27 April 2007

Nilai Mata Uang Logam

Posted under: at 11:39

Kita mengetahui bahwa membuat uang palsu itu dilarang secara hukum. Tetapi tidak begitu mengetahui apakah melebur uang menjadi bahan dasarnya dilarang atau tidak.

Amerika Serikat sebelumnya tidak memiliki hukum yang melarang peleburan uang logam. Tetapi pada pertengahan bulan Desember kemarin, badan pencetakan uang Amerika Serikat mengeluarkan peraturan yang melarang warganya melebur koin pecahan 1 sen dan 5 sen. Ini disebabkan karena harga logam yang digunakan untuk membuat koin tersebut menjadi lebih mahal daripada nilai tukar koin tersebut.

Menurut spesifikasinya, keping 1 sen dollar terdiri dari 2.5% tembaga dan 97.5% seng, dengan berat keseluruhan 2.5 gram. Sedangkan keping nikel (5 sen) terdiri dari 25% nikel dan 75% tembaga, dengan berat keseluruhan 5 gram.

Menurut Bursa Logam London harga tunai ketiga bahan dasar tersebut (pada akhir bulan Januari) masing-masing adalah:

  • Tembaga: US$ 6673,18/ton
  • Nikel: US$ 34559/ton
  • Seng: US$ 4404,51/ton

Dengan data tersebut, dapat diketahui bahwa harga bahan dasar ketiga jenis keping koin tersebut adalah:

  • 1 sen: 1,1115 sen
  • 5 sen: 6,822 sen

Dengan melebur sekeping sen, seseorang akan kehilangan satu sen, dan mendapatkan 1,1115 sen dengan menjual hasil peleburan koin tersebut, margin keuntungannya adalah 0,1115 sen/keping. Sedangkan dengan melebur sekeping uang lima sen, seseorang akan kehilangan 5 sen, tetapi mendapatkan 6,822 sen dengan margin keuntungan 1,822 sen/keping. Walaupun demikian tentunya harga ini masih belum memperhitungkan biaya-biaya lain.

***

Bagaimana di Indonesia?

Cyber Museum BI memuat data lima mata uang logam yang belum ditarik dari peredaran:

Sayangnya kebanyakan data tersebut tidak menyertakan persentase komposisi campuran logam sehingga tidak mungkin untuk menghitung nilai jual bahan pembentuknya. Tetapi uang logam Rp 100 keluaran 1999 hanya terdiri dari satu bahan dasar, yaitu aluminium.

Uang logam Rp 100 keluaran 1999 terbuat dari aluminium seberat 1.79 gram. Harga 1 ton aluminium di Pasar Logam London adalah US$ 2813,14 atau kurang lebih Rp 25.526.910. Dengan demikian 1 gram aluminium berharga kurang lebih Rp 25.5, atau 1.79 gram berharga kurang lebih Rp 45.7.

Nilai tukar Rp 100 keluaran 1999 adalah Rp 100, tetapi nilai logam pembentuknya adalah Rp 45.7. Dengan demikian melebur uang Rp 100 keluaran 1999 tidak menguntungkan. Tetapi memalsukan uang Rp 100 menjadi hal yang menguntungkan.

Memalsukan uang sudah pasti dilarang, tapi saya tidak tahu apa hukumnya melebur uang di Indonesia jika nanti seandainya nilai bahan dasarnya lebih tinggi daripada nilai tukarnya.

Catatan : seluruh perhitungan menggunakan data yang diambil pada akhir Januari 2007.

96 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!