<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Benarkah Bahan Bakar Bio Tidak Ramah Lingkungan?</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 05:36:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-579086</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 15:05:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-579086</guid>
		<description>#120:

&lt;blockquote&gt;
makin tinggi makin efisien. MPG akan bertambah.
sama saja dengan kaLian menggunakan Pertamax pLus pada mesin kompresi 1:8. Maka tidak ada pengaruh yang signifikan. MPG tidak bertambah signifikan. Tetapi akan bertambah signifikan jika Pertamax PLus digunakan pada mesin kompresi 1:11.
&lt;/blockquote&gt;

belum tentu. faktor yang paling penting dalam MPG adalah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_density" rel="nofollow"&gt;densitas energi&lt;/a&gt;. premium dan pertamax plus punya densitas energi yang hampir sama, dengan demikian MPG-nya juga kurang lebih sama. ethanol punya nilai RON di atas pertamax, tapi punya densitas energi di bawahnya. dengan demikian MPG ethanol hampir bisa dipastikan akan lebih rendah daripada pertamax.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#120:</p>
<blockquote><p>
makin tinggi makin efisien. MPG akan bertambah.<br />
sama saja dengan kaLian menggunakan Pertamax pLus pada mesin kompresi 1:8. Maka tidak ada pengaruh yang signifikan. MPG tidak bertambah signifikan. Tetapi akan bertambah signifikan jika Pertamax PLus digunakan pada mesin kompresi 1:11.
</p></blockquote>
<p>belum tentu. faktor yang paling penting dalam MPG adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Energy_density" rel="nofollow">densitas energi</a>. premium dan pertamax plus punya densitas energi yang hampir sama, dengan demikian MPG-nya juga kurang lebih sama. ethanol punya nilai RON di atas pertamax, tapi punya densitas energi di bawahnya. dengan demikian MPG ethanol hampir bisa dipastikan akan lebih rendah daripada pertamax.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sukhoi 150</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-579046</link>
		<dc:creator>sukhoi 150</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 01:27:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-579046</guid>
		<description>#120 is my comment.
untuk si Anak Pertanian dAtas  #112

Gw bukan anak pertanian, tapi Jangan kawatir dengan unsur hara tanah berkurang.
karena limbah ethanoL bisa dijadikan Pupuk. Jika ditambah phospat akan lebih kaya unsur hara. Produksi ethanoL hampir 0% Limbah.

ETHANOL IS THE BEST.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#120 is my comment.<br />
untuk si Anak Pertanian dAtas  #112</p>
<p>Gw bukan anak pertanian, tapi Jangan kawatir dengan unsur hara tanah berkurang.<br />
karena limbah ethanoL bisa dijadikan Pupuk. Jika ditambah phospat akan lebih kaya unsur hara. Produksi ethanoL hampir 0% Limbah.</p>
<p>ETHANOL IS THE BEST.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sukhoi 150</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-579045</link>
		<dc:creator>sukhoi 150</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 01:13:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-579045</guid>
		<description>Gw bukan anak mesin. tp gw tau gimana mematahkan teori EtanoL lebih boros.
Coba cari Teori Carnot, mengenai mesin kompresi tinggi. cari di wikipedia.
KaLian akan tahu kenapa boros. karena mesinnya masih kompresi 1:9. padahaL BBM RON tinggi diperuntukkan bagi mesin kompresi tinggi muLai dari 1:10 sampai 1:14.
makin tinggi makin efisien. MPG akan bertambah.

sama saja dengan kaLian menggunakan Pertamax pLus pada mesin kompresi 1:8. Maka tidak ada pengaruh yang signifikan. MPG tidak bertambah signifikan. Tetapi akan bertambah signifikan jika Pertamax PLus digunakan pada mesin kompresi 1:11.
PAHAM???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gw bukan anak mesin. tp gw tau gimana mematahkan teori EtanoL lebih boros.<br />
Coba cari Teori Carnot, mengenai mesin kompresi tinggi. cari di wikipedia.<br />
KaLian akan tahu kenapa boros. karena mesinnya masih kompresi 1:9. padahaL BBM RON tinggi diperuntukkan bagi mesin kompresi tinggi muLai dari 1:10 sampai 1:14.<br />
makin tinggi makin efisien. MPG akan bertambah.</p>
<p>sama saja dengan kaLian menggunakan Pertamax pLus pada mesin kompresi 1:8. Maka tidak ada pengaruh yang signifikan. MPG tidak bertambah signifikan. Tetapi akan bertambah signifikan jika Pertamax PLus digunakan pada mesin kompresi 1:11.<br />
PAHAM???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Torry</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-578290</link>
		<dc:creator>Torry</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 04:43:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-578290</guid>
		<description>:( Wah ternyata pembahasan alternative fuel ini belum menunjukkan arah yang agak jelas ya.. idealnya gimana dan apa...  Pernah ada berita di Otomotif dan Motorplus tentang BBN (Bahan Bakar Nusantara) dengan bahan baku air laut yang mengandung ganggang/algae...  dan sudah ditest bisa meningkatkan power motor dibanding premium... tapi kok skarang tak terdengar lagi kelanjutannya....  Padahal katanya kalo diproduksi masal harganya cuma 1,500 rupiah / liter.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /> Wah ternyata pembahasan alternative fuel ini belum menunjukkan arah yang agak jelas ya.. idealnya gimana dan apa&#8230;  Pernah ada berita di Otomotif dan Motorplus tentang BBN (Bahan Bakar Nusantara) dengan bahan baku air laut yang mengandung ganggang/algae&#8230;  dan sudah ditest bisa meningkatkan power motor dibanding premium&#8230; tapi kok skarang tak terdengar lagi kelanjutannya&#8230;.  Padahal katanya kalo diproduksi masal harganya cuma 1,500 rupiah / liter&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Raymond</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-576495</link>
		<dc:creator>Raymond</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 13:16:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-576495</guid>
		<description>Ngomong2 kalo di Gn. Kidul bisa ga ditanam itu? Itu kan lahan kritis juga. Kalo soal efesiensi mesin, rasa2nya kita perlu teknologi baru di permesinan untuk menyesuaikan dengan bbmnya. Saya si setuju aja energi alternatif tapi kumpeni2 itu setuju gak? Sedih liat Indonesia ketinggalan jaman.:((</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ngomong2 kalo di Gn. Kidul bisa ga ditanam itu? Itu kan lahan kritis juga. Kalo soal efesiensi mesin, rasa2nya kita perlu teknologi baru di permesinan untuk menyesuaikan dengan bbmnya. Saya si setuju aja energi alternatif tapi kumpeni2 itu setuju gak? Sedih liat Indonesia ketinggalan jaman.<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bdgmania</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-574653</link>
		<dc:creator>bdgmania</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 06:20:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-574653</guid>
		<description>alganya pake alga yang bersel satu jadi bisa intensifikasi lahan, bisa pake rak bertingkat 100, budidayanya juga lebih mudah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alganya pake alga yang bersel satu jadi bisa intensifikasi lahan, bisa pake rak bertingkat 100, budidayanya juga lebih mudah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Grey Man</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-568822</link>
		<dc:creator>Grey Man</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 04:04:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-568822</guid>
		<description>Kalau enceng gondok bagaimana? liar dan gampang tumbuhnya tuh boss. Bisa dijadikan bio fuel? or bio gas? coba deh analisa ya boss.:d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau enceng gondok bagaimana? liar dan gampang tumbuhnya tuh boss. Bisa dijadikan bio fuel? or bio gas? coba deh analisa ya boss.<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Grey Man</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-568821</link>
		<dc:creator>Grey Man</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 04:02:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-568821</guid>
		<description>Kalau enceng gondok bagaimana? liar dan gampang tumbuhnya tuh boss. Bisa dijadikan bio fuel? or bio gas? coba deh analisa ya boss.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau enceng gondok bagaimana? liar dan gampang tumbuhnya tuh boss. Bisa dijadikan bio fuel? or bio gas? coba deh analisa ya boss.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: qet 213</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-565336</link>
		<dc:creator>qet 213</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2007 19:16:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-565336</guid>
		<description>knp seeh msh mki premium.,makanya jg pki mesin bensin donk
udh minyak cepat menguap.itu yg bikin boros
pakai bio-diesel aja.....!
kan ga repot</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>knp seeh msh mki premium.,makanya jg pki mesin bensin donk<br />
udh minyak cepat menguap.itu yg bikin boros<br />
pakai bio-diesel aja&#8230;..!<br />
kan ga repot</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: FATHONI</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-565262</link>
		<dc:creator>FATHONI</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 16:17:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-565262</guid>
		<description>Apa sudah ada yang mengkaji sisi lingkungan untuk rekayasa monokultur secara besar-besaran untuk skala industri....percuma kita bicara tentang ramah lingkungan tapi kita melakukan rekayasa lingkungan yang tak ramah lingkungan, dengan menciptakan ketidak seimbangan baru.......mangkanya kita harus sadar pada diri terkecil kita sendiri...apakah kita sudah peduli untuk berbuat baik dengan lingkungan? wong kita aja ikut berboros ria dengan energi fosil (coba hitung, berapa kita ikut minum bensin dalam sehari???)...wekekek....:((:((:((</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa sudah ada yang mengkaji sisi lingkungan untuk rekayasa monokultur secara besar-besaran untuk skala industri&#8230;.percuma kita bicara tentang ramah lingkungan tapi kita melakukan rekayasa lingkungan yang tak ramah lingkungan, dengan menciptakan ketidak seimbangan baru&#8230;&#8230;.mangkanya kita harus sadar pada diri terkecil kita sendiri&#8230;apakah kita sudah peduli untuk berbuat baik dengan lingkungan? wong kita aja ikut berboros ria dengan energi fosil (coba hitung, berapa kita ikut minum bensin dalam sehari???)&#8230;wekekek&#8230;.<img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /><img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_cry.gif' alt='&#58;&#40;&#40;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#40;&#40;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: FATHONI</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-565260</link>
		<dc:creator>FATHONI</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 16:09:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-565260</guid>
		<description>Saya anak pertanian....maka sedikit saya memilih angle dari sudut budidayanya...menurut hemat saya, untuk energi yg lebih ramah lingkungan adalah sel surya, angin, air, hidrogen sel tunam....
Untuk biofuel...tanpa rasa negatif thinking dan pesimistis dg energi alternatif....berapa tahun bisa bertahan untuk tetap memelihara kesuburan tanah....andai manusia masih serakah dengan bahan energi yg satu ini....perlu diketahui efisiensi dalam 10 tahun tanam dengan besaran kebutuhan energi yg luar biasa, lahan akan menjadi miskin unsur hara dan menjadi tidak lagi subur...so pemupukan akan menjadi kebutuhan yg cukup memboroskan.....hehehe, tanaman buat makan aja kita harus import...malah untuk pemborosan energi....so semoga banyak temuan2 baru ttg energi surya yg lebih efisien dan ramah lingkungan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya anak pertanian&#8230;.maka sedikit saya memilih angle dari sudut budidayanya&#8230;menurut hemat saya, untuk energi yg lebih ramah lingkungan adalah sel surya, angin, air, hidrogen sel tunam&#8230;.<br />
Untuk biofuel&#8230;tanpa rasa negatif thinking dan pesimistis dg energi alternatif&#8230;.berapa tahun bisa bertahan untuk tetap memelihara kesuburan tanah&#8230;.andai manusia masih serakah dengan bahan energi yg satu ini&#8230;.perlu diketahui efisiensi dalam 10 tahun tanam dengan besaran kebutuhan energi yg luar biasa, lahan akan menjadi miskin unsur hara dan menjadi tidak lagi subur&#8230;so pemupukan akan menjadi kebutuhan yg cukup memboroskan&#8230;..hehehe, tanaman buat makan aja kita harus import&#8230;malah untuk pemborosan energi&#8230;.so semoga banyak temuan2 baru ttg energi surya yg lebih efisien dan ramah lingkungan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harry</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2006/11/15/benarkah-bahan-bakar-bio-tidak-ramah-lingkungan/#comment-554230</link>
		<dc:creator>harry</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 13:02:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=733#comment-554230</guid>
		<description>Begini. Seharusnya hal ini dilihat secara komprehensif. Kalau dilihat sepotong-sepotong, memang tampaknya bio-fuel akan tidak lebih baik dari fuel tradisional. Tapi coba lihat beberapa aspek berikut:
- neraca C akan "berjalan" dalam closed loop, sehingga biofuel MEMANG akan menurunkan akumulasi emisi gas buang.
- petani Indonesia akan JAUH lebih sejahtera dengan substitusi HANYA 5% dari fuel tradisional kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Begini. Seharusnya hal ini dilihat secara komprehensif. Kalau dilihat sepotong-sepotong, memang tampaknya bio-fuel akan tidak lebih baik dari fuel tradisional. Tapi coba lihat beberapa aspek berikut:<br />
- neraca C akan &#8220;berjalan&#8221; dalam closed loop, sehingga biofuel MEMANG akan menurunkan akumulasi emisi gas buang.<br />
- petani Indonesia akan JAUH lebih sejahtera dengan substitusi HANYA 5% dari fuel tradisional kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
