Hoax Kode Produk Babi
Seorang pembaca (Dhemi P) meneruskan sebuah email yang menurutnya adalah email berantai yang berisi informasi yang salah. Email ini menceritakan bahwa pada makanan yang dijual terdapat kode-kode tertentu. Dan konon, kode-kode ini menandakan bahwa makanan tersebut mengandung lemak babi.
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib bekerja sebagai pagawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua merek barang, makanan dan obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Perancis dan Shaikh Sahib bekerja bekerja di badan tersebut bagian QC, karenanya dia mengetahui berbagai bahan makanan yang dipasarkan.
Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah-istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis tersebut, dia penasaran dan kemudian menanyakan kode tersebut pada seorang Perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab “KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA”. Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Shaikh Sahib dan dia kemudian mulai mencari tahu kode matematis tersebut dalam dokumen yang ada.
Ternyata apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslim di dunia. Hampir seluruh negara barat termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000.
…
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya di mengerti oleh Badan POM , sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kode tersebut di awali dengan E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, cokelat, gula-gula, biscuit, makanan kaleng, buah-buahan kalengan dan beberapa multivitamin dan masih banyak lagi produk makanan & obat-obatan lainnya. Semenjak produk-produk di atas banyak dikonsumsi negara-negara muslim, kita sebagai masyarakat muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu, kekerasan dan seks bebas (kumpul kebo).
Oleh karenanya, saya mohon kepada semua umat islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES berikut ini dengan kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kode-kode tersebut dibawah ini mengandung LEMAK BABI antara lain:
E100, E110, E120, E140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270, E280, E325, E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904
Pesan ini saya perhatikan sudah beredar secara meluas, termasuk di antaranya di situs Halalguide milik MUI.
Namun jika kita perhatikan lebih lanjut, kode-kode tersebut adalah E Number, yaitu standar penamaan aditif makanan yang berlaku di Uni Eropa. Menurut Wikipedia, yang dimaksud dengan kode-kode tersebut di atas adalah sebagai berikut:
- Kategori pewarna:
- E100: kurkumin atau turmerat
- E110: sunset yellow, orange yellow
- E120: cochineal, asam karminat, natural red
- E140: klorofil dan klorofilin
- E141: kompleks tembaga dengan klorofil dan klorofilin
- E153: karbon hitam, karbon sayuran
- Kategori pengawet:
- E210: asam benzoat
- E213: kalsium benzoat
- E214: etilparaben
- E216: propilparaben
- E234: nisin
- E252: natrium nitrat
- E270: asam laktat
- E280: asam propionat
- Kategori antioksidan, penjaga kadar keasaman
- E325: natrium laktat
- E326: kalium laktat
- E327: kalsium laktat
- E334: asam tartarat
- E335: natrium tartrat
- E336: kalium tartrat
- E337: natrium kalium tartrat
- Kategori pemekat
- E422: gliserol
- E430: polioksitena (8) stearat
- E431: polioksitena (40) stearat
- E432: polioksitena (20) sorbitan monoaularat
- E433: polioksitena (20) sorbitan monooleat
- E434: polioksitena (20) sorbitan monopalmitat
- E435: polioksitena (20) sorbitan monostearat
- E436: polioksitena (20) sorbitan tristearat
- E440: pectin
- E470: garam garam magnesium, natrium, kalium dan kalsium dari asam lemak
- E471: gliserida dari asam lemak
- E472: ester dari gilserida dari asam lemak
- E473: ester sukrosa dari asam lemak
- E474: sukrogliserida
- E475: ester poligliserol dari asam lemak
- E476: poligliserol poliricinoleat
- E477: ester propana/propilena dari asam lemak
- E478: ester asam lemak terlaktilasi dari gliserol dan propana
- E481: natrium stearoil-2-laktilat
- E482: kalsium stearoil-2-laktilat
- E483: stearil tartrat
- E491: sorbitan monostearat
- E492: sorbitan tristearat
- E493: sorbitan monolaurat
- E495: sorbitan monopalmitat
- Kategori penjaga kadar keasaman, zat ‘anti-caking’
- E542: fosfat tulang
- E570: asam stearat
- E572: magnesium stearat, kalsium stearat
- Kategori penyedap rasa
- E631: dinatrium isosinat
- E635: disodium 5′-ribonukleotid
- Lain-lain
- E904: shellac
(kesalahan penerjemahan adalah kesalahan saya sendiri, sumber utama adalah artikel E number di Wikipedia)
Dari daftar tersebut sekilas dapat kita lihat ada beberapa zat generik, yang sumbernya bisa saja bukan berasal dari babi.
Untuk lebih memastikan keabsahan daftar ini, saya melakukan tabulasi silang antara daftar tersebut dan daftar aditif non-vegetarian yang disusun oleh VeggieGlobal.com, sebuah situs aktivis vegetarian. Dari sini dapat diketahui bahwa di antara zat-zat tersebut yang sudah pasti berasal dari hewan (belum tentu babi) hanyalah: E120, E542, E631, E635. Sedangkan yang mungkin berasal dari hewan adalah: E153, E252, E270, E325, E326, E327, E422, E430-E436, E470-E478, E481-E483, E491, E492, E493, E495, E570, E572, E904.
VeggieGlobal.com juga menyatakan keyakinannya bahwa zat yang tidak disebutkan di dalam daftar tersebut aman dikonsumsi oleh kaum vegetarian. Dengan demikian, sepanjang pengetahuan VeggieGlobal, zat-zat berikut ini sudah pasti tidak berasal dari hewan dan dengan demikian sudah pasti tidak berasal dari babi: E100, E110, E140, E141, E210, E213, E214, E216, E234, E280, E334, E335, E336, E337, E440.
Selain itu, penelusuran lebih lanjut terhadap yang orang-orang katanya adalah sumber dari tulisan tersebut –Anjad Khan dan Shaikh Sahib– tidak menghasilkan sesuatu yang dapat mengkonfirmasikan kebenaran pesan tersebut.
Tanpa adanya referensi yang dapat mengkonfirmasikan hal tersebut, saya hanya dapat berkesimpulan jika ini hanyalah sebuah hoax belaka. Sayangnya situs HalalGuide dari LPPOM-MUI adalah salah satu yang menjadi korban dari hoax ini.
Update: HalalGuide menghapus artikel tersebut. Informasi yang lebih akurat tentang E-code dan kehalalan dapat dilihat pada artikel Daftar Kode E dan Kehalalannya
Wah…HOax lagi Hoax lagi….wah memang kita kudu hati-hati jika ada berita-berita yang kurang jelas atau valid sumbernya…
Trus kok ya bisa-bisanya gitu lo, situs yang notabene milik MUI tapi masih terkena HOAX itu,mungkin pengisi contentnya dapat email beratai juga yang kelihatannya menarik untuk dipublikasikan, tapi tidak meneliti lebih jauh mengenai kebenaran informasi tersebut secara ilmiah. Untung aja ada Kang Pri yang selalu menyempatkan diri meneliti suatu informasi mencurigakan - Mungkin karena suka nonton Detektif Conan…
Wallahualam
#2 ?
absen dulu baru baca


waduh..mudah2an beneran hoax deh…
Redaksinya mungkin hoax, tapi isinya belum tentu hoax.
Ini salah satu referensi dari halal.de
http://halal.de/HC_E-Nummern.htm
E100, E110, E140, E141, E210, E213, E214, E216, E234, E280, E334, E335, E336, E337, E440.
E100 = mungkin ekstrasi ethanol, mugkin haram
E140 = mungkin ekstrasi ethanol, mugkin haram
E214 = mungkin haram
E440 = mungkin campuran ethanol, mungkin haram
ah, berarti MUI kudu melatih SDM-nya agar kebal hoax
Tapi, Indonesia adalah ironi. Negeri dengan penduduk muslim terbesar, tapi untuk cari makanan halal (yang terjamin kehalalannnya) lebih susah daripada di Eropa. Katanya loh, saya belum pernah tinggal disana
Apa sebenarnya tujuan seseorang membuat Hoax? Kyknya sebagian besar Hoax dateng nya dari mailing-list ya? Hal2 yang mencurigakan kyk gini emg hrs dikonfirmasi. Tp ke siapa?
Ambil positifnya aja atuh.. PR tentang halal dan haramnya makanan masih sangat besar ternyata. Entah ini isu atau bukan, rasanya sedikit berhati-hati tentang makanan yang akan dimasukkan ke perut kita gak bakal ngerugiin kita deh..
#8: Biasanya orang bikin hoax gara-gara kurang kerjaan
kayaknya hoax yang ini sudah lama beredar
ya panteslah kalo babi dijadiin bahan utama..
abis enak sih rasanya…
hadir…
Hoax… menyesatkan banyak orang, membebani bandwidth, dan ironisnya, masih banyak orang yang ngotot bahwa suatu Hoax adalah berita benar
wah.. untung ada mas priyadi.. jadi gak kena hoax deh
Ma’af, saya tidak ahli dalam makanan dan halal things.
Tapi coba lihat disini atau lengkapnya disini.
Bagi saya, additive yang berasal dari hewan meski bukan babi tetap questionable, begitu pula dengan vegetarian foods, belum tentu semua halal.
#11
waa ardho sudah pernah nyoba ya..emang enak sih!
Siapa korban HOAX berikutnya yah..??? Kita tunggu seri selanjutnya “Hoax Kode Produk Babi Part 2″.
Badan sekelas MUI aja termakan hoax, cobalah bayangkan dengan masyarakat awam…
Ooooo, kmrnan juga baca di bulletinboard friendster, forward kayaknya. Jadi saya langsung email ke kawan yang juga peneliti di LIPI, untuk konfirmasi
Siapa tahu ?
iya betul mas. masalah halal haram ini ngeri juga urusannya ama akherat. kalo dasarnya cuma vegetarian koq belum tentu halal ya.. sapa tahu cara bikinnya yang gak halal.
tapi kalo memang hoax koq ya keterlaluan, apalagi MUI sampe ikut juga muat beritanya di Situsnya MUI
infornasi bagus terima kasih
Majelis Ulama Indonesia. Ulama adalah bentuk jamak dari alim, alim artinya adalah orang yang berilmu. Mereka menjadi pemimpin karena berilmu. Sayang sekali keilmuan mereka termanipulasi informasi di era informasi.
Priyadi: HoaxWatch
.
oh, ternyata hoax toh. belum lagi saya mendengarnya sudah keduluan dibahas oleh mas pri
pokok nya kalo mo makan n minum …. baca Bismillah dulu yaaaa
Jangan komen di seleb blog…

Kayaknya Hoax dah gampang dideteksi dari tata bahasa emailnya
Saya kira alangkah lebih baiknya jika dikonfirmasikan ke MUI atau Depkes masalah ini, akan kurang bijaksana kalau segera menetapkan bahwa ini hoax hanya berdasarkan analisa semata-mata anda (bukan saya tidak percaya anda), serta mencantumkan bahwa halalguide milik MUI termasuk korban hoax.
Jika saya pribadi, saya akan waspada terhadap produk2 dengan kode demikian, dan mencari alternatif lainnya, sikap wara’ (kehatian-hatian) lebih utama daripada bersikap pasrah. Namun, saya hargai pendapat anda.
MUI , isinya cuma orang yang jual kecap dan jual stampel halal.
yang isinya orang pintar pintar bodoh. lebih banyak bodohnya daripada pintarnya
hoax emang yahud!
hoax lagi..hoax lagi…
boseeeeeeeeenn
Lutfie’s:
Pernyataan yg terlalu berlebihan kayaknya Mas. Secara saya anak desa, tinggal motong ujung daun singkong, direbus kasih garam, jadi sayur sedap bukan main
Ealahhh.. kalo mo belanja kudu bawa primbon dong !
@28
Tul.. makan kangkung sama ubi jalar juga tokcer..
kalau boleh usul harusnya MUI juga Merekrut ahli dari berbagai bidang sehingga dasar yang di ambil dalam suatu keputusan di tinjau dan di validasi dengan dasar keilmuan yang punya referensi engkap, bukan dari syariat agamanya saja, tapi validasi keilmuanya dan informasinya jauh lebih penting….
Kalau saya boleh merekomendasikan MAS PRIYADI termasuk orang yang boleh untuk dipilih…..
Gimana Mas Priyadi Bersedia?…
terkadang tidak tahu sama sekali lebih baik kayaknya…
Sudahkah mPri konfirmasi ke MUI atas kekhilafan mereka?
situs-nya milik MUI ya? kok kayak situs komersial biasa (banyak iklan-nya)..
yang jelas sih saya lihat ini bukan situs resmi MUI..
situs resmi MUI http://www.mui.or.id
coba dipelajari lagi Pri, hubungan MUI dengan situs ini apa, fungsi kontrol-nya seperti apa? Milik MUI atau milik oknum MUI? .. jangan sampe anda saya tuduh menyebar hoax untuk menjelek2kan MUI kalau anda nggak bisa membuktikan-nya hehee….
sorry anda ini Islam bukan sih? kalau anda non muslim lebih baik stop bicara masalah yg ada hubungan-nya dengan Islam..
just FYI: situs resmi MUI tentang halal = http://www.halalmui.or.id/ …
maaf kalau salah, saya tidak terlalu pakar dalam hal ini tapi melihat nama domain-nya or.id, domain itu lebih dapat dipercaya dibanding domain .info yg gratisan
Sama nggak ya?
Orang yg korupsi makan makanan halal sama orang yg nggak korupsi makan makanan haram
#33
yak.. mulai ada sara..
Sebentar lagi ada SUB DOMAIN
http://hoax.priyadi.net
Gimana cak Pri? setuju to
ini hoax udah bertahun2 gitu loh, udah basbang, kok bisa dimunculin lagi, dan kenapa dikait2kan dengan MUI
kemaren nge-jelek2in Aa Gym, pake isu lama juga, MLM, sekarang nge-jelek-in MUI.. jadi mikir, who are u Pri ? what’s yo mission ? 
testing hoax
Masuknya hoax ini ke HalalGuide-nya MUI menunjukkan bahwa sumber berita manapun tidak bisa kita terima begitu saja tanpa cek and ri-cek. Termasuk juga Blog-nya Priyadi
Yang percaya begitu saja dengan isi blog di atas sama saja dengan pengelola web HalalGuide yang menelan mentah2 info Hoax di atas
ehh inet international indo lagi masalah ya? priyadi hosting di indo ato luar?
#41 indoglobal.com? kyknya Indonesia deh
OOT dikit, kalo ga sah..penyebab internet agak lemot , gara-gara gempa di Taiwan! soalnya di bahas di Chip Forum
Loh kok cuma 42 komen…? Tumben… well anyway, emang kok orang Indonesia gampang kepengaruh sama hoax ya? Ya ga cuma orang Indo sih, orang luar juga. Mending bikin blog yang memang membahas tentang hoax ini mas (kayak snoopes atau yang sejenis)…kyknya di wordpress.com udah pernah ada yang bikin deh, entah aktif atau engga.
duh jadi kangen sama MUI.
disini susah cari label halal
hanya menghafalkan huruf2 kanji ttg beberapa kandungan makanan haram
#33: Suka2 yg punya blog kali.. Kalo anda tidak suka, kenapa masih juga baca blog ini??
Pemakaian kode E itu memang khas Eropa dan di sana memang dapat dijadikan panduan untuk mendapatkan informasi bahan baku makanan. Sampai titik tersebut, baik-baik saja.
Yang menjadi persoalan: mengapa situs dengan identitas LPPOM MUI dengan mudahnya memuat berita yang dari materinya “meragukan”, apalagi dikaitkan dengan Shaikh Sahib segala.
Priyadi hanya menyayangkan pemuatan berita tersebut di situs LPPOM, bukan menyerang MUI dan kita tidak perlu memperluas diskusi kepada staf MUI. Nanti yang dibahas malah pembawa pesan, bukan proses atau materinya.
@Hoax,
@Priyadi,
E904: shellac
E141: kompleks tembaga dengan klorofil dan klorofilin
Masalah selesai.
Tumben sepi.. hihihi..
#33: Baca yang bener donk, udah jelas2 ditulis “HalalGuide adalah sebuah persembahan LPPOM-MUI untuk ummat Islam ndonesia”
liat di link ini http://www.halalguide.info/content/view/174/37/
Prinsip kehati2an? Kalo itu berdasarkan informasi salah, hoax, bahkan fitnah, gimana donk?
And nice touch from your closing sentence below… Menunjukkan kapasitas pemikiran anda yang…
#42 lemot ?? wah kalo di aku sih super lemot…!! aku harus tunel ke belgia dulu baru bisa ke yahoo, kira2 ampe kapan ya lemotnya …?
analisa yang bagus…
buat #44, situs resmi MUI http://www.halalmui.or.id/ bukan http://www.halalguide.info


yang percaya dan menyebarkan halaguide.info adalah milik MUI adalah termasuk orang2 yg termakan hoax, mosok sih nggak tau mana yg situs resmi mana yang nggak.. pernah liat situs http://www.halalmui.com nggak? yg isi-nya ada link ke situs porno..
lucu kan, ngomentarin hoax padahal kemakan hoax sendiri heheee…..
#30 (Siswanto):
Priyadi bukan ahli Hoax. Yang dia lakukan cuma sekedar cek silang informasi. Aku dan beberapa temanku sendiri juga sering seperti itu di milis-milis yang kami ikuti.
Itu keahlian yang bisa dipelajari sendiri. Harusnya semua orang yang terhubung ke internet belajar seperti itu, tidak sembarangan mem-forward kecuali setelah tahu persis kebenarannya.
#33,34,38,47 (Alionzo):
Suka gak suka, situs halalguide.info itu yang sering dipromosikan waktu aku masih di Brisbane. Beberapa mengambil informasi di situs tersebut sebagai acuan. (bukan aku.. aku cuma makan Indomie berbulan2 di sana dan makan gratisan di tempat orang-orang Indonesia lain).
Kalau Priyadi salah.. ya sudah.. beritahu salah.
Gak perlu sampai berulang-ulang. Waktu anda menjawab sebagai komentator no. 33 dan 34, saya masih menghormati anda. Tetapi sebagai no. 38 dan no. 47, anda sudah mulai bersikap seperti kampungan dan akhirnya saya malah bersimpati pada priyadi.
http://www.halalguide.info/content/blogcategory/44/37/
Sama seperti banner halaman utama, tertulis jelas ini adalah “HalalGuide adalah sebuah persembahan dari LPPOM-MUI untuk ummat Islam Indonesia.”.
whoisnya :
T Solusi Madani
ulau Pelangi Blok E12/6 Komplek AL, Kelapa
Registrant Organization
Registrant Street1
Registrant Street2:Gading Barat
Registrant Street3:
Registrant City:Jakarta Utara
Registrant State/Province:Jakarta
Registrant Postal Code:40135
Registrant Country:ID
Registrant Phone:+62.21681312331
hoax pula..
tapi gimanapun juga harus tetap waspada..
drpd merana di neraka, hehehe
#59? indomie mengandung babi…hoax juga…hhehe
anyway, apakah ada fungsi kendali informasi di MUI untuk kepentingan pengecheckan?

makan nggak usah yang haram-haram dech. ntar nanti susah matinya. Lho koq…???
Ini Hoax ato bukan yach…
#6:
di sini saya gak begitu mempermasalahkan haram atau tidaknya. tapi lebih kepada pernyataan “E100 E120 dll adalah lemak babi” dan berdasarkan pencarian ternyata bukan berasal dari babi.
selain itu, hoaxnya bilang zat2 tersebut sudah pasti haram. sedangkan info dari anda ‘mungkin’ haram. ini perbedaan yang jauh sekali.
kalau mau ditinjau lebih jauh lagi, semua zat yang halal pun bisa haram (kalau asalnya dari mencuri misalnya), dan sebaliknya zat yang haram pun bisa bisa jadi halal (misalnya kalau benar2 kepepet)
#18
betul, saya gak bilang yang vegetarian sudah pasti halal. saya cuma bilang babi pasti hewan
. referensi ke vegetarian di atas hanya untuk menkonfirmasikan kalau pesan tersebut memang hoax (ada zat-zat yang ada di daftar tersebut ternyata tidak berasal dari hewan, apalagi babi)
#30:
saya menerima masukan. jika ‘analisis’ kecil saya salah, mohon diinformasikan bagian mana yang salah.
#44:
bagian mana yang ngejelek2in aa gym? dan bagian mana yang ngejelek2in MUI?
Hoax! boleh nanya, kalo yang berita jarum yg terinfeksi virus HIV di bioskop, HOAX juga kan?
Look ma.. I’m on OSX right now
HOOAAMM… BOSEN NIHHHH
Mr.Analysis, maju terus ya! i’m on your back…
hanya satu kata: KEREN
hoax hoex
eh…barusan gue nginjek nomor keramat!
MAMPUS deh…
Kalau bicara HOAX, kemarin ada beberapa minuman kemasan yang mengandung zat pengawet, ternyata terbukti kebenarannya lantas ditarik dari peredaran. hanya saja MIZONE koq sekarang udah nongol lagi, apa karena nyetor ke BPOM atau memang bahan pengawet nya sudah dihilangkan. tauk ah gelab !
adalah lemak babi? Bukannya cuma dibilang MENGANDUNG lemak babi?
kayaknya ada yang tidak terbaca oleh saya ya? perasaan gak ada kata2 “sudah pasti haram”, yang ada adalah himbauan supaya “hendaknya dapat dihindari”
Saya sangat menghargai usaha anda Mas Pri, tapi mengatakan ini adalah hoax rasanya terlalu dini
pengenya sih agka rokok bodo tapi kok dapetnya 70…ndak 76. hoax yang banyak ttg makanan minuman yah.. baju baju kok blom pernah ada hoax …
welcome to the hoax world of junkies…..
Wah ga nyangka lead saya jadi entry di sini. Cuma nerusin aja bahwa ini adalah pembodohan umat. Gak rela aja gw…
om pri, kayaknya akan lebih akurat lagi kalo di konfirmasikan jg ke orang2 yg ngerti masalah kimia, bukan sekedar ngambil dari wikipedia, bukannya gak percaya wiki, tapi rasa2nya akan lebih afdol tuh,
maaf saya gak punya kenalan org2 kimia, jadi gak bisa menolong , dan ehem ini cuma saran aja lho
di amerika sono, kaum yahudi punya label khusus utk menandakan makanan itu “kosher” (halal versi mereka) atau tidak. label itu berbentuk huruf “u” atau “k” yang dilingkari, macam tanda copyright.
Kalau kita mengkonsumsikan makanan yg ada label kosher itu, tentunya tidak ada babinya. Mungkin belum tentu halal, tapi yg jelas tidak mengandung babi karena hampir semua yg di haramkan di Islam, juga di haramkan oleh kitab Taurat. salam.
Biasanya gw ga pernah setuju ama tulisannya Priyadi, tapi untuk yg kali ini gua lanjut…
Artikel ini kan dah lama, kalau emang bener mustinya dah jadi fenomena besar di tv-tv. Btw, dokter-dokter atau scientist-scientist muslim yg pintar-pintar di eropa kan banyak, masa ga ada yg menyadari sih kalau makanannya emang mengandung B2?
Intinya ini HOAX….
hiks…gwe termasuk golongan penyebar hoax
ampyun tuwan
Pertamaxxx kirim komen setelah Bencana Internet 27 December 2006
buru buru kirim early greetings “HAPPY NEW YEAR 2007″”

sebelum putus koneksi lagi.
Untunglah Motorola E398 gua gak masuk daftar,
*baca sekip2*
hoax atau tidak hoax, lebih baek hati2, dr pd makan barang2 haram, ya nggak?
untuk amannya, ati2 aja nggak usah ngonsumsi barang2 dgn kode2 di atas, ya nggak?
Terimakasih atas infonya. Artikel tersebut sudah kami hapus dari situs Halal Guide. Sebenarnya jauh sebelumnya kami sudah memuat artikel yang memuat daftar kode E dan kehalalannya dari pak Anton Apriyantono di: http://www.halalguide.info/content/view/407/38/. Kalau yang ini dijamin bukan hoax
MUI juga manusia
btw knp ga di forward aj ke MUI
.
daftar E itu ‘wajib’ dipunya muslim di negara non muslim, termasuk kami di Inggris..setahu saya muslim di Inggris tahu ttg daftar2 itu
dan memang tidak semua produk itu lemak babi. tetapi disebut sebagai ‘mengandung komponen yang tidak diperbolehkan dikonsumsi muslim’.
dalam hal ini yaitu, babi (tentu saja), alkohol (dalam segala bentuk dan nama-nya), dan hewan lain yang bukan babi tapi tidak disembelih dengan cara Islam.
misalnya permen (terutama yg kenyal), sebagian besar mengandung gelatin. nah gelatin ini sebagian besar dari babi, tapi ada beberapa berasal dari sapi. namun untuk muslim yang ikut pendapat bahwa haram artinya harus disembelih dengan cara Islam, maka gelatin dari sapi pun menjadi haram.
Tapi ada sekarang gelatin halal. dan akan disebutkan di bungkus permen tersebut.
Rumus membeli makanan di negara non muslim adalah: hanya membeli yg ada label halal dan/atau vegetarian. Namun untuk yg berlabel vegetarian harus di cek lagi daftar E-nya yg mengandung alkohol.
saya banyak belajar dengan ini juga setelah tinggal di Inggris, dimana muslim-nya begitu concern sampai hal yang kecil-kecil seperti ini..ketika di Indonesia saya pikir semua makanan yg bukan babi adalah halal
cheers,
Udah dooonk… dah waktunya bahas fiber optik bawah laut..
iya nih… Emang om pri bisa akses internetnya ga lemot ya?