ini akan mengintip isi dompet anda untuk mengetahui apakah anda memiliki kartu kredit dari penerbit saingan.
  • Hindari membayar dengan menggunakan kartu kredit, kecuali jika penerbitnya sama ;). Setelah membayar dengan kartu kredit dari penerbit saingan, artinya ada 100% kemungkinan anda akan ditawari kartu kredit oleh mereka :).
  • Jika mereka mendekati anda dan menawarkan kartu kredit, jawablah dengan “Saya sudah punya kartu kredit dari bank yang sama,” walaupun tentunya anda tidak memilikinya ;). Jawaban ini memastikan bahwa mereka tidak akan melanjutkan proses penawaran kepada anda.
  • Untuk para pemasar yang ‘persisten’, misalnya mengikuti langkah anda sambil membujuk anda, ancamlah dengan cara “Pergi, atau nanti saya laporkan.” Atau tanya baik-baik namanya, lalu kemudian “OK, nanti saya laporkan anda!”
  • Beberapa supermarket menyediakan tempat bagi anda untuk menuliskan umpan balik. Jangan lupa tuliskan bahwa anda tidak suka pemasar kartu kredit yang memasarkannya dengan cara demikian.

Yang terakhir adalah yang paling penting. Jika cukup banyak orang yang melakukannya, pengelola pusat perbelanjaan akan berpikir dua kali sebelum mengizinkan para pemasar beroperasi dengan cara seperti ini.

yang nawarin kartu kredit rese banget sih!

75 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!