3 July 2006

Car Seat Bayi

Posted under: at 20:27

Di negara-negara maju seperti negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada, menggunakan car seat adalah suatu kewajiban. Anak kecil yang menjadi penumpang mobil diharuskan menggunakan car seat sampai dengan batasan umur, berat dan/atau tinggi badan tertentu. Jika ketahuan tidak menggunakan car seat, polisi dapat mengenakan denda yang nilainya bisa mencapai jutaan rupiah. Penggunaan car seat diharuskan karena alat pengaman seperti sabuk pengaman dan air bag tidak desain untuk penumpang bayi atau anak kecil, dan justru akan lebih membahayakan ketika terjadi kecelakaan.

Di Indonesia memang belum ada aturan seperti ini. Tetapi karena ibunya Kayla sudah terbiasa dalam hal mengasuh keponakan-keponakannya di Amerika Serikat, maka kami membeli kereta bayi yang dilengkapi car seat yang bisa dilepas-lepas beserta dudukan mobilnya.

Di Amerika, katanya bayi tidak diizinkan meninggalkan rumah sakit tanpa car seat,. Sedangkan di sini, suster-suster terheran-heran ketika kami membawa car seat untuk menjemput si kecil, seperti belum ada yang pernah menjemput anaknya menggunakan car seat. Setelah berusaha untuk mendudukkan Kayla ke car seat, akhirnya suster berpendapat bahwa anak saya masih terlalu kecil untuk car seat tersebut. Padahal menurut label, seharusnya anak yang baru lahir sudah dapat menggunakannya. Karena sama-sama tidak yakin, akhirnya kami membawa pulang Kayla dengan cara menggendongnya.

Kalau saya perhatikan, orang-orang pribumi kita memang lebih takut dalam membawa anaknya. Dulu saya membeli gendongan depan yang menurut label bisa digunakan sejak lahir sampai sekitar 9 bulan dan kami baru mulai menggunakan gendongan itu semenjak Kayla berumur sekitar 3 bulan. Tetapi begitu main ke Bandung, Eyangnya ketakutan setengah mati.

Bagi sebagian besar orang Indonesia, meletakkan anak di kursi belakang dan menghadap kebelakang adalah hal yang aneh, apalagi jika tidak ditemani. “Kasihan,” katanya. Padahal ada alasannya mengapa car seat untuk bayi harus diletakkan di kursi belakang dan menghadap ke belakang pula:

  • Car seat diletakkan di belakang karena pada beberapa jenis kendaraan, kursi depan dilengkapi dengan air bag yang berbahaya bagi bayi. Walaupun Toyota Avanza saya tidak dilengkapi air bag, saya tetap meletakkannya di belakang karena car seat-nya tidak muat disimpan di depan :D.
  • Car seat untuk bayi menghadap ke belakang karena anak bayi belum memiliki leher yang kuat untuk menahan beban jika terjadi benturan.

Menurut standar Komisi Ekonomi Eropa PBB, ada 5 jenis car seat:

  • Grup 0: Car seat dikunci dengan menggunakan sabuk pengaman. Bayi diletakkan dalam posisi tidur dan menghadap ke belakang mobil. Untuk dipakai sejak lahir sampai 9 bulan.
  • Grup 0+: Car seat memiliki dudukan yang dipasang secara permanen pada mobil. Car seat ini juga dapat diletakkan di atas kereta bayi. Bayi diletakkan dalam posisi duduk dan menghadap ke belakang mobil. Untuk dipakai sejak lahir sampai 15 bulan.
  • Grup 1: Dipasang secara permanen di mobil dengan menggunakan sabuk pengaman dewasa. Memiliki sabuk pengaman tersendiri untuk digunakan penumpang bayi/balita. Bayi/balita diletakkan dalam posisi duduk dan menghadap ke depan. Untuk dipakai dari 9 bulan sampai 4 tahun.
  • Grup 2: Lebih besar daripada ‘grup 1′. Menggunakan sabuk pengaman dewasa yang terpasang pada mobil untuk mengamankan si kecil. Balita/anak kecil dalam posisi duduk dan menghadap ke depan. Untuk dipakai dari usia 4 sampai 6 tahun.
  • Grup 3: Dikenal dengan nama ‘booster seats’. Fungsinya adalah untuk memosisikan anak kecil sehingga sabuk pengaman dewasa dapat digunakan dengan aman.

Menurut kategorisasi ini, car seat saya termasuk pada grup 0+.

Di Indonesia, hal-hal ‘sepele’ seperti menggendong bayi sambil menyetir adalah hal yang lumrah. Tetapi di negara maju, hal tersebut bisa dianggap sebagai kasus penyalahgunaan hak mengasuh anak. Bulan Februari yang lalu, bintang pop Britney Spears pernah kedapatan difoto sedang menyetir mobil sambil menggendong anaknya. Tiga bulan kemudian, Spears kembali kedapatan difoto, kali ini anaknya memang diletakkan dalam car seat, tetapi menghadap arah yang salah. Dua kasus tersebut sempat menimbulkan reaksi dari para aktivis anak kecil.

Para aktivis itu mungkin akan terheran-heran jika melihat situasi di Indonesia. Bagaimana jika mereka melihat sebuah sepeda motor membawa satu keluarga? Satu keluarga di sini bukan hanya ayah dan ibu, tapi juga tiga orang anaknya.

85 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!