Mempertanyakan Alat Penghemat Listrik

Pada beberapa pusat keramaian seringkali ada yang menawarkan alat penghemat listrik. Klaimnya, konsumen hanya perlu memasang alat ini pada salah satu soket listrik untuk dapat menghemat listrik sampai dengan 40%.
Para penjual alat-alat ini umumnya dipersenjatai sebuah alat demonstrasi untuk menunjukkan kepada calon konsumen bahwa alat penghemat listrik tersebut memang benar-benar bekerja. Biasanya alat peraga dilengkapi dengan sumber daya listrik PLN, beberapa beban (lampu neon, bor, vacuum cleaner, pengering rambut, dan sebagainya), sebuah amperemeter dan tentunya alat yang dipasarkan.
Klaim yang fantastis dan demonstrasi yang meyakinkan. Tetapi apakah alat-alat penghemat listrik tersebut memang dapat mengurangi biaya yang harus kita bayarkan ke PLN?
Pertama kali penjual akan menyalakan beban tanpa menyalakan alat penghemat dan menunjukkan besarnya arus yang dikonsumsi. Setelah itu, alat penghemat dinyalakan dan kepada calon konsumen akan diperlihatkan daya yang dikonsumsi menjadi berkurang. Penjual juga akan dengan sigap menjelaskan jika alat ini hanya akan berfungsi pada beban motor listrik atau yang memiliki kumparan (bersifat induktif).
Walaupun biasanya sangat tidak praktis untuk membongkar alat ini (disegel rapat dan sulit untuk dibongkar), yang sedikit mengerti listrik arus bolak balik seharusnya dapat langsung menebak bahwa alat ini berisi sebuah kapasitor.
Listrik Arus Bolak Balik

Daya pada listrik bolak-balik (AC) memiliki dua buah komponen: daya aktif (P) dan daya reaktif (Q). Resultan antara keduanya disebut sebagai daya nyata (S) yang merupakan daya yang dirasakan oleh PLN sebagai pemasok daya.
Daya reaktif (Q) dapat terjadi karena induktansi atau kapasitansi. Induktansi diakibatkan oleh komponen berbentuk kumparan (misalnya motor listrik atau transformator step down pada adaptor). Sedangkan kapasitansi diakibatkan oleh komponen kapasitor. Sifat induktansi dan kapasitansi ini saling berlawanan; pada diagram segitiga daya, komponen induktansi memiliki arah ke bawah sedangkan komponen kapasitansi memiliki arah ke atas.
Daya aktif (P) adalah daya sebenarnya yang dibutuhkan oleh beban. tetapi daya yang perlu dipasok oleh PLN adalah daya nyata (S). Untuk meminimalkan daya yang perlu dipasok PLN, maka sebisa mungkin daya reaktif (Q) harus dieliminasi. Jika beban bersifat induktif, maka perlu ditambahkan kapasitor; dan jika beban bersifat kapasitif, maka perlu ditambahkan induktor sedemikian sehingga daya reaktif (Q) mendekati nol. Karena beban pada lingkungan perumahan sebagian besar bersifat induktif, maka penambahan kapasitor adalah cara yang tepat untuk menghemat energi.
Menghemat Energi? Menghemat Biaya?
Penggunaan alat ini untuk menghemat energi memang tepat, walaupun mungkin tidak cukup ideal karena konsumen tidak pernah diberitahu besaran kapasitansi yang dikandung oleh alat ini. Yang menjadi pertanyaan sekarang: apakah alat ini akan menghemat biaya yang perlu kita bayarkan ke PLN setiap bulannya sampai 40% seperti yang diklaim? Ternyata tidak, karena untuk lingkungan perumahan, PLN memasang kWh meter yang hanya akan menghitung penggunaan daya aktif (P) saja. Sedangkan daya reaktif (Q) tidak masuk hitungan alias gratis. Untuk keperluan menghemat transmisi daya, mungkin PLN yang akan memasang kapasitor pada gardu induk.
Walaupun demikian, pada kondisi tertentu alat ini masih bisa sedikit melakukan penghematan karena kabel listrik dalam rumah juga memiliki hambatan. Menurut perhitungan Pranyoto dari Litbang PLN, pada kondisi ekstrim daya nyata (S) dua kali lipat dari daya aktif (P) (faktor daya = 0,5), beban sebesar 6900 VA, panjang kabel penghantar sebesar 20 meter, dengan tarif listrik Rp 390/kWh dan digunakan selama 12 jam sehari, maka dengan menggunakan alat penghemat listrik hanya dapat menghemat Rp 3.931/bulan. Sedangkan pada kondisi ideal daya nyata (S) sama dengan daya aktif (P) pada beban 460 V, menggunakan alat ‘penghemat’ listrik justru menambah tagihan sebesar Rp 402/bulan.
Walaupun penghematan biaya (jika ada) sangatlah kecil, alat ini berguna untuk mengefektifkan energi jika peralatan listrik di rumah memerlukan daya yang mendekati jumlah daya yang diperbolehkan oleh PLN. kWh meter menghitung daya aktif (P), tetapi MCB (circuit breaker) memutuskan arus berdasarkan arus pada resultan daya nyata (S). Jika sebuah rumah menggunakan banyak peralatan yang bersifat induktif, maka menggunakan alat ini akan mengurangi resiko MCB melakukan pemutusan (ngejepret).
Kasus Pada Konsumen Industri
Berbeda dengan konsumen perumahan, pada konsumen industri, PLN juga menggunakan kVARh meter untuk menghitung daya reaktif (Q) di samping kWh meter untuk menghitung daya aktif (P). Jika perbandingan antara daya aktif (P) dan daya nyata (S) lebih kecil daripada 0.85, maka PLN akan mengenakan denda. Dalam kasus ini, mengeliminasi daya reaktif (Q) merupakan tanggung jawab konsumen. Walaupun demikian, kapasitor yang dibutuhkan tentunya bukan kapasitor blackbox yang diklaim sebagai ‘alat penghemat listrik’ seperti yang dibahas di atas.
Jenis ‘Penghemat’ Listrik yang Lain
Ada satu lagi jenis alat ‘penghemat’ listrik. Jika di atas kita berbicara mengenai alat penghemat listrik yang hanya perlu disambungkan pada sebuah soket listrik (dipasang secara paralel), maka jenis yang ini perlu dipasang secara seri. Alat ini dipasang dengan sedikit memodifikasi jaringan listrik rumah.
Cara kerja alat ini adalah dengan menurunkan tegangan listrik. Penggunaan alat ini memang akan secara drastis mengurangi biaya yang tercatat pada kWh meter. Tetapi perlu diingat bahwa beberapa alat listrik tidak akan bekerja pada tegangan yang jauh di bawah standar. Beberapa bahkan akan rusak jika dipaksakan.
Usaha Mengelabui Calon Konsumen
Bagaimana dengan alat demonstrasi yang begitu meyakinkan memberi ‘bukti’ bahwa alat penghemat listrik ini memang dapat menghemat listrik sampai 40%? Pranyoto memberi tiga buah kasus bagaimana penjual mengecoh calon pembeli.
Yang pertama adalah dengan menggunakan amperemeter. Amperemeter akan menunjukkan angka yang lebih rendah jika alat penghemat listrik dipasang. Tetapi kebanyakan konsumen tidak tahu bahwa amperemeter mengukur arus pada komponen daya nyata (S) dan bukan pada komponen daya aktif (P). Walaupun besaran yang ditunjukkan amperemeter akan berubah tergantung apakah alat penghemat dipasang atau tidak, besaran arus pada komponen daya aktif (P) sebenarnya tidak akan berubah.
Kedua, adalah dengan menggunakan wattmeter. Penjual yang melakukan ini lebih cerdik karena PLN memang mengukur berdasarkan Watt. Tetapi yang tidak disadari konsumen adalah ada hambatan berukuran besar atau gulungan kabel yang sangat panjang di belakang alat demonstrasi ini yang menghubungkan beban dengan sumber listrik. Penghematan yang terhitung pada wattmeter adalah penghematan pada transmisi daya yang tidak realistis karena kabel listrik di rumah tidak akan sepanjang gulungan kabel yang berada di belakang alat demonstrasi.
Ketiga, juga dengan menggunakan wattmeter, tetapi dengan tidak memperlihatkan besaran tegangan. Alat ini dengan meyakinkan dapat memperlihatkan bahwa penggunaan daya akan dihemat. Tetapi konsumen tidak menyadari bahwa tegangan listrik sudah jauh di bawah 220V.
Selain itu, yang perlu diperhatikan juga adalah masalah harga. Alat ini dijual mulai dengan harga sekitar puluhan ribu rupiah sampai dengan ratusan ribu rupiah. Tetapi sebenarnya, komponen kapasitor yang ada dalam alat ini dapat dibeli seharga tak lebih dari Rp 10000 rupiah (informasi dari Forum TE UGM). Melihat harga modal ini, konsumen dapat menentukan nilai yang pantas untuk menghargai alat seperti ini setelah produsen memaketkannya menjadi kemasan yang praktis untuk digunakan oleh konsumen. Setelah melalui proses produksi masal, menurut saya Rp 50 ribu mungkin bisa dibilang wajar, Rp 75 ribu mungkin agak sedikit berlebihan, tetapi Rp 100 ribu sepertinya terlalu mahal.
Kesimpulan
- ‘Alat penghemat listrik’ tidak dapat menghemat biaya listrik PLN seperti yang diklaim sampai 40%. Bahkan 10% pun mungkin masih terlalu banyak.
- Jika ada yang dihemat, maka itu hanyalah penghematan pada transmisi daya dalam rumah yang besarnya tidak begitu signifikan. Dalam kasus ideal bahkan penggunaan alat ini akan menyebabkan biaya yang sedikit lebih tinggi.
- Alat ‘penghemat’ listrik yang dipasang secara seri (memerlukan sedikit modifikasi jaringan listrik) bekerja dengan cara menurunkan tegangan. Beberapa alat akan tidak dapat berfungsi dan sebagian akan berumur pendek.
- Alat penghemat listrik paralel mungkin lebih berguna jika anda ingin meringankan beban PLN dalam mendistribusikan tenaga listrik, tanpa mengharapkan imbalan dari PLN. Selain itu alat ini juga berguna untuk mengurangi frekuensi ngejepret jika penggunaan mendekati jumlah pemakaian yang dibatasi oleh PLN.
- Rp 100 ribu rupiah untuk alat ini mungkin masih terlalu mahal.
Referensi
- Pranyoto. Energy Saver. Alat Penghemat Listrik Untuk Rumah Tangga. Tinjauan Terhadap Kemampuan Menghemat. Majalah Energi & Listrik.
- Ir. Deni Almanda. Peranan Kapasitor dalam Penggunaan Energi Listrik. Elektro Indonesia.
- Diskusi Alat penghemat listrik yg dijual di pameran FT pada forum Teknik Elektro UGM.
- Diskusi OOT alat penghemat listrik di milis Toyota Kijang.
Tambahan
PERTAMA!!!
comment trus baca 
nggak perlu pake yang nggak perlu khan…
itu aja lah
seperti kata oneng…..tujuh belas dua dua juga uda cukup kok
wah. iya
paling cuman saya kasih senyuman manis kalau ditawarin barang spt itu |0/
Apa perlu nih dilaporkan ke YLKI nih? bahwa alat penghemat listrik ini malah merugikan dan tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan. http://cysco.blogspot.com
penghematan listrik yang paling baik ya matikan lampu 17-22 (kayak iklan PLN aja yah ;p)
ke 5?
tapi kalo dari tagihan bulanan berkurang gimana? kan terbukti artinya…
*Cerita dari teman yang berhasil menghemat pembayaran listriknya
Barangnya dijual pake sistem mlm dan banyak peminatnya.
horeee 10 besar. gue ke 7

barang ini dijual via viral marketing, kata yang jualnya: ‘ini bukan MLM lho!’, tapi menurut saya sama saja.
Menghemat listrik?
Gunakan listrik seperlunya, sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan.
Untung ga pernah beli alat begituan…
Yang paling parah lagi ada yang nawarin menghemat pulsa telepon , pernah dengar ? apa malah sudah beli ?
wah, ketipu aku, ya…
Wah, gak ada yang berani komentar di no 13 nih?
Ya udah aku aja.
BTW, alat2 seperti itu memang masih harus diuji lagi secara lebih mendalam.
Yang lebih parah lagi alat ini di jual secara MLM atau money game….
thanks infonya

benar-benar menjawab rasa penasaran saya
kayaknya kalo mo hemat listrik, pakai aja listrik sesuai kebutuhan. Matikan peralatan yang menggunakan listrik bila sedang tidak dipergunakan, contoh: lampu, ac, kipas angin, tv, dll.
Dengan adanya alat ini, mungkin orang justru menggunakan perangkat listriknya lebih lama. “Santai saja, ada alat penghemat listrik.”
* belum pernah ditawari barang beginian *
Cermati juga Capacitor bank, Harmonisasi, dan Pemasangan di pabrik di daerah cikarang dan sekitar, Juga pemasangan di peralatan yang memakai kumparan..Jadi kesimpulan anda bisa lebih lengkap
Saya juga pernah di tawarin alat ini sama temen yang kebetulan marketernya. Jadi saya tolak dengan halus
Jadi Menghemat ndak?
di rumah, kakak saya menambahkan sebuah tahanan/resistor 5 watt (kotak putih, segede dodol garut) dan digunain utk menjaga agar listrik tidak anjlog saat perangkat listrik dihidupkan pertama kali.
menghemat? belum pernah menghitung tuh
baru pengen beli
Untuk beberapa Kasus : MENGHEMAT…karena bengkel BUBUT saya setelah saya pasang Energy Saver “Penghemat Listrik ” Ngak sering “nje-gleg” lagi dan menghemat sekitar 15%an karena soft start ( tarikan awalnya ) stabil…FYI, untuk rumahan kalo bayar bulanan listrik dibawah 100rb tidak dianjurkan ..dapat info dari superhemat.com
dulu pernah bikin alat begini, cukup membantu waktu lampu neon pertama kali dinyalakan, yang nyedotnya gede…
ehya, prinsip yang sama juga pernah saya terapkan di line telephone, suara jadi lebih jernih dan ternyata lebih hemat di pembayarannya, dipake internet salurannya jadi lebih bersih, data yang di transfer lebih lancar dan ga gampang putus.
Usul aja nih agar kesimpulannya perlu ditambah atau disempurnakan, yaitu ; Alat penghemat listrik tidak ada gunanya jika ternyata tidak dapat menurunkan biaya listrik dan untuk menurunkan biaya listrik ada cara atau alat lain yang lebih effektif seperti menggantol listrik (dengan cara ini biaya listrik bisa jadi gratis) atau dengan memasang alat agar argo listrik berjalan lebih lambat (argo keong).
kalo gue rasa yaa, memang alat ini merupakan pembohongan terhadap publik. Mereka memanfaatkan situasi ketidakmampuan sebagian rakyat Indonesia dengan mengimingi-imingi penghematan pada listrik. Sesuai dengan tipikal (maaf) rakyat Indo, maka kalau dengar kata2 hemat (berujung pada MURAH) maka akan merangsang rakyat untuk mencoba tanpa memikirkan/mempelajari (apa bisa?) dahulu alat yang dimaksud. Untuk itu terima kasih pada mas pri, mudah2an dengan ada nya tulisan ini dapat membantu kita-kita agar tidak terkecoh. Dan yg tidak membaca tulisan ini dapat disampaikan oleh kita-kita yang sudah membaca tulisan ini, sehingga tidak ada lagi mis-persepsi atas alat yang berkedok pada “penghematan”.
Nah, kalau pun ingin benar-benar menghemat listrik, skalian aja pakai cara Brutal Force dengan memperlambat putaran pada meteran listrik. Namun cara ini sangat beresiko karena merupakan hal yang ilegal (saya tidak menyarankan untuk memakainya).
#20: soal penggunaan industri sudah dibahas di atas di bagian ‘kasus pada konsumen industri’
#25: oh kalau untuk mengatasi soal MCB nge-’jegleg’ mungkin alat ‘penghemat listrik’ ini bisa membantu, karena MCB bisa jadi menghitung arus dari resultan daya nyata (S) sebagaimana amperemeter yang lain. tapi bukan berarti tagihan jadi berkurang karena kWh meter cuma menghitung komponen daya aktif (P)
#29, Mungkin Sales yang anda temui terlalu bombastis… Gimana dgn detikshop, glodokshop, shop.indosiar dll yang menjual energy saver ? Kalau gw sich yang Memakai ( bukan hanya teori ) merasakan banyak manfaatnya dari alat ini, baik untuk Bengkel Bubut, dan Rumah Saya..TQ
#27, #28: Silahkan coba, dan ketemu ama bank napi di sergap
oo..begitu ya, kirain itu termasuk ‘alat sakti’ ..
dari #25 dan #26, ditarik kesimpulan alat tersebut berguna untuk melakukan penghematan hanya pada saat tarikan awalnya saja, betul gak?
DI RUMAH SAYA PASANG LAMPU NEON, SEMUANYA DIPASANG KAPASITOR (TAPI BUKAN ALAT YG DIATAS LOH), SEJAK DIPASANG KAPASITOR LISTRIKNYA NGGAK PERNAH MATI SEBELUMNYA SELALU MATI KARENA DAYANYA GAK KUAT, PENJELASANNYA BAGAIMANA NIH MAS PRIYADI KALO SEPERTI INI…????(INI SERIUS YAH)TERIMAKASIH BANYAK
namanya juga mlm…
#30: bahkan jika microsoft pun yang menjual alat ini, tetap saja tidak seperti yang diklaim. fakta bahwa alat ini dijual oleh toko-toko besar tidak otomatis menjadikan alat ini bekerja seperti yang diklaim.
FYI, saya juga memiliki alat ini, jadi saya termasuk korban yang kena tipu
#31, #32: alat ini menghemat energi, tapi tidak menghemat biaya. dengan alat ini, sebuah rumah bisa menjalankan lebih banyak peralatan listrik, tetapi tidak menjadikan harga yang dibayar lebih murah di akhir bulan.
lihat juga keterangan saya di #29.
Well, jadi jelas sekrg (*manggut2). Thanks mas Pri.
Wah.. o… brarti boonk donk sales kmarin..
trs mas pri kalo untuk alat penghemat penggunaan BBM itu beneran ato trik jg?
#34 : Anda merasa kena tipu dimananya ??
Berapa Lama anda memakai? Benarkah tukang catat meteran di tempat anda? Gimana pemasangannya? Karena kasusnya beragam..sebaiknya dipasang dekat MCB, Jadi tulisan anda bisa dipertanggung jawabkan
Bercerminlah…TQ
#37: nah, memangnya anda bisa memberi penjelasan atau bukti mengapa alat ini bisa menghemat listrik?
bercerminlah? apa maksudnya?
#38 : Kagak ..khan saya gak nulis judul ” xxxyyyzzz ” seperti diatas, hanya kasih pandangan saja.
Yang membuktikan dan menarik kesimpulan ?
Gw..beli rumah ” Dengan Rp.XXX-an anda dst”
Akhirnya gw beli rumah itu juga walaupun tidak Rp.XXX malah Rp.XXX + YYY + ZZZ
Tanya Kenapa .. TQ
#39: nah, kalau begitu gak ada masalah kan. saya bisa tarik kesimpulan di atas karena yang sudah saya tulis panjang lebar di atas, entah dibaca atau tidak
.
Wah untung saya ga berminat ama alat itu, kalo liat dari cara marketing dan menjualnya sih emang keliatan kalo ada yang ga beres dari alat itu, untungnya lagi dibahas disini..
kata orang yang kecanduan jamu masuk angin, cara meng”akali” meter PLN tanpa mutusin segel apalagi beli² alat gituan, dengan mengubungkan netral ke ground, jadi kalau bisa jangan biarkan sang netral kembali kejaringan PLN alias putusin ajah!. dengan catatan grounding harus bagus lho…biar kalau tv/monitor pc gak nyetrum kalo tersentuh..katanya!
tet!..ternyata kata om gugle kalau PLN udah tau praktek gituan..detil di plnkc.or.id/bestpractice/download/attach_inovasi%20elcb%201.doc

PLN emang mmooyy….walopun udah tau, PLN kliatannya gak masang ELCB tuh. Karena PLN tau pelanggannya pasti orang² jujur…jadi dibiarin aja direktur PLN aja yang diadili
Lepas dari alat penghemat listrik diatas adalah benar sebuah produk dapat menghemat daya listrik bila faktor kerja (baca = Cos. atau µ ) sebuah alat mendekati O misalnya 0,9. Untuk menguji produk itu mudah: Ambil tiga Set Lampu Neon Sinar 60 Watt (lengkap) dengan µ 0,4 dan bandingkan dengan 4 Set Lampu Neon Philips 60 Watt (lengkap) yang faktor kerjanya (µ) 0,8 hasilnya hampir 50% berbeda. Masalah di lapangan adalah harga belinya, jelas lebih mahal Philips, namun dalam pemakaian lama, harga itu akan kembali bahkan membawa keuntungan. Semoga bermanfaat. *saya jadi ingat pekerjaan saya di laboratorium 10 tahun lalu*
Pernah disuruh paman masarin alat itu
, tapi dah antipati ama yang namanya MLM or sejenisnya dech #kapok soalnya, dah lebih dari 5 mlm aku ikut
gak hasill
#
kalau mau hemat yah suntik dari atas…tapi ini tentu ilegal. tapi kalau banyak oknum yg korup di PLN jd ilegal ngga yah? tentu juga tidak bagus. so betul kata #11.
thx infonya mas pri.
wah, saya taunya cuma bayar 20rebu sebulan ma bu kost
dah gratis semua alat listrik tuh
hehehehe
Hmmmm MErdeka
#31 gw dulu nyoba ini pas gw masih smp… soalnya dulu tagihan telepon bengkak gara2 internet, gw inget di buku fisika smp itu ada yang membahas kapasitor yang berfungsi sebagai filter, jadi gw pikir itu bisa membantu, walhasil ada efeknya, tagihan jadi murah, hanya 1/2nya padahal pemakaian sama aja, terus koneksi jadi lebih stabil. tapi sampe sekarang karena gw ga ngedalemin itu dan gw juga udah lupa posisi rangkaiannya, yang jelas kapasitor itu gw pake ga lama, cuman 2 minggu pemakaian dia mledug, jadi gw pasang lagi dengan kapasitas lebih gede..
kalo dipake buat nelepon, ada bunyi NGUUUNG ngga tau kenapa, tapi pas nyoba buat internetan lancar.. sekarang udah ga make lagi, soalnya udah ga pake dialup
yg mesti di hemat itu bukan listriknya tapi pegawai” PLN yang sebagian besar bukan manusia tapi

Saya juga pake penghemat listrik, lumayan ada pengurangan dikit biasaya berkisar 125rb-150rb, setelah pakai kisarannya 100rb-120rb(padahal sy nambah tv 14″ 1 buah)
Kenalan sy lebih extrim, dari biasanya minimal 300rb, setelah pake max 140rb
. (dirumahnya menggunakan mesin parut kelapa listrik).
Tapi ada juga yg ndak ngaruh

#50: untuk ngukur gak bisa pakai cara itu, karena bisa jadi pengurangannya bukan karena alat itu.
tanyaken apa sama pembuatnya aja
Jadi punya bahan berargumentasi dengan penjualnya nih kalau ketemu
Hampir semua peralatan listrik di rumah tangga memakai daya yang lebih besar dari yang tercatat pada alat yang bersangkutan. Umpamanya, kipas angin 20 watt. Kenyataannya, daya yang dipakai selalu akan lebih dari 20 watt. Nah, alat ‘penghemat’ listrik ini berfungsi membuat pemakaian listrik dari alat-alat listrik di rumah kita agar pemakaian dayanya sesuai dengan yang seharusnya (yakni 20 watt utk contoh kipas angin di atas).
[Sok tauuuu…
]
*kaburrrr*
aku udah beli alat itu 1 biji karena tertarik dengan demo penjualnya. tapi pas mau bayar, baru dijelasik kalo kita harus membayar harga alat tsb dan transfer ke 5 rekening referalnya @ gocap. total, harga barang 100 rb + 250 rb jadi 350 ribu…. hm… inimah money game!!
tapi tetap saja karena saya penasaran sama kemampuan alatnya (maklum sy awam ttg elektronik/listrik) sayapun jadi beli.
Barangnya saya kasih ke orang yang saya pikir lebih membutuhkannya…
15 lembar sertifikat seharga @ gocap rebu entah saya taruh dimana… lupa…. soale saya gak suka sama segala jenis MLM/money game…. capek! dan nipu!
saya sepakat dengan #20, sesuai dengan apa yg pernah saya pelajari. Coba dilihat dari sisi Capasitor Bank, THD (Total Harmonic Distortion) yang mampu menghasilkan distorsi pada frekuensi kelipatan 50Hz. Tolak ukur pembayaran listrik adalah putaran KWH Meter, semakin pelan, semakin muirah bayarnya. Alat semacam ini menggunakan prinsip Capasitor Bank seperti yg dipasang oleh PLN di beberapa sudut tiang listrik untuk menstabilkan arusnya. Buat saya, yg menjadi pertanyaan harusnya adalah: Berapa Mampu alat ini menahan tarikan daya listrik yg kerap terjadi pada mesin air, AC, kulkas, TV, dan peralatan rumah tangga lainnya. Karena saya pernah lihat, kemampuan putarannya mampu meredam tarikan arus yg besar (saya lihat dari putaran KWH) namun belum dapat meredam sepenuhnya. Worth to try walau belum maksimal, kalo kurang mempan pasang aja capasitor bank yg segede tabung gas punya PLN itu hahahha ….
#56: tentang kapasitor bank, itu sudah saya bahas di bagian ‘Kasus Pada Konsumen Industri’. tetapi kasusnya berbeda karena untuk konsumen rumahan, PLN tidak menghitung daya reaktif.
coba baca lagi teorinya
. kalau kapasitor yang dipasang terlalu besar justru akan memperbesar daya reaktif (ke arah atas).
untuk #48.
kalau mau lebih hemat pasang yang kapasitas besar.
misal 1000uF. pasti biaya telpon nya jadi murah sekali….heheehe….( coba deh )
SAYA MENJAMIN ALAT PENGHEMAT LISTRIK MERK “DOUBLE POWER”MAMPU MENGHEMAT ARUS LISTRIK HINGGA 43% KARENA SAYA PUNYA BUKTI DARI HASIL PEMBAYARAN LISTRIK SELAMA 3 BULAN SETELAH PAKAI ALAT PENGHEMAT LISTRIK MERK DOUBLE POWER BUATAN PT.OPTIMA INTERNATIONAL.
JIKA TIDAK PERCAYA TANYA LANGSUNG SAMA PEMBUATNYA DI 021-74637308-70361628.ATAU LIHAT LANGSUNG DI http://WWW.OPTIMASHOPS.COM
#59: tagihan PLN bukan bukti yang kuat, masih banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi tagihan PLN. seandainya memang menghemat cukup jauh, maka artinya wattmeternya rusak, dan anda perlu komplain ke PLN.
mmhh.. gitu ya..
terima kasih atas pencerahannya pak
#60 : kalau mang tyt wattmeternya yg rusak trus berpengaruh pada hematnya tagihan, ya mending ga usah complain ke PLN pak
oia pak, selin parameter adanya perbedaan tagihan yang signifikan dengan penggunaan yg sama, parameter apalagi ya pak yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah wattmeternya trouble apa tidak
tips membuktikan energy saver berfungsi atau tidak :
pasang beban induktif(misal pompa) ukur berapa pemakaian selama 1 jam tanpa energy saver dan berapa pemakaian selama 1 jam setelah memakai energy saver.
bandingkan apabila beban dipakai selama 10 jam dgn penghemat dan dipakai selama 2 jam tanpa penghemat,apalagi kalau sebaliknya.
ingat!!KW/h meter mencatat pemakaian berdasarkan JAM bukan bulan & tidak semua bulan mempunyai jumlah hari yg sama.catatan PLN tiap bulan hanya untuk mempermudah dalam penghitungan.
SIAPA YG BERANI TARUHAN ENERGY SAVER TIDAK BERFUNGSI?
kecuali rusak
#62: energi? energi yang diukur ini dalam satuan apa? kWh atau kVAh? big difference.
meteran yang dipasang PLN itu mengukur kWh, kecuali rusak™
Peralatan listrik mirip dengan mesin mobil. Sebuah mobil perlu satu liter bensin untuk menempuh jarak 15 km. Ya ngga’ bisa ditawar lagi. Kalau jatah bensin dikurangi menjadi 0,5 liter agar hemat, ya cuma nyampe 7,5 km…. Jadi bagaimana cara ngiritnya ? Ya kurangi pemakaian. Wah… susah juga njelasin secara awam itu ….
PLN cuma bisa ngelarang tapi belum ada hasil audit resmi yang menyatakan bahwa alat penghemat bisa merusak KWH meter atau mengacaukan kinerjanya, alat penghemat itu kan dipasang di dalam instalasi rumah atau pabrik, jadi mau di pakai stabiliser, inverter, atau apapun alatnya itu hak pelanggan. itu statement kok datangnya dari distribusi Jabar & Banten kalau yang benar dari pusat PLN biar ke seluruh Indonesia terkena peraturannya, apa cari muka ya..,
wah jadi ini bohong ya?, saya pikir mungkin karena shift power factor nya, jadi lebih effective and efficient, cuma kalo di pikir2 lagi, tergantung jaringan PLN nya si…jadi mungkin ada beberapa ruma yang bener hasil nya …tergatung sapa yang pake (banyak nya) dan jadi total rangkaian di tempat itu PF (power factor) nya….juga bisa seri bisa parallel LOL intinya si kalo jaringan PLN di bagusin dan ngak di colong2 juga da bisa “hemat listrik” cuma karena terlalu banyak “Noise” dan “sudden inrush current” biasa nya dari kolong jembatan, ya gitu dah jadi nya
BTW, ada yang tau gimana mengetahui pencurian listrik? apakah penghematan listrik dan menghemat biaya PLN itu artinya sama dengan pencurian listrik? mungkin saja harga jadi murah sejak menggunakan penghemat listrik, tapi kenyataannya PLN tetap saja harus menanggung kerugian karena daya yang digunakan sama dengan sebelum digunakan penghemat listrik
Terlepas dari prinsip kerjanya, PLN sebenernya ngeDUKUNG atawa ngeLARANG, kalo LARANG yah ditangkep tangkepin aja produsennya. kan di internet, mall, toko, banyak beredar kaga kayak narkoba ngumpet. kalo DUKUNG tolong jangan keluarin pernyataan yang meresahkan kita orang awam listrik.Atau setidaknya jelasin yang boleh ama ngak (Magnet? Kapasitor? Nyantol?) P = V X I ; W = P X t; Please PLN take a stand ok?
Kepada yth, Pak Pri di tempat. Pak jika yang dibayar hanya P saja dan bukan S maka saya hanya harus bayar sejumlah ENERGI=DAYA x waktu x Rp./Kwh betul???(Plus Pajak and Biaya beban)
Coba bapak iseng-iseng hitung seperti yang saya lakukan dan jawab pertanyaan ini “BETULKAH Q Gratis?”
Saya percaya Bapak mengerti yang saya maksud.Trims
#68, #69: betul Q gratis. coba pasang alat ‘penghemat’ listrik tipe kapasitor tanpa ada beban dari peralatan lain sama sekali. kalau meteran masih jalan, berarti Q ngga gratis, tapi kalau meteran gak jalan, berarti Q gratis. tapi kalau meteran tetap jalan, saya sarankan protes ke PLN karena ada yang salah dengan meteran anda.
kalau Q ngga gratis, PLN akan men-charge listrik anda berdasarkan satuan kVAh, dan bukan kWh.
teori anda benar untuk listrik arus searah, tapi masih ada yang kurang jika meninjau listrik arus bolak balik. coba baca lagi teori saya di atas.
#68: ada macam2 tipe alat penghemat listrik, tapi menurut saya, dari semua jenis itu, gak ada untungnya baik untuk PLN atau untuk konsumen.
* tipe kapasitor: menipu konsumen, tidak berpengaruh ke PLN
* tipe penurun tegangan: merusak alat2 konsumen, tidak berpengaruh ke PLN
* tipe pengacak harmoni: mencuri listrik
jadi, kalau dilarang pun, tidak akan banyak kerugian di sisi masyarakat.
pertama baca, langsung tertarik..
begitu baca comment2nya, tambah tertarik..
saya ucapkan salut untuk mas pri yang udah concern dengan kondisi masyarakat indonesia, juga untuk rekan-rekan yang bersedia sharing dengan memberikan comment2 yang luar biasa..
benar juga produk kapasitor, namun untuk dipasang jangan di MCB( induk ) tapi di pusat beban dan menyala bareng, ada pengiritan dikit. perlu diingat dari rumus aja diketahui uang dapat mempengaruhi pemakaian KWH = I(arus) x V (volt) x CosQ(faktordaya) x waktu dan dalam kwh meter terdiri dari beberapa alat ukur ( p.tegt,P.arus, juga Hz dan Pf ) jadi ada empat unsur
#74: ada pengaruhnya, tapi tidak sebesar yang dijanjikan.
Mau tau kenapa ada keberatan utk alt penghemat listrik dr sebagian wilayah PLN (Lihat GATRA bln juli/agt)? Ternyata begitu banyaknya yg pakai penghemat listrik/capacitor, PLN kehilangan pemasukkan sebesar 800milyaran sebulan. He..he..he……

Setelah saya baca dari semuanya, kebanykan membahasa tentang kapasitor, lha tentang magnet gimana kok bisa membuat kita hemat listrik, gimana kerjanya magnet itu
sebelumnya saya ucapkan thank’s banyak atas kultumnya
terkadang antara teory dan praktek ada yang sama dan berbeda……. masalah penghematan listrik saya kira opini dari temen2 ada benaranya……
tapi itu semua tergantung dari daerah anda sendiri bagus tidaknya sistem penyaluran/distribusi tenaga listrik dari PLN ke konsumen. terkadang antara daerah satu dengan yang lainnya tegangan yang di terima berbeda - beda mungkin……… pengaruh keadan tanah daerah itu bagus atau tidk groundingnya…..
oyaaaaaaaaaaaa masalah kapasitor kalau temen2 pengen kapasitor yang bagus pakai aja kapasitor RUBYCON tapi yang seryes YXA yang agak bagus lho……… kebetulana saya pernah kerja di sana jadi tahu betoel…….. cara buat kapasitor
OK….
jangan mudah percaya deh ma orang yang menawarkan barang2 yang iming2 dengan hemat listrik gue aja jurusan listrik belum pernah berhasil menemukan percobaan dengan hasil 40% penghematan listrik dapat dilakukan paling bisa cuma 6 %
btul tuh itu memeng bner,penghematan daya tidak bisa tetapi memaksimalkan daya nyata = daya semu dengan daya semu dengan cara memperbaiki faktor daya (cos phi = 1) itu pun tergantung beban apakah induktif atau kapasitif tapi umumnya daya pada perumahan itu bersifat induktif.sehingga digunakan kapasitor kapasitor juga berfungsi sebagai perbaikan pada gelombang listrik ac atau efek harmonisa.oke itu yang saya tahu salam.poltek ITB (polban)
kalau mau hemat listrik ya jangan pake pa-pa dirumah,kek jaman purba gitu..
, Btw mau tau ne gambar rangkaian alat nya gmana sih ?