<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Medan Magnet Rel Kereta Api dan Kecelakaan Pada Perlintasan</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 21:21:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: adit</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-571718</link>
		<dc:creator>adit</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 18:33:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-571718</guid>
		<description>menurut saya, kecelakaan sering terjadi karena pengendara kita yg terkadang seenaknya sendiri, ndak punya kedisiplinan......, pintu kereta seringkali diterobos</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya, kecelakaan sering terjadi karena pengendara kita yg terkadang seenaknya sendiri, ndak punya kedisiplinan&#8230;&#8230;, pintu kereta seringkali diterobos</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ik4</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-568958</link>
		<dc:creator>ik4</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 03:15:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-568958</guid>
		<description>nyangkut di tengah???:o
berdoa saja,,semoga ketemu ma sopir kereta di surga..baru dech balas dendam,,:)eh ngk boleh balas dendam ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nyangkut di tengah???<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_ooooh.gif' alt='&#58;&#111;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#111;' /><br />
berdoa saja,,semoga ketemu ma sopir kereta di surga..baru dech balas dendam,,<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />eh ngk boleh balas dendam ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bimo Awang Yudha</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-460404</link>
		<dc:creator>Bimo Awang Yudha</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2007 18:56:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-460404</guid>
		<description>:d Katanya Biasanya hanya terjadi pada Kendaraan2 berumur tua ya??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> Katanya Biasanya hanya terjadi pada Kendaraan2 berumur tua ya??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: precy</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-324777</link>
		<dc:creator>precy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2006 05:49:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-324777</guid>
		<description>aku pernah neeh sepeda motorku langsung macet tepat di tengah rel apalagi waktu itu kereta api pas mo lewat.untung si penjaga bek bgt sampe dorong spd motorku.Btw spd motorku nggak pernah macet loh!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku pernah neeh sepeda motorku langsung macet tepat di tengah rel apalagi waktu itu kereta api pas mo lewat.untung si penjaga bek bgt sampe dorong spd motorku.Btw spd motorku nggak pernah macet loh!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Har</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-315129</link>
		<dc:creator>Har</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2006 11:44:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-315129</guid>
		<description>Yang jelas ada statement tidak benar. Waktu kecil saya tinggal di dekat rel KA. Saya sering menaruh paku untuk dilindas KA. Setiap kali kereta lewat, paku itu sudah pasti jatuh. Supaya tidak jatuh saya kasih segumpal kecil aspal  untuk melekatkan ke rel. Jadi tidak benar kalau paku itu menempel akibat medan magnit dan tidak jatuh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang jelas ada statement tidak benar. Waktu kecil saya tinggal di dekat rel KA. Saya sering menaruh paku untuk dilindas KA. Setiap kali kereta lewat, paku itu sudah pasti jatuh. Supaya tidak jatuh saya kasih segumpal kecil aspal  untuk melekatkan ke rel. Jadi tidak benar kalau paku itu menempel akibat medan magnit dan tidak jatuh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ian</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-305031</link>
		<dc:creator>Ian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2006 01:57:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-305031</guid>
		<description>Sebenarnya cuma masalah matematika probabilitas.....dengan jumlah mobil yang sebegitu banyaknya, maka angka kemungkinan terjadinya kecelakaan di atas rel juga tidak kecil....(dan kejadiannya juga sebenarnya tidak sebegitu banyaknya...tapi karena ekspose aja jadi heboh!). Kalau teori pak Djoko benar maka kejadian pasti lebih banyak lagi (hitung deh tuh...di penyebarangan rel dekat UI-Depok aja sehari berapa banyak mobil yang nyebrang menjelang kreta lewat.....sambil teriakin "awas mati lho mesinnya!!"...he3x)

So, kesimpulannya...teori tsb tidak konsisten dengan kenyataannya, karena jika demikian maka kita juga perlu menjelaskan kenapa sering terjadi mobil mogok di lampu merah (mungkin karena medan magnet lampu merahnya kali yahhhhh???)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya cuma masalah matematika probabilitas&#8230;..dengan jumlah mobil yang sebegitu banyaknya, maka angka kemungkinan terjadinya kecelakaan di atas rel juga tidak kecil&#8230;.(dan kejadiannya juga sebenarnya tidak sebegitu banyaknya&#8230;tapi karena ekspose aja jadi heboh!). Kalau teori pak Djoko benar maka kejadian pasti lebih banyak lagi (hitung deh tuh&#8230;di penyebarangan rel dekat UI-Depok aja sehari berapa banyak mobil yang nyebrang menjelang kreta lewat&#8230;..sambil teriakin &#8220;awas mati lho mesinnya!!&#8221;&#8230;he3x)</p>
<p>So, kesimpulannya&#8230;teori tsb tidak konsisten dengan kenyataannya, karena jika demikian maka kita juga perlu menjelaskan kenapa sering terjadi mobil mogok di lampu merah (mungkin karena medan magnet lampu merahnya kali yahhhhh???)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Buyung</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-304293</link>
		<dc:creator>Buyung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 06:38:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-304293</guid>
		<description>Om Pri, kok tag  ga muncul ya? Jadinya ada paragraf yang mepet, sehingga ga nyaman dilihat. Padahal justru paragraf tersebut yang penting :p

Perbaiki dong... hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om Pri, kok tag  ga muncul ya? Jadinya ada paragraf yang mepet, sehingga ga nyaman dilihat. Padahal justru paragraf tersebut yang penting <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
<p>Perbaiki dong&#8230; hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Buyung</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-304287</link>
		<dc:creator>Buyung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 06:32:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-304287</guid>
		<description>Sebentar, sebentar...

Ada yang tidak saya mengerti dari analisis hubungan kecelakaan di rel kereta api dengan medan magnet yang dihasilkan oleh kereta api yang berjalan.

Medan magnet itu apa sih? Sederhananya dalam elektromagnetik klasik, medan magnet dihasilkan oleh arus listrik yang secara makroskopik bisa berupa kawat berarus atau secara mikroskopik berkaitan dengan pergerakan elektron di dalam orbit atom.

Masih dalam elektromagnetik klasik, medan magnet (&lt;b&gt;B&lt;/b&gt;) didefenisikan sebagai &lt;em&gt;gaya pada pergerakan objek bermuatan&lt;/em&gt; - ini disebut Hukum Gaya Lorentz yang melibatkan gaya total &lt;b&gt;F&lt;/b&gt;, medan listrik &lt;b&gt;E&lt;/b&gt;, dan kecepatan objek &lt;b&gt;v&lt;/b&gt;,

q*&lt;b&gt;E&lt;/b&gt; + q&lt;b&gt;v&lt;/b&gt; x &lt;b&gt;B&lt;/b&gt; =  &lt;b&gt;F&lt;/b&gt;.

Lupakan sejenak bahwa ini adalah operasi vektor (kuantiti yang ditebalkan adalah besaran vektor). Suku pertama adalah gaya yang dihasilkan medan listri dan suku kedua adalah gaya yang dihasilkan medan magnet.

Persamaan di atas bisa dibaca berikut ini. Jika ada objek bermuatan &lt;i&gt;q&lt;/i&gt; di dalam medan listrik, maka objek tersebut akan menghasilkan gaya. Jika ada objek bermuatan &lt;i&gt;q&lt;/i&gt; &lt;em&gt;bergerak&lt;/em&gt; di dalam medan magnet, maka objek tersebut akan menghasilkan gaya. Dua prinsip dasar ini banyak ditemui dalam aplikasi benda-benda elektronik yang sehari-hari kita temui, sebutlah pesawat televisi/radio, telepon, remote control, dll.

Dalam konsep dasar fisika, &lt;em&gt;gaya&lt;/em&gt; adalah yang menyebabkan atau mempengaruhi  perubahan pergerakan - terdengar sederhana namun implikasinya besar. Pada dasarnya, semua fenomena fisis di alam raya ini dijelaskan dalam persamaan gerak. Apa bila sebuah objek menghasilkan gaya dan ada objek lain yang terpengaruh oleh gaya ini, maka inilah yang disebut &lt;em&gt;interaksi&lt;/em&gt;. Ada empat interaksi dasar yang "mengatur" alam raya ini, yaitu interaksi gravitasi, interaksi elektromagnetik, interaksi lemah, dan interaksi kuat.

Nah, kembali ke kasus kecelakaan di rel kereta api tadi. Untuk bisa mempengaruhi sistem penyalaan mobil, maka harus ada gaya yang mempengaruhinya. Baik itu gaya dari luar ataupun dari dalam sistem. Sekarang dicurigai bahwa gaya yang mempengaruhi sistem penyalaan mobil tersebut berasal dari gaya magnet yang dihasilkan kereta api yang bergerak di atas rel.

Benar bukan, begitu maksud email/artikel itu? Kalau benar, maka analisis berikutnya begini. 


Gaya magnet &lt;em&gt;hanya dihasilkan oleh objek bermuatan yang bergerak di dalam medan magnet&lt;/em&gt;. Sekarang, apakah kereta api itu objek yang bermuatan? Kalau bermuatan penumpang sih iya, tapi maksud bermuatan di sini adalah &lt;i&gt;charge&lt;/i&gt; - seperti elektron yang bermuatan negatif dan proton yang bermuatan positif. Memang ada listrik di dalam kereta api. Tapi listrik itu bergerak &lt;em&gt;bukan&lt;/em&gt; di dalam rel kereta api. Bagaimana dengan kereta rel listrik (KRL)? Sama saja. Kalaupun ada gaya magnet, itu akan dihasilkan di sekitar kawat penghantar arus.
Baiklah, mari kita bertoleransi sedikit. Anggap saja memang benar objek segede kereta api adalah objek bermuatan. Masalah kedua adalah medan magnet yang dibutuhkan untuk menghasilkan gaya tersebut. Dari mana medannya? Dari Sumatera Utarakah? Jangan lupa, Padang juga artinya medan, dan bersal dari Sumatera Barat. Tapi serius, sumber medan magnet ada dua jenis: arus yang mengalir di kawat (lurus ataupun melingkar) dan magnet (magnet buatan ataupun magnet bumi). Besi memiliki sifat feromagnetik yang baik, tapi tidak berarti besi secara alamiah adalah magnet. Besi tidak bisa menjadi magnet hanya karena digilas roda kereta api terus-menerus - kecuali si roda kereta api sudah memiliki sifat magnet. Dan sepertinya si rel kereta api yang kita kenal sehari-hari tidak memiliki sifat magnet.
Gini dech, sebagai orang Indonesia yang bertoleransi tinggi, kita bertenggang rasa saja bahwa asumsi kereta api adalah objek bermuatan dan rel kereta api adalah sumber medan magnet adalah benar. Pertanyaan selanjutnya, apakah benar sistem penyalaan mobil dipengaruhi oleh gaya magnet secara signifikan? Saya mau buka-buka lagi buku termodinamika (prinsip dasar sistem penyalaan mobil pasti ada di termodinamika!), tapi karena takut dituduh maruk jadi saya tunda saja pembahasan yang ini (hehe, padahal sebenarnya karena malas baca buku aja).


Entahlah, mungkin ada yang saya tidak mengerti sehingga dengan apa yang saya pahami tentang email/artikel tersebut kesimpulan saya adalah berita bohong (&lt;i&gt;hoax&lt;/i&gt;). Kalau benar demikian, mungkin Cak Amal bisa masukkan ke dalam &lt;a href="http://wiki.direktif.web.id/moin.cgi/DaftarEmailHoaks" rel="nofollow"&gt;entri hoak&lt;/a&gt;nya, he he he.

Saat menulis komentar ini, saya belum terpikirkan bagaimana kalkulasi Pak Djoko untuk sampai menarik kesimpulan demikian, terutama angka 600 meter itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebentar, sebentar&#8230;</p>
<p>Ada yang tidak saya mengerti dari analisis hubungan kecelakaan di rel kereta api dengan medan magnet yang dihasilkan oleh kereta api yang berjalan.</p>
<p>Medan magnet itu apa sih? Sederhananya dalam elektromagnetik klasik, medan magnet dihasilkan oleh arus listrik yang secara makroskopik bisa berupa kawat berarus atau secara mikroskopik berkaitan dengan pergerakan elektron di dalam orbit atom.</p>
<p>Masih dalam elektromagnetik klasik, medan magnet (<b>B</b>) didefenisikan sebagai <em>gaya pada pergerakan objek bermuatan</em> - ini disebut Hukum Gaya Lorentz yang melibatkan gaya total <b>F</b>, medan listrik <b>E</b>, dan kecepatan objek <b>v</b>,</p>
<p>q*<b>E</b> + q<b>v</b> x <b>B</b> =  <b>F</b>.</p>
<p>Lupakan sejenak bahwa ini adalah operasi vektor (kuantiti yang ditebalkan adalah besaran vektor). Suku pertama adalah gaya yang dihasilkan medan listri dan suku kedua adalah gaya yang dihasilkan medan magnet.</p>
<p>Persamaan di atas bisa dibaca berikut ini. Jika ada objek bermuatan <i>q</i> di dalam medan listrik, maka objek tersebut akan menghasilkan gaya. Jika ada objek bermuatan <i>q</i> <em>bergerak</em> di dalam medan magnet, maka objek tersebut akan menghasilkan gaya. Dua prinsip dasar ini banyak ditemui dalam aplikasi benda-benda elektronik yang sehari-hari kita temui, sebutlah pesawat televisi/radio, telepon, remote control, dll.</p>
<p>Dalam konsep dasar fisika, <em>gaya</em> adalah yang menyebabkan atau mempengaruhi  perubahan pergerakan - terdengar sederhana namun implikasinya besar. Pada dasarnya, semua fenomena fisis di alam raya ini dijelaskan dalam persamaan gerak. Apa bila sebuah objek menghasilkan gaya dan ada objek lain yang terpengaruh oleh gaya ini, maka inilah yang disebut <em>interaksi</em>. Ada empat interaksi dasar yang &#8220;mengatur&#8221; alam raya ini, yaitu interaksi gravitasi, interaksi elektromagnetik, interaksi lemah, dan interaksi kuat.</p>
<p>Nah, kembali ke kasus kecelakaan di rel kereta api tadi. Untuk bisa mempengaruhi sistem penyalaan mobil, maka harus ada gaya yang mempengaruhinya. Baik itu gaya dari luar ataupun dari dalam sistem. Sekarang dicurigai bahwa gaya yang mempengaruhi sistem penyalaan mobil tersebut berasal dari gaya magnet yang dihasilkan kereta api yang bergerak di atas rel.</p>
<p>Benar bukan, begitu maksud email/artikel itu? Kalau benar, maka analisis berikutnya begini. </p>
<p>Gaya magnet <em>hanya dihasilkan oleh objek bermuatan yang bergerak di dalam medan magnet</em>. Sekarang, apakah kereta api itu objek yang bermuatan? Kalau bermuatan penumpang sih iya, tapi maksud bermuatan di sini adalah <i>charge</i> - seperti elektron yang bermuatan negatif dan proton yang bermuatan positif. Memang ada listrik di dalam kereta api. Tapi listrik itu bergerak <em>bukan</em> di dalam rel kereta api. Bagaimana dengan kereta rel listrik (KRL)? Sama saja. Kalaupun ada gaya magnet, itu akan dihasilkan di sekitar kawat penghantar arus.<br />
Baiklah, mari kita bertoleransi sedikit. Anggap saja memang benar objek segede kereta api adalah objek bermuatan. Masalah kedua adalah medan magnet yang dibutuhkan untuk menghasilkan gaya tersebut. Dari mana medannya? Dari Sumatera Utarakah? Jangan lupa, Padang juga artinya medan, dan bersal dari Sumatera Barat. Tapi serius, sumber medan magnet ada dua jenis: arus yang mengalir di kawat (lurus ataupun melingkar) dan magnet (magnet buatan ataupun magnet bumi). Besi memiliki sifat feromagnetik yang baik, tapi tidak berarti besi secara alamiah adalah magnet. Besi tidak bisa menjadi magnet hanya karena digilas roda kereta api terus-menerus - kecuali si roda kereta api sudah memiliki sifat magnet. Dan sepertinya si rel kereta api yang kita kenal sehari-hari tidak memiliki sifat magnet.<br />
Gini dech, sebagai orang Indonesia yang bertoleransi tinggi, kita bertenggang rasa saja bahwa asumsi kereta api adalah objek bermuatan dan rel kereta api adalah sumber medan magnet adalah benar. Pertanyaan selanjutnya, apakah benar sistem penyalaan mobil dipengaruhi oleh gaya magnet secara signifikan? Saya mau buka-buka lagi buku termodinamika (prinsip dasar sistem penyalaan mobil pasti ada di termodinamika!), tapi karena takut dituduh maruk jadi saya tunda saja pembahasan yang ini (hehe, padahal sebenarnya karena malas baca buku aja).</p>
<p>Entahlah, mungkin ada yang saya tidak mengerti sehingga dengan apa yang saya pahami tentang email/artikel tersebut kesimpulan saya adalah berita bohong (<i>hoax</i>). Kalau benar demikian, mungkin Cak Amal bisa masukkan ke dalam <a href="http://wiki.direktif.web.id/moin.cgi/DaftarEmailHoaks" rel="nofollow">entri hoak</a>nya, he he he.</p>
<p>Saat menulis komentar ini, saya belum terpikirkan bagaimana kalkulasi Pak Djoko untuk sampai menarik kesimpulan demikian, terutama angka 600 meter itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dh</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-302856</link>
		<dc:creator>dh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2006 01:51:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-302856</guid>
		<description>Rel KA?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rel KA?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ND Sjah</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-302019</link>
		<dc:creator>ND Sjah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Nov 2006 14:13:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-302019</guid>
		<description>memang harus hati-hati dan selalu waspada di jalan, salah satunya ketika melintasi rel KA.kalo di kota2 besar biasanya ada petugas penjaga lintasan, asal sabar n taat aturan insyaallah selamat.tapi kalo di daerah2 pelosok kampung, terutama di jawa masih banyak yang belum pake palang penutup kalo KA lewat, solusinya ya itu jauh sebelum lewat rel tersebut tengok kanan-kiri, baca doa, over ke gigi-1 kira2 jarak 2-3 meter sebelum rel,gas diinjak agak penuh supaya tenaga terjamin gede sambil injak setengah kopling, karena biasanya aspal/tanah pas perlintasan KA kondisinya jelek n berlubang2. kalo di depan kita kendaraan agak padat, biarkan mobil di depan kita berlalu agak jauh supaya kita leluasa maju pas lewat rel.lebih baik mobil ajrut2an karena ngebut di jalan jelek daripada mogok pas rel kereta n disaat itu pas ada kereta mau lewat.mudah2n bermanfaat tips-nya...makasih buat pak pri...:)...bagus2 lho topiknya, sangat positif dan menambah wawasan.mudah2n langgeng n makin banyak yang ikut nimbrung;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang harus hati-hati dan selalu waspada di jalan, salah satunya ketika melintasi rel KA.kalo di kota2 besar biasanya ada petugas penjaga lintasan, asal sabar n taat aturan insyaallah selamat.tapi kalo di daerah2 pelosok kampung, terutama di jawa masih banyak yang belum pake palang penutup kalo KA lewat, solusinya ya itu jauh sebelum lewat rel tersebut tengok kanan-kiri, baca doa, over ke gigi-1 kira2 jarak 2-3 meter sebelum rel,gas diinjak agak penuh supaya tenaga terjamin gede sambil injak setengah kopling, karena biasanya aspal/tanah pas perlintasan KA kondisinya jelek n berlubang2. kalo di depan kita kendaraan agak padat, biarkan mobil di depan kita berlalu agak jauh supaya kita leluasa maju pas lewat rel.lebih baik mobil ajrut2an karena ngebut di jalan jelek daripada mogok pas rel kereta n disaat itu pas ada kereta mau lewat.mudah2n bermanfaat tips-nya&#8230;makasih buat pak pri&#8230;<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />&#8230;bagus2 lho topiknya, sangat positif dan menambah wawasan.mudah2n langgeng n makin banyak yang ikut nimbrung<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Charly Silaban</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-301702</link>
		<dc:creator>Charly Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Nov 2006 08:22:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-301702</guid>
		<description>:( Jadi ingat waktu SMP dulu Om Pri..
Di depan mata sebuah mobil dihajar loko tepat di depan mata... (kita lagi di dalam mobil tepat sebelum lintasan kereta and of course ngga ada palang KA). Pasti orang yg didalam (sekeluarga) langsung jadi perkedel (maaf..). Mobil tersebut ditabrak, jadi ganjel, diseret, guling-guling ratusan meter ke perkebunan sawit.. tragis sekali.. seumur2 keinget... Masalahnya "NGGA SABARAN"..
Si supir naas itu sudah liat kita berhenti.. ya.. kita brenti karena dari samping sudah terlihat lampu segede ember.. (kala itu malan hari) Diseberang lintasan, sebuah Truk Mitsubishi Fuso juga berhenti (kita kasih lampu dim / isyarat). Eh dilala tiba2 mobil dibelakang ngga sabaran, dari brenti dibelakang, trus nyalib kita, memotong rel kereta.. BRAAKK.. :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /> Jadi ingat waktu SMP dulu Om Pri..<br />
Di depan mata sebuah mobil dihajar loko tepat di depan mata&#8230; (kita lagi di dalam mobil tepat sebelum lintasan kereta and of course ngga ada palang KA). Pasti orang yg didalam (sekeluarga) langsung jadi perkedel (maaf..). Mobil tersebut ditabrak, jadi ganjel, diseret, guling-guling ratusan meter ke perkebunan sawit.. tragis sekali.. seumur2 keinget&#8230; Masalahnya &#8220;NGGA SABARAN&#8221;..<br />
Si supir naas itu sudah liat kita berhenti.. ya.. kita brenti karena dari samping sudah terlihat lampu segede ember.. (kala itu malan hari) Diseberang lintasan, sebuah Truk Mitsubishi Fuso juga berhenti (kita kasih lampu dim / isyarat). Eh dilala tiba2 mobil dibelakang ngga sabaran, dari brenti dibelakang, trus nyalib kita, memotong rel kereta.. BRAAKK.. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Etan</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/09/medan-magnet-rel-kereta-api-dan-kecelakaan-pada-perlintasan/#comment-301594</link>
		<dc:creator>Etan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Nov 2006 05:44:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=731#comment-301594</guid>
		<description>Udah pernah ngerasain kejebak tepat di tengah pintu perlintasan kereta, sementara mobil gak bisa bergerak karena angkot di depan sedang ngetem? Klakson bersahut2an saingan sama bunyi alarm dari pintu kereta, sementara si angkot yg sudah aman di depan santai aja ngetem.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Udah pernah ngerasain kejebak tepat di tengah pintu perlintasan kereta, sementara mobil gak bisa bergerak karena angkot di depan sedang ngetem? Klakson bersahut2an saingan sama bunyi alarm dari pintu kereta, sementara si angkot yg sudah aman di depan santai aja ngetem.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
