<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kalender Hijriah</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 21:22:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: agus</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-579445</link>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 07:05:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-579445</guid>
		<description>stujuuuu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>stujuuuu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arief Billah</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-275236</link>
		<dc:creator>Arief Billah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2006 22:40:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-275236</guid>
		<description>Sudah qoth'i, kenapa perintah Allah masih jg diutak atik dg akal. Kenapa juga akal qta gak juga "islam" di depan Sang Maha Akal? Lebih banyak hal2 yg membutuhkan karunia akal qta.. untuk semakin taqoruban ilallah. Kalo mslh ada/tdknya bulan, ya jelas ada terus to.. berarti kan tdk gaib, keliatan terus, wong eksis melayang di tatasurya qta. Tergantung qta ngliatnya dimana. ah,andaikata aku jd astronot menginjakkan kaki di bulan, aku akan bilang: kau jadi media cobaan n ujian dari Allah untuk tunduk/tdknya umat muslim pada ayat salah satu tanda kebesaran dan keagungan Sang Khalik. Allahu Akbar. Hingga akan sampai suatu saat, kebenaran ibarat selembar bulu putih diantara jutaan bulu hitam di onta hitam. Lindungi aku Ya Allah ... dari dera rasioku yang liar. Realita, selamanya diatas logika. Allahu Akbar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah qoth&#8217;i, kenapa perintah Allah masih jg diutak atik dg akal. Kenapa juga akal qta gak juga &#8220;islam&#8221; di depan Sang Maha Akal? Lebih banyak hal2 yg membutuhkan karunia akal qta.. untuk semakin taqoruban ilallah. Kalo mslh ada/tdknya bulan, ya jelas ada terus to.. berarti kan tdk gaib, keliatan terus, wong eksis melayang di tatasurya qta. Tergantung qta ngliatnya dimana. ah,andaikata aku jd astronot menginjakkan kaki di bulan, aku akan bilang: kau jadi media cobaan n ujian dari Allah untuk tunduk/tdknya umat muslim pada ayat salah satu tanda kebesaran dan keagungan Sang Khalik. Allahu Akbar. Hingga akan sampai suatu saat, kebenaran ibarat selembar bulu putih diantara jutaan bulu hitam di onta hitam. Lindungi aku Ya Allah &#8230; dari dera rasioku yang liar. Realita, selamanya diatas logika. Allahu Akbar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wahyu</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-266973</link>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2006 03:49:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-266973</guid>
		<description>pepatah orang swiss : Matahari adalah petunjuk waktu yang jelek</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pepatah orang swiss : Matahari adalah petunjuk waktu yang jelek</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: heri</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-261817</link>
		<dc:creator>heri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2006 16:23:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-261817</guid>
		<description>1st Ramadhan Spirit...

SEMANGAT terus menjalankan ibadah puasa...seperti saat hari pertama berpuasa di bulan Ramadhan, bukannya tambah males2an...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1st Ramadhan Spirit&#8230;</p>
<p>SEMANGAT terus menjalankan ibadah puasa&#8230;seperti saat hari pertama berpuasa di bulan Ramadhan, bukannya tambah males2an&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Exkuwin</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-256241</link>
		<dc:creator>Exkuwin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2006 13:24:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-256241</guid>
		<description>Selamat berpusa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat berpusa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bondha</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-256061</link>
		<dc:creator>Bondha</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2006 03:49:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-256061</guid>
		<description>#56 Setuju ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#56 Setuju <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-254899</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 11:15:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-254899</guid>
		<description>#56: iya, no problem. untuk waktu shalat pun kita pakai melihat posisi matahari. untuk puasa pun begitu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#56: iya, no problem. untuk waktu shalat pun kita pakai melihat posisi matahari. untuk puasa pun begitu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: romadhoni</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-254748</link>
		<dc:creator>romadhoni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 06:12:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-254748</guid>
		<description>Ini bukan masalah tradisional atau tidak. Ini masalah mengikuti sunnah atau tidak. Di jaman rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam sudah ada hitungan tengan astronomis bahkan hitungan kapan bulan tersebut muncul dan lainnya. Tapi rasululloh shallallahu'alaihi wa sallam tetap menyuruh melihat bulan. Kalau seandainya memang itu adalah sebuah hal yang dipikir tidak maju, maka sama saja pendapatnya dengan ini.
"Kalau berwudlu kenapa sepatu bagian bawah tidak diusap, kenapa harus yang bagian atas yang diusap?"
Alloh telah menentukan waktu yang tepat, adapun perbedaan tentang hari pertama bulan itu sudah ada sejak jaman para shohabat, ada 2 sebab:
1. Letak Geografis daerah tempat tinggal.
2. Tidak diketahuinya bahwa ada orang yang melihat bulan sehingga dia puasa yang lainnya belum.
3. Awal puasa dan awal Idul Fitri adalah ibadah, ibadah berasal dari Alloh dan Rasul-Nya. Hadits tentang melihat bulan banyak, dan tidak pernah dicontohkan untuk memakai ilmu hisab dalam menentukan awal dan akhir Romadhon. Lalu kepada dalil yang mana kita harus berpegang dalam menggunakan hisab untuk menentukan?
4. Yang ada contohnya sudah ada, adapun yang tidak ada contohnya apakah benar akan selamat?
Wallahu'alam bishawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan masalah tradisional atau tidak. Ini masalah mengikuti sunnah atau tidak. Di jaman rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa sallam sudah ada hitungan tengan astronomis bahkan hitungan kapan bulan tersebut muncul dan lainnya. Tapi rasululloh shallallahu&#8217;alaihi wa sallam tetap menyuruh melihat bulan. Kalau seandainya memang itu adalah sebuah hal yang dipikir tidak maju, maka sama saja pendapatnya dengan ini.<br />
&#8220;Kalau berwudlu kenapa sepatu bagian bawah tidak diusap, kenapa harus yang bagian atas yang diusap?&#8221;<br />
Alloh telah menentukan waktu yang tepat, adapun perbedaan tentang hari pertama bulan itu sudah ada sejak jaman para shohabat, ada 2 sebab:<br />
1. Letak Geografis daerah tempat tinggal.<br />
2. Tidak diketahuinya bahwa ada orang yang melihat bulan sehingga dia puasa yang lainnya belum.<br />
3. Awal puasa dan awal Idul Fitri adalah ibadah, ibadah berasal dari Alloh dan Rasul-Nya. Hadits tentang melihat bulan banyak, dan tidak pernah dicontohkan untuk memakai ilmu hisab dalam menentukan awal dan akhir Romadhon. Lalu kepada dalil yang mana kita harus berpegang dalam menggunakan hisab untuk menentukan?<br />
4. Yang ada contohnya sudah ada, adapun yang tidak ada contohnya apakah benar akan selamat?<br />
Wallahu&#8217;alam bishawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: denden</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-254700</link>
		<dc:creator>denden</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2006 04:25:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-254700</guid>
		<description>Selalu diatas 50 hiks hiks.. baru puasa ketiga dah lewat sahurnya.... :((</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu diatas 50 hiks hiks.. baru puasa ketiga dah lewat sahurnya&#8230;. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-254333</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2006 15:52:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-254333</guid>
		<description>#53:

&lt;blockquote&gt;
Kita bisa tahu bahwa ini adalah tanggal 1 secara tepat dengan melihat penampakan bulan (hilal) di langit.
&lt;/blockquote&gt;

ini juga kekurangan penanggalan hijriah secara tradisional. penampakan bulan itu relatif terhadap letak geografis, kondisi cuaca, kontur permukaan, penggunaan alat bantu dsb. jadi antara satu tempat dengan tempat lain bisa berbeda tanggalnya. kalau ingin sama, maka tetap harus pakai perhitungan astronomis.

kelebihan kalender lunar menurut saya adalah selamanya perhitungannya tidak akan 'drift'. jadi sama sekali tidak membutuhkan koreksi setiap beberapa abad, koreksi akan otomatis dilakukan setiap bulannya, apapun metode yang digunakan untuk menentukan bulan baru.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#53:</p>
<blockquote><p>
Kita bisa tahu bahwa ini adalah tanggal 1 secara tepat dengan melihat penampakan bulan (hilal) di langit.
</p></blockquote>
<p>ini juga kekurangan penanggalan hijriah secara tradisional. penampakan bulan itu relatif terhadap letak geografis, kondisi cuaca, kontur permukaan, penggunaan alat bantu dsb. jadi antara satu tempat dengan tempat lain bisa berbeda tanggalnya. kalau ingin sama, maka tetap harus pakai perhitungan astronomis.</p>
<p>kelebihan kalender lunar menurut saya adalah selamanya perhitungannya tidak akan &#8216;drift&#8217;. jadi sama sekali tidak membutuhkan koreksi setiap beberapa abad, koreksi akan otomatis dilakukan setiap bulannya, apapun metode yang digunakan untuk menentukan bulan baru.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Panji</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-254297</link>
		<dc:creator>Panji</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2006 15:05:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-254297</guid>
		<description>Keunggulan kalender Hijriyah bisa mengukur waktu secara tepat. Kita bisa tahu bahwa ini adalah tanggal 1 secara  tepat dengan melihat penampakan bulan (hilal) di langit. Jadi, tidak perlu ada koreksi hitungan kalender karena waktunya selalu sesuai.
Sedangkan kalender masehi memiliki kelemahan mendasar bahwa tidak bisa mengukur waktu secara tepat (kecuali menggunakan ilmu astronomi dan alat yang canggih). Contohnya sederhana, apakah posisi bumi terhadap matahari pada tanggal 1 Agustus 2005 sama seperti pada 1 Agustus 2006? Orang awam tidak mudah mengukurnya.
Ini masalah penting, karena posisi bumi terhadap matahari menentukan musim di bumi. Kalau perhitungan tersebut meleset, peramalan musim juga meleset. Bisa jadi secara tidak sadar, ada pergeseran musim karena perhitungan waktu yang tidak tepat.
Saat ini, kalender masehi dikoreksi secara rutin setiap empat tahun, yakni pada tahun kabisat dengan memambahkan bulan pebruari menjadi 29 hari (biasanya 28 hari).
Selain itu, para ahli astronomi terus memantau "penyimpangan" posisi bumi terhadap matahari  sehingga suatu saat akan dilakukan revisi tahun masehi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keunggulan kalender Hijriyah bisa mengukur waktu secara tepat. Kita bisa tahu bahwa ini adalah tanggal 1 secara  tepat dengan melihat penampakan bulan (hilal) di langit. Jadi, tidak perlu ada koreksi hitungan kalender karena waktunya selalu sesuai.<br />
Sedangkan kalender masehi memiliki kelemahan mendasar bahwa tidak bisa mengukur waktu secara tepat (kecuali menggunakan ilmu astronomi dan alat yang canggih). Contohnya sederhana, apakah posisi bumi terhadap matahari pada tanggal 1 Agustus 2005 sama seperti pada 1 Agustus 2006? Orang awam tidak mudah mengukurnya.<br />
Ini masalah penting, karena posisi bumi terhadap matahari menentukan musim di bumi. Kalau perhitungan tersebut meleset, peramalan musim juga meleset. Bisa jadi secara tidak sadar, ada pergeseran musim karena perhitungan waktu yang tidak tepat.<br />
Saat ini, kalender masehi dikoreksi secara rutin setiap empat tahun, yakni pada tahun kabisat dengan memambahkan bulan pebruari menjadi 29 hari (biasanya 28 hari).<br />
Selain itu, para ahli astronomi terus memantau &#8220;penyimpangan&#8221; posisi bumi terhadap matahari  sehingga suatu saat akan dilakukan revisi tahun masehi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rendy</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/09/24/kalender-hijriah/#comment-254132</link>
		<dc:creator>rendy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2006 10:03:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=700#comment-254132</guid>
		<description>selamat puasa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat puasa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
