24 April 2007

Ribut-ribut Ngadutrafik 2007 dan Peraturan WordPress.com

Posted under: at 16:04

Kebetulan saya bekerja pada sebuah jasa web hosting, jadi sedikit banyak memiliki pengalaman mengenai hal-hal yang berhubungan dengan peraturan sebuah layanan dan suka duka menyusun peraturan tersebut. Pertama kali membuat peraturan, salah satu hal yang pertama kali diatur adalah tentang spam. Untuk itu kami membuat salah satu peraturan yang kira-kira berbunyi:

Anda setuju untuk tidak melakukan kegiatan spamming, yaitu mengirim email secara masal kepada orang-orang yang belum pernah menghubungi anda sebelumnya dengan menggunakan fasilitas kami.

Peraturan tersebut bekerja dengan baik, sampai suatu ketika ada yang mengirimkan spam dengan menggunakan layanan pihak ketiga, atau dengan kata lain tidak menggunakan fasilitas yang disediakan oleh kami. Karena hal tersebut kami merevisi peraturan menjadi:

Anda setuju untuk tidak melakukan kegiatan spamming, yaitu mengirim email secara masal kepada orang-orang yang belum pernah menghubungi anda sebelumnya baik dengan menggunakan fasilitas kami maupun fasilitas yang tidak disediakan oleh kami.

Seperti sebelumnya, peraturan kali ini juga bekerja dengan baik, sampai suatu ketika ada yang melakukan spam secara berturut-turut melalui instant messaging, spam textarea dan bahkan spam fax serta SMS. Kembali ke laptop:

Anda setuju untuk tidak melakukan kegiatan spamming, yaitu mengirim pesan secara masal kepada orang-orang yang belum pernah menghubungi anda sebelumnya baik dengan menggunakan fasilitas kami maupun fasilitas yang tidak disediakan oleh kami. Hal ini berlaku untuk pesan apapun pada media apapun, termasuk di antaranya adalah namun tidak terbatas pada: pesan email, pesan singkat pada telepon selular, fax, dan pesan pada layanan instant messaging seperti ICQ dan AIM.

Menurut anda sudah cukup? Ternyata belum, karena masih ada celah yang menganga yang masih bisa dimanfaatkan untuk mengirim spam. Seorang klien memasarkan produknya secara MLM, kemudian salah satu anggotanya melakukan spam. Klien berdalih kegiatan tersebut tidak dilakukan oleh mereka, tetapi oleh orang yang bukan karyawan mereka. Secara hukum memang demikianlah adanya. Karena hal tersebut itu kami menambahkan:

Pihak pemilik situs bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh para distributor/downline baik langsung atau tidak langsung, walaupun distributor/downline tersebut bukanlah pegawai dari perusahaan multilevel marketing yang bersangkutan.

Intinya adalah bahwa sulit dan bahkan cenderung tidak mungkin untuk membuat peraturan yang dapat 100% melarang kegiatan-kegiatan yang tidak sejalan dengan tujuan kami memberikan layanan. Tetapi untuk seluruh kasus di atas, kami dapat tetap menindak tegas pelanggan yang melakukan hal-hal yang merugikan walaupun tidak secara eksplisit tertera pada peraturan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan klausul ‘sapujagat':

Kami berhak untuk nenonaktifkan atau menutup account kapanpun untuk alasan apapun.

Kami berhak untuk memodifikasi, mengubah, mengupdate atau memperbaharui peraturan-peraturan ini kapan pun tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Setelah modifikasi, seluruh pihak yang terkait wajib untuk menaati peraturan yang baru.

Klausul-klausul seperti ini dapat ditemukan pada hampir seluruh layanan apapun yang kita temukan di Internet. Untuk itu perlu kita ingat bahwa sebagian besar peraturan tersebut bukanlah hal yang sudah final, karena keputusan terakhir tetap berada di tangan penyedia layanan. Peraturan tersebut hanyalah merupakan garis besar untuk menggambarkan kebijaksanaan penyedia layanan secara umum.

***

Kembali ke kasus Ngadutrafik 2007 dan WordPress.com. Pertama-tama MasterSEO mengadakan kontes SEO dimana seluruh peserta wajib menggunakan blog di WordPress.com. Puluhan peserta kemudian mendaftarkan blog di WordPress.com. Nenda yang tidak menyukai kadar kesampahan blog-blog tersebut kemudian melaporkannya ke pihak WordPress.com. Selanjutnya blog-blog tersebut ditutup oleh WordPress.com. Beberapa pemilik blog-blog ini kemudian meradang dan berbuat onar di berbagai macam blog.

Beberapa dari mereka menelaah peraturan WordPress.com terutama point-point pada pasal 2 yang salah satunya berbunyi:

the Content is not spam, and does not contain unethical or unwanted commercial content designed to drive traffic to third party sites or boost the search engine rankings of third party sites, or to further unlawful acts (such as phishing) or mislead recipients as to the source of the material (such as spoofing);

Secara teknis memang blog-blog yang dimaksud bukanlah spam, serta bukan merupakan linkfarm seperti yang dimaksud pada peraturan di atas.

Tetapi bukan berarti blog-blog tersebut sejalan dengan tujuan Automattic memberikan layanan gratis WordPress.com. Dari sisi WordPress.com saya pribadi melihat kegiatan tersebut cenderung menyalahgunakan niat dan tujuan AutoMattic memberikan layanan gratis WordPress.com dan sudah sepantasnyalah bagi mereka untuk menutup blog-blog tersebut.

Automattic memang tidak dapat menggunakan pasal di atas untuk menutup blog-blog tersebut, tetapi seperti pada kasus-kasus yang saya alami di atas, mereka tetap dapat menggunakan pasal ‘sapujagat’ yang sebelumnya tidak mendapat cukup perhatian:

Without limiting any of those representations or warranties, Automattic has the right (though not the obligation) to, in Automattic’s sole discretion (i) refuse or remove any content that, in Automattic’s reasonable opinion, violates any Automattic policy or is in any way harmful or objectionable, or (ii) terminate or deny access to and use of the Website to any individual or entity for any reason, in Automattic’s sole discretion. Automattic will have no obligation to provide a refund of any amounts previously paid.

Ada dua cara untuk mengikuti sebuah peraturan:

  • Mengikuti peraturan tersebut by the book. Semua yang tidak tertulis di dalam peraturan artinya boleh dan wajar dilakukan; atau
  • Mengikuti maksud dan tujuan peraturan tersebut dibuat. Yang tidak tertulis belum tentu boleh dan wajar dilakukan.

***

Soal kegiatan Nenda saya pikir cukup wajar. Beliau melihat blog-blog yang tidak bertopik yang isinya hanyalah kata-kata kunci tertentu yang disamarkan. Tidak punya arti dan yang jelas tidak punya nilai tambah baik dari sisi pembaca, WordPress.com, bahkan penulis sendiri.

Saya sendiri tidak jarang mem-flag blog-blog yang terkadang saya pikir objectionable. Tentunya saya tidak perlu susah payah untuk menghubungi pemilik blog yang bersangkutan. Fungsi flagging dibuat bukannya tanpa tujuan. Biarkan pengelola (WordPress.com, Blogger atau siapapun) yang menentukan apakah blog tersebut sesuai dengan maksud dan tujuan mereka berdasarkan masukan dari pengunjung.

Jika memang pengelola tidak setuju dengan blog anda dan menutupnya, urusannya menjadi urusan anda dengan pengelola, bukan dengan yang melaporkan. Kesalahan Nenda di sini hanyalah satu: mengakui sebagai orang yang melaporkan.

93 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!