31 May 2007

Mencari yang Meninggal Akibat Merokok Pasif

Posted under: at 22:51

Akibat memelopori aksi untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2007, saya mendapat sebuah tantangan klasik: “Sebutkan tiga orang yang anda kenal yang meninggal akibat menghirup asap rokok secara pasif!”

Ini saya sebut sebagai tantangan klasik karena sudah terlalu sering dibahas dalam berbagai diskusi tentang merokok pasif sejak beberapa tahun yang lalu. Yang membuat tantangan tersebut pertama kali adalah Dave Hitt, seorang ‘pejuang hak-hak perokok’. Kesimpulannya: “Karena tidak ada yang bisa menyebutkan secara pasti siapa yang meninggal akibat merokok pasif, maka merokok pasif tidaklah berbahaya.”

Merokok pasif adalah penyebab sekunder

Merokok pasif mempertinggi resiko terkena berbagai macam penyakit. Berikut adalah peringatan yang telah kita ketahui bersama:

Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.

Artinya, merokok pasif adalah penyebab sekunder yang mempertinggi resiko terkena penyakit tertentu. Jika seseorang meninggal dunia, dalam sertifikat kematiannya tidak akan pernah disebut “meninggal akibat merokok pasif”, melainkan “meninggal akibat kanker paru-paru” atau “meninggal akibat serangan jantung”.

Angka kematian yang disebabkan merokok pasif adalah estimasi

Berikut adalah beberapa kesimpulan hasil penelitian tentang bahaya merokok pasif yang saya kutip dari leaflet Smoke-free Inside.

  • The International Labour Organization estimates that at least 200000 workers die every year due to exposure to SHS at work.
  • A recent report estimated that around 80000 people died in the 25 European Union countries in 2002 due to SHS related conditions.
  • The United States Environmental Protection Agency estimates that SHS is responsible for approximately 3000 lung cancer death annually among non-smokers in the USA, and that up to one million children with asthma have their condition worsened due to SHS exposure.

Perhatikan kata-kata ‘estimates’, ‘estimated’, ‘approximately’, ‘up to’. Perhatikan pula angka-angka tersebut tidak akurat sampai angka penting terakhir. Ini disebabkan karena angka-angka tersebut adalah hasil perhitungan statistik, dan bukan diambil dari jumlah orang yang benar-benar meninggal akibat merokok pasif.

Mengapa seperti itu? Karena sulit untuk menentukan penyebab sekunder dari sebuah kematian, jika ada. Jika seseorang meninggal akibat serangan jantung, akan sulit dan sangat tidak praktis untuk menentukan apakah serangan jantung tersebut benar-benar diakibatkan merokok pasif, obesitas, faktor genetis atau hanyalah nasib yang tidak beruntung.

Secara sederhana, kesimpulan tersebut berasal dari hipotesis bahwa asap rokok mengandung berbagai macam racun. Dari hipotesis tersebut dibuat penelitian untuk mempelajari perbedaan jumlah kematian pada kelompok perokok pasif dan jumlah kematian pada kelompok bukan perokok pasif. Sebagian besar penelitian mengatakan jumlah kematian pada perokok pasif lebih besar daripada kelompok bukan perokok pasif. Dari sini bisa dihitung estimasi jumlah korban meninggal akibat merokok pasif.

Angka kematian tidak menggambarkan penderitaan yang tidak mati

Untuk dapat merasakan penderitaan akibat merokok pasif, tidak perlu sampai meninggal dunia. Seseorang bisa saja tetap hidup di lingkungan berasap rokok, tidak sampai meninggal, tetapi tetap menderita.

Analogi dari analogi

Dave Hitt membuat pernyataan “Karena tidak ada yang bisa menyebutkan secara pasti siapa yang meninggal akibat merokok pasif, maka merokok pasif tidaklah berbahaya.” Pernyataan seperti ini dinamakan sebagai argument from ignorance. Dengan analogi yang sama, karena tidak ada yang bisa menyebutkan siapa yang meninggal akibat terkena meteorit, maka tidak mungkin manusia meninggal akibat terkena meteorit. Kenyataannya meteorit bisa mencapai permukaan bumi, dan dengan demikian bukan tidak mungkin mendarat tepat di seseorang.

Yang jelas, menanggapi secara serius argumen absurd seperti ini hanyalah buang-buang waktu belaka. Ini adalah tulisan pertama dan terakhir saya untuk menanggapi argumen yang berasal dari Dave Hitt.

111 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!