<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Bedah Sistem MLM</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 23:31:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: anung</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-581336</link>
		<dc:creator>anung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 08:53:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-581336</guid>
		<description>bisnis apapun kalau tak ada konsumen bagaimana ?
MLM kan hanya cara meraih konsumen, dst,dst,
setuju silahkan gabung, gak setuju ya jangan dipaksa.
BILA setuju di MLM , harus dengan cara MLM.
Bila mau konvensional , ya harus dengan cara konvensional.
Intinya sesuaikan aja dengan masing-masing, semuanya bagus.
Untuk sukses di MLM harus sesuai marketing plan. Itu kuncinya. Jangan pernah diaduk-dicampur-campur, karena itu diluar marketing plan.
Diskusi MLM bagus, tapi akan mengurangi waktu memdapatkan konsumen baru.... cenderung capek deh...
Pesan saya pada pelaku MLM, hendaklah menghindari debat , karena akan menguras waktu, mendingan dibanyakin kerja. Kecuali anda sudah diposisi yang ... tahulah ..... sehingga fotokopi diri anda sudah berjalan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bisnis apapun kalau tak ada konsumen bagaimana ?<br />
MLM kan hanya cara meraih konsumen, dst,dst,<br />
setuju silahkan gabung, gak setuju ya jangan dipaksa.<br />
BILA setuju di MLM , harus dengan cara MLM.<br />
Bila mau konvensional , ya harus dengan cara konvensional.<br />
Intinya sesuaikan aja dengan masing-masing, semuanya bagus.<br />
Untuk sukses di MLM harus sesuai marketing plan. Itu kuncinya. Jangan pernah diaduk-dicampur-campur, karena itu diluar marketing plan.<br />
Diskusi MLM bagus, tapi akan mengurangi waktu memdapatkan konsumen baru&#8230;. cenderung capek deh&#8230;<br />
Pesan saya pada pelaku MLM, hendaklah menghindari debat , karena akan menguras waktu, mendingan dibanyakin kerja. Kecuali anda sudah diposisi yang &#8230; tahulah &#8230;.. sehingga fotokopi diri anda sudah berjalan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anung</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-581335</link>
		<dc:creator>anung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 08:41:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-581335</guid>
		<description>merasa ditipu atau mnyimpulkan ditipu ?
bila penipuan mengapa tak diserahkan kepada yang berwenang?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>merasa ditipu atau mnyimpulkan ditipu ?<br />
bila penipuan mengapa tak diserahkan kepada yang berwenang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Koes</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-581300</link>
		<dc:creator>Koes</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 15:32:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-581300</guid>
		<description>Setelah saya membaca hampir seluruh isi thread ini, saya setuju dengan pendapat Mas Priyadi.

Saya itu heran, kenapa orang-orang yang pro MLM tidak bisa memahami apa yang dikatakan Mas Priyadi. Dan masih banyak yang mencampuradukkan antara di sisi konsumtif (member pasif) dan sisi 'bisnis' (member aktif/distributor). Saya menangkapnya konteks diskusi di sini difokuskan di MLM sisi 'bisnis'.

Sistem MLM kalau di-analisa secara matematika sudah memang di-desain untuk gagal. Namun demikian, karena didengungkan2 terus sebagai 'bisnis' yang menjanjikan, 
kami mau tidak mau mendefinisikan ini sebagai bentuk penipuan terselubung. Dan ini realita yang kami lihat dan ingin kami sebarluaskan di sini.

MLM bisa disebut suatu bentuk 'penipuan' terselubung, apabila saat prospek, calon prospek di-iming2i impian bisnis yang sebetulnya bisa dipastikan profit nya negatif (kecuali dia bisa melempar 'bola api' ini ke downline2 di bawahnya sebanyak dan sesegera mungkin. Ini di'kemas' begitu cantik saat disampaikan kepada calon prospek sebagai syarat utk bisa menjadi 'sukses'tanpa perlu berada di puncak piramid).

Disebut penipuan apabila saat seminar dikatakan bahwa distributor yang baik harus memakai produk2 nya, karena motif yg sebenarnya adalah menjadikan distributor tsb konsumen yg loyal bagi produk2 MLM ybs.

Mungkin yang sedikit unik dan membedakan dengan penipuan2 yang sesungguhnya adalah, saya amati banyak para pelaku 'bisnis' ini yang tidak sadar bahwa ini sebetulnya penipuan, tidak sadar bahwa dirinya sudah menjadi korban penipuan dan sedang meneruskan proses ini ke calon2 prospek nya.

Salahkah bila Mas Priyadi dan beberapa rekan lainnya (termasuk saya) berkoar-koar di sini menyebarluaskan realita yang kami lihat ini?

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah saya membaca hampir seluruh isi thread ini, saya setuju dengan pendapat Mas Priyadi.</p>
<p>Saya itu heran, kenapa orang-orang yang pro MLM tidak bisa memahami apa yang dikatakan Mas Priyadi. Dan masih banyak yang mencampuradukkan antara di sisi konsumtif (member pasif) dan sisi &#8216;bisnis&#8217; (member aktif/distributor). Saya menangkapnya konteks diskusi di sini difokuskan di MLM sisi &#8216;bisnis&#8217;.</p>
<p>Sistem MLM kalau di-analisa secara matematika sudah memang di-desain untuk gagal. Namun demikian, karena didengungkan2 terus sebagai &#8216;bisnis&#8217; yang menjanjikan,<br />
kami mau tidak mau mendefinisikan ini sebagai bentuk penipuan terselubung. Dan ini realita yang kami lihat dan ingin kami sebarluaskan di sini.</p>
<p>MLM bisa disebut suatu bentuk &#8216;penipuan&#8217; terselubung, apabila saat prospek, calon prospek di-iming2i impian bisnis yang sebetulnya bisa dipastikan profit nya negatif (kecuali dia bisa melempar &#8216;bola api&#8217; ini ke downline2 di bawahnya sebanyak dan sesegera mungkin. Ini di&#8217;kemas&#8217; begitu cantik saat disampaikan kepada calon prospek sebagai syarat utk bisa menjadi &#8217;sukses&#8217;tanpa perlu berada di puncak piramid).</p>
<p>Disebut penipuan apabila saat seminar dikatakan bahwa distributor yang baik harus memakai produk2 nya, karena motif yg sebenarnya adalah menjadikan distributor tsb konsumen yg loyal bagi produk2 MLM ybs.</p>
<p>Mungkin yang sedikit unik dan membedakan dengan penipuan2 yang sesungguhnya adalah, saya amati banyak para pelaku &#8216;bisnis&#8217; ini yang tidak sadar bahwa ini sebetulnya penipuan, tidak sadar bahwa dirinya sudah menjadi korban penipuan dan sedang meneruskan proses ini ke calon2 prospek nya.</p>
<p>Salahkah bila Mas Priyadi dan beberapa rekan lainnya (termasuk saya) berkoar-koar di sini menyebarluaskan realita yang kami lihat ini?</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Koes</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-581298</link>
		<dc:creator>Koes</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 15:28:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-581298</guid>
		<description>Perbandingan Model Bisnis Konvensional vs Model 'Bisnis' MLM

Bayangkan penduduk bumi cuma ada 10 orang (sebut saja namanya  A sampai J). Si A adalah seorg nelayan. Si B tukang jual ikan. 

Kalau kita gambarkan bisnis jual beli ikan dengan memakai model bisnis 'traditional' (atau 'konvensional'), maka prosesnya adalah sbb:
1. B membeli ikan dari A, dan A mendapat keuntungan.
2. B menjual ikan ke 8 org sisa penduduk (konsumen) dan B mendapat keuntungan dari situ. 
3. Kalaupun B ingin menunjuk distributor baru dlm bisnis ini (katakanlah C), maka B akan jual ikan ke C dengan harga khusus (anggap saja share profit dg C). Baik C maupun B mendapat keuntungan saat menjual ikan ke D-J. 

Catatan penting:
- Dg model ini, baik dari sudut individu maupun dari sudut kelompok, seluruh pelaku bisnis (A-C) mendapat keuntungan. 
- Marketing plan nya adalah menjual ikan sebanyak-banyaknya ke semua penduduk bumi (kondisi ideal) dan bila ini diwujudkan (plan=aktual) maka akan membawa bagi keuntungan aktual kelompok pelaku bisnis.
- pengangkatan C sbg distributor pun pasti ada pertimbangan value. Selama C memiliki value (misalnya faktor geografis dll) sbg distributor, maka proses 3 bisa tercapai. 

Kalau kita gambarkan bisnis jual beli ikan dengan memakai model MLM, maka prosesnya adalah kurang lebih sebagai berikut:
1. B membeli ikan dari A, dan A mendapat keuntungan.
2. Awalnya, B menawarkan sharing profit ke C dan D untuk menjual ikan (C-D menjadi downline B). B mendapatkan keuntungan dari penjualan langsung ke konsumen (E-J) maupun penjualan yang dilakukan downline2 nya.Sedangkan, C dan D mendapatkan keuntungan dari penjualan langsung ke konsumen (E-J). 
3. Dlm wkt singkat, C punya downline E,F,G dan D punya downline H, I, J. Seluruh penduduk bumi kini sudah menjadi penjual ikan. Setelah tercapai kondisi ini, kepada siapakah E - J menjual ikan ??? 
   Dengan asumsi sisi 'konsumtif' ikan dari para penjual diabaikan, maka kalau proses ini berjalan terus, E - J mengalami kerugian (sebagai pelaku 'bisnis' MLM ikan ini) namun C-D mungkin masih bisa tetap untung, dan yang jelas B pasti untung. Secara kelompok, karena tidak bisa melakukan penjualan ikan di luar kelompoknya, maka jelas2 ini 'bisnis' yang merugi.

Catatan penting:
- Kalau MLM yang benar, pencarian downline harus stop sampai di proses no.2, untuk menjamin adanya space utk meraih keuntungan dari 
  penjualan ikan kepada non-distributor. 
- Marketing plan kebanyakan MLM yg saya tahu adalah membangun jaringan sebesar-besarnya, dan bila ini diwujudkan (plan=aktual) maka akan menciptakan kondisi market saturation seperti di proses no.3. 

Kalau dari marketing plan saja, MLM yang seperti ini sudah jelas-jelas sesuatu yang penuh konflik (bangun jaringan seluas mungkin utk menciptakan market saturation), maka sudah jelas bagi kami yang bisa melihat realita ini tidak perlu ikut/menyelami MLM untuk menarik kesimpulan bhw:
   a. MLM itu hanya menguntungkan segelintir pelaku bisnis nya saja (dari internet, ada survey sekitar 0.1% - 2% orang yang sukses di MLM).
   b. MLM itu mencari keuntungan dari kerugian orang lain (downline2 di bawah nya).
  
salam
Koes</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perbandingan Model Bisnis Konvensional vs Model &#8216;Bisnis&#8217; MLM</p>
<p>Bayangkan penduduk bumi cuma ada 10 orang (sebut saja namanya  A sampai J). Si A adalah seorg nelayan. Si B tukang jual ikan. </p>
<p>Kalau kita gambarkan bisnis jual beli ikan dengan memakai model bisnis &#8216;traditional&#8217; (atau &#8216;konvensional&#8217;), maka prosesnya adalah sbb:<br />
1. B membeli ikan dari A, dan A mendapat keuntungan.<br />
2. B menjual ikan ke 8 org sisa penduduk (konsumen) dan B mendapat keuntungan dari situ.<br />
3. Kalaupun B ingin menunjuk distributor baru dlm bisnis ini (katakanlah C), maka B akan jual ikan ke C dengan harga khusus (anggap saja share profit dg C). Baik C maupun B mendapat keuntungan saat menjual ikan ke D-J. </p>
<p>Catatan penting:<br />
- Dg model ini, baik dari sudut individu maupun dari sudut kelompok, seluruh pelaku bisnis (A-C) mendapat keuntungan.<br />
- Marketing plan nya adalah menjual ikan sebanyak-banyaknya ke semua penduduk bumi (kondisi ideal) dan bila ini diwujudkan (plan=aktual) maka akan membawa bagi keuntungan aktual kelompok pelaku bisnis.<br />
- pengangkatan C sbg distributor pun pasti ada pertimbangan value. Selama C memiliki value (misalnya faktor geografis dll) sbg distributor, maka proses 3 bisa tercapai. </p>
<p>Kalau kita gambarkan bisnis jual beli ikan dengan memakai model MLM, maka prosesnya adalah kurang lebih sebagai berikut:<br />
1. B membeli ikan dari A, dan A mendapat keuntungan.<br />
2. Awalnya, B menawarkan sharing profit ke C dan D untuk menjual ikan (C-D menjadi downline B). B mendapatkan keuntungan dari penjualan langsung ke konsumen (E-J) maupun penjualan yang dilakukan downline2 nya.Sedangkan, C dan D mendapatkan keuntungan dari penjualan langsung ke konsumen (E-J).<br />
3. Dlm wkt singkat, C punya downline E,F,G dan D punya downline H, I, J. Seluruh penduduk bumi kini sudah menjadi penjual ikan. Setelah tercapai kondisi ini, kepada siapakah E - J menjual ikan ???<br />
   Dengan asumsi sisi &#8216;konsumtif&#8217; ikan dari para penjual diabaikan, maka kalau proses ini berjalan terus, E - J mengalami kerugian (sebagai pelaku &#8216;bisnis&#8217; MLM ikan ini) namun C-D mungkin masih bisa tetap untung, dan yang jelas B pasti untung. Secara kelompok, karena tidak bisa melakukan penjualan ikan di luar kelompoknya, maka jelas2 ini &#8216;bisnis&#8217; yang merugi.</p>
<p>Catatan penting:<br />
- Kalau MLM yang benar, pencarian downline harus stop sampai di proses no.2, untuk menjamin adanya space utk meraih keuntungan dari<br />
  penjualan ikan kepada non-distributor.<br />
- Marketing plan kebanyakan MLM yg saya tahu adalah membangun jaringan sebesar-besarnya, dan bila ini diwujudkan (plan=aktual) maka akan menciptakan kondisi market saturation seperti di proses no.3. </p>
<p>Kalau dari marketing plan saja, MLM yang seperti ini sudah jelas-jelas sesuatu yang penuh konflik (bangun jaringan seluas mungkin utk menciptakan market saturation), maka sudah jelas bagi kami yang bisa melihat realita ini tidak perlu ikut/menyelami MLM untuk menarik kesimpulan bhw:<br />
   a. MLM itu hanya menguntungkan segelintir pelaku bisnis nya saja (dari internet, ada survey sekitar 0.1% - 2% orang yang sukses di MLM).<br />
   b. MLM itu mencari keuntungan dari kerugian orang lain (downline2 di bawah nya).</p>
<p>salam<br />
Koes</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widhi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579544</link>
		<dc:creator>widhi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 06:40:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579544</guid>
		<description>Menurut saya yang namanya bisnis minimal harus ada:
1. Modal (Fisik &#38; Finansial) yang dikeluarkan dan besarnya relatif (Didunia ini g ada yang namanya makan siang gratis bung)
2. Ada sesuatu yang harus dijual (Produk yang punya nilai manfaat bagi pemakainya/pembelinya)
3. Ada hasil yang berupa keuntungan atau bonus karena transaksi yang dilakukan di no. 2

Jadi jika ada sebuah konsep bisnis yang muncul dan sudah memenuhi 3 hal diatas saya rasa baik itu MLM,NETWORK MARKETING,FRANCHISING,CORPORATION atau jenis2 usaha yang lain itu adalah legal, sah dan bukan suatu usaha penipuan menurut saya.
Tinggal bagaimana kita memilih dari beberapa jenis usaha yang kira-kira cocok buat kita. Bagi yang pintar berdagang mungkin akan lebih memilih Corporasi atau buka usaha kecil2an yang sesuai dg keahlian. Tapi bagi yang tidak pandai berjualan atau bahkan cuma punya sedikit modal mungkin jawabannya hanya Network Marketing. Kesimpulannya semua itu tergantung bagaimana upaya dan kerja keras yang positif yang kita lakukan, tanpa kerja keras apapun usaha yang kita masuki hasilnya 0 besar.

Peace Man !!! :)&gt;-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya yang namanya bisnis minimal harus ada:<br />
1. Modal (Fisik &amp; Finansial) yang dikeluarkan dan besarnya relatif (Didunia ini g ada yang namanya makan siang gratis bung)<br />
2. Ada sesuatu yang harus dijual (Produk yang punya nilai manfaat bagi pemakainya/pembelinya)<br />
3. Ada hasil yang berupa keuntungan atau bonus karena transaksi yang dilakukan di no. 2</p>
<p>Jadi jika ada sebuah konsep bisnis yang muncul dan sudah memenuhi 3 hal diatas saya rasa baik itu MLM,NETWORK MARKETING,FRANCHISING,CORPORATION atau jenis2 usaha yang lain itu adalah legal, sah dan bukan suatu usaha penipuan menurut saya.<br />
Tinggal bagaimana kita memilih dari beberapa jenis usaha yang kira-kira cocok buat kita. Bagi yang pintar berdagang mungkin akan lebih memilih Corporasi atau buka usaha kecil2an yang sesuai dg keahlian. Tapi bagi yang tidak pandai berjualan atau bahkan cuma punya sedikit modal mungkin jawabannya hanya Network Marketing. Kesimpulannya semua itu tergantung bagaimana upaya dan kerja keras yang positif yang kita lakukan, tanpa kerja keras apapun usaha yang kita masuki hasilnya 0 besar.</p>
<p>Peace Man !!! <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: msa</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579519</link>
		<dc:creator>msa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 20:42:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579519</guid>
		<description>MLM kok hebat ya? bisa2nya dia bikin orang penasaran akan hasil yg didapatkan, bisa2 aq jd hantu penasaran, memang orang asia rata2 gampang dibodohin oleh mimpi oleh mimpi2 yg konyol, terutama indonesia, sudah bodoh dibikin bodoh lagi sama MLM:((, tuhan tunjukan jalan bagi bangsa bodoh ini:-w</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MLM kok hebat ya? bisa2nya dia bikin orang penasaran akan hasil yg didapatkan, bisa2 aq jd hantu penasaran, memang orang asia rata2 gampang dibodohin oleh mimpi oleh mimpi2 yg konyol, terutama indonesia, sudah bodoh dibikin bodoh lagi sama MLM<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' />, tuhan tunjukan jalan bagi bangsa bodoh ini<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_waiting.gif' alt='&#58;&#45;&#119;' class='wp-smiley' width='23' height='18' title='&#58;&#45;&#119;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ferdi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579518</link>
		<dc:creator>ferdi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 20:11:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579518</guid>
		<description>MLM, hanya orang pemimpi saja yg menjalankan, tapi tidak pernah memperhatikan etika berbisnis, buktinya sudah kelihatan sekali, aq pernah menjalankan bisnis ini dulu, aq sudah dapet satu orang untuk dijadikan downline(jadi total downlineku 10 orang). Dia kuajak bicara bahwa untuk mencapai sesuatu haruslah bekerja keras. kemudian dia melakukan apa yg kumau, tiap hari dia cari downline, sedangkan hanya aq berdiam diri untuk mendapatkan hasilnya. Tp tiba2 aq berpikir, berarti aq sama saja memanfaatkan dia utk mencapai impianku, dia juga memanfaatkan orang lain utk mencapai impianku, dan seterusnya. kemudian esoknya dia berkata"saya menyerah, saya tidak bisa menjalankan bisnis ini", kemudian saya maklumi itu. terus terang saya jadi merasa g enak menyuruh orang seperti itu, saya santai2 saja, tapi yg lain bekerja keras utk aq. aq malah berpikir, lebih halal kita melakukan usaha sendiri dan denagn modal sendiri :) atau kita jd karyawan, daripada menjalankan bisnis MLM, jd yg aq maksud tidak memperhatikan etika berbisnis seperti itulah, kesannya kita dalam menjalankan bisnis MLM seperti preman, kalo kita tidak mendapatkan korban kita berarti tersingkir dalam bisnis MLM ini. jadi kesimpulanku bisnis ini bisnis yg kejam dan tidak berperikemanusiaan. sory bukannya aq menghujat sana, tapi ini adalah fakta selama aq menjalnkan bisnis MLM ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MLM, hanya orang pemimpi saja yg menjalankan, tapi tidak pernah memperhatikan etika berbisnis, buktinya sudah kelihatan sekali, aq pernah menjalankan bisnis ini dulu, aq sudah dapet satu orang untuk dijadikan downline(jadi total downlineku 10 orang). Dia kuajak bicara bahwa untuk mencapai sesuatu haruslah bekerja keras. kemudian dia melakukan apa yg kumau, tiap hari dia cari downline, sedangkan hanya aq berdiam diri untuk mendapatkan hasilnya. Tp tiba2 aq berpikir, berarti aq sama saja memanfaatkan dia utk mencapai impianku, dia juga memanfaatkan orang lain utk mencapai impianku, dan seterusnya. kemudian esoknya dia berkata&#8221;saya menyerah, saya tidak bisa menjalankan bisnis ini&#8221;, kemudian saya maklumi itu. terus terang saya jadi merasa g enak menyuruh orang seperti itu, saya santai2 saja, tapi yg lain bekerja keras utk aq. aq malah berpikir, lebih halal kita melakukan usaha sendiri dan denagn modal sendiri <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> atau kita jd karyawan, daripada menjalankan bisnis MLM, jd yg aq maksud tidak memperhatikan etika berbisnis seperti itulah, kesannya kita dalam menjalankan bisnis MLM seperti preman, kalo kita tidak mendapatkan korban kita berarti tersingkir dalam bisnis MLM ini. jadi kesimpulanku bisnis ini bisnis yg kejam dan tidak berperikemanusiaan. sory bukannya aq menghujat sana, tapi ini adalah fakta selama aq menjalnkan bisnis MLM ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: WEDHUL GEMBEZ</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579466</link>
		<dc:creator>WEDHUL GEMBEZ</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 07:02:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579466</guid>
		<description>:d:d:d:d:d:d/:d/:d/:d/:x:x:x:x:x:x

HE HE HE HE .... HA HA HA HA ....

Omongane do ra nyambung....

Rebutan balong (tulang)....

awalnya dari tiada menjadi ada -&#62; berarti ada yang menciptakan
setelah ada yaitu sebuah titik
titik itu akhirnya meledak -&#62; menjadi big bang
dengan big bang, maha pencipta menciptakan segalanya, dengan ketepatan, kecepatan, kelengkapan, dan apapun secata maha tepat
setelah itu terjadilah alam raya

maha pencipta menciptakan biji-bijian lebih banyak dari buahnya -&#62; karena DIA sedang mengajari kita HUKUM RATA-RATA
tidak setiap biji dalam buah akan hidup dan tumbuh
yang hiduppun kalao tidak dijaga dan dipelihara akan mati
betapa ribetnya "menghidupkan"
apa yang dihidupkan?
SEMUANYA!!!!!

Semangat hidup, cita-cita, keinginan, berkeluarga, berteman, bermasyarakat, berkehidupan, dll...

apakah semangat hidup akan ada terus???
apakah cita-cita dengan mudah diraih?
apakah keinginan akan terwujud dengan sendirinya???

Semua ada prosesnya..........

Bagi yang sudah bisa melihat gambar 3 Dimensi
dan menjelaskan ke orang lain yang belum bisa melihat
bagaimana gambar 3 Dimensi... Dengan ketulusan dengan kesabaran yang sudah bisa melihat gambar 3 Dimensi mengajak "tetangganya untuk melihat gambar 3D" tetapi tetap gagal atau tidak bisa melihatnya... (saya pernah mengalami hal itu)

Atau memahami kenapa kok orang itu beragama Islam, nasrani, yahudi, dll...

Mbok sampai jebol rambutnya.... sulit....

Atau memahami kenapa orang mau BOM SHAHID/BOM BUNUH DIRI/KAMIKAZE/HARAKIRI/HARAKANAN (HADAP KANAN)... 

Atau memahami kenapa orang kok pakai cadar, celana congklang, berjenggot....

Saya salut dengan CIA, MOSAD, INTELIJEN dari manapun...
Karena mereka mau mendengarkan sampai DETAIL tanpa merasa "ikut" tanpa merasa "mau diikutkan" tanpa setengah-tengah dan mengeklaim sok tahu 100%....
sehingga 1000 data yang seharusnya dimengerti, dilahap semua, mereka berusaha menyimpulkan ketika sudah di "CROSCEK" cek and ricek dan terkumpul mendekati 100%... baru mereka menyimpulkan....

lha wong mendengarkan saja tidak mau.... lalu menyimpulkan sesuai nafsunya...

tapi yang menjelaskan juga banyak yang salah... karena tidak tahu banyak tetapi berusaha menjelaskan... maka orang yang dijelaskan akan MUAK dan MUNTAH-MUNTAH, ALERGI,....

Seperti orang yang baru saja ikut TAEKWONDO, baru sabuk putih saja (2 kali latihan) sudah matanya melotot, menantang orang... padahal yang sudah sabuk hitam dia akan santun dan menunduk...

jadi semuanya bisa salah dan semuanya bisa benar...

Seperti ketika saya dijelaskan kenapa wanita ada yang bercadar hitam, bajunya tersaruk-saruk tanah, hitam lagi... Saya belum meyakini tetapi saya berusaha MENGERTI (karena dalam Al-Quran : "janganlah mencela sesuatu itu secara berlebih-lebihan karena hal itu mungkin besok yang akan anda cintai, dan janganlah mencintai itu berlebih-lebihan karena mungkin hal itu yang akan anda benci")

Cukuplah bagi saya yang telah bertemu tatap muka langsung dengan Ustad Ja'far umar tholib menanyakan tentang yang saya jalankan, juga dengan pernyataan-pernyataan :
Ustad Ali Yafie (mantan ketua MUI), Ustad Dr.KH Miftah Fadidl (ketua MUI Jawa barat), Muhammad Syafii Antonio (Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia), Muhammad Munir Chaudry, Ph.D (Presiden of The Islamic Food &#38; Nutrien of America (IFANCA)), Ustad Hilman Rosyad Shihab, Lc, dan lain-lain dalam suatu kesempatan dialog... Itu lebih berat timbangannya daripada orang-orang emosinal yang menyumpal pintu otaknya karena sering terkena penyakit INHIBISI (penyakit gajah besar yang dirantai kecil tetapi tidak menjebol dan lari karena dulu pernah sakit terkena rantai besar atau belalang yang dimasukkan ke dalam kotak kaca sehingga ketika meloncat dia kena kaca bagian atas, ketika kaca sudah tidak ada maka belalang tetap tidak mau meloncat tinggi-tinggi)... buku acuan : Quantum Ikhlas Erbe sentanu.

Memang bagi yang belum pernah datang ke afganistan maka akan sulit membayangkan bagaimana keadaan afganistan itu yang sebenbarnya... bisanya hanya mengira-ira.... 

Atau seseorang yang asli kota padang, disuruh menjelaskan kepada orang yang belum pernah datang kesana “bagaimana kota padang itu?” saya jamin sulit sekali... satu-satunya jalan ya harus datang kesana... 

Tetapi tergantung juga “pemandunya”, “jalannya”, “materinya”, karena tidak semuanya sama, karena ada juga pemandu yang mengajak masuk jurang atau dia sendiri kebingungan dan belum menguasai jalan dan materinya dan tidak bisa komplit menjelaskan sehingga membuat banyak orang MUAK, MUNTAH-MUNTAH, ALERGI...

Maukah anda diajak ke tempat pelacuran dan tempat aduan ayam jago?

(pasti sebagian besar orang yang sok SUCI pasti tidak mau!!!)

Seharusnya harus mau, kenapa? Karena disana kita tidak ZINA dan JUDI tetapi kita cari antinya atau kita berusaha cari solusinya... minimal cari data-datanya, cari lokasinya, siapa saja orang-orangnya yang terlibat, cari info-infonya...

Walaupun kita semua harus ingat, hukum alam / hukum Tuhan...
Yaitu di dunia ini tidak ada yang mutlak 100% dan tidak ada yang mutlak 0%... 

Dulu ada orang dibunuh gara-gara mengatakan bumi itu mengelilingi matahari... karena itu dianggap menentang ajaran agama... tetapi sekarang mereka baru meyakini bahwa yang benar adalah bumi benar-benar mengelilingi matahari...

Yang paling penting itu mengerti sifat dasar manusia... pemarah, pendengar, penyabar, tidak terbuka, mengeklaim, memaksakan kehendak, sok pinter, sok tahu, ....

Ayo kita berlomba memperbaiki diri masing-masing... tidak ada orang yang sempurna, semuanya... kecuali NABI...

Ada orang yang mati-matian benci koruptor, tetapi jadwal kantor yang seharusnya masuk jam 7 pulang jam 14, orang tersebut masuk jam 9 pulang jam 13, itu juga koruptor!!!, dll... dan orang tersebut mungkin termasuk kita...

Memang semuanya itu tergantung :
Apa yang dijelaskan..
Siapa yang menjelaskan...
Berapa persen yang sudah dijelaskan...
Seberapa paham orang tersebut menyerap penjelasan...
Dan, aslinya materi itu benar atau batil berdasarkan dalil-dalil yang kuat yang disampaikan oleh orang yang sudah benar-benar komplit mempelajarinya bukan orang yang merasa sudah pernah didalamnya... Gampang sekali untuk menge-tes-nya, yaitu dengan menanyainya dan dicarikan padanannya... ketika dia nglantur dan sudah mulai mengarang cerita walaupun dihubung-hubungkan dengan Al-Quran dan Al-Hadist yang sesungguhnya tidak berhubungan, dikarenakan mereka gagal ber-empati karena hawa nafsu amarah karena penyakit INHIBISI maka mereka biasanya tidak bisa mengendalikan dirinya dengan menjelek-jelekkan orang lain, misalnya : kamu melakukan kerjaan haram, nanti hasilnya haram, apakah kamu tidak kasihan anak istrimu diberi uang haram, apalagi uang itu kalau disumbangkan ke masjid maka masjidnya jadi haram, kamu itu matere saja, keduniaan, tidak percaya akhirat, kamu itu menipu, kamu itu dholim, dan-lain-lain... dikiranya yang dituduh itu dungu, bodoh, tidak hati-hati dalam mengkaji, tidak ingin masuk surga, cinta neraka,... wah pokoknya elok deh...

Kalau saya tulis pengetahuan ini, bisa jadi buku yang tebal dan perlu berhari-hari untuk membacanya... 

Saya yakin kalau otak saya berisi apa yang ada dalam benak anda maka saya akan seperti anda... demikian juga kalau pengetahuan anda mengusai apa yang saya kuasai maka anda akan seperti saya...

Di dunia ini ada hukum Tuhan yaitu hukum rata-rata, hukum tidak ada 100% dan tidak ada 0%... 

Di dunia ini apapun diciptakan berpasang-pasangan... ada negatif ada yang positif... Hukum keseimbangan... dengan berpegang hukum Tuhan maka orang yang menguasainya akan selalu tenang, InsyaAllah... 

Sementara ini yang saya yakini.... :

Pikiran melahirkan perkataan, perkataan membentuk kenyataan
Apa yang selalu dipikirkan dan dikatakan itulah yang terjadi dalam kehidupan kita.
Pikiran dan perkataan lebih kuat dari nasib bahkan takdir.
Banyak manusia menjalani hidup yang buruk karena mereka mematok nasib mereka sendiri melalui pikiran dan perkataannya.
Dengan mempelajari sifat-sifat dasar manusia maka kita akan tahu mutu manusia tersebut, misalnya :
Tidak terbuka, sok pinter, sok tahu, tidak mau kalah, menyumpal otaknya agar tidak bisa dimasuki ilmu pengetahuan, mengejar nikmat menghindari sengsara, senang membicarakan diri sendiri, tidak mau beramal yang kelihatannya rugi (misal: sedekah, investasi,dll), ikut-ikutan tanpa dasar yang kuat sehingga mudah roboh terkena angin kecil, kalau otaknya tidak sampai maka bisanya menjelek-jelekkan kepada orang yang mampu mengerti,dll 
Banyak yang tidak faham banyak memberi akan banyak menerima (memberi info, memberi pengetahuan, memberi kasih sayang, membimbing dengan sabar dan ikhlas, memberi pertolongan memberi sedekah, memberi kesabaran,dll) (kalau memberi amarah maka akan panen amarah, kalau memberi pengertian dengan sabar maka akan panen pengertian yang sabar,dll) (jangan mengharapkan sesuatu kalau belum memberi) (menyemai benih padi dan merawatnya maka akan panen padi) = HUKUM TARIK MENARIK. Bersyukur lebih baik daripada meminta (kalau orang mensyukuri nikmat maka nikmatnya akan ditambah, secara ilmu pengetahuan kalau orang itu bersyukur maka wajahnya berseri-seri, omongannya berseri-seri, matanya cerah, sehingga orang tidak muak untuk bertemu dan tidak memancarkan amarah) kalau meminta-minta terus kepada Tuhan tanpa mensyukuri yang Tuhan telah berikan maka wajah orang tersebut akan muram durjana, marah, gelisah, stres, dan orang lainpun takut untuk bertemu), banyak orang bilang kejujuran tetapi tidak jujur terhadap dirinya,...

Hadist : duduk sejenak (i’tikaf) lebih baik daripada beribadah 60 tahun. 

Banyak orang yang tidak kuat mendengarkan penjelasan, padahal mendengarkan penjelasan itu tidak menyebabkan mati, tidak menyebabkan hilang uangnya, tidak menyebabkan masuk angin, tidak menyebabkan kerugian... padahal yang di dapat adalah keuntungan... 
Lha kalau yang di jelaskan dan diomongkan adalah batil bagaimana?
Tetap dengarkan dahulu, lalu catatlah pertanyaan kunci-kuncinya sehingga oarng itu terpojok dan kalah dan sadar secara damai...
Dan tetap berlangsunglah persaudaraan...
JANGAN LANGSUNG DIBUNUH!!!

Ada satu hal yang saya merasa bersalah, yaitu saya belum bisa mengemukakan semuanya... butuh proses... butuh waktu... dan InsyaALLAH saya akan menjelaskan lebih lanjut...   

Bagi yang ingin menyambung POSIVE FEELING bisa ke feeling.positive@gmail.com
Saya sangat berharap aura posif anda, pikiran positif anda, apapun yang positif dari anda, gelombang alfa anda.... saya mohon bimbingan para guru yang baik, agar latihan saya untuk berlatih terus-menerus mencapai positive feeling cepat berhasil...

Amin amin ya robbal ‘Alamiin

Trimakasih.............................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />/<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />/<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />/<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />/<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_love.gif' alt='&#58;&#120;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#120;' /></p>
<p>HE HE HE HE &#8230;. HA HA HA HA &#8230;.</p>
<p>Omongane do ra nyambung&#8230;.</p>
<p>Rebutan balong (tulang)&#8230;.</p>
<p>awalnya dari tiada menjadi ada -&gt; berarti ada yang menciptakan<br />
setelah ada yaitu sebuah titik<br />
titik itu akhirnya meledak -&gt; menjadi big bang<br />
dengan big bang, maha pencipta menciptakan segalanya, dengan ketepatan, kecepatan, kelengkapan, dan apapun secata maha tepat<br />
setelah itu terjadilah alam raya</p>
<p>maha pencipta menciptakan biji-bijian lebih banyak dari buahnya -&gt; karena DIA sedang mengajari kita HUKUM RATA-RATA<br />
tidak setiap biji dalam buah akan hidup dan tumbuh<br />
yang hiduppun kalao tidak dijaga dan dipelihara akan mati<br />
betapa ribetnya &#8220;menghidupkan&#8221;<br />
apa yang dihidupkan?<br />
SEMUANYA!!!!!</p>
<p>Semangat hidup, cita-cita, keinginan, berkeluarga, berteman, bermasyarakat, berkehidupan, dll&#8230;</p>
<p>apakah semangat hidup akan ada terus???<br />
apakah cita-cita dengan mudah diraih?<br />
apakah keinginan akan terwujud dengan sendirinya???</p>
<p>Semua ada prosesnya&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Bagi yang sudah bisa melihat gambar 3 Dimensi<br />
dan menjelaskan ke orang lain yang belum bisa melihat<br />
bagaimana gambar 3 Dimensi&#8230; Dengan ketulusan dengan kesabaran yang sudah bisa melihat gambar 3 Dimensi mengajak &#8220;tetangganya untuk melihat gambar 3D&#8221; tetapi tetap gagal atau tidak bisa melihatnya&#8230; (saya pernah mengalami hal itu)</p>
<p>Atau memahami kenapa kok orang itu beragama Islam, nasrani, yahudi, dll&#8230;</p>
<p>Mbok sampai jebol rambutnya&#8230;. sulit&#8230;.</p>
<p>Atau memahami kenapa orang mau BOM SHAHID/BOM BUNUH DIRI/KAMIKAZE/HARAKIRI/HARAKANAN (HADAP KANAN)&#8230; </p>
<p>Atau memahami kenapa orang kok pakai cadar, celana congklang, berjenggot&#8230;.</p>
<p>Saya salut dengan CIA, MOSAD, INTELIJEN dari manapun&#8230;<br />
Karena mereka mau mendengarkan sampai DETAIL tanpa merasa &#8220;ikut&#8221; tanpa merasa &#8220;mau diikutkan&#8221; tanpa setengah-tengah dan mengeklaim sok tahu 100%&#8230;.<br />
sehingga 1000 data yang seharusnya dimengerti, dilahap semua, mereka berusaha menyimpulkan ketika sudah di &#8220;CROSCEK&#8221; cek and ricek dan terkumpul mendekati 100%&#8230; baru mereka menyimpulkan&#8230;.</p>
<p>lha wong mendengarkan saja tidak mau&#8230;. lalu menyimpulkan sesuai nafsunya&#8230;</p>
<p>tapi yang menjelaskan juga banyak yang salah&#8230; karena tidak tahu banyak tetapi berusaha menjelaskan&#8230; maka orang yang dijelaskan akan MUAK dan MUNTAH-MUNTAH, ALERGI,&#8230;.</p>
<p>Seperti orang yang baru saja ikut TAEKWONDO, baru sabuk putih saja (2 kali latihan) sudah matanya melotot, menantang orang&#8230; padahal yang sudah sabuk hitam dia akan santun dan menunduk&#8230;</p>
<p>jadi semuanya bisa salah dan semuanya bisa benar&#8230;</p>
<p>Seperti ketika saya dijelaskan kenapa wanita ada yang bercadar hitam, bajunya tersaruk-saruk tanah, hitam lagi&#8230; Saya belum meyakini tetapi saya berusaha MENGERTI (karena dalam Al-Quran : &#8220;janganlah mencela sesuatu itu secara berlebih-lebihan karena hal itu mungkin besok yang akan anda cintai, dan janganlah mencintai itu berlebih-lebihan karena mungkin hal itu yang akan anda benci&#8221;)</p>
<p>Cukuplah bagi saya yang telah bertemu tatap muka langsung dengan Ustad Ja&#8217;far umar tholib menanyakan tentang yang saya jalankan, juga dengan pernyataan-pernyataan :<br />
Ustad Ali Yafie (mantan ketua MUI), Ustad Dr.KH Miftah Fadidl (ketua MUI Jawa barat), Muhammad Syafii Antonio (Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia), Muhammad Munir Chaudry, Ph.D (Presiden of The Islamic Food &amp; Nutrien of America (IFANCA)), Ustad Hilman Rosyad Shihab, Lc, dan lain-lain dalam suatu kesempatan dialog&#8230; Itu lebih berat timbangannya daripada orang-orang emosinal yang menyumpal pintu otaknya karena sering terkena penyakit INHIBISI (penyakit gajah besar yang dirantai kecil tetapi tidak menjebol dan lari karena dulu pernah sakit terkena rantai besar atau belalang yang dimasukkan ke dalam kotak kaca sehingga ketika meloncat dia kena kaca bagian atas, ketika kaca sudah tidak ada maka belalang tetap tidak mau meloncat tinggi-tinggi)&#8230; buku acuan : Quantum Ikhlas Erbe sentanu.</p>
<p>Memang bagi yang belum pernah datang ke afganistan maka akan sulit membayangkan bagaimana keadaan afganistan itu yang sebenbarnya&#8230; bisanya hanya mengira-ira&#8230;. </p>
<p>Atau seseorang yang asli kota padang, disuruh menjelaskan kepada orang yang belum pernah datang kesana “bagaimana kota padang itu?” saya jamin sulit sekali&#8230; satu-satunya jalan ya harus datang kesana&#8230; </p>
<p>Tetapi tergantung juga “pemandunya”, “jalannya”, “materinya”, karena tidak semuanya sama, karena ada juga pemandu yang mengajak masuk jurang atau dia sendiri kebingungan dan belum menguasai jalan dan materinya dan tidak bisa komplit menjelaskan sehingga membuat banyak orang MUAK, MUNTAH-MUNTAH, ALERGI&#8230;</p>
<p>Maukah anda diajak ke tempat pelacuran dan tempat aduan ayam jago?</p>
<p>(pasti sebagian besar orang yang sok SUCI pasti tidak mau!!!)</p>
<p>Seharusnya harus mau, kenapa? Karena disana kita tidak ZINA dan JUDI tetapi kita cari antinya atau kita berusaha cari solusinya&#8230; minimal cari data-datanya, cari lokasinya, siapa saja orang-orangnya yang terlibat, cari info-infonya&#8230;</p>
<p>Walaupun kita semua harus ingat, hukum alam / hukum Tuhan&#8230;<br />
Yaitu di dunia ini tidak ada yang mutlak 100% dan tidak ada yang mutlak 0%&#8230; </p>
<p>Dulu ada orang dibunuh gara-gara mengatakan bumi itu mengelilingi matahari&#8230; karena itu dianggap menentang ajaran agama&#8230; tetapi sekarang mereka baru meyakini bahwa yang benar adalah bumi benar-benar mengelilingi matahari&#8230;</p>
<p>Yang paling penting itu mengerti sifat dasar manusia&#8230; pemarah, pendengar, penyabar, tidak terbuka, mengeklaim, memaksakan kehendak, sok pinter, sok tahu, &#8230;.</p>
<p>Ayo kita berlomba memperbaiki diri masing-masing&#8230; tidak ada orang yang sempurna, semuanya&#8230; kecuali NABI&#8230;</p>
<p>Ada orang yang mati-matian benci koruptor, tetapi jadwal kantor yang seharusnya masuk jam 7 pulang jam 14, orang tersebut masuk jam 9 pulang jam 13, itu juga koruptor!!!, dll&#8230; dan orang tersebut mungkin termasuk kita&#8230;</p>
<p>Memang semuanya itu tergantung :<br />
Apa yang dijelaskan..<br />
Siapa yang menjelaskan&#8230;<br />
Berapa persen yang sudah dijelaskan&#8230;<br />
Seberapa paham orang tersebut menyerap penjelasan&#8230;<br />
Dan, aslinya materi itu benar atau batil berdasarkan dalil-dalil yang kuat yang disampaikan oleh orang yang sudah benar-benar komplit mempelajarinya bukan orang yang merasa sudah pernah didalamnya&#8230; Gampang sekali untuk menge-tes-nya, yaitu dengan menanyainya dan dicarikan padanannya&#8230; ketika dia nglantur dan sudah mulai mengarang cerita walaupun dihubung-hubungkan dengan Al-Quran dan Al-Hadist yang sesungguhnya tidak berhubungan, dikarenakan mereka gagal ber-empati karena hawa nafsu amarah karena penyakit INHIBISI maka mereka biasanya tidak bisa mengendalikan dirinya dengan menjelek-jelekkan orang lain, misalnya : kamu melakukan kerjaan haram, nanti hasilnya haram, apakah kamu tidak kasihan anak istrimu diberi uang haram, apalagi uang itu kalau disumbangkan ke masjid maka masjidnya jadi haram, kamu itu matere saja, keduniaan, tidak percaya akhirat, kamu itu menipu, kamu itu dholim, dan-lain-lain&#8230; dikiranya yang dituduh itu dungu, bodoh, tidak hati-hati dalam mengkaji, tidak ingin masuk surga, cinta neraka,&#8230; wah pokoknya elok deh&#8230;</p>
<p>Kalau saya tulis pengetahuan ini, bisa jadi buku yang tebal dan perlu berhari-hari untuk membacanya&#8230; </p>
<p>Saya yakin kalau otak saya berisi apa yang ada dalam benak anda maka saya akan seperti anda&#8230; demikian juga kalau pengetahuan anda mengusai apa yang saya kuasai maka anda akan seperti saya&#8230;</p>
<p>Di dunia ini ada hukum Tuhan yaitu hukum rata-rata, hukum tidak ada 100% dan tidak ada 0%&#8230; </p>
<p>Di dunia ini apapun diciptakan berpasang-pasangan&#8230; ada negatif ada yang positif&#8230; Hukum keseimbangan&#8230; dengan berpegang hukum Tuhan maka orang yang menguasainya akan selalu tenang, InsyaAllah&#8230; </p>
<p>Sementara ini yang saya yakini&#8230;. :</p>
<p>Pikiran melahirkan perkataan, perkataan membentuk kenyataan<br />
Apa yang selalu dipikirkan dan dikatakan itulah yang terjadi dalam kehidupan kita.<br />
Pikiran dan perkataan lebih kuat dari nasib bahkan takdir.<br />
Banyak manusia menjalani hidup yang buruk karena mereka mematok nasib mereka sendiri melalui pikiran dan perkataannya.<br />
Dengan mempelajari sifat-sifat dasar manusia maka kita akan tahu mutu manusia tersebut, misalnya :<br />
Tidak terbuka, sok pinter, sok tahu, tidak mau kalah, menyumpal otaknya agar tidak bisa dimasuki ilmu pengetahuan, mengejar nikmat menghindari sengsara, senang membicarakan diri sendiri, tidak mau beramal yang kelihatannya rugi (misal: sedekah, investasi,dll), ikut-ikutan tanpa dasar yang kuat sehingga mudah roboh terkena angin kecil, kalau otaknya tidak sampai maka bisanya menjelek-jelekkan kepada orang yang mampu mengerti,dll<br />
Banyak yang tidak faham banyak memberi akan banyak menerima (memberi info, memberi pengetahuan, memberi kasih sayang, membimbing dengan sabar dan ikhlas, memberi pertolongan memberi sedekah, memberi kesabaran,dll) (kalau memberi amarah maka akan panen amarah, kalau memberi pengertian dengan sabar maka akan panen pengertian yang sabar,dll) (jangan mengharapkan sesuatu kalau belum memberi) (menyemai benih padi dan merawatnya maka akan panen padi) = HUKUM TARIK MENARIK. Bersyukur lebih baik daripada meminta (kalau orang mensyukuri nikmat maka nikmatnya akan ditambah, secara ilmu pengetahuan kalau orang itu bersyukur maka wajahnya berseri-seri, omongannya berseri-seri, matanya cerah, sehingga orang tidak muak untuk bertemu dan tidak memancarkan amarah) kalau meminta-minta terus kepada Tuhan tanpa mensyukuri yang Tuhan telah berikan maka wajah orang tersebut akan muram durjana, marah, gelisah, stres, dan orang lainpun takut untuk bertemu), banyak orang bilang kejujuran tetapi tidak jujur terhadap dirinya,&#8230;</p>
<p>Hadist : duduk sejenak (i’tikaf) lebih baik daripada beribadah 60 tahun. </p>
<p>Banyak orang yang tidak kuat mendengarkan penjelasan, padahal mendengarkan penjelasan itu tidak menyebabkan mati, tidak menyebabkan hilang uangnya, tidak menyebabkan masuk angin, tidak menyebabkan kerugian&#8230; padahal yang di dapat adalah keuntungan&#8230;<br />
Lha kalau yang di jelaskan dan diomongkan adalah batil bagaimana?<br />
Tetap dengarkan dahulu, lalu catatlah pertanyaan kunci-kuncinya sehingga oarng itu terpojok dan kalah dan sadar secara damai&#8230;<br />
Dan tetap berlangsunglah persaudaraan&#8230;<br />
JANGAN LANGSUNG DIBUNUH!!!</p>
<p>Ada satu hal yang saya merasa bersalah, yaitu saya belum bisa mengemukakan semuanya&#8230; butuh proses&#8230; butuh waktu&#8230; dan InsyaALLAH saya akan menjelaskan lebih lanjut&#8230;   </p>
<p>Bagi yang ingin menyambung POSIVE FEELING bisa ke <a href="mailto:feeling.positive@gmail.com">feeling.positive@gmail.com</a><br />
Saya sangat berharap aura posif anda, pikiran positif anda, apapun yang positif dari anda, gelombang alfa anda&#8230;. saya mohon bimbingan para guru yang baik, agar latihan saya untuk berlatih terus-menerus mencapai positive feeling cepat berhasil&#8230;</p>
<p>Amin amin ya robbal ‘Alamiin</p>
<p>Trimakasih&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anung</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579249</link>
		<dc:creator>anung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 11:07:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579249</guid>
		<description>Dalam kaca mata bisnis, sebuah unit bisnis normal tentu menggunakan konsep kontinyuitas. Artinya bisnis tidak dibatasi dalam kurun waktu tertentu namun justru berkembang terus. Kembali ke masing-masing lagi, apakah sudah cukup dengan kondisi saat ini saja, sementara pesaing juga bermunculan. Review atas rencana bisnis bisa dilakukan dalam kurun waktu tertentu, namun bisnis itu sendiri tidak berhenti. Kecuali memang ada yang menginginkannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kaca mata bisnis, sebuah unit bisnis normal tentu menggunakan konsep kontinyuitas. Artinya bisnis tidak dibatasi dalam kurun waktu tertentu namun justru berkembang terus. Kembali ke masing-masing lagi, apakah sudah cukup dengan kondisi saat ini saja, sementara pesaing juga bermunculan. Review atas rencana bisnis bisa dilakukan dalam kurun waktu tertentu, namun bisnis itu sendiri tidak berhenti. Kecuali memang ada yang menginginkannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579226</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 14:45:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579226</guid>
		<description>#642:

&lt;blockquote&gt;
wajar kan ? now tinggal memposisikan diri aja, mau diposisi mana ? atas ? bawah ? semua posisi sudah tersedia di marketing plannya.
&lt;/blockquote&gt;

tentu saja tidak wajar :). hubungan antar distributor bukanlah hubungan yang saling menguntungkan. keuntungan seorang distributor hampir bisa dipastikan hanya berasal dari kerugian distributor yang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#642:</p>
<blockquote><p>
wajar kan ? now tinggal memposisikan diri aja, mau diposisi mana ? atas ? bawah ? semua posisi sudah tersedia di marketing plannya.
</p></blockquote>
<p>tentu saja tidak wajar <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />. hubungan antar distributor bukanlah hubungan yang saling menguntungkan. keuntungan seorang distributor hampir bisa dipastikan hanya berasal dari kerugian distributor yang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anung</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579219</link>
		<dc:creator>anung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 10:32:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579219</guid>
		<description>wajar kan ? now tinggal memposisikan diri aja, mau diposisi mana ? atas ? bawah ? semua posisi sudah tersedia di marketing plannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wajar kan ? now tinggal memposisikan diri aja, mau diposisi mana ? atas ? bawah ? semua posisi sudah tersedia di marketing plannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/#comment-579212</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 17:40:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=699#comment-579212</guid>
		<description>#639:

&lt;blockquote&gt;
Adalah mereka yang mampu menjual dalam omset besar dan sesuai dengan Marketing Plan. Saya sering ulas ke downline saya, bahwa untuk mencapai omset besar dan komisi besar harus dengan kerja keras. Agar sesuai dengan marketing plan. Hasil tidak akan besar bila tidak sesuai marketing plan. Bagus kan ?
&lt;/blockquote&gt;

itu kan janjinya :P. sayangnya kebanyakan pelaku MLM tidak dapat melihat lebih jauh dari janji yang diberikan. dari sekian banyak orang2 yang kerja keras mengikuti marketing plannya, 90%+ akan gagal. gagalnya bukan karena kurang kerasa usahanya, tapi karena secara sistematis sudah dirancang untuk seperti itu dalam marketing plannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#639:</p>
<blockquote><p>
Adalah mereka yang mampu menjual dalam omset besar dan sesuai dengan Marketing Plan. Saya sering ulas ke downline saya, bahwa untuk mencapai omset besar dan komisi besar harus dengan kerja keras. Agar sesuai dengan marketing plan. Hasil tidak akan besar bila tidak sesuai marketing plan. Bagus kan ?
</p></blockquote>
<p>itu kan janjinya <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' />. sayangnya kebanyakan pelaku MLM tidak dapat melihat lebih jauh dari janji yang diberikan. dari sekian banyak orang2 yang kerja keras mengikuti marketing plannya, 90%+ akan gagal. gagalnya bukan karena kurang kerasa usahanya, tapi karena secara sistematis sudah dirancang untuk seperti itu dalam marketing plannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
