<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Memutuskan Mata Rantai Sindrom Stockholm</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 05:02:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: secret</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-571100</link>
		<dc:creator>secret</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 04:54:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-571100</guid>
		<description>no comment :)&gt;-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>no comment :)>-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Luluk</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-568860</link>
		<dc:creator>Luluk</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 11:15:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-568860</guid>
		<description>Fenomena ini bisa juga disebut &quot;group think&quot;, saking dalam grup anggotanya dituntut supaya sama mikirnya dan cara pandang dan norma yang dianut. Salah satu cirinya adalah &quot;collective fantasy&quot;, misalnya pikiran klo grupnya tuh paling bener dan grup lain adalah salah. Resikonya? kehilangan kemampuan berpikir kritis dan check and balanced. Jadinya...ya susah berubah dan menerima pendapat lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena ini bisa juga disebut &#8220;group think&#8221;, saking dalam grup anggotanya dituntut supaya sama mikirnya dan cara pandang dan norma yang dianut. Salah satu cirinya adalah &#8220;collective fantasy&#8221;, misalnya pikiran klo grupnya tuh paling bener dan grup lain adalah salah. Resikonya? kehilangan kemampuan berpikir kritis dan check and balanced. Jadinya&#8230;ya susah berubah dan menerima pendapat lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lorytha</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-519363</link>
		<dc:creator>lorytha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 May 2007 16:57:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-519363</guid>
		<description>Mas Piyadi- artikelnya cukup baik sbg bahan pengetahuan.yang jelas, buat kita semua sebaiknya semua info yang diterima baik dari media cetak maupun elektronik, harus disaring dahulu, dan diterima dg kepala dingin agar kita tidak terpancing.
menurut saya sbg PNS, lembaga IPDN tetap dipertahankan, seperti yg diungkapkan Ryass rasyid dkk, adanya perbaikan system besar2an dan yg harus dibersihkan adlah oknum2 didalmnya yg brmasalah,serta menghilangkan contact body/kekerasan antra yunior dg seniornya.hasil pengamatan saya di salah satu intansi pemerintah daerah khususnya didaerah sy sendiri,terbukti byk alumni IPDN yg berkualitas telah berhasil didaerah serta menyentuh dg kepentingan masyarakat.saya rasakan yg membedakan mereka dg intitusi lainnya adalah loyalitas dan dedikasi mereka yg tinggi yg berorientasi pd masy,. mskipun sekolah itu awalnya berdiri pd tahun 1990-an(yg pernah sy baca),baru melahirkan beberapa alumni,dan sebentar lg mereka2 yg akan menjadi pemimpin kelak untk memprbaiki bangsa ini.kalaupun ada yg bermasalh itu hanyalah ulah bbrapa oknum saja.intinya,untuk apa memiliki SDM yg berkualitas apabila tdk diorientasikan pd kepentingan masyarakat? kita tggu sj hasil keptusan presiden mengenai keberlangsungan IPDN, tentunya berdasarkan sharing antar pemakai/owner lulusan IPDN dlm hal ini adlh para Gubernur dan Bupati/walikota diseluruh indonesia...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Piyadi- artikelnya cukup baik sbg bahan pengetahuan.yang jelas, buat kita semua sebaiknya semua info yang diterima baik dari media cetak maupun elektronik, harus disaring dahulu, dan diterima dg kepala dingin agar kita tidak terpancing.<br />
menurut saya sbg PNS, lembaga IPDN tetap dipertahankan, seperti yg diungkapkan Ryass rasyid dkk, adanya perbaikan system besar2an dan yg harus dibersihkan adlah oknum2 didalmnya yg brmasalah,serta menghilangkan contact body/kekerasan antra yunior dg seniornya.hasil pengamatan saya di salah satu intansi pemerintah daerah khususnya didaerah sy sendiri,terbukti byk alumni IPDN yg berkualitas telah berhasil didaerah serta menyentuh dg kepentingan masyarakat.saya rasakan yg membedakan mereka dg intitusi lainnya adalah loyalitas dan dedikasi mereka yg tinggi yg berorientasi pd masy,. mskipun sekolah itu awalnya berdiri pd tahun 1990-an(yg pernah sy baca),baru melahirkan beberapa alumni,dan sebentar lg mereka2 yg akan menjadi pemimpin kelak untk memprbaiki bangsa ini.kalaupun ada yg bermasalh itu hanyalah ulah bbrapa oknum saja.intinya,untuk apa memiliki SDM yg berkualitas apabila tdk diorientasikan pd kepentingan masyarakat? kita tggu sj hasil keptusan presiden mengenai keberlangsungan IPDN, tentunya berdasarkan sharing antar pemakai/owner lulusan IPDN dlm hal ini adlh para Gubernur dan Bupati/walikota diseluruh indonesia&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: VEI</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-516094</link>
		<dc:creator>VEI</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 08:46:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-516094</guid>
		<description>harusnya OSPEK itu peace n everithing with love :x
so baik semuanya :d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>harusnya OSPEK itu peace n everithing with love :x<br />
so baik semuanya :d</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: PisangKremes</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-495091</link>
		<dc:creator>PisangKremes</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 May 2007 03:12:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-495091</guid>
		<description>Yg bener, IPDN = Institut Preman Dalamnya Ngeri :d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yg bener, IPDN = Institut Preman Dalamnya Ngeri :d</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arwan</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-493490</link>
		<dc:creator>arwan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 May 2007 23:02:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-493490</guid>
		<description>:d bukankah ini sudah membudaya... dimana senior lebih berkuasa dibandingkan seniornya.... :-\&quot;

saya masih ingat aturannya

pasal 1 : senior selalu benar
pasal 2 : harus mematuhi senior dan aturan2 yang berlaku
pasal 3 : bila senior salah kembali ke pasal 1

yahh klo pasalnya udah begini mau gimana lagi... 
:d/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:d bukankah ini sudah membudaya&#8230; dimana senior lebih berkuasa dibandingkan seniornya&#8230;. :-\&#8221;</p>
<p>saya masih ingat aturannya</p>
<p>pasal 1 : senior selalu benar<br />
pasal 2 : harus mematuhi senior dan aturan2 yang berlaku<br />
pasal 3 : bila senior salah kembali ke pasal 1</p>
<p>yahh klo pasalnya udah begini mau gimana lagi&#8230;<br />
:d/</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rzx</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-492227</link>
		<dc:creator>rzx</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2007 01:47:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-492227</guid>
		<description># dpkg --remove --force ipdn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># dpkg &#8211;remove &#8211;force ipdn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dnd</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-491193</link>
		<dc:creator>dnd</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2007 06:57:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-491193</guid>
		<description>walhasil kayak berita kemaren... di TV
alumni IPDN angkatan tahun 2004 ditangkap polisi pas lagi jual shabu, jabatannya Kasie Tramtib Pemda...

hehehehe.....paslah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walhasil kayak berita kemaren&#8230; di TV<br />
alumni IPDN angkatan tahun 2004 ditangkap polisi pas lagi jual shabu, jabatannya Kasie Tramtib Pemda&#8230;</p>
<p>hehehehe&#8230;..paslah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: soerja</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-488279</link>
		<dc:creator>soerja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2007 09:21:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-488279</guid>
		<description>Rasulullah SAWW pernah mengeluarkan instruksi perang kepada sebuah pasukan dan menentukan seorang sahabat Anshar menjadi komandan mereka.
Di tengah komandan memerintahkan pasukan untuk mengumpulkan kayu-kayu kering 
setelah terkumpul, kumendan perintah bikin api unggun. Ketika api sudah menyala, kumendan berteriak &quot;masuk ke dalam api itu&quot; 
 “Apakah Rasulullah tidak memerintahkan kalian untuk menaati segala perintahku?”
“Rasulullah memerintahkan hal itu”, jawab pasukan singkat.
“Sekarang kuperintahkan kalian untuk masuk ke dalam api ini”, jeritnya lantang. 
Mereka enggan untuk melakukan perintahnya.
pas pulang ada yang lapur ke Rasulullah SAWW
maka sabda beliau: “Jika mereka menaati perintahnya si kumendan, niscaya mereka akan kekal di dalam api neraka. Perintah seorang komandan wajib ditaati ketika ia mengeluarkan instruksi sesuai dengan hukum”.

digubah dari sini http://www.al-shia.com/html/id/etrat/muhammad/muhammad.htm

jadi emang yang katro itu yang ikut dipukulin :ak47</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah SAWW pernah mengeluarkan instruksi perang kepada sebuah pasukan dan menentukan seorang sahabat Anshar menjadi komandan mereka.<br />
Di tengah komandan memerintahkan pasukan untuk mengumpulkan kayu-kayu kering<br />
setelah terkumpul, kumendan perintah bikin api unggun. Ketika api sudah menyala, kumendan berteriak &#8220;masuk ke dalam api itu&#8221;<br />
 “Apakah Rasulullah tidak memerintahkan kalian untuk menaati segala perintahku?”<br />
“Rasulullah memerintahkan hal itu”, jawab pasukan singkat.<br />
“Sekarang kuperintahkan kalian untuk masuk ke dalam api ini”, jeritnya lantang.<br />
Mereka enggan untuk melakukan perintahnya.<br />
pas pulang ada yang lapur ke Rasulullah SAWW<br />
maka sabda beliau: “Jika mereka menaati perintahnya si kumendan, niscaya mereka akan kekal di dalam api neraka. Perintah seorang komandan wajib ditaati ketika ia mengeluarkan instruksi sesuai dengan hukum”.</p>
<p>digubah dari sini <a href="http://www.al-shia.com/html/id/etrat/muhammad/muhammad.htm" rel="nofollow">http://www.al-shia.com/html/id/etrat/muhammad/muhammad.htm</a></p>
<p>jadi emang yang katro itu yang ikut dipukulin :ak47</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: H!TAM</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-479322</link>
		<dc:creator>H!TAM</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 03:11:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-479322</guid>
		<description>Bacany udah lama, baru terusik untuk comment :D

Tadi barusan baca editorial di media Indonesia, sangat mengejutkan(?) usaha tim evaluasi untuk mencari informasi di IPDN di sambut dngan aksi bungkam, bukan hanya dari pihak praja, tapi aksi bungkam ini juga di lakukan oleh jajaran institut IPDN! beberapa dosen, pengasuh, bahkan pejabat rektorat IPDN. Dan Media Indonesia menyebutnya sebagai kejahatan Kolektif yang terstruktur, dan saya setuju...
Terlepas dari konsekwensi hukum, saya cuma berpikir, keadaan di IPDN selama sekian tahun sudah sangatlah mengerikan, ternyata banyak &quot;monster&quot; yang menghuni IPDN, gak punya nurani sama sekali, dengan dinginnya dengan tenangnya mereka bisa menutupi dan menyimpan kebusukan...bahkan berupaya untuk mengelabui publik !!! Dan orang-orang ini hidup di sekitar kita dengan tanpa rasa bersalah, wow !!!
Benar-benar nggak habis fikir...Herannya kenapa pihak praja juga ikut bungkam, what happen? 
  :-?

Perbaikan macam gimana yang akan di lakukan pemerintah? 
Mungkin sudah saatnya dunia pendidikan INDONESIA TANPA IPDN...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bacany udah lama, baru terusik untuk comment :D</p>
<p>Tadi barusan baca editorial di media Indonesia, sangat mengejutkan(?) usaha tim evaluasi untuk mencari informasi di IPDN di sambut dngan aksi bungkam, bukan hanya dari pihak praja, tapi aksi bungkam ini juga di lakukan oleh jajaran institut IPDN! beberapa dosen, pengasuh, bahkan pejabat rektorat IPDN. Dan Media Indonesia menyebutnya sebagai kejahatan Kolektif yang terstruktur, dan saya setuju&#8230;<br />
Terlepas dari konsekwensi hukum, saya cuma berpikir, keadaan di IPDN selama sekian tahun sudah sangatlah mengerikan, ternyata banyak &#8220;monster&#8221; yang menghuni IPDN, gak punya nurani sama sekali, dengan dinginnya dengan tenangnya mereka bisa menutupi dan menyimpan kebusukan&#8230;bahkan berupaya untuk mengelabui publik !!! Dan orang-orang ini hidup di sekitar kita dengan tanpa rasa bersalah, wow !!!<br />
Benar-benar nggak habis fikir&#8230;Herannya kenapa pihak praja juga ikut bungkam, what happen?<br />
  :-?</p>
<p>Perbaikan macam gimana yang akan di lakukan pemerintah?<br />
Mungkin sudah saatnya dunia pendidikan INDONESIA TANPA IPDN&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-478474</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2007 11:33:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-478474</guid>
		<description>#113: silakan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#113: silakan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/04/10/memutuskan-mata-rantai-sindrom-stockholm/#comment-478473</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2007 11:31:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=772#comment-478473</guid>
		<description>#114: wah itu sih kayanya bukan bikinan anak IPDN. masa sih anak IPDN bikin kaya gitu, malah tambah buruk citra mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#114: wah itu sih kayanya bukan bikinan anak IPDN. masa sih anak IPDN bikin kaya gitu, malah tambah buruk citra mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

