<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gempa Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 05:02:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: Media Muslim Info</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-300017</link>
		<dc:creator>Media Muslim Info</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Nov 2006 22:28:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-300017</guid>
		<description>Telah beberapa Bulan berlalu, penuh ketakutan dan kecemasan. Namun saat ini mereka hampir lupa, yang tersisa hanya puing-puing dan berita hangat.


-------------------------------------------------------
Jangan Lupa Kunjungi www.mediamuslim.info dan www.mediamuslim.co.nr serta www.mediamuslim.info/forummuslim</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Telah beberapa Bulan berlalu, penuh ketakutan dan kecemasan. Namun saat ini mereka hampir lupa, yang tersisa hanya puing-puing dan berita hangat.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Jangan Lupa Kunjungi <a href="http://www.mediamuslim.info" rel="nofollow">http://www.mediamuslim.info</a> dan <a href="http://www.mediamuslim.co.nr" rel="nofollow">http://www.mediamuslim.co.nr</a> serta <a href="http://www.mediamuslim.info/forummuslim" rel="nofollow">http://www.mediamuslim.info/forummuslim</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ayu</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-185395</link>
		<dc:creator>ayu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2006 10:57:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-185395</guid>
		<description>:xsemua emang udah digariskan seperti ini oleh allah, jadi kita harus bisa nerima ini semua dengan penuh keikhlasan... tetap semangat!!!!!!!
Dan mulai untuk selalu introspeksi diri tentunya...ya kan.....:)&gt;-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:xsemua emang udah digariskan seperti ini oleh allah, jadi kita harus bisa nerima ini semua dengan penuh keikhlasan&#8230; tetap semangat!!!!!!!<br />
Dan mulai untuk selalu introspeksi diri tentunya&#8230;ya kan&#8230;..:)>-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vani</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-185390</link>
		<dc:creator>vani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2006 10:51:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-185390</guid>
		<description>:)tuhan tak pernah berjanji langit akan slalu biru,bungga bertaburan di spanjang jalan krhidupan kita,tak ada kekecewaan slalu damai,tak pernah ada kekuatiran slalu nyaman\:d/
tapi dia menjanjikan kekuatan untuk tiap pagi,kedamaian bagi yang mencarinya:-?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:)tuhan tak pernah berjanji langit akan slalu biru,bungga bertaburan di spanjang jalan krhidupan kita,tak ada kekecewaan slalu damai,tak pernah ada kekuatiran slalu nyaman\:d/<br />
tapi dia menjanjikan kekuatan untuk tiap pagi,kedamaian bagi yang mencarinya:-?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vani</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-185384</link>
		<dc:creator>vani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2006 10:34:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-185384</guid>
		<description>pencobaan2 yang kamu alami tidak akan melebihi kekuatanmu itu janji Bapa ku:x</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pencobaan2 yang kamu alami tidak akan melebihi kekuatanmu itu janji Bapa ku:x</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: djanuardebono</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-182284</link>
		<dc:creator>djanuardebono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2006 04:39:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-182284</guid>
		<description>:((</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:((</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: djanuardebono</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-182264</link>
		<dc:creator>djanuardebono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2006 04:29:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-182264</guid>
		<description>Keindahan Tuhan dilukiskan dengan begitu jelas.
Indah ketika kita melihat awan,mentari,bulan dan apa aja yang terlihat berteman...
Tapi kini,ketika Tuhan melukiskan dunia dengan sedikit guncangan,sedikit goresan...Harusnya kita terus menyadari
apapun itu Tuhan sayang sama kita.
Tuhan pasti akan berikan yang terindah didalamnya.
turut berduka kepada sodara semua
love u
bono
08180400074</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keindahan Tuhan dilukiskan dengan begitu jelas.<br />
Indah ketika kita melihat awan,mentari,bulan dan apa aja yang terlihat berteman&#8230;<br />
Tapi kini,ketika Tuhan melukiskan dunia dengan sedikit guncangan,sedikit goresan&#8230;Harusnya kita terus menyadari<br />
apapun itu Tuhan sayang sama kita.<br />
Tuhan pasti akan berikan yang terindah didalamnya.<br />
turut berduka kepada sodara semua<br />
love u<br />
bono<br />
08180400074</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: insan sayu</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-135115</link>
		<dc:creator>insan sayu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2006 04:03:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-135115</guid>
		<description>ucapan takziah kepada semua mangsa gempa yogyakarta...semoga allah kuatkan hatimu....peace the world</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ucapan takziah kepada semua mangsa gempa yogyakarta&#8230;semoga allah kuatkan hatimu&#8230;.peace the world</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aruna Jati R.</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-94350</link>
		<dc:creator>Aruna Jati R.</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2006 05:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-94350</guid>
		<description>saya mengalami sendiri gempa itu. saat itu saya baru bangun tidur, dan nonton TV yang sedang menayangkan berita konflik gus dur dan FPI. Baru saja saya memaki-maki gus dur dalam hati karena mengatakan &quot;Al Qur&#039;an adalah Kitab paling PORNO sedunia&quot;, kos saya bergoncang keras, sesaat saya hanya diam karena mungkin hanya gempa biasa. Namun ternyata goncangannya terus berlanjut, sampai melempar monitor komputer saya, spontan saya lari keluar dengan susah payah, karena bayangkan saja, lantai, tembok, dan semua pijakan dan pegangan serasa sudah menolak kehadiran saya. Saya berulang kali jatuh dan terlempar ke kanan kiri depan belakang, sampai akhirnya saya bisa menggapai tangga menjuju kelantai bawah karena kamar saya ada di lantai atas. Namun lagi2 saya terlempar hingga masuk ke kamar mandi, disitu saya meringkuk ketakutan, hanya AllahuAkbar yang saya ucapkan. Hingga teman saya berlari melewati kamar mandi dan melihat saya seraya berteriak &quot;Jaaaaat...LARIiiiii !!&quot; yang menyadarkan saya untuk lari dari gedung ini. Dibawah, motor2 terparkir sudah roboh tumpang tindih, Alhamdulillah saya dan teman2 sekos selamat smua. Kami berdiri diluar, menyaksikan rumah tetangga kami runtuh, debu dimana mana, suara tangisan dan teriakan terus melengking. Saya lemas, hanya bisa Istighfar dan Istighfar ... sambil menyaksikan orang tergeletak, tertimbun bangunan, dan yang selamat, berjalan berlumuran darah. Beberapa saat kemudian kami disibukkan dengan usaha penyelamatan orang2 yang tertimbun, dan pengangkatan orang2 yang wafat kala kejadian itu.
Namun, tak lama isu air naik membuat kami kembali panik, kocar kacir, dan semua tampak berantakan. Isu Tsunami membuat banyak kecelakaan kendaraan dimana mana, bahkan ada Truk Polisi yang sengaja menabraki penunggang2 motor yang bergerak mencari keselamatan.
Alhamdulillah, kami semua selamat hingga isu itu mereda. Meskipun kami sudah lari dengan motor mencapai lebih dari 25KM dari tempat tinggal kami.
Akhirnya kamipun kembali ke kampung kami yang terakhir diketahui sekitar 15 orang meninggal dunia.
Itu sekelumit kisah yang sempat saya alami, diluar tulisan ini banyak kisah tragis lain baik yang saya saksikan maupun tidak.
Sampai saat ini, kebutuhan pokok kami adalah persediaan logistik dan bahan2 untuk rebuilding.
Namun yang lebih penting adalah kebutuhan psikologis kami, yang sudah terlalu takut dan trauma terhadap bangunan.
Kami tidak meminta suatu kejelasan tentang prediksi kapan gempa akan berakhir karena tidak seorang manusiapun yang tahu kehendak Allah SWT.
Kami hanya meminta untuk pihak2 tertentu yang kami percaya, termasuk media massa untuk membantu pembangunan psikologis kami dengan tidak menyebarkan isu2 yang mengganggu faktor psikologis kami.
Info untuk kewaspadaan memang perlu, namun tak perlu ditambah2i atau dibuat2 ekstreme.
Kewaspadaan kami telah meningkat lebih dari yang anda bayangkan, bahkan suara gemuruh langkah kaki sedikit saja sudah membuat kami bangun dari tidur lelah kami. kami sudah bosan dan lelah dengan keadaan ini.
Jadi, sebarkanlah info yang paling tidak mendekati ketepatan meskipun dalam batasan otak manusia, atau paling tidak percayalah pada kemampuan bangsa sendiri untuk menganalisa efek dan kelanjutan kejadian ini.
Diluar itu kami hanya menggantungkan kepasrahan kami pada Allah SWT.

Terima Kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mengalami sendiri gempa itu. saat itu saya baru bangun tidur, dan nonton TV yang sedang menayangkan berita konflik gus dur dan FPI. Baru saja saya memaki-maki gus dur dalam hati karena mengatakan &#8220;Al Qur&#8217;an adalah Kitab paling PORNO sedunia&#8221;, kos saya bergoncang keras, sesaat saya hanya diam karena mungkin hanya gempa biasa. Namun ternyata goncangannya terus berlanjut, sampai melempar monitor komputer saya, spontan saya lari keluar dengan susah payah, karena bayangkan saja, lantai, tembok, dan semua pijakan dan pegangan serasa sudah menolak kehadiran saya. Saya berulang kali jatuh dan terlempar ke kanan kiri depan belakang, sampai akhirnya saya bisa menggapai tangga menjuju kelantai bawah karena kamar saya ada di lantai atas. Namun lagi2 saya terlempar hingga masuk ke kamar mandi, disitu saya meringkuk ketakutan, hanya AllahuAkbar yang saya ucapkan. Hingga teman saya berlari melewati kamar mandi dan melihat saya seraya berteriak &#8220;Jaaaaat&#8230;LARIiiiii !!&#8221; yang menyadarkan saya untuk lari dari gedung ini. Dibawah, motor2 terparkir sudah roboh tumpang tindih, Alhamdulillah saya dan teman2 sekos selamat smua. Kami berdiri diluar, menyaksikan rumah tetangga kami runtuh, debu dimana mana, suara tangisan dan teriakan terus melengking. Saya lemas, hanya bisa Istighfar dan Istighfar &#8230; sambil menyaksikan orang tergeletak, tertimbun bangunan, dan yang selamat, berjalan berlumuran darah. Beberapa saat kemudian kami disibukkan dengan usaha penyelamatan orang2 yang tertimbun, dan pengangkatan orang2 yang wafat kala kejadian itu.<br />
Namun, tak lama isu air naik membuat kami kembali panik, kocar kacir, dan semua tampak berantakan. Isu Tsunami membuat banyak kecelakaan kendaraan dimana mana, bahkan ada Truk Polisi yang sengaja menabraki penunggang2 motor yang bergerak mencari keselamatan.<br />
Alhamdulillah, kami semua selamat hingga isu itu mereda. Meskipun kami sudah lari dengan motor mencapai lebih dari 25KM dari tempat tinggal kami.<br />
Akhirnya kamipun kembali ke kampung kami yang terakhir diketahui sekitar 15 orang meninggal dunia.<br />
Itu sekelumit kisah yang sempat saya alami, diluar tulisan ini banyak kisah tragis lain baik yang saya saksikan maupun tidak.<br />
Sampai saat ini, kebutuhan pokok kami adalah persediaan logistik dan bahan2 untuk rebuilding.<br />
Namun yang lebih penting adalah kebutuhan psikologis kami, yang sudah terlalu takut dan trauma terhadap bangunan.<br />
Kami tidak meminta suatu kejelasan tentang prediksi kapan gempa akan berakhir karena tidak seorang manusiapun yang tahu kehendak Allah SWT.<br />
Kami hanya meminta untuk pihak2 tertentu yang kami percaya, termasuk media massa untuk membantu pembangunan psikologis kami dengan tidak menyebarkan isu2 yang mengganggu faktor psikologis kami.<br />
Info untuk kewaspadaan memang perlu, namun tak perlu ditambah2i atau dibuat2 ekstreme.<br />
Kewaspadaan kami telah meningkat lebih dari yang anda bayangkan, bahkan suara gemuruh langkah kaki sedikit saja sudah membuat kami bangun dari tidur lelah kami. kami sudah bosan dan lelah dengan keadaan ini.<br />
Jadi, sebarkanlah info yang paling tidak mendekati ketepatan meskipun dalam batasan otak manusia, atau paling tidak percayalah pada kemampuan bangsa sendiri untuk menganalisa efek dan kelanjutan kejadian ini.<br />
Diluar itu kami hanya menggantungkan kepasrahan kami pada Allah SWT.</p>
<p>Terima Kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darojatun Wijaya</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-93204</link>
		<dc:creator>Darojatun Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2006 10:50:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-93204</guid>
		<description>test komen 1 baris</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>test komen 1 baris</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tulus Subardjono</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-93101</link>
		<dc:creator>Tulus Subardjono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2006 05:27:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-93101</guid>
		<description>Gempa Jogja. Saat tepat untuk lebih mawas diri dan berfikir tentang makna hidup (duniawi) dan ilmu pengetahuan. Hidup harus dihadapi dengan tawakal dan ilmu pengetahuan harus dipelajari dengan ihktiar. 
Saya mengucapkan belasungkawa untuk saudara saudara  kita dalam peristiwa gempa pagi 27 Mei 2006.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gempa Jogja. Saat tepat untuk lebih mawas diri dan berfikir tentang makna hidup (duniawi) dan ilmu pengetahuan. Hidup harus dihadapi dengan tawakal dan ilmu pengetahuan harus dipelajari dengan ihktiar.<br />
Saya mengucapkan belasungkawa untuk saudara saudara  kita dalam peristiwa gempa pagi 27 Mei 2006.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arum</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-93054</link>
		<dc:creator>arum</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2006 03:22:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-93054</guid>
		<description>masih banyaknya bantuan yang tidak terdampaikan kepada korban membuat banyak muncuknya penjarahan di jalan-jalan daerah bantul.saya turut berduka cita atas meninggalnya saudara-saudara Eko</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masih banyaknya bantuan yang tidak terdampaikan kepada korban membuat banyak muncuknya penjarahan di jalan-jalan daerah bantul.saya turut berduka cita atas meninggalnya saudara-saudara Eko</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Thomas Dipo</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/05/27/gempa-yogyakarta/#comment-92788</link>
		<dc:creator>Thomas Dipo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2006 16:22:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=627#comment-92788</guid>
		<description>Marilah kita memperbaiki diri kita masing2 dan berdoa bagi yang terkena bencana, untuk mereka yang memasang iklan  tentang bencana ini di media TV, amat mulia, namun alangkah lebih bijaksana apabila biaya tersebut disalurkan pada korban yang memerlukan melalui instansi yang dapat dipertaqnggungjawabkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Marilah kita memperbaiki diri kita masing2 dan berdoa bagi yang terkena bencana, untuk mereka yang memasang iklan  tentang bencana ini di media TV, amat mulia, namun alangkah lebih bijaksana apabila biaya tersebut disalurkan pada korban yang memerlukan melalui instansi yang dapat dipertaqnggungjawabkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.782 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-06 05:50:07 -->

