3 October 2006

Kalkulator di Kelas

Posted under: at 23:36

Kalkulator

Sewaktu kuliah dulu saya sering mengklasifikasikan pengajar ke dalam tiga kelompok: pengajar konservatif, pengajar moderat dan pengajar liberal. Dalam urusan penggunaan kalkulator, pengajar liberal cenderung mengizinkan dan bahkan menganjurkan penggunaan kalkulator, termasuk sewaktu ujian. Pengajar konservatif cenderung untuk melarang segala jenis alat bantu elektronik, termasuk di antaranya kalkulator. Sedangkan pengajar moderat berada di antara kedua titik ekstrim tersebut, terkadang mengizinkan dan terkadang tidak mengizinkan tergantung pada situasi.

Kemarin saya mengunjungi Electronic City, dan salah satu yang saya perhatikan adalah promosi produk kalkulator merk Casio. Promosi tersebut terlihat menarik perhatian mengingat kalkulator bukanlah produk yang umum dipasarkan di Electronic City. Casio memromosikan produk-produk kalkulator dengan slogan ‘Support Classroom with Technology’ yang tentunya berniat untuk memasarkan produk mereka sebagai alat bantu di kelas.

Kalkulator yang ditawarkan memiliki banyak fitur, di antaranya tampilan yang ‘natural’, penyelesaian persamaan secara langkah demi langkah, dan fasilitas grafik. Hasil yang didapatkan juga bukan dalam bentuk bilangan desimal, tetapi dalam bentuk yang ‘natural’ seperti halnya jika persamaan tersebut dikerjakan oleh manusia. Kalkulator dengan teknologi tersebut memang sudah ada sejak dulu (sekitar tahun 2000 kalau tidak salah), tetapi tidak seperti dulu, sekarang kalkulator-kalkulator tersebut sudah bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau.

Saya kuatir pengajar tidak cukup cepat untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi kalkulator kelas, dan melihat kalkulator lebih sebagai alat untuk melakukan kecurangan ketimbang alat bantu pengajaran. Bisa jadi pengajar-pengajar yang dulunya moderat kini menjadi antipati terhadap kalkulator dan melarang segala jenis kalkulator di kelas. Padahal berbagai penelitian membuktikan bahwa penggunaan kalkulator grafik di kelas membawa manfaat yang signifikan. Di Amerika Serikat sendiri, organisasi pengajar matematika NCTM dengan gencar memromosikan penggunaan kalkulator di kelas.

Ujian masuk perguruan tinggi di Amerika Serikat, SAT menganjurkan penggunaan kalkulator. Sebaliknya, SPMB di Indonesia melarang penggunaan kalkulator. Tapi mungkin saja hal ini lebih menyangkut asas keadilan, karena di Indonesia tidak semua lapisan masyarakat bisa memiliki kalkulator.

95 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!