26 November 2006

Akhirnya Memakai Telkom Speedy Juga

Posted under: at 21:20

Bulan September yang lalu saya ditelpon oleh seorang petugas Telkom yang menawarkan akses Internet cepat Telkom Speedy. Saya ditawari pendaftaran Speedy tanpa harus membayar biaya pendaftaran. Penawaran tersebut saya tolak, tetapi setelah dipikir ulang, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan pendaftaran. Keesokan harinya saya mengunjungi Plasa Telkom untuk melakukan pendaftaran. Mereka berjanji untuk menghubungi saya kembali dalam satu minggu.

Karena saya pikir pendaftaran Speedy sudah beres, maka setelah itu saya mengunjungi galeri Fren untuk mengganti akun [Fren MaxSurf] 200 seharga Rp 150 ribu/bulan yang biasa saya gunakan sehari-hari ke akun Basic tanpa biaya bulanan.

Ternyata setelah satu minggu belum ada kabar juga dari Telkom. Akhirnya saya menghubungi mereka dan mereka mengabari bahwa telepon saya terhubung ke jaringan serat optik, dan bukan jaringan tembaga. Dengan demikian jaringan telepon saya belum siap untuk ADSL dan mereka memasukkan saya ke dalam daftar tunggu. Kalau memang jaringan belum siap, untuk apa mereka menawarkan layanan ini ya? :-?

Saya tidak dapat ke Fren untuk mengganti akun Basic kembali ke MaxSurf 200 karena mereka memiliki batasan waktu sebelum saya dapat kembali mengganti jenis akun saya. Cukup waswas saya dalam menggunakan akun Internet yang dihitung 100% berdasarkan transfer data ini. Tagihan terakhir saya sempat membuat kaget karena tebalnya nyaris satu sentimeter. Untungnya ternyata tagihan total hanya mencapai Rp 280 ribu. Fren cukup baik untuk memberikan tagihan yang disertai dengan rincian penggunaan yang sangat lengkap.

Akhirnya beberapa hari yang lalu saya dihubungi oleh petugas Telkom yang mengatakan bahwa jaringan telepon saya sudah diganti ke kabel tembaga dan dengan demikian akun Speedy saya dapat langsung diaktifkan. Ditambah lagi sekarang sedang ada promosi diskon biaya bulanan sebesar 40% dan penambahan kuota bulanan.

Untuk modem, Telkom menawarkan beberapa jenis modem, yang paling murah seharga Rp 380 ribu. Tapi saya memutuskan untuk membeli sendiri karena Linksys AM300 bisa didapatkan di luar dengan harga yang kurang lebih sama.

Tidak seperti koneksi ADSL di kantor saya yang menggunakan PPPoA, koneksi Speedy di rumah saya menggunakan PPPoE. Menurut petugas, perbedaan karena jaringan telepon kantor saya menggunakan DSLAM dari Siemens, sedangkan jaringan rumah saya menggunakan merk Huawei. Berdasarkan pengalaman saya, PPPoE lebih mudah diset jika kita menggunakan router (bukan modem) dan ingin supaya koneksi ke Internet ditangani oleh gateway yang kita set sendiri. Dalam kasus saya, saya hanya perlu mengkonfigurasi Linksys AM300 saya dalam modus Bridged Mode untuk menyerahkan autentikasi PPP ke Linksys WRT54G yang telah saya gunakan sebelumnya. Dengan demikian yang terhubung sebagai gateway ke Internet adalah WRT54G, bukan AM300. Ada yang tahu bagaimana melakukan ini untuk PPPoA?

Dengan sedikit eksperimen saya mengetahui bahwa saya mendapatkan IP publik dinamis. Bagaimana jika ada misalnya yang men-DDoS IP ini? Apakah nantinya akan diperhitungkan dalam tagihan bulanan? Mudah-mudahan hal ini sudah diperhitungkan sebelumnya.

Dalam merasakan akses Speedy dalam waktu yang singkat ini, kecepatan akses saya rasakan cukup baik walaupun sore tadi ada sedikit hambatan. Meteran pemakaian akses Internet berbasis web juga cukup akurat. Walaupun demikian, aplikasi meteran hanya tersedia untuk sistem operasi Windows.

137 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!