Misteri RedHat Linux 9
Entah kenapa cukup sering ada email atau pesan singkat dari seseorang yang menanyakan sesuatu hal tentang Linux, dan ketika saya tanya apa distro-nya, dijawab dengan “RedHat Linux 9″. Lebih aneh lagi, biasanya pengguna ini pengguna baru dan baru saja memasang RedHat Linux 9 tersebut di komputernya. Memang tidak terlalu sering, tapi paling tidak setiap satu atau dua bulan ada kejadian semacam ini. Jauh lebih sering daripada distribusi lain yang seumur dengan RedHat Linux 9.
Jika bertemu dengan kasus semacam ini, biasanya langsung saya anjurkan untuk pindah ke Ubuntu atau distribusi lain yang jauh lebih baru.
Bukannya menolak untuk membantu, tetapi lima hari ke depan adalah tepat empat tahun setelah RedHat Linux 9 dirilis. Empat tahun adalah waktu yang sangat lama di dunia Linux dan RedHat juga telah menghentikan dukungan terhadap RedHat Linux 9. Besar kemungkinan RedHat Linux 9 tidak mendukung sebagian besar perangkat keras jaman sekarang. Kenyamanan menggunakan Linux juga telah jauh lebih baik daripada empat tahun yang lalu.
Walaupun dulu saya adalah pengguna RedHat Linux sejati (pernah menggunakan setiap rilis RedHat Linux dari versi 3 sampai 7.3), saya tidak pernah menggunakan RedHat Linux 8 dan lebih di komputer pribadi saya. Versi terakhir RedHat Linux yang pernah saya gunakan adalah versi 7.3. Jadi kemungkinan saya tidak tahu terlalu banyak tentang RedHat 9.
Jadi mengapa orang-orang ini menggunakan RedHat 9? Saya tidak sempat menanyakannya dalam kejadian terakhir. Tetapi hipotesis saya adalah mereka mencari RedHat ke toko-toko yang ‘menjual’ program komputer, mencari RedHat Linux ‘versi terbaru’ karena dalam pikirannya RedHat adalah distribusi yang paling populer. Kemudian tentunya penjaga toko menyerahkan RedHat Linux ‘terbaru’ yaitu versi 9. Penjaga toko ini tentunya juga tidak mengetahui perbedaan-perbedaan dan hubungan antara RedHat Linux, RedHat Enterprise Linux, dan Fedora, apalagi CentOS.
Bagi penjaga toko ini mungkin wajar menginstal komputer baru dengan menggunakan sistem operasi keluaran setengah dasawarsa yang lalu, tetapi perkembangan di dunia Linux sangatlah cepat. Dapat dipastikan antara waktu RedHat Linux 9 dirilis sampai sekarang ada banyak versi baru dari RedHat Linux. Hanya saja namanya bukanlah RedHat Linux karena RedHat mengubah arah pengembangan RedHat Linux menjadi Fedora. Sedangkan versi komersilnya dinamai RedHat Enterprise Linux.
Semenjak RedHat Linux 9 dirilis, sudah ada enam rilis Fedora. Setiap tahun paling tidak ada satu rilis dari Fedora. Versi berikutnya dari Fedora dijadwalkan akan dirilis pada bulan Mei tahun ini. Selain itu sudah ada tiga rilis versi RedHat Enterprise Linux setelah RedHat Linux 9 dirilis. Untuk yang terakhir ini kemungkinan besar toko program komputer yang dimaksud juga menjualnya, walaupun mungkin mereka tidak bisa membedakan RedHat Linux dan RedHat Enterprise Linux; dan tentunya hampir dapat dipastikan RedHat Enterprise Linux yang mereka jual adalah bajakan.
Ketika ‘RedHat Linux 9′ melintasi otak saya, tebakan liar saya mengatakan bahwa itu adalah distro keluaran sekitar tahun 2000, “Hare gene masih pakai RedHat 9?”. Ternyata Wikipedia mengatakan tahun 2003, hanya dalam waktu empat tahun RedHat merilis tak kurang dari sembilan versi distribusi Linux! Perkembangan Linux yang begitu cepat membuat saya berpikir bahwa RedHat Linux 9 sepertinya dirilis pada abad kemarin, tetapi ternyata belum genap empat tahun RedHat Linux 9 dirilis.
Walaupun demikian, rasanya sudah waktunya toko-toko yang menjual perangkat lunak berhenti menjual distribusi-distribusi jaman baheula. RedHat Linux 9 hanyalah salah satu contoh, masih ada yang lebih parah lagi. Misalnya saja akhir-akhir ini saya pernah melihat RedHat Powertools dan Linux Mandrake 8 bertengger di etalase mereka.
Comment dari Bahrain bisa Pertama Nihh…
MUmpung pada tidur comment lagi ahh


wahh, keberapa yah? hehehe
jadi inget temen saya yg msh blom tau linux coba2 install redhat 7 trus datanya pd ilang semua gara2 salah partisi hehaehaha
Keheranan yang sama sempat menyergap ketika ada yang bertanya mengenai SuSE 9.3. Seperti halnya kalau ada yang tanya soal RedHat 9, saya berpraduga, “Oh, mungkin dia gunakan untuk komputer dengan spesifikasi rendah atau justru sudah sejak lama melakukan instalasinya”.
Dari sisi support memang iya mas Pri. Jangan sampai ada yang menggunakan Linux versi lama dan ketika ada yang tidak cocok dengan perangkat baru, yang terlintas langsung, “Ah, Linux memang nyusah-in
.
kalo saya dari awal udh males duluan euy sama keluarga .rpm
suka nyusahin, dulu pernah sempet nyobain fedora, ga kuaaat. Sekarang nyaman dengan kubuntu.
Temen2 saya juga banyak yang nyari RH 9 mas pri, tapi buat tugas akhir. Ga tau kenapa…
Berarti si topi merah itu masih punya tempat dihati para pencinta linux. Makanya para nubie itu pada nanyain RedHat,atau yang ngasih taunya cuman pernah make redhat dulu, sekarang ketika linux mulai trend dengan yang buntu-buntu mereka gak ngikutin
oh iya kadang-kadang beberapa kampus juga masih nyaranin mahasiswanya make RH 7.2 (Halah lebih parah dari 9). Kayaknya para nubie tsb mesti sering baca majalah IT atau ikutan milis IT biar lebih tau perkembangan distro2 linux terkini.
Ya tokoh seperti mas pri juga klo ada yg tanya2 begituan jangan bosen2 kasih saran untuk menggunakan distro linux yang baru2 biar para nubie ini lebih mencintai linux juga.
RH memang kenamaan, cuman aku pemakai suse sejati, sampe akhirnya dia “naik kelas” akhirnya berenti make linux, mau nyoba ubuntu eee bentar lagi malah muncul yang 7.04 yah, nunggu aja dulu deh.
Tapi lambat laun distro ini popularitasnya mulai digantikan Ubuntu kayaknya..
*sepuluh besarkah?
*
FOTE RHEL….
others sux!
Terakhir pakai redhat pas awal kuliah..
pegel linux? coba mepis lumayan juga
gw bikin proxy di kampus pake distro itu, masih ada ga ya??
ya nasib, termakan kepopulerannya sendiri. Sewaktu jaya jayanya Red Hat GPL, gue malah sengaja pakai Slackware dan FreeBSD, hanya karena tidak mau ikut mainstream… hehehe
Ya mungkin inilah yang menyebabkan penetrasi linux ke masyarakat / mahasiswa jadi tersendat..
lah wong mereka dikasih distro yang dah jadul.. trus diinstall di pc/laptop dengan spek terbaru..
ya otomatis si linux ngga detek lah..
trus mereka diharuskan untuk nyari driver dulu..
padahal bagi pemula, nyari driver adalah hal yang serem.
dan akhirnya, balik deh ke windows yang plug and play..
*ngomong gini padahal masih make XP*
hehehehe..
saya dulu juga pernah pakai redhat. tapi th 1998, lupa redhat berapa waktu itu. sekarang lebih nyaman pakai ubuntu. temtu saja masih dualboot.
RedHat? Apa itu?
apapun asal bukan window$ kayanya ok…
Ubuntu ok banget

pengen nyoba RHEL tapi mahal…
Yang saya tau , karena saya pernah cari linux di gramedia , dan ketemunya red hat ( + CD nya ). Yah jadi itu yang dicoba , tapi jadi saya anggap linux itu susah.
Tapi sejak itu jadi tau banyak mengenai linux, walaupun sampai sekarang aku masih pake windows ( belum pede ).
2 Minggu lalu ke pameran komp Mega Bazaar, udah banyak yg pake Ubuntu Linux tuh
cintaku tergadai oleh XP
tapi debian masih tetap di hati
Saya termasuk yang pernah menanyakan ini kepadamu Pri (tahun 2005-an akhir), tapi saya sendiri gak begitu ngeh. Kirain Distro Linux juga mirip Windows yang release-nya per 2 tahun-an (95, 98, NT, 2000, XP, dst).
Ternyata lebih mudah pake UBuntu saja. Klik..klik..klik.. selesai. Tapi dah gak bisa dilanjutkan lagi. Gak tau gimana baca partisi Windows, gak tau gimana nonton DVD, dll.
Cuma game Mahjong-nya aja yang kepake.
Gw udah gonta ganti distro Linux berkali-kali, cuman gak tau gak nyaman. Akhirnya kembali lagi ke Ubuntu.
Walaupun ada beberapa hal di Ubuntu yang membuat tidak nyaman juga. Tapi banyak nyamannya. Jadi stay tuning di Ubuntu…
Note: Kayak Radio aja….
Ubuntu aja deh
*tapisekaranglagidiwinsux*
Kalo saya liat OS dan Browser yang digunakan, ada yang bisa pake Mozilla + UBuntu, Mozilla + Suse, dll. Lah emang internetannya pake apa? Kalo pake dial-up, Speedy, GPRS, dll gimana setupnya ya?
Buat yang bingung bagaimana cara melakukan sesuatu di Ubuntu, kawan2 di komunitas ubuntu Indonesia sudah menyediakan Panduan Ubuntu di situsnya.
Selamat menikmati
Oh ya, saya heran kadang masih nemu server dengan OS RedHat 7.3
Ternyata, katanya versi ini memang agak spesial, karena rock-solid. Katanya lho. Saya juga belum membuktikan.
nggak tahu mau komen apaan. soalnya aku masih pake windose…

cuma ikut absen, ra ngerti apa yang di omongkan…
saya masih pake windows juga
Saya udah maen2 dengan ubuntu, memang distro ini gampang bgt untuk pemula di linux. Tapi menurut saya yang paling suka adalah OSX deh, based on BSD. (walaupun tiap hari masi dijejelin Windows di kantor).
Padahal RH 9 itu default installationnya buanyak amit service yang vulnerable. Salah satu yang fatal adalah service file sharingnya, Samba. Bisa dapet root dari luar.
Di suatu situs security, kabarnya ada belasan lubang keamanan RH 9 yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai akses root.
belum tahu banyak tentang dunia IT, windows aja masih make’ yang ‘98.
malah baru beberapa bulan baru mencoba Red Hat Enterprise Linux dan juga CentOS,,, nggak tahu ketinggalan zaman apa tidak.
terima kasih,tulisannya menambah wawasan.
Salah satu penyebab kepopuleran RH9 mungkin adalah karena salah satu best seller buku Linux adalah RedHat 9 (keluaran InfoLinux) kalo ga salah. Laris manis kayak kacang goreng.
Buat saya sih, RH9 masih cukup useable kok. Tapi emang sih kalo mo ok, yah Ubuntu atau engkongnya, si Debian (hidup Debian!!
udah lama gak nyoba yg rpm-based, udah gak banyak broken dependencies ya skrg?
Jadi inget dulu Linux ini linux “asli” pertama yang saya beli (maksudnya langsung dari redhat, ada support, manual, etc). Duh mengenang masa-masa lama…
untuk sementara masih nyaman dengan kubuntu
Sebelum kena petir, dulu terinstal RedHat versi … duh malah udah lupa lagi. Abis itu nggak pernah menyentuh RedHat. Sayang ya padahal. Sebuah nama …
Saya Juga bingung,
Waktu pertama kl saya belajar linux kenapa diajarin pake Redhat 9, padahal mandriva keren bgt ama ubuntu lg hot2nya.
Saya 2 tahun yg lalu training di tempatnya pak rusmanto di margonda, pakenya redhat 9 ampe tamat(gatau skrg), makanya skrg klo lg bikin proyek apa2 pk fedora 5.
Andalan saya cuman yum
tp teuteup klo sehari2 pk windows, buat ngegame sih
Lha masih mending RHL9, di tempat saya, ada server anyar gress HP Proliant DL380, dari vendor systemnya dipaket dengan RH 7.3. Entah apa alasannya, tapi kelihatannya dia pasang systemnya di mana-mana memang pakai RH7.3
#4:
jaman sekarang, untuk spec rendah lebih baik pakai xubuntu
#18:
coba pakai CentOS (= RHEL tanpa merk & support)
#22:
ubuntu feisty yang harus katanya gampang soal yang begituan. mungkin bisa dicoba.
#25:
dialup/speedy harusnya sudah bukan masalah di distro jaman sekarang. kecuali kalau hardwarenya gak didukung. GPRS agak rumit, tapi dengan sedikit ngoprek bisa connect juga. tapi hardwarenya harus dukung juga.
#27:
oh yeah… rh 7.2 & 7.3 is the best RHL ever. problemnya cuma satu: sudah gak disupport lagi
#34:
dependency hell di rpm sebenarnya adalah mitos
. yang ada adalah user install paket rpm yang dicompile di versi dan/atau distro yang berbeda. atau mungkin yang menyediakan donlod RPM gak bilang2 RPM-nya untuk distro apa.
hal yang sama juga bakalan terjadi kalau nginstall paket deb untuk debian sarge di debian woody. atau paket deb ubuntu feisty diinstall di debian sarge.
“dependency hell di rpm sebenarnya adalah mitos
. yang ada adalah user install paket rpm yang dicompile di versi dan/atau distro yang berbeda. atau mungkin yang menyediakan donlod RPM gak bilang2 RPM-nya untuk distro apa.”
ndak juga Pri, ini sudah kebiasaan di Red Hat GPL dan sampai sekarang di Fedora juga. Begitu distro sudah berumur lebih dari 1 tahun, walaupun kita install dari main repo doang, tetap saja broken here and there tanpa di maintain. Semakin ke Fedora, semakin hancur, dan puncaknya, Fedora Legacy gave up : http://fedoralegacy.org/
Dari pengalaman Red Hat vs Debian, Debian selalu lebih terjaga. Dulu mungkin belum sangat terasa, karena RH GPL masih banyak peminatnya, sekarang sudah tidak.
ah XP aja .. abis di redhat ga ada bisa install .exe

Karena banyak yang beranggapan Linux ya REDHAT
openSUSE… anybody?
XP juga… males install linux..
#43,45
Memang betul, kata pakar pornomatika Indonesia, Linux itu merupakan OS berbasis Windows
ngomong-ngomong soal linux, saya ada komik strip nih :
wawancara dengan ahli linux
Kalau saya sih karena dari dulunya pertama kali pake RedHat 6, ya keterusan pake keluarga RedHat, dan beralih ke Fedora yang free. Fedora Core itu dijadwalkan untuk rilis setiap satu semester. dua kali release Core per tahun (rencana jadwalnya). Hingga akhirnya saya migrasi ke FreeBSD dan betah di sana.
Mengikuti RedHat, Suse/Novell juga sudah memisahkan linuxnya menjadi Suse Enterprise Linux (commercial) dan OpenSuse (free).
So, rating tertinggi dipegang oleh Linux apa?
perkembangan distro linux memang sangat cepat dan kadang menjengkelkan
saya menggunakan zenwalk dan paling tidak setiap 3 bulan saya kudu upgrade jika ingin mengikuti “perkembangan jaman” krn belum ada fitur upgrade, masih clean instal
so, solusi saya sebelum ada fitur “upgrade” di instaler zenwalk, yg saya lakukan adalah berpegang pada rilis paling nyaman yg saya gunakan.
ga’ masalah mau pake linux distro yang mana atau versi berapa…asal bisa dipakai dan sesuai dengan kebutuhan…
kalau selama ini kita hanya memerlukan aplikasi teks editor sederhana, ngapain mau instal yang rumit…
yang penting dengan menginstal linux artinya kita sudah mencoba untuk tidak memakai aplikasi illegal…
dan jangan melupakan jasa-jasa aplikasi lama yang sudah banyak berjasa membawa kita ke masa sekarang…
seperti saya, sangat berterima kasih pada Linux RedHat 6 masa lalu yang berjasa banget buat saya mengenal linux…
anyway RH ttetep dihati..
ya mungkin mereka udah terlanjur cinta ama red hat dulu,dan tidak pernah ngikutin perkembangan. Sehingga tidak tau kalo Red Hat bikin Fedora. Ya mari kita beri petunjuk kepada mereka2 yang masih belom tau
Linux memang salah satu Operating Sistem yg sangat menjanjikan.
namun kalo bisa menghilangkan data…?
kalo saya mendingan pake yg liveCD kalo hanya utk coba2
#42:
hmmm, seumur2 pake redhat + install update dari main repo + tambahan 1-2 repo + repo punya sendiri gak pernah mengalami ‘dependency hell’. even then, ini bukan masalah inherent dari rpm sendiri, tapi masalah dalam pemaketan, dan biasanya malah bukan masalah teknis, misalnya kurang komunikasi antara pemaket.
fedora legacy tutup bukan karena ‘dependency hell’, tapi karena kurang kontributor. sampai akhir support 7.2/7.3 di legacy gua masih update dan gak pernah masalah juga.
Ingin coba linux tapi takut mempartisi harddisk ? atau merasa livecd lambat ?
Coba aja AndLinux, menjalankan linux di atas windows tanpa emulasi
atau Topologi Linux instalasinya di satu file besar dalam partisi ntfs
Pengalaman saya install Oracle 9i di RedHat 9 ya dependency hell yang akhirnya install beberapa rpm secara manual, padahal install di Debian yang nggak disupport resmi sama Oracle lancar, kecuali ada 2-3 program kecil yang gagal dicompile.
Pengalaman dengan fedora, nggak bisa upgrade dari Fedora 4 ke Fedora 5 gara-gara install beberapa package di luar repo resmi.
Kalau mau update terus tanpa install ulang memang Debian & turunannya (ubuntu,mepis,knoppix dll) tak terkalahkan. Saya posting ini dari debian yang diinstall tahun 2001 dan diupdate terus sampai sekarang.
cuma cek pak Dhe pri, fiQa pake distro apaan ya?
Om pri, seberapa cintanya sih sama linux?
di rumah pake opensuse, top & cool abis deeh
Belum pernah nyentuh linux sama sekali. Masih berkutat dengan jendela-jendela.
Saya dulu maniak redhat 9, kemduian pindah ke fedora 4, akhirnya jatuh cinta sama debian.
–budiw
Saya masih menggunakan SuSE 9.1 sama RH Advanced Server 2.0 dan benar, yang paling sulit adalah saat me-mantaince RH. Jangankan sekarang, 4 tahun lalu saat saya install RH ini aja, sangat sulit untuk cari 3rd party software untuk mendukung hardware.
Kalo Saya sih sangat menyarankan SuSE.
Namanya jg orang jualan…
Ada dua kemungkinan:
- tidak laku
- dengan kulakan lama, keuntungannya akan berlipat.
Aaah..masih pake XP..bajakan pula!
Kalo dari sisi marketing, RedHat itu udah menjadi Top of Mind, jadinya kalo ditanya Linux maka orang akan terlintas Red Hat. Ini terjadi karena RedHat termasuk pelopor Linux yang lebih user friendly (bersama SuSe dkk). Selain itu,orang2 yang menjadi rujukan pertanyaan dari Nubie yang ingin mencoba Linux umumnya adalah berasal dari generasi RedHat yang -mungkin- gak pegang Linux lagi.
Kayaknya wawasan toko komputer harus ditambah
pengen pakai linux untuk komputer kerja apa daya SAPGUI versi Java ribet amat install nya
, sampai sekarang masih belom jalan SAP GUI, lotus notes 7 Client enggak bisa jalan smooth kalau mo install harus pakai wine…. akhirnya ubuntu gua cuma buat iseng doang … nunggu SAPGUI JAVA easy install sama lotus note 8 launcing kali … 
andaikan bisa maen dota di redhat .. pasti pindah haluan
*halah*
Ngga ngerti Linux,





Numpang lewat doang…
redhat = topi merah
blackhat = topi item
whitehat = topi putih
lha kalo topi miring apaan ya?
dependency hell??
pake yum di centos ….lancar tuuu
mo update dari centos 4.3 ke 4.4 cuman ketikkan yum -y update ….
syaratnya konkesi internet yang lancar….hihihihh
thx
Om Pri mo tanya nih,denger2 nanti linux ada “CNR(Click and Run)” ya? jadi kalo mau install program tinggal click doank kayak di windows. Bener gak ini? kira2 kapan ya munculnya?
sy pikir ini terjadi utk semua hal yg berhubungan dengan penerbitan publikasi buku2 komputer khususnya menyangkut buku2 operating-system / aplikasinya. Jadi gak terjadi di buku linux atau dlm hal ini Redhat. Malah sy sering menemukan info tt linux di internet-pun basi. Jadi emang kejar2an antara “barang” dan dokumentasinya.
Saran sy agar publikasi itu uptodate dan tetep relevan dibaca “bertahun2″ (khususnya buku2 linux) :
1. Jelaskan command ini maksudnya apa
Kadang2 buku2 atau bahkan majalah sekelas infolinux memberikan info tt setting server -misalnya - seperti menuliskan “mantra”. Tuliskan command ini blabla .. beres.. Gak dijelaskan (scr singkat) ini maksudnya perintah apa. Kesannya linux itu sulit karena kalo gak hafal “mantra” bingung sebingung2nya!
2. Bila menjelaskan tt program, misalnya ntfs-g, hendaknya memberikan URL dimana latest versionnya tersedia. Atau program2 ini hanya jalan di versi berapa (misalnya qemu yg hanya jalan di gcc3, padahal gcc terkini 4).
Monggo deh mas pri menambahkan, atau mau dibuat topik terpisah?

wohohoho……… Redhat yah, blom pernah nyoba tuh. pengalaman selama ini baru make knoopix tuh.
. Tapi bagus loh knoppix buat temen2 pemula
Kok tau sih kalau saya pengguna RedHat Enterprise
aku sih pemakai setia topi merah…
gak tau males aja nyoba2 yg lain…
kalau mau rhel kan ada centos….so dont worry lah, masih banyak gratisan….
kojek
#73:
CnR (plug and play-nya Linux) dah dari dulu ada. Kalo gak salah itu salah satu fasilitas dari distro Lindows sekarang Linspire.
linux itu apa sih kk?
baru beberapa bulan ini saya mulai rajin pake kubuntu..
bikin bocor benwit juga ya ternyata kalo buat dipake dirumah..
hehehe..
eh curang.. yang laen ke deteksi kubuntu.. kok giliran saya cuman linux doang??
Kyknya sih simpel aja mas Pri. Ini karena hampir semua tukang CD bajakan yg pernah gw datengin (dari emperan stasiun UI sampe mal Ambassador, dari Tanggerang sampe Bekasi) cuma nyediain si topi merah. Perkiraan situ bener banget.
Lagian mana berani sih mereka ngejualin CD distro-distro laen yg udah jelas gratis. Minta diganyang…
Mas Pri nebeng ngasih info buat para pembaca yah
Untuk yang menggunakan Linux keluarga Ubuntu, bisa mendapatkan informasi kegiatan Komunitas Ubuntu Indonesia di http://www.ubuntu-id.org atau bisa mengunjungi halaman google groups nya di http://groups.google.com/group/id-ubuntu
klo Debian sarge 3.1 gimana om prii…

aku lebih suka debian nih

Saya masih pake RH9. Salah ya?
Lagian cuma buat belajar aja sih, malah tadinya saya nyari yang RH7 buat belajar. Belum bisa ‘mengikatkan’ diri sama Linux nih…
kalo ga salah dulu ada buku tutorial linux, plus cd redhat 9. pertama kali serius belajar linux ya dari buku itu.
jadi inget dulu jaman2 sma,awal pertama kenal linux,make redhat.mulai dari seri 7,sampai dengan seri 9.
hihihihi…
jadi inget masa muda
.
hohoho mas pri artikelnya jelas. Suka ditanya hal yang sama juga soalnya..hehehe. Thx