<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Saham vs. Emas</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 03:54:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: dunkz</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-577352</link>
		<dc:creator>dunkz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 11:22:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-577352</guid>
		<description>kalau buat saya emas itu seperti bumper. yang pasti kalau emas yg kita beli bisa untuk membayar pendidikan anak. Emas dalam jumlah yg sama 20 tahun lagi masih bisa membayar pendidikan anak kita :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau buat saya emas itu seperti bumper. yang pasti kalau emas yg kita beli bisa untuk membayar pendidikan anak. Emas dalam jumlah yg sama 20 tahun lagi masih bisa membayar pendidikan anak kita <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ryan zaul</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-574739</link>
		<dc:creator>ryan zaul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 13:00:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-574739</guid>
		<description>bagiku, emas = real currency &#38; saham adalah investasi
saham kan by definition adalah kepemilikan thd suatu perusahaan, atau secara general, kepemilikan thd X
seharusnya no problem ya scr syariah krn ini analogikan sbg jual beli kambing di pasar (kepemilikan thd X juga), yg penting X tsb gak haram
mgk krn itu ya MUI gak mengharamkan saham :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagiku, emas = real currency &amp; saham adalah investasi<br />
saham kan by definition adalah kepemilikan thd suatu perusahaan, atau secara general, kepemilikan thd X<br />
seharusnya no problem ya scr syariah krn ini analogikan sbg jual beli kambing di pasar (kepemilikan thd X juga), yg penting X tsb gak haram<br />
mgk krn itu ya MUI gak mengharamkan saham <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vividtrader</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573953</link>
		<dc:creator>vividtrader</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 16:00:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573953</guid>
		<description>Emas buat saya bukan untuk investasi tetapi untuk jaga-jaga. Kalau mau investasi mending ke saham atau tanah atau bisnis riil. Dan investasi ada risikonya bukan cuma untung doang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emas buat saya bukan untuk investasi tetapi untuk jaga-jaga. Kalau mau investasi mending ke saham atau tanah atau bisnis riil. Dan investasi ada risikonya bukan cuma untung doang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andre</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573702</link>
		<dc:creator>Andre</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 05:40:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573702</guid>
		<description>Terakhir saya pantau harga emas sudah mulai turun
(dari $ 1,000 / troy menjadi $923/troy). Waktu lagi tinggi-tingginya saya sempat menjual simpanan saya... lumayan metik untung deh... hueahuhuea.

Ada yang punya forecast bagus gak tentang harga emas 6 bulan ke depan? Biar bisa untuuuung lagi...

-- andre.daftarblog.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terakhir saya pantau harga emas sudah mulai turun<br />
(dari $ 1,000 / troy menjadi $923/troy). Waktu lagi tinggi-tingginya saya sempat menjual simpanan saya&#8230; lumayan metik untung deh&#8230; hueahuhuea.</p>
<p>Ada yang punya forecast bagus gak tentang harga emas 6 bulan ke depan? Biar bisa untuuuung lagi&#8230;</p>
<p>&#8211; andre.daftarblog.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573328</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 14:51:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573328</guid>
		<description>#155: coba cek di oanda: http://www.oanda.com/convert/fxhistory</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#155: coba cek di oanda: <a href="http://www.oanda.com/convert/fxhistory" rel="nofollow">http://www.oanda.com/convert/fxhistory</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: addin</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573311</link>
		<dc:creator>addin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 03:37:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-573311</guid>
		<description>pak kalau mau nyari data emas harian (historical data) dimana ya?
trimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak kalau mau nyari data emas harian (historical data) dimana ya?<br />
trimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: papabonbon</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572901</link>
		<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 08:42:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572901</guid>
		<description>oom priyadi,

gimana dengan artikel berikut ini.  harga emas dunia naik terus karena spekulasi.

http://papabonbon.wordpress.com/2008/02/18/siapa-yang-bikin-emas-mahal/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oom priyadi,</p>
<p>gimana dengan artikel berikut ini.  harga emas dunia naik terus karena spekulasi.</p>
<p><a href="http://papabonbon.wordpress.com/2008/02/18/siapa-yang-bikin-emas-mahal/" rel="nofollow">http://papabonbon.wordpress.com/2008/02/18/siapa-yang-bikin-emas-mahal/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572783</link>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 16:15:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572783</guid>
		<description>#152: :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#152: <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572782</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 15:13:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572782</guid>
		<description>#151:

&lt;blockquote&gt;
Betul sekali Bro, semua tuduhan itu bisa dituduhkan kesemua barang, garam pun bisa. Tapi bukan berarti kita tidak boleh beli garam maupun saham, cuman cara yang bagaimana yang Islami, itu yang harus kita cari. :)
&lt;/blockquote&gt;

betul, ini point yang ingin saya tekankan. rasanya semua yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan semuanya sudah dijelaskan di fatwa MUI. pasar modal itu cuma pasar. soal halal haramnya tergantung dari bagaimana masing2 melakukan transaksi. hanya karena ada pihak yang melakukan transaksi tidak halal, bukan berarti seluruh transaksi saham itu menjadi tidak halal.

&lt;blockquote&gt;
Saya yakin koq hati kecil Bro mengiyakan pendapat di #146
&lt;/blockquote&gt;

rasanya sih tidak. anda terlalu yakin :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#151:</p>
<blockquote><p>
Betul sekali Bro, semua tuduhan itu bisa dituduhkan kesemua barang, garam pun bisa. Tapi bukan berarti kita tidak boleh beli garam maupun saham, cuman cara yang bagaimana yang Islami, itu yang harus kita cari. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />
</p></blockquote>
<p>betul, ini point yang ingin saya tekankan. rasanya semua yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan semuanya sudah dijelaskan di fatwa MUI. pasar modal itu cuma pasar. soal halal haramnya tergantung dari bagaimana masing2 melakukan transaksi. hanya karena ada pihak yang melakukan transaksi tidak halal, bukan berarti seluruh transaksi saham itu menjadi tidak halal.</p>
<blockquote><p>
Saya yakin koq hati kecil Bro mengiyakan pendapat di #146
</p></blockquote>
<p>rasanya sih tidak. anda terlalu yakin <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572780</link>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 12:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572780</guid>
		<description>#150 : Betul sekali Bro, semua tuduhan itu bisa dituduhkan kesemua barang, garam pun bisa. Tapi bukan berarti kita tidak boleh beli garam maupun saham, cuman cara yang bagaimana yang Islami, itu yang harus kita cari. :)

Sebetulnya bukan masalah mainstream atau ngak..., Ketetapan MUI itu juga udah bener tapi sebetulnya MUI jika mengatur sampai sedetail2xnya sampai pola transaksi saham yang benar mkn harus bikin pasar modal syariah. :)

Transaksi saham diluar margin dsb juga bisa haram jika pola perdagangannya tidak sesuai kaidah Islam. 

Yang haram bukan di sahamnya, tapi model dan tata cara transaksi sahamnya yang bikin haram, terutama di pasar sekunder

Garam itu halal, tapi kl garam dijadikan sbg komoditas perdagangan dgn cara yang tidak halal, dipermainkan oleh spekulan dan secara tidak langsung kita juga turut memperkeruh harga garam dgn harapan harga garam terus naik, sebetulnya yang kita lakukan juga haram menurut Islam.

Saya dulu juga berat menerimanya, tapi setelah dipikir2x memang bener. Trus uang mau dikemanakan ? Trus gimana dgn planning uang dimasa depan utk kuliah anak dsb ? 

Saya serahkan saja kepada Allah SWT yang Maha Mengatur hidup manusia, kl mau Allah SWT juga bisa membuat uang hasil direksadana kita menguap begitu saja krn misal anak sakit atau apalah. 

Bukan maksudnya menakuti loch, tapi hidup itu cuman max 70 tahun, di kuburan saya yakin kita bisa lebih dari 500 tahundisitu. :)

Kata Al Ghazali ada 2 ciri orang yang masuk neraka yaitu banyak angan dan kurangnya ilmu. Jangan sampai kita kurang ilmu masalah agama terutama masalah perdagangan halal dan haram dalam Islam membuat kita masuk neraka jauh lebih lama. Padahal kita sebetulnya mampu menghindarinya krn kita punya Internet utk cari informasi dan dapat Ilmu. 

Anyway, sampai saat ini uang saya juga cuman karatan dan jamuran di tabungan bank, hehehe... 

Menunggu sampai jumlah yang cukup utk beli obligasi syariah/ijarah/sukuk atau apalah yang tidak di pasar sekunder. Sehingga yang saya tanamkan, tidak jadi obyek permainan para spekulan yang bisa merugikan diri saya sendiri dan orang lain. 

Kl untuk beli saham langsung di suatu perusahaan kyknya kgk bakalan mungkin, kecuali ngrampok di bank, hehehe...

Saya yakin koq hati kecil Bro mengiyakan pendapat di #146. Coba BRo priyadi ngobrol2x dan bertukar pikiran ama Istri. :)

Akhir kata, saya mohon maaf tidak bermaksud menggurui. Secara pribadi saya menghormati pendapat Bro priyadi. Sepakat untuk tidak sepakat adalah hal yang wajar. :)

Wassalam.Wr.Wb.

Regards,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#150 : Betul sekali Bro, semua tuduhan itu bisa dituduhkan kesemua barang, garam pun bisa. Tapi bukan berarti kita tidak boleh beli garam maupun saham, cuman cara yang bagaimana yang Islami, itu yang harus kita cari. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Sebetulnya bukan masalah mainstream atau ngak&#8230;, Ketetapan MUI itu juga udah bener tapi sebetulnya MUI jika mengatur sampai sedetail2xnya sampai pola transaksi saham yang benar mkn harus bikin pasar modal syariah. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Transaksi saham diluar margin dsb juga bisa haram jika pola perdagangannya tidak sesuai kaidah Islam. </p>
<p>Yang haram bukan di sahamnya, tapi model dan tata cara transaksi sahamnya yang bikin haram, terutama di pasar sekunder</p>
<p>Garam itu halal, tapi kl garam dijadikan sbg komoditas perdagangan dgn cara yang tidak halal, dipermainkan oleh spekulan dan secara tidak langsung kita juga turut memperkeruh harga garam dgn harapan harga garam terus naik, sebetulnya yang kita lakukan juga haram menurut Islam.</p>
<p>Saya dulu juga berat menerimanya, tapi setelah dipikir2x memang bener. Trus uang mau dikemanakan ? Trus gimana dgn planning uang dimasa depan utk kuliah anak dsb ? </p>
<p>Saya serahkan saja kepada Allah SWT yang Maha Mengatur hidup manusia, kl mau Allah SWT juga bisa membuat uang hasil direksadana kita menguap begitu saja krn misal anak sakit atau apalah. </p>
<p>Bukan maksudnya menakuti loch, tapi hidup itu cuman max 70 tahun, di kuburan saya yakin kita bisa lebih dari 500 tahundisitu. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Kata Al Ghazali ada 2 ciri orang yang masuk neraka yaitu banyak angan dan kurangnya ilmu. Jangan sampai kita kurang ilmu masalah agama terutama masalah perdagangan halal dan haram dalam Islam membuat kita masuk neraka jauh lebih lama. Padahal kita sebetulnya mampu menghindarinya krn kita punya Internet utk cari informasi dan dapat Ilmu. </p>
<p>Anyway, sampai saat ini uang saya juga cuman karatan dan jamuran di tabungan bank, hehehe&#8230; </p>
<p>Menunggu sampai jumlah yang cukup utk beli obligasi syariah/ijarah/sukuk atau apalah yang tidak di pasar sekunder. Sehingga yang saya tanamkan, tidak jadi obyek permainan para spekulan yang bisa merugikan diri saya sendiri dan orang lain. </p>
<p>Kl untuk beli saham langsung di suatu perusahaan kyknya kgk bakalan mungkin, kecuali ngrampok di bank, hehehe&#8230;</p>
<p>Saya yakin koq hati kecil Bro mengiyakan pendapat di #146. Coba BRo priyadi ngobrol2x dan bertukar pikiran ama Istri. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Akhir kata, saya mohon maaf tidak bermaksud menggurui. Secara pribadi saya menghormati pendapat Bro priyadi. Sepakat untuk tidak sepakat adalah hal yang wajar. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Wassalam.Wr.Wb.</p>
<p>Regards,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572775</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 09:55:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572775</guid>
		<description>#148-#149:

coba perhatikan. seluruh keberatan tersebut sebenarnya dapat dituduhkan juga kepada seluruh hal lainnya yang diperjualbelikan. emas, beras, kedelai, minyak semuanya juga bisa dipermainkan spekulan. tapi bukan berarti jual beli beras itu haram :). bisa saja misalnya beras dijual di pasaran jauh di atas atau jauh di bawah harga produksinya akibat ulah spekulan atau kartel, tapi bukan berarti beli beras jadi haram kalau niat kita beli beras bukan untuk spekulasi.

yang haram di bursa saham itu kalau transaksi menggunakan margin atau leverage. atau kalau melalui bursa derivatif (misalnya options). atau kalau niatnya untuk spekulasi. tapi bukan berarti semua transaksi saham itu haram.

saya pribadi ambil posisi mainstream saja sesuai ketetapan MUI: http://www.halalguide.info/content/view/172/398/ http://www.halalguide.info/content/view/99/397/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#148-#149:</p>
<p>coba perhatikan. seluruh keberatan tersebut sebenarnya dapat dituduhkan juga kepada seluruh hal lainnya yang diperjualbelikan. emas, beras, kedelai, minyak semuanya juga bisa dipermainkan spekulan. tapi bukan berarti jual beli beras itu haram <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />. bisa saja misalnya beras dijual di pasaran jauh di atas atau jauh di bawah harga produksinya akibat ulah spekulan atau kartel, tapi bukan berarti beli beras jadi haram kalau niat kita beli beras bukan untuk spekulasi.</p>
<p>yang haram di bursa saham itu kalau transaksi menggunakan margin atau leverage. atau kalau melalui bursa derivatif (misalnya options). atau kalau niatnya untuk spekulasi. tapi bukan berarti semua transaksi saham itu haram.</p>
<p>saya pribadi ambil posisi mainstream saja sesuai ketetapan MUI: <a href="http://www.halalguide.info/content/view/172/398/" rel="nofollow">http://www.halalguide.info/content/view/172/398/</a> <a href="http://www.halalguide.info/content/view/99/397/" rel="nofollow">http://www.halalguide.info/content/view/99/397/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ari</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572773</link>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 07:58:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/07/17/saham-vs-emas/#comment-572773</guid>
		<description>#146 Sebagai tambahan informasi, saya juga perah di reksadana dan mengenayam untung 25% tahun lalu. Saya juga hampir masuk ke saham lgs lewat salah satu sekuritas di Jkt. 

Tetapi setelah membaca email seperti di #146 di salah satu forum saham yang cukup terkenal dan hasil baca2x di mr google saya memutuskan keluar dari reksadana dan saham sbg investor krn tidak sesuai dgn "keyakinan" yang saya anut.

Coba anda cek harga komoditas nikel, CPO, minyak dan emas di bloomberg, harganya naik gila2xan. Alasan beraneka ragam bisa dihembuskan dan dibuat oleh para spekulan besar seolah2x memang ada kejadian luar biasa atau force major dsb.

Anda bisa liat harga saham yang sempat turun di bulan agustus 2007 atau di bulan Januari 2008 yang sempat ihsg di level 2200an.

Harga sahamnya tidak mencerminkan kondisi real perusahaan. 

Siapa yang mendulang untung di air keruh ? Apakah semuanya untung ? pasti ada yang rugi, 

Mkn investor yang baru butuh duit beneran krn sesuatu hal, menjual sahamnya jadi rugi padahal harusnya untung.

Harga saham turun dratis, padahal kondisi perusahaannya sehat2x aja tuch, baik2x aja. Produksi ANTM, INCO, PTBA, AALI dsb lancar2x saja tidak ada mogok kerja dsb. 

Memang benar ada filosofi high risk high gain, tapi itu harusnya berarti perusahaan bisa untung bisa rugi tergantung kinerja perusahaan. Bukannya tergantung bandar kl lagi mood ya naik, kl lagi mau nurunin ya diturunin. 

Kl bandar baru butuh duit atau keluar dari salah satu emiten krn berbagai faktor, harga saham turun. 

Harusnya harga saham tidak bergantung pada kekuatan pemain besar, yang memegang saham, yang jauh lebih besar daripada yang lain.

Smoga Bro bisa tau inti yang saya maksud.

Regards,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#146 Sebagai tambahan informasi, saya juga perah di reksadana dan mengenayam untung 25% tahun lalu. Saya juga hampir masuk ke saham lgs lewat salah satu sekuritas di Jkt. </p>
<p>Tetapi setelah membaca email seperti di #146 di salah satu forum saham yang cukup terkenal dan hasil baca2x di mr google saya memutuskan keluar dari reksadana dan saham sbg investor krn tidak sesuai dgn &#8220;keyakinan&#8221; yang saya anut.</p>
<p>Coba anda cek harga komoditas nikel, CPO, minyak dan emas di bloomberg, harganya naik gila2xan. Alasan beraneka ragam bisa dihembuskan dan dibuat oleh para spekulan besar seolah2x memang ada kejadian luar biasa atau force major dsb.</p>
<p>Anda bisa liat harga saham yang sempat turun di bulan agustus 2007 atau di bulan Januari 2008 yang sempat ihsg di level 2200an.</p>
<p>Harga sahamnya tidak mencerminkan kondisi real perusahaan. </p>
<p>Siapa yang mendulang untung di air keruh ? Apakah semuanya untung ? pasti ada yang rugi, </p>
<p>Mkn investor yang baru butuh duit beneran krn sesuatu hal, menjual sahamnya jadi rugi padahal harusnya untung.</p>
<p>Harga saham turun dratis, padahal kondisi perusahaannya sehat2x aja tuch, baik2x aja. Produksi ANTM, INCO, PTBA, AALI dsb lancar2x saja tidak ada mogok kerja dsb. </p>
<p>Memang benar ada filosofi high risk high gain, tapi itu harusnya berarti perusahaan bisa untung bisa rugi tergantung kinerja perusahaan. Bukannya tergantung bandar kl lagi mood ya naik, kl lagi mau nurunin ya diturunin. </p>
<p>Kl bandar baru butuh duit atau keluar dari salah satu emiten krn berbagai faktor, harga saham turun. </p>
<p>Harusnya harga saham tidak bergantung pada kekuatan pemain besar, yang memegang saham, yang jauh lebih besar daripada yang lain.</p>
<p>Smoga Bro bisa tau inti yang saya maksud.</p>
<p>Regards,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
