<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Akal Manusia Bekerja</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 14:44:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: dasep budak pang</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-333332</link>
		<dc:creator>dasep budak pang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2006 04:09:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-333332</guid>
		<description>halo mas pri 

saya kebetulan baca blognya mas pri 

saya mau tanya:klo persepsi dasar bernar dan salah dari manusia itu apa ya?-penanda warna merah dan biru

sewaktu dia lahir,kanak2,sebelum pinter

apakah itu  alam,tubuhnya,alam bawah sadarnya dia sendiri,buku/web/sms yang ddibaca budaya,ortu,lingkungan,pendidikan,pengalaman

gimana kita bisa membuat tanda merah dan biru jika otak  kita  maasih putih dan belum ada data/warnanya.

saya punya contoh yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan otak kita:

menyentuh ular

klo kita pertama kali melihat ular yang memiliki ciri2:gak ada kakinya,lidahnya belah,bersisik,warnanya belang merah-kuning(lucu khan warnanya???!!),beracun,membunuh mangsanya dengan racunnya,bermata jernih

dari beberapa data ular diatas bisa disimpulkan kalo kita biasanya mengangap ular itu   beracun dan  jangan sampai disentuh-dan kita yakin meskipun ular itu lucu keliatannya  maka  jangan disentuh!!!!!
-avoid all cost to touch  snake!!!! :o
-menyentuh ular =mati :((
-klo liat ular ati2!!!:-W

trus kita nemuin ular yang memiliki ciri ciri:
matanya merah,warnanya item-(gak lucu khan ularnya),bertaring panjang, gak beracun.

pertanyaannya apakah kita berani meyentuh ular ke-2  ??????:-w:-w:-w:o</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo mas pri </p>
<p>saya kebetulan baca blognya mas pri </p>
<p>saya mau tanya:klo persepsi dasar bernar dan salah dari manusia itu apa ya?-penanda warna merah dan biru</p>
<p>sewaktu dia lahir,kanak2,sebelum pinter</p>
<p>apakah itu  alam,tubuhnya,alam bawah sadarnya dia sendiri,buku/web/sms yang ddibaca budaya,ortu,lingkungan,pendidikan,pengalaman</p>
<p>gimana kita bisa membuat tanda merah dan biru jika otak  kita  maasih putih dan belum ada data/warnanya.</p>
<p>saya punya contoh yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan otak kita:</p>
<p>menyentuh ular</p>
<p>klo kita pertama kali melihat ular yang memiliki ciri2:gak ada kakinya,lidahnya belah,bersisik,warnanya belang merah-kuning(lucu khan warnanya???!!),beracun,membunuh mangsanya dengan racunnya,bermata jernih</p>
<p>dari beberapa data ular diatas bisa disimpulkan kalo kita biasanya mengangap ular itu   beracun dan  jangan sampai disentuh-dan kita yakin meskipun ular itu lucu keliatannya  maka  jangan disentuh!!!!!<br />
-avoid all cost to touch  snake!!!! :o<br />
-menyentuh ular =mati :((<br />
-klo liat ular ati2!!!:-W</p>
<p>trus kita nemuin ular yang memiliki ciri ciri:<br />
matanya merah,warnanya item-(gak lucu khan ularnya),bertaring panjang, gak beracun.</p>
<p>pertanyaannya apakah kita berani meyentuh ular ke-2  ??????:-w:-w:-w:o</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pura</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-275370</link>
		<dc:creator>pura</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2006 03:10:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-275370</guid>
		<description>mas priyadi, mau minta ijin dulu, tulisannya sedikit banyak mau saya kutip juga untuk media.

saya janji, nama mas pri lengkap tak masukin juga hehehe ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas priyadi, mau minta ijin dulu, tulisannya sedikit banyak mau saya kutip juga untuk media.</p>
<p>saya janji, nama mas pri lengkap tak masukin juga hehehe ;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhammad ashar</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-188441</link>
		<dc:creator>muhammad ashar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jul 2006 12:55:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-188441</guid>
		<description>salah satu sifat teori adalah ia hanya mencerminkan apa yang dapat di analisisnya. sebagai orang awam aq hanya bisa menyatakan beberapa kesimpulan dari bacaan aq dgn tulisan diatas:
a. bagi aq teori diatas apakah cartesianisme maupun spinozaisme hanya berbicara ilmu representasionis (I.hUshuli) dimana obyek pengetahuan dan subyek pengetahuan terpisah. Keseluruhan penjelasan diatas tidak sama sekali menjelaskan ilmu non-representasi (I.Hudhuri). Pada ilmu ini tidak ada pengujian validitas kebenaran  lagi karena secara niscaya dia pasti benar. Misalnya : aq adalah aq (pengetahuan swa bukti).
b. Kedua perbedaan antara cartesian dan spinoza bisa jadi kedua-duanya benar terterapkan pada aktivitas inteleksi manusia.kenapa harus terjebak pada dualisme &quot;manakah yang benar&quot;. pikiran manusia dapat mengenali 2 ilmu : Tashawwur (konsepsi) dan tashdiq (asersi). dalam prosesnya pikiran manusia pertama hanya menerima gambaran (obyek imanen) dari obyek ilmu (obyek transitif. pada tahap ini manusia menerima segala gambar karena aktivitas sensasinya tanpa menilainya (Penilaian benar salah) misalnya; gambar gunung, api dsb.. Pada tahap kedua manusia akan mengembangkan inteleksinya dengan ilmu tashdiq (asersi. pada tahap ini manusia harus memberikan penilaian. mengapa?karena ilmu ini mewujudkan dirinya dalam bentuk proposisional misalnya : ali adalah lelaki, alam semesta pasti punya pencipta dsb. Kita harus menilainya apakah itu benar atau salah. Dalam hal ini mungkin cartesian benar. tapi pada sisi tashawwur mungkin spinoza benar. tapi bagi aq orang awam mungkin juga kedua-duanya salah. artinya baik cartesian dan spinoza keduanya tidak memberikan gambaran rinci aktivitas manusia. 

mohon tanggapannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salah satu sifat teori adalah ia hanya mencerminkan apa yang dapat di analisisnya. sebagai orang awam aq hanya bisa menyatakan beberapa kesimpulan dari bacaan aq dgn tulisan diatas:<br />
a. bagi aq teori diatas apakah cartesianisme maupun spinozaisme hanya berbicara ilmu representasionis (I.hUshuli) dimana obyek pengetahuan dan subyek pengetahuan terpisah. Keseluruhan penjelasan diatas tidak sama sekali menjelaskan ilmu non-representasi (I.Hudhuri). Pada ilmu ini tidak ada pengujian validitas kebenaran  lagi karena secara niscaya dia pasti benar. Misalnya : aq adalah aq (pengetahuan swa bukti).<br />
b. Kedua perbedaan antara cartesian dan spinoza bisa jadi kedua-duanya benar terterapkan pada aktivitas inteleksi manusia.kenapa harus terjebak pada dualisme &#8220;manakah yang benar&#8221;. pikiran manusia dapat mengenali 2 ilmu : Tashawwur (konsepsi) dan tashdiq (asersi). dalam prosesnya pikiran manusia pertama hanya menerima gambaran (obyek imanen) dari obyek ilmu (obyek transitif. pada tahap ini manusia menerima segala gambar karena aktivitas sensasinya tanpa menilainya (Penilaian benar salah) misalnya; gambar gunung, api dsb.. Pada tahap kedua manusia akan mengembangkan inteleksinya dengan ilmu tashdiq (asersi. pada tahap ini manusia harus memberikan penilaian. mengapa?karena ilmu ini mewujudkan dirinya dalam bentuk proposisional misalnya : ali adalah lelaki, alam semesta pasti punya pencipta dsb. Kita harus menilainya apakah itu benar atau salah. Dalam hal ini mungkin cartesian benar. tapi pada sisi tashawwur mungkin spinoza benar. tapi bagi aq orang awam mungkin juga kedua-duanya salah. artinya baik cartesian dan spinoza keduanya tidak memberikan gambaran rinci aktivitas manusia. </p>
<p>mohon tanggapannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dion</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-94689</link>
		<dc:creator>Dion</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2006 07:33:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-94689</guid>
		<description>:-?:-?:-?:-?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:-?:-?:-?:-?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bangpei</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-89603</link>
		<dc:creator>bangpei</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jun 2006 10:04:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-89603</guid>
		<description>seperti cerita orang buta yang berdebat  tentang bentuk gajah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seperti cerita orang buta yang berdebat  tentang bentuk gajah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: izenk2</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-87160</link>
		<dc:creator>izenk2</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jun 2006 11:43:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-87160</guid>
		<description>:d emang berat bener nich, tapi asyik, nambah pengetahuan dan kesadaran. huehue</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:d emang berat bener nich, tapi asyik, nambah pengetahuan dan kesadaran. huehue</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-77674</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2006 01:46:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-77674</guid>
		<description>#69: silakan mas :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#69: silakan mas :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-77672</link>
		<dc:creator>Andi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2006 01:27:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-77672</guid>
		<description>Mas Pri, boleh saya kutip u/ buletin di grup perusahaan kami? Tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Pri, boleh saya kutip u/ buletin di grup perusahaan kami? Tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-77158</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 May 2006 12:51:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-77158</guid>
		<description>#67: silakan saja mas :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#67: silakan saja mas :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dedi adityawarman</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-77136</link>
		<dc:creator>dedi adityawarman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 May 2006 11:49:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-77136</guid>
		<description>Salam !
Wah keren sekali diskusinya. BTW, Mas Pri yth., boleh ngga diskas ini saya tulis (atau kutip) buat di media cetak ?  - saya editor di tabloid abadi.:-&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam !<br />
Wah keren sekali diskusinya. BTW, Mas Pri yth., boleh ngga diskas ini saya tulis (atau kutip) buat di media cetak ?  &#8211; saya editor di tabloid abadi.:-&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darojatun Wijaya</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-76705</link>
		<dc:creator>Darojatun Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2006 10:31:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-76705</guid>
		<description>hmmm baru rada ngerti nih. :d tapi kayaknya akal kita bekerja tergantung IQ juga deh, dan IQ kita juga ternilai dari bagaimana akal kita bekerja. :) tapi kok IQ nggak disinggung ya? apa aku yang masih belum mengerti?. Pada sebagian orang, ketika menerima informasi ada yang langsung meletakkannya pada sisi &quot;tidak dipercaya&quot; sebelum dia menganalisanya walaupun hanya sepersekian detik analisa itu bekerja di neuron otaknya. dan ada juga  yang langsung meletakkannya di sisi &quot;dipercaya&quot; baru kemudian menganalisanya untuk menetapkan dipercaya atau tidak. tapi ada juga yang langsung menelan mentah-mentah informasi tersebut jika diawali dengan sumber informasi yang menurutnya dari sumber yang sangat dipercaya. begitu. tapi ada juga yang cuek bebek. kalau memang informasinya nggak dibutuhkan ya buat apa capek capek bikin otak ini bekerja. gitu lo. jadi kayaknya soal bagaimana akal kita bekerja nggak bisa dibuatkan teory deh, atau kalau mau bisa bermilyar teory harus dikeluarkan, soalnya tidak ada akal manusia yang berbeda tiap individunya mengolah informasi sama peris. tidak ada itu. buktinya waktu cerdas cermat, walau mencet tombolnya barengan jawabannya bisa berbeda. :). sangat banyak faktor yang mempengaruhi akal manusia bekerja. misal, walau dia pinter dan berotak encer dan akalnya kayak mc GIVER tapi pendengarannya terganggu ya lambat juga donk. banyak sekali lah faktor yang mempengaruhi, bisa jadi dari sumbernya misal dari radio yang spekernya udah nggak beres, volume naik turun sendiri. atau ya misal informasi visual, mungkin matanya, bisa juga tivinya kali dll. ah masih panjang lagi pun komennya kalo diterusin untuk menjawab bagaimana akal manusia bekerja. nggak cukup ma teori. bener nggak? kalau komenku nggak nyambung berarti ada faktor yang mengganggu akalku bekerja. :) abis belum mandi nih, mana cewek cakep di sebelah lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm baru rada ngerti nih. :d tapi kayaknya akal kita bekerja tergantung IQ juga deh, dan IQ kita juga ternilai dari bagaimana akal kita bekerja. :) tapi kok IQ nggak disinggung ya? apa aku yang masih belum mengerti?. Pada sebagian orang, ketika menerima informasi ada yang langsung meletakkannya pada sisi &#8220;tidak dipercaya&#8221; sebelum dia menganalisanya walaupun hanya sepersekian detik analisa itu bekerja di neuron otaknya. dan ada juga  yang langsung meletakkannya di sisi &#8220;dipercaya&#8221; baru kemudian menganalisanya untuk menetapkan dipercaya atau tidak. tapi ada juga yang langsung menelan mentah-mentah informasi tersebut jika diawali dengan sumber informasi yang menurutnya dari sumber yang sangat dipercaya. begitu. tapi ada juga yang cuek bebek. kalau memang informasinya nggak dibutuhkan ya buat apa capek capek bikin otak ini bekerja. gitu lo. jadi kayaknya soal bagaimana akal kita bekerja nggak bisa dibuatkan teory deh, atau kalau mau bisa bermilyar teory harus dikeluarkan, soalnya tidak ada akal manusia yang berbeda tiap individunya mengolah informasi sama peris. tidak ada itu. buktinya waktu cerdas cermat, walau mencet tombolnya barengan jawabannya bisa berbeda. :). sangat banyak faktor yang mempengaruhi akal manusia bekerja. misal, walau dia pinter dan berotak encer dan akalnya kayak mc GIVER tapi pendengarannya terganggu ya lambat juga donk. banyak sekali lah faktor yang mempengaruhi, bisa jadi dari sumbernya misal dari radio yang spekernya udah nggak beres, volume naik turun sendiri. atau ya misal informasi visual, mungkin matanya, bisa juga tivinya kali dll. ah masih panjang lagi pun komennya kalo diterusin untuk menjawab bagaimana akal manusia bekerja. nggak cukup ma teori. bener nggak? kalau komenku nggak nyambung berarti ada faktor yang mengganggu akalku bekerja. :) abis belum mandi nih, mana cewek cakep di sebelah lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darojatun Wijaya</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/18/bagaimana-akal-manusia-bekerja/#comment-76703</link>
		<dc:creator>Darojatun Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2006 10:14:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=624#comment-76703</guid>
		<description>nggak mudeng juga nih, bisa lebih simple lagi nggak? kayak  teori gini lo. &quot;kalo lapar pasti pengen makan&quot;, kalo ngantuk pasti pingin tidur&quot; gitu simple &quot;abis makan pasti kenyang&quot; . &quot;Bangun tidur badan sakit semua&quot;, abis anakku nggak bisa tidur kalo kipasnya nggak banter. [-(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nggak mudeng juga nih, bisa lebih simple lagi nggak? kayak  teori gini lo. &#8220;kalo lapar pasti pengen makan&#8221;, kalo ngantuk pasti pingin tidur&#8221; gitu simple &#8220;abis makan pasti kenyang&#8221; . &#8220;Bangun tidur badan sakit semua&#8221;, abis anakku nggak bisa tidur kalo kipasnya nggak banter. [-(</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

