Kiat Sukses Menjadi ‘Penemu’ Versi Asli Lagu ‘Indonesia Raya’
Langkah pertama yang harus dilakukan tentunya adalah mendapatkan bahan berita. Cara yang paling baik adalah dengan mendekati orang yang memiliki banyak berkas-berkas yang menarik. Telaahlah isi harddisk-nya dan salinlah sebanyak mungkin isinya. Dari sekian banyak isinya tentunya ada beberapa berkas yang dapat anda ‘orbitkan’. Dalam kasus ini anggaplah berkas yang menarik adalah video lagu ‘Indonesia Raya’ 3 stanza. Oh ya, lebih baik lagi jika orang yang dimaksud adalah anggota sebuah yayasan yang populer, hal ini akan berguna pada langkah-langkah berikutnya.
Saat ini anda sudah mendapatkan bahan, lalu bagaimana anda mengolah bahan ini for fun and profit?
Tentunya tujuan anda selanjutnya adalah mengundang wartawan untuk melakukan konferensi pers. Tetapi sebelum itu anda harus terlebih dahulu mengolah bahan yang anda miliki supaya layak untuk di-’konferensi pers’-kan.
Jika anda menyalin sebuah berkas video lagu Indonesia Raya versi asli dari harddisk orang lain dan kemudian langsung melakukan pengumuman, tentunya konferensi pers tidak akan begitu bermakna. Tentunya anda perlu melakukan lebih dari itu. Akan lebih meyakinkan jika sumber tersebut anda katakan berasal dari pita seluloid. Tapi jangan berhenti sampai di situ saja, katakan pula jika berkas tersebut anda peroleh dari Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Dan terakhir, jangan lupakan yayasan tempat orang yang anda dekati bekerja. Anda bisa gunakan nama yayasan ini sebagai pendukung cerita anda, walaupun kita sama-sama tahu jika teman ini berhubungan dengan kapasitasnya sebagai pribadi dan bukan mengatasnamakan yayasan.
Sekarang skenario yang anda inginkan sudah lengkap: “Saya bersama tim dari Yayasan Air Putih menemukan pita seluloid video lagu Indonesia Raya versi asli dari perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Lirik versi asli ini terdiri dari tiga stanza, berbeda daripada versi Indonesia Raya yang biasa kita dengar.”
Jika skenario sudah selesai, anda bisa mulai mengundang wartawan untuk konferensi pers. Yang paling penting di sini adalah kesan, sedangkan fakta yang sesungguhnya tidaklah terlalu penting. Tidak perlu terlalu serius memikirkan fakta bahwa sebenarnya naskah tersebut sudah tercetak dalam buku-buku pelajaran SD sejak beberapa dasawarsa yang lalu, tertulis di monumen WR Supratman Surabaya, tercatat di Arsip Nasional dan juga di Wikipedia. Dan tentunya tidak perlu memikirkan bahwa sudah ada yang telah mengunggah video tersebut di Youtube sejak satu tahun yang lalu. Yang perlu anda ingat adalah bahwa andalah penemunya! Titik!
Jika semua berjalan sesuai rencana, tidak akan banyak orang yang tahu kenyataan sebenarnya, termasuk di antaranya sejarawan, keluarga dari W.R. Supratman dan bahkan wakil presiden, ketua MPR serta Menkominfo. 68% masyarakat tidak akan ingat apa yang mereka pelajari dulu di sekolah. Setelah anda sodori ‘penemuan’ ini tentunya mereka akan terpesona.
Memang sebagian besar masyarakat yang tidak ingat sejarah akan terpesona dengan kehebatan anda mencari arsip kuno di perpustakaan lama bagaikan Robert Langdon pada novel Da Vinci Code. Tetapi bagaimana cara anda menangani 32% (100%-68%=32%) masyarakat yang masih ingat sejarah lagu Indonesia Raya atau bahkan memiliki naskahnya?
Tidak perlu takut, orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok 32% itu patut anda curigai memiliki kepentingan ekonomi tertentu dengan menyimpan naskah tersebut. Seharusnya kan orang-orang ini segera menyerahkannya ke negara. Bukan salah anda jika yang menjadi ‘penemu’ adalah anda, dan bukan mereka. Jika mereka menyangkal pernyataan anda, balaslah dengan mengatakan mereka sebagai pahlawan kesiangan. Jika mereka sudah tahu sejak dulu, mengapa baru dikatakan sekarang?
Masalah lain yang mungkin terjadi adalah jika yayasan teman anda tadi melakukan klarifikasi jika usaha ini bukanlah prakarsa yayasan dan tentunya bukan berasal dari pita seluloid di sebuah perpustakaan di Belanda. Bagaimana cara penanganannya jika hal ini terjadi?
Tidak menjadi masalah, toh masyarakat sudah terlanjur tahu bahwa anda adalah ketua yayasan tersebut. Jika ada orang yang membocorkan kejadian yang sebenarnya, buatlah pernyataan bahwa mereka bukanlah orang yang tepat untuk mengatasnamakan yayasan, atau dengan kata lain mereka hanyalah tukang kebun, walaupun pada kenyataannya yang berbicara sebenarnya adalah pimpinan tertinggi dari yayasan tersebut. Sekali lagi, kesan adalah segalanya, fakta tidaklah penting.
Semoga rencana ini berhasil dan masyarakat akan mengenang jasa anda sebagai ‘penemu’ lagu Indonesia Raya versi asli. Dan semoga semua ini tidak lantas menjadi sebuah lelucon konyol belaka.
PERTAMAX!!!
loh beneran pertamax?
eh.. BTW ini how to make a hoax by hericz yah?
Bwahahahaha
/
Mak Jleb sekali postingannya, om!
Iya, aku heran sekali.
Pokoknya ini informasi yang basbang,
terlambat berpuluh puluh tahun.
Karena lagu ini sudah aku hapalkan jaman SD dulu
*lha aku kok jadi ngulang2 terus kalimat ini, di milis, di blog a, b,c… habisnya gemes*
Kok ya bisa2nya para negarawan ikutan excited mendengar berita “fenomenal” ini
Pokoknya,
semoga ini adalah awal dari terbukan kedok Roy SUryo!!
ih
kok jadi keduluan mbig sih
Pertama kali liat beritanya di KR, langsung heran,
tumben kok Pak Roy kerja bareng air putih, kok akur amat?
*jleb!!!!!!!!!!!!!!!*
wakaka..

kemane aje lu!!
HI ROY!!!
YESS 10 BESAR
Heran bener saya sama orang itu…
Lagi nyadar tidak menyebutkan si you-know-who sama sekali dalam entri ini… hihihih…
tadinya gue berpikir positif kalau memang si kumis menemukan pita seluloid-nya. ternyata bohong belaka, dan yang menarik adalah aksi MTK, makan tulang kawan yang dilakukannya untuk menjaga image diri sendiri.
eh iya lupa, kok soal telur columbus tidak dibahas?
Nyindir yah…Tak Sobek sobek baru tau rasa
wah memang om roy
bukan om roy namanya kalo nggak bikin sensasi
maap td saya napsu komeng berhubung 10 besar. jd gini..menurut saya pemerintah, khususnya SBY - JK, pelajaran sejarahnya kurang. masa masalah gini langsung heboh! coba kalo pemilihan presiden selanjutnya dites dulu sejarah kebangsaannya.
kata engkoh kalau gak nyebut nama bukan ghibah
Pemimpin lupa ama sejarah… keterlaluan…
Roy Suryo cari perhatian kali….
/
Hehehe… Om Roy malu tuh …
Dalam beberapa hari, Roy sudah terang2an menuding Des Alwi menyimpan motif ekonomi, sudah terang2an menuding Ketua Yayasan Air Putih tak layak kutip, sudah secara tersirat menuduh rakyat Indonesia 100% bodoh. Dan tentu masih kebal hukum, seperti biasanya. Tapi aku jadi rada suka Detik.com — mereka sekarang jadi lebih netral dan faktual menyampaikan paparan.
Oom Pri jarinya udah sembuuh?
#19: blon… ini juga ngetik sambil berdarah2
Ada-ada saja Priyadi ini. Tapi kiat Anda akan saya praktikkan untuk hal lain lho.
Kalau ada yang mempersoalkan, akan saya jawab, “Lha saya kan cuma ngikutin anjuran Priyadi? Masa sih ndak boleh?”
Pakar bikin heboh
“
Sorry Pri…numpang nyepam…soalnya tiap statementnya selalu bikin heboh sih…hihihih…
INDOROY!
*dar der dor pletak pyar dar tretetetetett…. *
Kalo main petasannya udah selesai, jangan lupa balik kerja dan kelarin tugas masing-masing, ya.
Semoga minggu depan kita semua sudah bisa kerja dengan normal tanpa gangguan otot perut dan muka akibat terlalu banyak tertawa.
*berusaha kalem sekuat tenaga*
Benar-benar konyol dan kenyal
Doyan banget nih pakar telematika satu ini unjuk gigi
tapi ga ada landasan ilmu yg mendukung. Dasar yoR..
ah Pri menulis juga tentang ini. bener kata blub, dulu waktu SD dah diajari kok seluruh lirik lagunya yang “3 stanza” itu, cuma memang tidak pernah dinyanyikan lengkap di upacara.
Mas Pri emangnya sakit apa?
Pertama kali denger Roy Suryo nemuin naskah asli Lagu Indonesia Raya, saya pikir iya kali ya dia nemuin dokumen asli (berkas tulis tangan atau score aslinya) dari Leiden Belanda. Ejk (saya) belum ngakak, tapi pas denger lagunya dan nonton video nya di TV, ealah text ini mah dari dulu juga dah ada, dari taun KEBO mas. Ditulis di ampir tiap buku lagu wajib (buat anak SD malah). Mas kemana aja sih…….. Atau lagi cari sensasi soale gak ada berita yang ngangkat mas (sedang tidak diekspos).
Plus saya heran super heran kok pada wakil rakyat, presiden dan wapres kurang tahu mengenai hal ini , malah ikut terkesima….. ckckck. Apa lupa lagi atau bagaimana?
Yu ah….
Mending simoan energi buat ngerjain yang laen ajah.
om roy emang jago nyari sensasi…
/
tips yang sangat bagus dari om Pri. hehehe.
-IT-
cari sensasi aja
Agak heran dengan negeri ini karena begitu mudahnya seseorang mengklaim dirinya sebagai seorang pakar. Tapi mudah-mudahan masih ada wisdom of crowds kayak gini yang bisa membedakan antara mana yang benar dan “benar.”
Jadi ingat pepatah Rusia, “With lies you may get ahead in the world — but you can never go back.”
hihiih udah lama nunggu postingan ini
“
BURAROY™
test comment dari IE on linux
Hi Roy (TM)
Emang Om Oy gak ada matinya, ngelawak terusss!
wah, saya pribadi baru tahu kalo ada versi Indonesia Raya yg jadul itu, sejak SD (1991) kok ga pernah dikasi tahu ama sekolah ya. Lalu ada yang tahu ga sejak kapan/gimana sejarahnya kok kita bisa pake Indonesia Raya yg sekarang?
Jadi om ROY sudah melakukan kebohongan publik ya? Kalo iya bakalan masuk penjara gak?
halah, lagi2 si Roy
cari sensasi, terus kalo udah ketahuan belangnya, ngeles dan njelek2in orang lain
mulai dari staf kelas tukang kebun lah, motif ekonomi lah, sampe bawa2 nama Heru
ck ck ck
RS GILA HORMAT!
gila gilaa… emang tu orang aneh bin ajaib yah? ngga tau malu ya? urat malu sudah putus rupanya. yg kasihan.. orang2 disekitar dia yg mungkin sudah malu sejak kapan2..
sian deh.. gw mah cuman bisa bilang.. KEMANE AJE LU?
*mencoba pasang banner dr Ronceh*
:”> om nya maluuu tuhhhh
/
Yang lebih patut dikasihani sebenarnya ya orang-orang yang duduk di pemerintahan sekarang. Kok bisa-bisanya sampai memperhatikan berita seperti ini. Harusnya mereka sendiri kan tahu kalau sejak zaman SD dulu syair 3 stanza ini sudah dikenal.
Dari awal baca berita di detik, sudah kuduga ini bakalan seru. Dengan akhir yang kira kira bisa di tebak.
Ternyata om roy suryo berulah lagi.
Main tebak tebakan yuk, besok om roy berulah apa lagi yah??


68 % priyadi bakal nulis,
deg2an nunggu gimana format penulisnya..
ternyata komedi satire…hehehe
wah karena nyanyi lagu indonesia raya cuman 1 ‘avanza’ di stadion senayan, jadinya indonesia kalah deh sama arab dan korsel, coba kalau 3 avanza, minimal 3 gol kali
halah telad!
#11 om ganteng, yg bahas telor rebus, eh, maksudnya telor kolumbus om ganteng aje… kekeke..
Seperti gua komen di blog “pecahndase” dorokakung gua cuma mo ngingetin ati-ati kena plintiran, soalnya gua juga dulu pernah nulis soal pemaparan fakta dan tertuduh jadi “Konspirasi Blogger Ngetop” gombal amoh, mau dikasih tau ga percaya ya udah nasib. Harap diingat para offliner jumlahnya jauh lebih besar daripada onliner. Sudah cek masuk piramida yang mana anda *ngacirr
demo aja yuk si roy….gimana klo kita bikin press confrece buat ngantem si roy…kalo perlu adain debat terbuka tuh sama dy…..skalian kita tatar aja orang nya,,,,,


mau disindir, diejek, atau dimaki sekalipun tetep nggak ngaruh..
Roy Suryo nggak punya blog, dia anti pati sama yg namanya blogger..Apalah gunanya tulisan ini..
Akhirnya saya temukan tips yang benar2 siip untuk menjadi beken, mungkin om Roy perlu baca tips ini

terlebih dahulu saya minta maaf,
saya orang padang yang peduli IT di indonesia, dan dari dulu saya pengen nyebutin ini buat si “ROY” :
ROY SURYO PANTEEEEEEEK!!!!!!!
(maaf, makian ini cuma buat “dia” seorang)
yang gw heran, apa waktu si kumis sekolah gak pernah denger lagu itu ? … kan dari dulu versi 3 stanza udah ada di banyak buku cetak dan beredar di sekolah2.
apa bener si kumis pernah sekolah ?, tapi hebat loh, ga pernah sekolah aja udah bisa membohongi 68% rakyat indonesia, bahkan termasuk bapak pejabat tinggi yang “mungkin” juga gak pernah sekolah.
capee deeeh….
adinoto:
yoih.., ngasih tau yang bener malah dianggap sirik tanda tak mampu toh..?
wuedaaaannn.
hahahahah
junhit:
tu dia.., makanya harus gunakan media yang sama dengan Sang Pakar pakai..
internet..? emang orang-orang indonesia udah nge-net semua gituh?
hihihihi
ayo pri.., muncul di televisi dong.. kita dukung dah.. hehehe
Lagi-lagi telat komenn…arrrghhh…ke-49 euy!
Lho ke-50 malah!
Wah rangkuman berita yang menarik…
Jadi koleksi tautan ke Detik.com begini?
Hahaha… harusnya Donny BU menyediakan halaman/boks khusus berisi keterangan bahwa ikhtisar penemuan kembali Indonesia Raya sudah tersedia di tulisan ini.
Ada yang berminat memburu arsip “Penemuan Kembali Revolusi Kita”? Barangkali ada di Project Guttenberg atau Google Book.
Hehe… semenjak awal kejadian saya sudah menunggu2 Priyadi menulis ini. Setelah baca tulisan dan komentar-komentarnya, saya sudah puas, mewakili apa yang saya rasakan.
Saya juga melihat, untuk kasus ini, detikcom sudah mulai lebih baik. Predikat “blog-berita” mungkin bisa ditinggalkan pelan-pelan.
Orang itu, si you-know-who, pasti akan membunuh diri sendiri. Ga perlu tangan orang lain untuk melakukan itu. Pepatah orang tua: orang goblok biasanya mati di tangan dirinya sendiri ^^
Nah, tangan-tangan yang lain mending dipakai buat mengatasi musuh-musuh yang memang berotak, misalnya si anu…
Hi Tukang Kebun™
BTW, gaya paparan seperti ini kayanya kenal deh

Apakah Om Priyadi sudah jadi muridnya Wadehel?
Ah, menyedihkan sekali melihat ternyata orang indonesia mudah dibodohi oleh seorang RS. sekolah memang hanya formalitas belaka. dulu waktu SD, saya tahu kalau teks Indonesia Raya salah satunya adalah, “Indonesia Raya, mulia, mulia!” karena waktu itu kita masih dijajah Jepang. Ketika setelah merdeka, baru yang digunakan adalah “merdeka, merdeka!” Tapi memang hebat si Roy Suryo, semua pihak mulai dari pers hingga pemerintah jadi ramai-ramai karena ulah RS. Dampaknya, RS populer lagi. Bahkan seorang Priyadi Iman Nurcahyo tak akan mampu bikin isu sepopuler ini.
Wakakakaka…..
He..he..saya heran dan tidak habis berpikir kenapa dia masih dipakai oleh stasiun TV untuk membahas teknologi, dan ketua departemen suatu partai lagi. Apakah skill yang dibutuhkan di Indonesia cukup ngomong doang???
Om Pri, berarti loe mesti “menemukan” lagu kucing garong versi 3 stanza dong biar terkenal
Hi Roy™
Kemane aje lu….dah siang neh
eh…salah ya, situ kan emang pahlawan kesiangan
no offense Roy
Bukti juga bahwa wartawan sangat sibuk cari berita… sampe2 lupa pelajaran SD…. ato para wartawan dulunya gak lewat SD ya ??
Strateginya mirip dengan yang dipakai George Bush
Dan akhirnya cerita berlanjut kepada mr 68%
hahahaha…kereeeeennn…
oh, hi roy! *ngakak*
pakar TI kita ternyata pakar TI-PU, thnx bos udah publish artikelnya
#3 setuju, semoga ini awal kejatuhan beliau kalo melihat media - media mulai berimbang dalam pemberitaan, paling seru kemarin RCTI berani statment kalo konstroversi ini berakhir. semoga ini awal kontroversi baru tentang kepalsuan sang ahli IT
.
mari rapatkan barisan menghadang sang ahli palsu.
“masih sebal ingat ulah beliau yang cari muka dari gempa jogja (ingat kasus pengeboran di bantul) dan jatuhnya adam air”
Ada yang punya teks asli lagu kebangsaan (lagu2 wajib jaman sekolah) lainnya gak? Peluang buat beken nih
Roy… lu tolol banget sich… cuma bisa ngopi dari harddisk orang aja, lu claim jadi penemu.. lu sekolah dulu roy… jgn cuma asbun… mo tenar kok nepu… malu roy…
santai saja.. nanti masih ada kok kesempatan lain.
Lambang garuda Indonesia yang asli! (kepala menghadap ke kiri) wahihihi…
ayo ayo.. belajar sejarah lagi, banyak kesempatan menjadi tenar (atau gak ya cemar) wahauhahueua
Roy Suryo = Peleceh profesi tukang kebun! (dan mungkin orang ‘kecil’ lainnya?)
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/06/time/175559/idnews/813929/idkanal/398
Berkata (r0y)” Tetapi kenapa orang-orang lain yang melakukan (untuk pertama kalinya tersebut) tidak ada efeknya kepada masyarakat seperti sekarang ini? Andaikata ada orang-orang yang mengklaim sudah melakukan penelitian dan memiliki dokumen seperti itu, kenapa tidak diinformasikan ke masyarakat? tanya Roy”
hi r0y
buat saya sih..
masalah si roy suryo sih wajar, dia orangnya emang begitu
masalah wartawan dan masyarakat ga tau wajar, kebanyakan taunya cuma satu stanza..
tapi sampe sejarawan, wakil presiden, ketua mpr, menkominfo sampe ga tau??

kiat diperbanyak mas, biar kita bisa ngikut terkenal kayak “pendahulu” yang memaksakan diri untuk terkenal
/ masak gak ada penerusnya…xixixixi
cukur kumisnya
cukur kumisnya
cukur kumisnya sekarang juga
menurut saya, temuan Roy Suryo kurang sensasional dan kurang bikin malu…….., padahal kalo saja dia yg mengklaim bahwa dia yg nyiiptain Lagu indonesia Raya…… mungkin itu bakal 100% sensasional…. (bukan 68% seperti saat skrng)
wawancara
wartawan : hai roy, congratz atas sensasinya…. ngomong2 dapet ide intelek gini dari mana
KRMT : biasalah dari teman lama, saya dapet ide dari membaca dari artikel mas pri yg berjudul “Kiat Sukses Menjadi ‘Penemu’ Versi Asli Lagu ‘Indonesia Raya’”, asal tau saja artikel tsb sudah dibuat oleh oom Pri setaun yg lalu …., dan baru dipublish di blognya skrng
wartawan : ah masa sih
KRMT : kalo gak percaya, sy punya seloluid-nya …..
……
Ingin sekali rasanya seluruh umat di Indonesia bersatu dan MENUNTUT ROY SURYO tentang kelakuanya.
Klo Roy Suryo jadi menteri bisa-bisa dia Buat Data Storage Khusus Untuk mengCopy Paste Semua Isi Hardisk Para Pejabat dan Peneliti Di seluruh Dunia.
Biar Terlihat Pintar Gitu…
he..he..
aku baca dari blog-nya Kang Jay.. katanya.. lagu “Halo-Halo Bandung” asalnya juga masih misterius tuh…
Ada yang mau bikin sensasi tandingan?
oh ya.. lupa.. Hi Roy!™
#68 Om Pri, berarti loe mesti “menemukan” lagu kucing garong versi 3 stanza dong biar terkenal….
Wakakaaakkak…lucu banget. tenan ki…oh, ya sewaktu 2 aktivis pdi yang tertimbun lahar panas dan meninggal itu si bung KRMT juga ikut nimbrung. aku masih inget itu tertulis di harian kedaulatan rakyat. katanya meski kedua aktivis kemanusiaan terkubur dalam gua perlindungan ia (KRMT) sempat kontak pake HT. hehehee…hebat benar yach…jadi binun…nech amat KRMT. maunya itu apa yach?….diperhatiin, disayang2 kayak anak kecil..hihhihiii
#68 Om Pri, berarti loe mesti “menemukan” lagu kucing garong versi 3 stanza dong biar terkenal….
Wakakaaakkak…lucu banget. tenan ki…
Hi Roy!
media selalu perlu sensasi dan headlines walaupun kadang wartawan acapkali teledor untuk “cari tahu dengan jarimuotakmu” terlalu sering mengiyakan bulat-bulat tanpa ada usaha mencari lebih jauh kebenarannya (klarifikasi ke narasumber, pencarian melalui arsip2 sejarah, dll). Roy salah, tapi media yang tidak melakukan klarifikasi dan investigasi sendiri salah juga. Semoga media Indonesia maju semakin cerdas.
hi roy..
Hahahha
..Wah wah MakNyus pooollll ni artikel, pinter-pinter sampe terkesima mbaca rangkaian kata-kata.
/
BTW Mr 68% pelaku untuk 69 kali ya…isinya mbolak mbalik fakta demi sensi eh sensasi…
jual stiker HiRoy(tm)


