Mempertanyakan Alat Penghemat Listrik (2)
Sebelumnya, saya pernah menulis bahwa alat penghemat listrik tidaklah benar-benar menghemat listrik, atau paling tidak kenyataannya jauh dari klaim yang diberikan. Akan tetapi, mulai kemarin PLN melarang penggunaan alat-alat penghemat listrik.
PT Perusahaan Listrik Negara melarang penggunaan alat penghemat daya listrik, terutama di industri-industri.
Pasalnya, alat penghemat daya tersebut berpotensi merugikan PLN karena energi listrik yang terukur pada meteran menjadi lebih kecil.
Untuk tahap awal, larangan penggunaan alat penghemat daya tersebut diterapkan di wilayah Jawa Barat dan Banten. General Manajer PLN Wilayah Jabar Murtaqi Syamsuddin, Selasa (11/7) di Jakarta, mengatakan, industri atau perusahaan diberi waktu satu minggu untuk mencabut alat tersebut.
Langkah PLN ini cukup mengejutkan saya karena hampir semua dari alat-alat yang diklaim sebagai ‘alat penghemat listrik’ ini sebenarnya tidak menghemat tagihan pemakaian listrik seperti yang diklaim. Selain itu, penggunaan alat ini justru akan menguntungkan PLN karena rugi jaringan akan menjadi kecil, sedangkan yang dibayar oleh konsumen tetaplah sama.
Berikut adalah beberapa perkiraan saya mengapa PLN merasa perlu untuk melarang alat-alat ini. Untuk dasar teori bisa anda baca pada artikel saya sebelumnya.
Kemungkinan 1: Ada alat penghemat listrik jenis baru
Kemungkinan pertama adalah adanya penghemat listrik jenis baru yang menghasilkan beban reaktif secara variabel. Hasilnya akan bisa jadi akan membingungkan kWh meter yang bisa jadi didesain hanya untuk menghitung daya dengan pola tertentu.
Kemungkinan 2: Pengambil keputusan tidak mengerti teknik kelistrikan
Bisa jadi petinggi PLN yang mengambil keputusan ini tidak memahami hal-hal teknis kelistrikan yang berhubungan dengan cara kerja alat penghemat listrik.
Kemungkinan 3: PLN tidak rela jika daya reaktif (Q) dieliminasi supaya konsumen dapat memakai peralatan lebih banyak
kWh meter hanya menghitung komponen daya aktif (P), sedangkan circuit breaker memutuskan jaringan berdasarkan arus lewat. Sedangkan arus ini adalah komponen dari daya nyata (S). Hasilnya, alat-alat ‘penghemat’ listrik tipe kapasitor memang tidak akan menghemat tagihan bulanan, tetapi akan mengizinkan penggunaan alat-alat listrik yang lebih banyak. Bisa jadi PLN tidak rela jika pelanggan dapat menggunakan alat-alat listrik yang lebih banyak dengan menggunakan alat ini.
Kemungkinan 4: ada kWh meter yang sebenarnya merupakan kVAh meter
Ini kemungkinan terburuk. kWh meter menghitung daya aktif (P), sedangkan kVAh meter menghitung daya nyata (S). Daya aktif (P) selalu lebih kecil atau sama dengan daya nyata (S). Dengan demikian jika meteran listrik di rumah kita merupakan kVAh meter, maka hampir pasti kita akan membayar lebih besar daripada yang seharusnya kita bayar. Dalam kasus ini, alat penghemat listrik akan benar-benar berfungsi. Tetapi langkah yang perlu dilakukan bukanlah dengan memasang alat penghemat listrik, melainkan dengan melayangkan protes ke PLN.
Apa alasannya kWh meter ditukar menjadi kVAh meter? Ada banyak kemungkinan, bisa jadi ada meter yang tidak lulus kontrol kualitas, bisa jadi ada penyalahgunaan wewenang, atau mungkin barangkali ada komponen pada kWh meter yang tidak berfungsi setelah sekian lama beroperasi.
Untuk mengetahui apakah meter di rumah kita benar-benar kWh meter lakukan langkah-langkah berikut ini.
- Matikan seluruh peralatan listrik di rumah anda.
- Pastikan bahwa kWh meter tidak berputar. Jika berputar berarti ada kebocoran, atau masih ada alat listrik yang masih menyala.
- Tancapkan ‘alat penghemat listrik’ ke salah satu soket listrik. Jika anda tidak memiliki ‘alat penghemat listrik’ (selamat!), anda dapat ganti dengan kapasitor 10 µF
380 V450 V yang harganya tidak mencapai Rp 20 ribu. - Jika kWh meter berputar, maka kWh meter anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Silakan layangkan protes anda ke PLN.
***
Tapi itu semua baru perkiraan. Mari kita tunggu jawaban dari PLN, jika ada
.
Tambahan
Weleh, pertama lagi?? Meskipun agak tidak nyambung, posting Orang paling keren pukul 20.14, sementara posting ini tercatat pukul 20.18.
Dalam 4 menit menghasilkan 1 buah posting.
w.bloggar?
Seharusnya ditambahkan juga skenario, PLN bekerja sama dengan pemasok alat penghemat listrik, and kasus SCTV - Matrix Soccer berulang.
Hmmm…
Toh PLN juga yg rugi, udah produksi banyak gak ada yg mau beli. Cuman dapet biaya beban (CMIIW).
Ngapain juga PLN suruh kita menghemat pemakaian listrik, toh PLN melalui PLTA,PLTU,PLTG dll susah2 memproduksi listrik… emang listrik bisa disimpen ya .. kalo pas butuh ya dipake, kalo lagi gak butuh .. simpen dulu .. dimasukkan ke toples (tupperware)
Jika semua orang di Indonesia ini menghemat dan tidak pake listrik sama sekali
Gimana nih …???
saya pernah tau katanya ada alat yg bnr2 menghemat mat daya listrik, jd klo ditancepin alat ini, meteran pln jd brenti total (kasarannya seh nyuri listrik, maap gak tau nama alatnya) tp listriknya ttp nyala, tp klo dicek ama petugas pln tinggal nyabut aja ni alat…
mungkin pln takut ama alat ginian kali…
kalo pake lampu neon semua si baru bisa hemat..
soalnya alat itu kan isinya kapasitor.. pake lampu bohlam mana kerasa…
hm, mungkin PLN belum menyelidiki lebih lanjut efektivitas alat penghemat listrik yg ada? wah ga ngerti juga deh
hati-hati ketangkep, dendanya 2 juta!
#2: Penghematan tetap perlu dilakukan. Saya tidak punya detilnya tapi kapasitas produksi pembangkit listrik yang ada sebetulnya pas dengan kebutuhan (i am talking about Java). Saya ambil contoh PLTU Jawa Power(1220MW), Suralaya (3400MW). Bayangkan jika saat ini seluruh boiler harus dioperasikan untuk menyuplai kebutuhan energi listrik di Jawa, apa yang terjadi jika 1 boiler saja down atau maintenance.
Belum lagi jika PLTD (silahkan googling jumlah PLTD kita) yang dijadikan andalan untuk menyuplai energi listrik tersebut. Solar industri harganya gila-gilaan saat ini. Saya tidak tahu persisnya, namun melihat kenaikan harga BBM industri yang mencapai 200% dibandingkan tahun 2005 (bulan maret-april-juni) ada kemungkinan fuel component PLTD bisa mencapai 50%.
Jadi penghematan yang kita lakukan akan sangat membantu PLN. Paling tidak penghematan yang kita lakukan akan terasa langsung oleh kita kan?
Bener-bener gawatlah negeri ini….
asik2.. ke 8.. waduh, kalo mau hemat sih ga usah pake alat2 segala, yang penting bener2 diterapin di lifestyle kita, daripada pake alat yang blm tentu ke-mustajaban-nya. kalo pake acara nyuri2 listrik, itu mah haram.. tapi asal ga ketauan, asik2 aja
Hore 10 besar
pengalaman pertama yang membahagiakan
#9. hey paw…
kok kepd-an
nggak usah pake listrik sekalian
biar jadi orang primitif
bukannya efektifitas alat penghemat listrik itu “hanya 68% saja™” ?
atau mungkin sudah ada “kerjasama”?
Saya lihat dari artikel yang dituliskan PLN sudah dicantumkan alasan utama PLN melarang alat-alat penghemat daya tersebut, yaitu karena peralatan tersebut
Kata ‘cacat’ itu perlu digarisbawahi. Saya membayangkannya sebagai, misalnya, penaikan atau penurunan tegangan yang melebihi batas toleransi. Dari sini yang dirugikan sebenarnya bukan PLN sendiri, tetapi juga pelanggan PLN lainnya.
Tentu kita sebagai pelanggan rumahan tidak ingin akibat cacat gelombang arus dan tegangan itu merusak peralatan elektrik maupun elektronik rumah tangga kita, terlebih-lebih komputer yang sehari-hari kita pakai ngeblog
Dalam hal ini, saya menyetujui langkah preventif PLN untuk melindungi lebih banyak konsumen lainnya.
Jangan Takut donk PLN… yang curi listrik tuh urusin juga…

hm…. sebagai WNI yg baik..saya tetep bayar listrik…
pak pri ikutan friendster yach?
boleh nggak saya add jadi fren saya?
Hmm… ‘orang PLN’ blon ada yang komen yah?

#13: yup. cuma belum pernah lihat alat semacam itu di pasaran. yang ada cuma yang tipe kapasitor atau penurun tegangan.
Weh… ane sih dulu pengen jualan alat ini. Cuma karena ndak ada modal, nggak jadi deh. Tapi usul untuk nyoba KwH atau KVAH itu perlu juga tuh dicoba. Cuman gimana yah?? Soalnya warnet sih, jadi harus on terus 24 jam….

apakah penggunaan kapasitor juga dianggap melanggar seperti yang dimaksud disini ??
Benerlho saya tahun 2003 lalu pernah make untuk warnet, sebelomnya pembayaran sebulan sekitar 1,2 jeti setelah dipasang alat itu bulan berikutnya sekitar 400 rban. Saya lihat meteran PLN jalannya jadi lambat banget…
Tapi setelah ada perbaikan massal dari PLN untuk wilayah Cinere alat tersebut udah gak berfungsi, tagihan balik lagi keawal…..
Yah lomayan 1/2 tahon menghemat Listrik Negara… he..he…..
pernah terpikir…’conpiracy theory’ yg gagal…?
lalu…’decision making’ karena tidak ingin melihat ada pihak yg ‘menang’…
apa seeh….?
coba pln lebih ngurusin yang pada maling listrik…
Kemungkinan 2: Pengambil keputusan tidak mengerti teknik kelistrikan
Bisa jadi petinggi PLN yang mengambil keputusan ini tidak memahami hal-hal teknis kelistrikan yang berhubungan dengan cara kerja alat penghemat listrik.
====================================================
Mosok sih mas Pri, orang PLN tidak tahu kelistrikan. Terus taunya apa dong…
#24 Taunya PLN duwit duwit dan duwit.
Negara Kita ini keliatannya di pegang orang yang salah, salah duduk, salah makan, salah Ambil Keputusan dan salah salah yang lain. Atau bahasa konyolnya negara kita itu SALAH ASUHAN
Hidup salah
Lebih baik memikirkan alternatif energi selain PLN yuk? Syukur-syukur bisa mandiri dengan teknologi tepat guna. Berikut sedikit tulisanku tentang Energi
Katanya kita disuruh hemat listrik, laa kita pasang alat penghemat listrik malah dilarang. kumaha….??
namanua juga usaha…..
pake sumber alternatif saja…tenaga matahari lumayan bisa dicoba tuh. didaerah sumatra yang kaya raya gemah ripah loh jinawi, pln gak ada. masyarakat punya sumber listrik pake diesel engine
#29 sumatra pelosok maksudnya, bukan sumatra yang sudah kota. masih banyak pake sumber listrik pribadi pake genset gituw
hemat energi, pln rugi

Wah.. teorinya rek..
–budiw
kalo dari yang pernah saya baca di surat kabar lokal, yang nama nya alat semacam itu gak ada zin resmin dari PLN, jadi bagi siapa saja yang pakai tuh alat dan ketahuan bakal dihukum, memang seeh kita mesih menghemat energi, tapi gak harus seperti kan caranya
Kalau saya sih tidak pernah pake alat-alat penghemat listrik segala. Mending menghemat saja dengan mematikan alat listrik yang gak dipake. Eh, om pri, bisa di link blog saya gak ya?
#22: nah, ini berarti paling sesuai dengan kemungkinan 4
#34: gimana dengan yang ini: http://www.jutajuta.com/images/legal_pln.jpg
pln apa sih kak?
*cari emperan toko kosong, gelar tiker, pake sarung, nyalain lilin, lampu petromaks, lampu semprong, radio dua ban berbatere AA dan tipi bercatu daya aki*
Ehm, jadi kesimpulannya!
HEMATLAH LISTRIK sedini mungkin
Kemungkinan 2: Pengambil keputusan tidak mengerti teknik kelistrikan
Ditambah : Pengambil keputusan tidak mengerti bisnis kelistrikan
Hasilnya : PLN tetap rugi, konsumen lebih lagi!
Takut PLN bangkrut
Kmaren ada yg nawarin alat penghemat listrik, cuma ak gak percaya. Masa seeh alatnya dicolok di colokan listrik, kyknya gak mungkin bgt deh.
hehehehe…
(
duh, serasa inget kuliah..
(belajar watt, kapasitas, dsb, dll, dkk..
PLN gak mau tuh… padahal tiap ari di media dibilang PLN rugi mlulu, kok bisa ya rugi mlulu tiap ari listrik nya disedot gitu.
brb matiin listrik, ngecek kWh atau kVAh disini
Mhh, mau pademin lampu dulu ah..
Eh tumben, ko negaraku ga keluar Oom?
Tina Jordannya sebelah mana? sapa kita tau tetanggaan
Walah mas2!
lha wong ada alat yang lebih sedehana, canggih dan pasti berhasil, kok pada beli alat penghemat listrik.
Siapkan bor kecil, peniti. bor meterannya pas di atas piringan. terus tancepin peniti yang sudah dilurusin. 100 % working.
Tapi aku sudah sadar, dosa & malu2in
Walah mas2!
lha wong ada alat yang lebih sedehana, canggih dan pasti berhasil, kok pada beli alat penghemat listrik.
Siapkan bor kecil, peniti. bor meterannya pas di atas piringan. terus tancepin peniti yang sudah dilurusin. 100 % working.
Tapi aku sudah sadar, dosa & malu2in
negarane ketone kliru kiye. konsumen kok dikon hemat.
lha kudune lak produsenne sing kudu hemat. piye jare!
negarane ketone kliru kiye. konsumen kok dikon hemat.
lha kudune lak produsenne sing kudu hemat. piye jare!
PLN care sama pelanggan? bwakakakakaka… dagelan macam apa pula ini…
PLN, seperti halnya BUMN2 monopolist lainnya, mana pernah sih care sama pelanggan? Komitment mereka cuman memberikan kwalitas sub-standard dengan harga premium (plus full korupsi, tapi itu urusan dapur masing2 BUMN dah…)
Kalo dari postingnya bang Pri sebelumnya kalo barang2 beginian sebenernya cuman alat sugesti saja yang belum tentu menghemat…..
Tapi dengan ambrul adulnya jaringan PLN, jangan2 dalam kasus2 tertentu, salah satu alat ybs memang bisa menghemat listrik….
kwh meter analog hanya bisa mengukur arus dan tegangan dalam bentuk sinus yang normal. Dengan “mengacaukan” bentuk gelombang (bukan sinus murni) maka kwh meter analog/elektromekanik akan jadi bingung.
Peralatan elektronik modern seperti komputer dll juga berpotensi ‘mengacaukan’ bentuk gelombang. Untuk jelasnya coba cari referensi tentang harmonic.
Perusahaan Lilin Negara
Saya nggak tahu musti berkomentar seperti apa, tapi yang saya lihat adalah PLN ini semakin manja. Mungkin sudah saatnya dimunculkan kompetitor untuk PLN.
Terus terang yang saya takutkan adalah nanti PLN melarang orang membuat alat pembangkit listrik sendiri
Saya pernah usul alat pembangkit listrik tenaga angin untuk wilayah Maluku Tenggara, tapi PLN sana lebih memilih Diesel (entah sekarang), padahal ketika itu sempat terjadi kelangkaan BBM.
Aneh ya. hehe
*maap gak nyambung pri*
Maaf, tidak bisa kasih komentar soal teknisnya. Namun, inefiesiensi dan mismanajemen PLN justru meng-encourage kita untuk melakukan pemborosan massal, terutama soal listrik dan BBM.
Please baca juga: http://nofieiman.com/2006/07/mental-inlander-complex/
priyadi tuh bohong aja yang bener boleh pakai alat hemat energi dan sangan dianjurkan
Soal PLN lagi …..
ngehemat dilarang ….. ck…ck…
Hebatnya lagi pln sekarang memberlakukan sistem penagihan listrik dengan sistem tarif multi guna.
Multi guna ?
Sebenarnya alat itu tidak berfungsi jika PLN menggunakan meteran digital, bukan yang mekanik kayak sekarang. Kita yang dirugikan, soalnya kalau mekanik itu tergantung dari putaran, jika putaran awal momennya besar maka meteran akan berputar terus sampai tenaganya habis(tetapi arus listrik belum tentu lewat). Tetapi kalo digital itu kerjanya tergantung besar kecilnya arus yang lewat, so kita tidak dirugikan.
Jadi mending PLN ganti meterannya aja dari mekanik jadi digital. Okex
PLN cuma bisa ngelarang tapi belum ada hasil audit resmi yang menyatakan bahwa alat penghemat bisa merusak KWH meter atau mengacaukan kinerjanya, alat penghemat itu kan dipasang di dalam instalasi rumah atau pabrik, jadi mau di pakai stabiliser, inverter, atau apapun alatnya itu hak pelanggan. itu statement kok datangnya dari distribusi Jabar & Banten kalau yang benar dari pusat PLN biar ke seluruh Indonesia terkena peraturannya, apa cari muka ya..,
Menghemat listrik dgn cara primitip aja. Secara listrik mahal, gunakan listrik seperlunya saja. Jangan boros listrik, secara kita gak tau uang iuran listriknya utk pengembangan atau digrogotin tikus-tikus kantor.
Btw, kantor2 instansi pemerintah pada bayar listrik gak ya?
Setahu saya, hemat listrik itu gunanya cuma buat pemerataan listrik bos, biar semua orang kebagian listrik, terutama saat beban puncak dan kalo ada perbaikan pembangkit listrik.
Kayaknya alat penghemat listrik cuma ngaruh di alat listrik keluaran lama deh, yang belum ada tulisan hemat energi di kardusnya
, orang cuma low pass filter.
Kalo menurut saya sih, ini cuma maenannya salah satu divisi pln aja biar ada setoran masuk dari mengeluarkan ijin/sertifikasi peralatan listrik… aaarggghh… gombal…
Pada dasarnya apa yang dikatakan oleh PLN itu bener.
Alat untuk menghemat energi itu ada dua
1. Yang memperbaiki kwalitas listrik di rumah kita , (yang ini isinya kebanyakan hanya kapasitor doang/ khusus yang dijual untuk rumah tangga)
2. Yang dapat mengurangi pemakaian secara langsung seperti lampu hemat energi, inverter system dll
Yang buat PLN kebakaran jenggot adalah ada alat yang dijual yang dapat mempengaruhi perputaran KWH meter tersebut.
Alatnya nggak terlalu besar tetapi memang mereka yang menggunakannya dapat merasakan penurunan pembayaran listriknya (khusunya di industri)
Alatnya membangkitkan frekwensi sebesar 1kHZ yang ditumpangkan pada jaringan listrik didalam gedung.
Tapi sebenernya alat ini nggak akan terlalu banyak manfaatnya kalau KWH meter yang digunakan masih menggunakan analog kwh meter.
Alat ini baru akan terasa banget ketika meter yang digunakan adalah meter elektronik, yang celakanya mulai dua tahun yang lalu PLN melakukan penggantian meter2 analog mereka dengan meter elektronik yang rentan terhadap ganguan alat seperti ini.
Sebenernya untuk tahu apakah pelanggan menggunakan alat tersebut atau tidak sangat mudah , PLN datang ke gardu langsung ukur akan terlihat gelombang yang cacat didalam jaringan maka ada indikasi penggunaan alat tersebut
Semoga infonya bermanfaat
Thx
yang jelas begenser yg model baru putaranya makin cepet dari pada yg model lama, curang juga ya, dulu waktu yg lama belum rusak sebulan rata-rata 200 - 250 ribu , begitu meteran diganti kok jadi 300 - 350 ribu padahal pemakaian tetap, bukan cuman itu aja meteran air pam pun juga sama, tanyakan knapa??????????????? rz—-
coba deh liat ama orang2 nya pln dirumah dia dah bener gak curi gak, bisanya cuman rugi and maen denda seenaknya, payahhhhhhhh
Wow… Kalo aku sih ,sebagai pelajar, yah,,kayaknya yang penting skarang , tanggapn dari pihak PLN
, Giman ??.. Bereaksi dongk…


mmmm..kayaknya memeng bangsa ini sudah hancur, jangankan Pencurian listrik, KORUPTOR - KORUPTOR toh ada…..Indonesia memeng negara yang

…maunya hanya ngurusin diri sendiri



BAIK NEGARA..moga BAik pula SEGALA PERANGKAT YANG ADA DI DALAMNYA…………
berhubungan dengan penghematan daya listrik saya ada pertanyaan tapi ga tau tanya kemana..mudah2an mas priyadi bisa bantu.
pertanyaannya:
1. jika kita tau komputer baru akan kita pakai 2 jam lagi. sebaiknya komputer dibiarkan hidup atau dimatikan dulu. bagaimana cara menghitung daya listrik yang digunakan oleh komputer itu. asumsi: di power suplynya tertulis 350 watt.
2. apakah benar bahwa komputer saat hidup menggunakan semua daya yang ada di power suply nya dan setelah bunyi beep daya yang digunakan menurun? berapa besar daya yang digunakan saat komputer digunakan?
terima kasih sebelumnya
#68:
perkiraan saya, lebih hemat kalau dimatikan dulu.
pada saat pertama nyala, power supply akan menggunakan semua daya yang ada di power supplynya, tapi hanya sesaat (tidak sampai satu detik).
ini harus dihitung secara kuantitatif, dan tergantung dari komponen yang ada di komputer
Penghemat Listrik yang benar contoh merek Power Plus 1300, karena bisa mengkoreksi power faktor supaya mendekati 1 sehingga semua peralatan listrik dirumah kita dijadikan hemat energi sehingga arusnya turun. Pasti Mudeng dan Dong.
PLN PERUSAHAAN YANG MEMILIKI MONOPOLI.
TETAPI YANG MENJALANKAN JUGA MANUSIA.
DAN MAUSIA ITU JUGA BISA BERPILAKU BEJAT, TERMASUK KAEYAWAN PLN.
BANYAK PERUSAHAAN YANG MENCURI TETAPI DILINDUNGI.
CONTOH PAIJOGADE. YO OPO KABARE?
kang ntro priyadi jangan koyo kodok dalam tempurung deh.. ntar mas sendiri yg jadi malu 2 public relation n following terror, apa seh…? gw jadi bingung sendiri. Udah deh klik aja neh situs imporrrr…biar mas gak jadi katro kaya mas tukul ha…ha…hakhcsyiiiiich !!!
http://www.electric-save.com
http://www.electric-saver.com
http://www3.jetro.go.jp/ttppoas/anken/0001028000/1028321_e.html
http://www.windtrap.co.uk/Energy-Saving-Products/Electric-Power-Saver-EPS-188.htm
http://www.lmphotonics.com/energy.htm?gclid=CJiRsvWLtI0CFQmZbgodlF2i1A
http://www.astrologyzine.com/health/xpower-energy-saver.shtml
http://www.plugnsave.com/
#72: dari luar negeri belum tentu benar. dan justru rasanya ide seperti ini datang dari luar negeri. energi gak bisa diciptakan begitu saja. satu2nya cara untuk menghemat yang benar adalah dengan memperbaiki faktor daya, ini sudah saya cerita di artikel sebelumnya. selain cara itu artinya curang
hmm, walauun saya WNI saya tetap tidak mau dirugikan oleh siapapun, biarpun itu masalah listrik ato air.
terutama listrik, sebaiknya bangsa indonesia memakai peralatan listrik yang nilai efisiensinya di atas 85 %
ga pa2 walaupun ketika beli harganya mahal, toh nantinya juga terbayar dengan meminimalkan tagihan rek.listrik
Mas Pri yang katro terima kasih atas tanggapannya. Tumben nih tulisan ku (comment no.72)kagak dihapus. Begini aja mas soal benar atau tidaknya biarlah pasar yang menilai toh juga kalo gak benar lambat laun hilang sendiri. Rakyat kita udah pada pintar mas…(mungkin tinggal mas pri doang yg masih katro, he..x3 canda mas) jangan deh kita merasa hero pake cara menghakimi orang lain.
#75: link anda yang anda kasih tersebut memang valid. saya sepakat kalau untuk menghemat listrik, satu2nya cara (yang jujur) adalah dengan memperbaiki faktor daya. tapi perlu diingat kalau PLN di indonesia hanya mengukur daya nyata untuk konsumen perumahan, sedangkan daya reaktif diabaikan. jadi, perbaikan faktor daya memang menghemat energi, tetapi tidak akan banyak mengurangi tagihan PLN untuk konsumen perumahan.
penghematan hanya terjadi untuk penghematan pada jaringan internal, dan penghematan sebesar 1% itu sudah optimis sekali, itu jika memang ada penghematan, kenyataannya pemasangan kapasitor tanpa perhitungan juga bisa memboroskan daya.
info lebih lengkap silakan buka tulisan saya sebelumnya
salam sesama katro!
Mas pri mungkin ini tulisan ku yg terakhir, karena makin lama arahnya jadi debat kusir. Kalo mas ilmunya exact tau dong konsekwensi antara ada dan tiada ??? edisi pertama mas bilang tiada penghematan alias “0″ sekarang mas bilang ada yaitu 1%. Mas priyadi coba hitung sendiri deh 1% X 15 triliyun rupiah (entah itu setahun atau sebulan) penghasilan PLN, muat gak kalkulatornya mas ??? Nah.. kalo mau bicara jujur udah berapa tahun PLN beroperasi and udah berapa duit yg diembat ama pejabat-2 itu ??? ehh ngomong-2 mas pri kecipratan komisi kali yah ?
(kalo mau jadi wong katro gak usah ajak-2 orang deh..)
#77: lho bagian mana yang debat kusir? anda duluan kan yang bilang saya katro. ya saya sih asik2 aja karena emang katro
for the record, saya sama sekali gak bilang “sama sekali tidak menghemat”, penjelasan lengkapnya ada di tulisan saya sebelumnya. disana ada bahan mata kuliah teknik tenaga listrik
. ini saya kutip hasil eksperimen:
1% itu amat sangat optimis sekali, dan kalau dalam kondisi normal gak akan sampe segitu. selain itu, ada juga kemungkinan ‘alat penghemat’ bukannya menghemat, tapi justru memboroskan.
kemudian, anda tetap mengklaim bisa menghemat 10-30%, yang mana merupakan penipuan
. anda sama aja dengan orang PLN yang anda tuduh korup itu, setali tiga uang 
Mas katro, sebenarnya kalo masih belajar jangan menggurui orang deh. Pantesan bangsa ini spt berjalan di tempat wong masih belajar aja sudah nyambi dosen. Aku bukan mengklaim yg 1% hitungan lo mas katro…Mas udah pernah belajar marketing belum ??? kalo belum istilah 10-30% jangan dikomentarin deh percuma kagak nyambung mas. Nih coba hitung sendiri, dengan memakai “kapasitor” berapa persen terjadi penambahan daya ? berapa persen terjadi perpanjangan usia peralatan listrik ? Kalo diakumulasikan semua itu mewakili slogan penghematan. Mas sendiri pasang slogan di atas “bahwa alat penghemat listrik tidaklah benar-benar menghemat listrik” kalimat itu kalo dibuat rumusnya
tidak ada penghematan = 0) Benar gak mas ?????? Kalo masih ragu ralat dulu deh itu kalimatnya jadi “relatif” atau “1%” (hitungan wong katro)
Capek dehhhhh………
#79:
itu bukan marketing, tapi pembohongan publik
hihihi, ya gak akan ada perpanjangan usia dong ah
. penurunan usia terjadi kalo misalnya tegangan tidak sesuai spesifikasi. tapi kalau kapasitor sih gak akan mengubah tegangan, tetapi cuma menggeser fasa-nya.
ayo coba dibaca lagi, saya bilang 1% itu udah optimis sekali. bukan pasti 1%
kalo misalnya saya bayar listrik 500 rb/bulan, masang alat yang diklaim sebagai ‘alat penghemat’ ini, terus januari saya misalnya menghemat 100 perak lalu februari justru rugi 100 perak. apa saya menghemat listrik?
sekali lagi, baca dulu tulisan saya yang sebelumnya. semua analisis teknisnya ada di situ.
Yah… si mas katro masih bandel aje yeh ?!!! ya udah deh buat lu aja tuh listrik, bungkus deh bawa pulang ke kampung luh buat oleh-2 ama si mbak katri yadi…(nyetrum-2 dah lu sono) Eh lu tukang jual emat listrik belain gue dong jangan pada diem aje, gue dah ampir nyetrum nih.
He he mas TAWIL F WIN koq jadi emosi… jangan PANAS mas..

aku sih wong bodho.. cuma aku pernah pake tuh alat penghemat dan aku bedah isinya kapasitor.. dulu tagihanku rata2 450rb, bulan 1-3 tetep tuh (hampir aku masukin sampah.. he he). Tetapi temen yang merekomendasika aku (yg bener2 berhasil nurunin tagihan dgn nunjukin bukti tagihan) bilang suruh nunggu bulan ke 3… aku sabar.. eh bener tuh sekarang rata2 390rb.. tapi aku bingung… bener2 turun atau kebetulan pakainya yg berkurang. Aku baca byk literatur, maaf isinya hanya orang yg SOK PINTER (yg rata2 nolak) ama orang2 NGEYEL (rata2 penjual). Aku penasaran, di toko terpasang AMPERMETER dan aku baru yakin alat bekerja karena begitu alat listrik ditancepkan eh tadinya 2,5Amper mjd 1,75Ampere.. aku masih gak percaya aku buka buku SMS ku tentang kapasitor… tertulis sering dipakai untuk filter, penguat daya, stabilizer, dan anti cutOFF… eh tambah bingung aku.. dasar CATRO jg… lalu aku lihat efek langsung.. ketika AC & POMPA AIR aku hidupkan bareng.. eh.. sebelumnya AMPRE METER yg 2Amper melonjak 5Ampre saat AC dan POMPA POWERnya ON.. (sesaat kemudian stabil lagi). Aku terus berfikir.. masa bodoh dengan janji2 penghematan.. aku tetep pakai juga, toh terbukti bisa nyegah HENTAKAN akibat POWER ON.. meteran tidak muter kenceng saat AC&POMPA air di ONKAN.. LOGIKA KATROku bicar:berarti juga tidak terjadi denyutan arus.. artinya alat2 listrik pasti aman… … Ah teori… tuh hemat 40% teori.. gak beda dgn mereka2 yang SOK ILMUWAN juga teori melulu…