<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tips Membeli Asuransi Jiwa</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 11:41:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
		<item>
		<title>By: LK</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-579240</link>
		<dc:creator>LK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:25:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-579240</guid>
		<description>Pak, saat ini saya sudah muali banyak tanggungan. untuk KPR sih udah ada asuransinya, tapi belum untuk yang lain, kalau saya mau buka arusansi term life, (yang 300rb//tahun), itu saya bisa cari di mana aja?
thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, saat ini saya sudah muali banyak tanggungan. untuk KPR sih udah ada asuransinya, tapi belum untuk yang lain, kalau saya mau buka arusansi term life, (yang 300rb//tahun), itu saya bisa cari di mana aja?<br />
thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577802</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 15:13:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577802</guid>
		<description>#441:

&lt;blockquote&gt;
Saya ingin membahas masalah psikologis yang anda kesampingkan. Pada dasarnya orang kita itu lebih patuh terhadap sesuatu yang merupakan keharusan daripada kesadaran. Dalam asuransi Unit Link kita dihadapkan pada kewajiban akan membayar premi, sama seperti kewajiban kita untuk membayar hal lainnya. Makanya dari sisi ini unit link jauh lebih menguntungkan, karena kadang kita lupa atau tidak sadar akan pentingnya berinvestasi.
&lt;/blockquote&gt;

saya bingung dengan model bisnis semacam ini.

1. anda setor saya uang setiap bulan
2. uang anda akan saya investasikan
3. kalau anda terlambat menyetorkan, maka saya akan makan uang anda.

kalau disiplin yang dicari, ada solusi yang jauh lebih baik, misalnya dengan autodebet rekening bank atau kartu kredit.

&lt;blockquote&gt;
Saat ini saya adalah Agen Commonwealth, dimana investasi pada unit linknya dijalankan oleh First State sebagai fund manager. Nah…, sekarang kenyataannya adalah First State memberikan nilai investasi untuk Commonwealth di atas nilai investasi yang dia berikan di pasar. bedanya bisa 13%. Hitung-hitungannya kalau ternyata potongan kita untuk bayar premi adalah 5-10% dari uang investasi kita, berarti kita masih punya keuntungan 3-8% diatas keuntungan yang First State berikan di pasar, bukankah lebih menguntungkan jatuhnya? Karena ditambah dengan asuransi jiwa seumur hidup kan…? 
&lt;/blockquote&gt;

sorry, kalau fund anda overperform, itu hanya saat itu saja. untuk tahun2 berikutnya belum tentu seperti itu. semakin besar jumlah dana kelolaan, maka semakin kecil kemungkinan untuk overperform. selain itu, kalau ternyata fund anda underperforming, saya gak punya pilihan untuk ganti ke manajer investasi yang lain.

&lt;blockquote&gt;
Ditambah lagi ada fasilitas 4x switching gratis tiap tahunnya. Tahu kan apa manfaat switching dalam reksadana?
&lt;/blockquote&gt;

4x switching gratis? ini bukan sesuatu yang signifikan. di reksadana banyak juga yang gratis (bukan cuma 4x/tahun saja lho). dan paling mahal pun cuma 0,5%.

kalau saya ikut commlife investra, enak di anda, gak enak di saya. kalau saya setor premi 1 juta/tahun, nantinya anda (dan atasan anda dan agency anda) akan makan 2 tahun premi yang saya setorkan, atau sekitar 25 juta!!! ini kan namanya perampokan di siang bolong :).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#441:</p>
<blockquote><p>
Saya ingin membahas masalah psikologis yang anda kesampingkan. Pada dasarnya orang kita itu lebih patuh terhadap sesuatu yang merupakan keharusan daripada kesadaran. Dalam asuransi Unit Link kita dihadapkan pada kewajiban akan membayar premi, sama seperti kewajiban kita untuk membayar hal lainnya. Makanya dari sisi ini unit link jauh lebih menguntungkan, karena kadang kita lupa atau tidak sadar akan pentingnya berinvestasi.
</p></blockquote>
<p>saya bingung dengan model bisnis semacam ini.</p>
<p>1. anda setor saya uang setiap bulan<br />
2. uang anda akan saya investasikan<br />
3. kalau anda terlambat menyetorkan, maka saya akan makan uang anda.</p>
<p>kalau disiplin yang dicari, ada solusi yang jauh lebih baik, misalnya dengan autodebet rekening bank atau kartu kredit.</p>
<blockquote><p>
Saat ini saya adalah Agen Commonwealth, dimana investasi pada unit linknya dijalankan oleh First State sebagai fund manager. Nah…, sekarang kenyataannya adalah First State memberikan nilai investasi untuk Commonwealth di atas nilai investasi yang dia berikan di pasar. bedanya bisa 13%. Hitung-hitungannya kalau ternyata potongan kita untuk bayar premi adalah 5-10% dari uang investasi kita, berarti kita masih punya keuntungan 3-8% diatas keuntungan yang First State berikan di pasar, bukankah lebih menguntungkan jatuhnya? Karena ditambah dengan asuransi jiwa seumur hidup kan…?
</p></blockquote>
<p>sorry, kalau fund anda overperform, itu hanya saat itu saja. untuk tahun2 berikutnya belum tentu seperti itu. semakin besar jumlah dana kelolaan, maka semakin kecil kemungkinan untuk overperform. selain itu, kalau ternyata fund anda underperforming, saya gak punya pilihan untuk ganti ke manajer investasi yang lain.</p>
<blockquote><p>
Ditambah lagi ada fasilitas 4x switching gratis tiap tahunnya. Tahu kan apa manfaat switching dalam reksadana?
</p></blockquote>
<p>4x switching gratis? ini bukan sesuatu yang signifikan. di reksadana banyak juga yang gratis (bukan cuma 4x/tahun saja lho). dan paling mahal pun cuma 0,5%.</p>
<p>kalau saya ikut commlife investra, enak di anda, gak enak di saya. kalau saya setor premi 1 juta/tahun, nantinya anda (dan atasan anda dan agency anda) akan makan 2 tahun premi yang saya setorkan, atau sekitar 25 juta!!! ini kan namanya perampokan di siang bolong <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hilman</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577780</link>
		<dc:creator>Hilman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 16:50:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577780</guid>
		<description>Hai mas Pri... :) tulisan2 anda sangat mengesankan bahwa anda benar-benar apatis terhadap asuransi unit link. :) tapi saya fikir anda terlalu mengesampingkan banyak faktor, baik faktor psikologis maupun faktor financial yang mungkin menurut anda, andalah jagonya dalam hal ini :d

1. Saya ingin membahas masalah psikologis yang anda kesampingkan. Pada dasarnya orang kita itu lebih patuh terhadap sesuatu yang merupakan keharusan daripada kesadaran. Anda pernah ngga berfikir, bahwa orang kita bayar pajak, atau bayar tagihan pln itu lebih didasarkan pada kepatuhan akan aturan dan keharusan, dan bukan atas dasar kesadaran? :d Dalam asuransi Unit Link kita dihadapkan pada kewajiban akan membayar premi, sama seperti kewajiban kita untuk membayar hal lainnya. Makanya dari sisi ini unit link jauh lebih menguntungkan, karena kadang kita lupa atau tidak sadar akan pentingnya berinvestasi. Kenyataannya banyak teman-teman saya yang berfikir sama seperti mas pri, tapi pada akhirnya mereka lupa untuk berinvestasi secara rutin, alasannya simpel, "Investasi kan sisa dari uang bulanan saya" kenyataannya uang bulanan mereka selalu tak bersisa. [-(

2. yang kedua adalah alasan keuntungan finansial. Inilah alasan yang sebenarnya bertolak belakang dengan semua teori tak berdasar yang anda kemukakan pada setiap tulisan anda. :)&gt;- Saat ini saya adalah Agen Commonwealth, dimana investasi pada unit linknya dijalankan oleh First State sebagai fund manager. Nah..., sekarang kenyataannya adalah First State memberikan nilai investasi untuk Commonwealth di atas nilai investasi yang dia berikan di pasar. bedanya bisa 13%. Hitung-hitungannya kalau ternyata potongan kita untuk bayar premi adalah 5-10% dari uang investasi kita, berarti kita masih punya keuntungan 3-8% diatas keuntungan yang First State berikan di pasar, bukankah lebih menguntungkan jatuhnya? Karena ditambah dengan asuransi jiwa seumur hidup kan...? :d

Ditambah lagi ada fasilitas 4x switching gratis tiap tahunnya. Tahu kan apa manfaat switching dalam reksadana? (jangan2 ngga tau nih hehehehehehehe).... 

Tapi yah, kalo mas Pri mau diskusi atau debat lebih banyak sih, silahkan email saya di mail.hilman@gmail.com deh, atau telp aja langsung ke 0815 1009 3599 (domisili jakarta). Ditunggu ya mas... :d/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai mas Pri&#8230; <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> tulisan2 anda sangat mengesankan bahwa anda benar-benar apatis terhadap asuransi unit link. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> tapi saya fikir anda terlalu mengesampingkan banyak faktor, baik faktor psikologis maupun faktor financial yang mungkin menurut anda, andalah jagonya dalam hal ini <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p>1. Saya ingin membahas masalah psikologis yang anda kesampingkan. Pada dasarnya orang kita itu lebih patuh terhadap sesuatu yang merupakan keharusan daripada kesadaran. Anda pernah ngga berfikir, bahwa orang kita bayar pajak, atau bayar tagihan pln itu lebih didasarkan pada kepatuhan akan aturan dan keharusan, dan bukan atas dasar kesadaran? <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /> Dalam asuransi Unit Link kita dihadapkan pada kewajiban akan membayar premi, sama seperti kewajiban kita untuk membayar hal lainnya. Makanya dari sisi ini unit link jauh lebih menguntungkan, karena kadang kita lupa atau tidak sadar akan pentingnya berinvestasi. Kenyataannya banyak teman-teman saya yang berfikir sama seperti mas pri, tapi pada akhirnya mereka lupa untuk berinvestasi secara rutin, alasannya simpel, &#8220;Investasi kan sisa dari uang bulanan saya&#8221; kenyataannya uang bulanan mereka selalu tak bersisa. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_silent.gif' alt='&#91;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#91;&#45;&#40;' /></p>
<p>2. yang kedua adalah alasan keuntungan finansial. Inilah alasan yang sebenarnya bertolak belakang dengan semua teori tak berdasar yang anda kemukakan pada setiap tulisan anda. <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='22' height='18' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /> Saat ini saya adalah Agen Commonwealth, dimana investasi pada unit linknya dijalankan oleh First State sebagai fund manager. Nah&#8230;, sekarang kenyataannya adalah First State memberikan nilai investasi untuk Commonwealth di atas nilai investasi yang dia berikan di pasar. bedanya bisa 13%. Hitung-hitungannya kalau ternyata potongan kita untuk bayar premi adalah 5-10% dari uang investasi kita, berarti kita masih punya keuntungan 3-8% diatas keuntungan yang First State berikan di pasar, bukankah lebih menguntungkan jatuhnya? Karena ditambah dengan asuransi jiwa seumur hidup kan&#8230;? <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p>Ditambah lagi ada fasilitas 4x switching gratis tiap tahunnya. Tahu kan apa manfaat switching dalam reksadana? (jangan2 ngga tau nih hehehehehehehe)&#8230;. </p>
<p>Tapi yah, kalo mas Pri mau diskusi atau debat lebih banyak sih, silahkan email saya di <a href="mailto:mail.hilman@gmail.com">mail.hilman@gmail.com</a> deh, atau telp aja langsung ke 0815 1009 3599 (domisili jakarta). Ditunggu ya mas&#8230; <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' />/</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lilyardas</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577465</link>
		<dc:creator>lilyardas</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 08:34:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577465</guid>
		<description>to 439... tutup aja... mumpung baru bayar 1x, saya yang dah bayar 4 tahun aja ditutup. Rugi? Emang... tapi kalo diterusin ampe 10 tahun bakalan lebih rugi lagi :D ... yang gak rugi, karena dah bayar 4 tahun, jadi tau bloon-nya saya di masa lampau hahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>to 439&#8230; tutup aja&#8230; mumpung baru bayar 1x, saya yang dah bayar 4 tahun aja ditutup. Rugi? Emang&#8230; tapi kalo diterusin ampe 10 tahun bakalan lebih rugi lagi <img src='http://priyadi.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> &#8230; yang gak rugi, karena dah bayar 4 tahun, jadi tau bloon-nya saya di masa lampau hahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arga</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577402</link>
		<dc:creator>arga</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 10:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-577402</guid>
		<description>makasih om atas pencerahnnya....tp sy terlambat baca..skrng udah ikut Unit Link (baru bayar 1x), bayar semesteran.

gimana saran nya, mumpung baru jalan 6 bulan..apa perlu dilanjutin atau putus disini.. 

need advice pls. thsx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih om atas pencerahnnya&#8230;.tp sy terlambat baca..skrng udah ikut Unit Link (baru bayar 1x), bayar semesteran.</p>
<p>gimana saran nya, mumpung baru jalan 6 bulan..apa perlu dilanjutin atau putus disini.. </p>
<p>need advice pls. thsx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Christianto Gouw</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575867</link>
		<dc:creator>Christianto Gouw</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 14:29:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575867</guid>
		<description>Pak Dion,

Tolong dong infonya unit link yang tanpa biaya akuisisi dan investasinya dapat statement langsung dari Manajer Investasi itu dimana ? Terutama untuk asuransi kesehatannya saja (baik critical illness maupun rawat inap) kalau bisa tanpa UP jiwa - tapi kalau tidak bisa, tetap dipertimbangkan asalkan porsi asuransi kesehatannya msh bisa lebih besar drpd UP jiwa tsb. Dan tentunya biaya asuransi sesuai rate normal - juga kalau bisa bulanan bayar lebih baik.

Tolong kabarnya ya
Thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Dion,</p>
<p>Tolong dong infonya unit link yang tanpa biaya akuisisi dan investasinya dapat statement langsung dari Manajer Investasi itu dimana ? Terutama untuk asuransi kesehatannya saja (baik critical illness maupun rawat inap) kalau bisa tanpa UP jiwa - tapi kalau tidak bisa, tetap dipertimbangkan asalkan porsi asuransi kesehatannya msh bisa lebih besar drpd UP jiwa tsb. Dan tentunya biaya asuransi sesuai rate normal - juga kalau bisa bulanan bayar lebih baik.</p>
<p>Tolong kabarnya ya<br />
Thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dion Abouw</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575692</link>
		<dc:creator>Dion Abouw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 09:58:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575692</guid>
		<description>Sodara-sodara....

Sekedar ngomong nih....
Asuransi itu sebenarnya tidak perlu, KALO KITA TAHU PASTI KAPAN WAKTUNYA KITA AKAN MENINGGAL, KENA KANKER ATO CACAT TETAP.
Justru karena kita ndak ngerti kapan hal itu akan terjadi menimpa kita, maka ikutlah kita asuransi.
Asuransi itu bukan melindungi jiwa ato nyawa kita. Hilang nyawa tetap urusan TUHAN. Tapi kalo kita "isded", kan otomatis penghasilan kita ikut "isded". Lha terus anak istri kita makan apa ? Kalo punya tabungan masih mending. Lha kalo ndak punya ? Belum lagi anak kita masih kecil-kecil. Nanti sekolahnya, hidupnya masa depannya, bagaimana ?
Punya tabungan-pun, kita mesti banyak. kalo biaya kita sebulan 3 juta berarti 36 juta setahun, jika dengan asumsi hasil bunga bank cuma 3%-5% net setahun, jumlah tabungannya paling tidak harus 20 s/d 30 kali dari biaya kita setahun. berapa ? ya...hampir kurang lebih semilyar-lah...
Nah...kalo kita ikut Unit Link, yang katanya super komplit ada Asuransi &#38; Investasinya, trus kita mesti bayar berapa jeti supaya dapet perlindungan semilyar kalo kita "isded" ? Kan mahal sekali atuh....
Mendingan kita ambil Term Life biar murah. Contohnya teman saya usia 38 ambil Term Life UP 300 juta, di MNLF bayarnya setahun cuma 1,2 jutaan flat 20 tahun, baru tahun ke 21 preminya naik. Sebenarnya dia punya Dana untuk bayar Unit Link sebesar 6 juta setahun. 
Tapi dia gak mau ambil Unit Link. Karena apa ? Karena kebanyakan Biaya dan malah Repot. Kalo mau narik duit harus lewat Perusahaan Asuransi dulu, gak bisa langsung narik dari Manajer Investasi.
Oleh dia, budget yang 6 juta tadi kan masih sisa 4,8 juta. Duit tu dibeliin Reksadana Saham karena dia mau Invest jangka panjang.
Setelah dihitung-hitung, dia cuma cukup Invest 10 Tahun saja &#38; setelah itu dia bisa bayar Premi Asuransi di tahun ke 11 dst ngambil dari Investasinya dia.
Lebih irit katanya.
Hasil Investasinya juga maksimal karena dijamin gak nguap dimakan biaya. Belum lagi, kalo di UL kita gak bisa nge-cek apa return yang dilaporin sama persis dengan return di MI-nya. Kan kita gak ngerti dibeliin RD apa. Kalo langsung kan kita ngerti, ada Laporan Portfolio-nya, ada perkembangan return YoY yang dimuat di koran (gak cuma harga tok).
Gimana nurut Mas Pri ?

Lebih enak gini ato UL ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sodara-sodara&#8230;.</p>
<p>Sekedar ngomong nih&#8230;.<br />
Asuransi itu sebenarnya tidak perlu, KALO KITA TAHU PASTI KAPAN WAKTUNYA KITA AKAN MENINGGAL, KENA KANKER ATO CACAT TETAP.<br />
Justru karena kita ndak ngerti kapan hal itu akan terjadi menimpa kita, maka ikutlah kita asuransi.<br />
Asuransi itu bukan melindungi jiwa ato nyawa kita. Hilang nyawa tetap urusan TUHAN. Tapi kalo kita &#8220;isded&#8221;, kan otomatis penghasilan kita ikut &#8220;isded&#8221;. Lha terus anak istri kita makan apa ? Kalo punya tabungan masih mending. Lha kalo ndak punya ? Belum lagi anak kita masih kecil-kecil. Nanti sekolahnya, hidupnya masa depannya, bagaimana ?<br />
Punya tabungan-pun, kita mesti banyak. kalo biaya kita sebulan 3 juta berarti 36 juta setahun, jika dengan asumsi hasil bunga bank cuma 3%-5% net setahun, jumlah tabungannya paling tidak harus 20 s/d 30 kali dari biaya kita setahun. berapa ? ya&#8230;hampir kurang lebih semilyar-lah&#8230;<br />
Nah&#8230;kalo kita ikut Unit Link, yang katanya super komplit ada Asuransi &amp; Investasinya, trus kita mesti bayar berapa jeti supaya dapet perlindungan semilyar kalo kita &#8220;isded&#8221; ? Kan mahal sekali atuh&#8230;.<br />
Mendingan kita ambil Term Life biar murah. Contohnya teman saya usia 38 ambil Term Life UP 300 juta, di MNLF bayarnya setahun cuma 1,2 jutaan flat 20 tahun, baru tahun ke 21 preminya naik. Sebenarnya dia punya Dana untuk bayar Unit Link sebesar 6 juta setahun.<br />
Tapi dia gak mau ambil Unit Link. Karena apa ? Karena kebanyakan Biaya dan malah Repot. Kalo mau narik duit harus lewat Perusahaan Asuransi dulu, gak bisa langsung narik dari Manajer Investasi.<br />
Oleh dia, budget yang 6 juta tadi kan masih sisa 4,8 juta. Duit tu dibeliin Reksadana Saham karena dia mau Invest jangka panjang.<br />
Setelah dihitung-hitung, dia cuma cukup Invest 10 Tahun saja &amp; setelah itu dia bisa bayar Premi Asuransi di tahun ke 11 dst ngambil dari Investasinya dia.<br />
Lebih irit katanya.<br />
Hasil Investasinya juga maksimal karena dijamin gak nguap dimakan biaya. Belum lagi, kalo di UL kita gak bisa nge-cek apa return yang dilaporin sama persis dengan return di MI-nya. Kan kita gak ngerti dibeliin RD apa. Kalo langsung kan kita ngerti, ada Laporan Portfolio-nya, ada perkembangan return YoY yang dimuat di koran (gak cuma harga tok).<br />
Gimana nurut Mas Pri ?</p>
<p>Lebih enak gini ato UL ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dion Abouw</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575691</link>
		<dc:creator>Dion Abouw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 09:30:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575691</guid>
		<description>Kalo unit link itu promosi “Unit Link kami tidak ada biaya akuisisi.” Nah ini baru berita

Mas Pri, Mbak Bravo, Mas Rahmat.......

"Unit Link" saya TANPA BIAYA AKUISISI, TANPA BIAYA ADMINISTRASI, TANPA BIAYA MACAM-MACAM.
Setiap setoran, cuma dipotong Premi Term Life tok.

Statement Investasinya juga juga dapet LANGSUNG DARI MANAJER INVESTASI..... Nggak lewat Perusahaan Asuransi.

Piye Mas Pri ....
Mau ? he...he...he...

Dijamin GAK ADA POTONGAN INVESTASI SAMA SEKALI...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo unit link itu promosi “Unit Link kami tidak ada biaya akuisisi.” Nah ini baru berita</p>
<p>Mas Pri, Mbak Bravo, Mas Rahmat&#8230;&#8230;.</p>
<p>&#8220;Unit Link&#8221; saya TANPA BIAYA AKUISISI, TANPA BIAYA ADMINISTRASI, TANPA BIAYA MACAM-MACAM.<br />
Setiap setoran, cuma dipotong Premi Term Life tok.</p>
<p>Statement Investasinya juga juga dapet LANGSUNG DARI MANAJER INVESTASI&#8230;.. Nggak lewat Perusahaan Asuransi.</p>
<p>Piye Mas Pri &#8230;.<br />
Mau ? he&#8230;he&#8230;he&#8230;</p>
<p>Dijamin GAK ADA POTONGAN INVESTASI SAMA SEKALI&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575529</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 17:57:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575529</guid>
		<description>#434: anda masih single dan gak punya tanggungan (benar?), maka anda tidak perlu asuransi jiwa. lebih baik dananya dialokasikan ke reksadana. tapi kalau coverage dari tempat kerja anda belum ada coverage kecelakaan, mungkin sebaiknya ambil asuransi kecelakaan yang bisa dibeli dari perusahaan asuransi kerugian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#434: anda masih single dan gak punya tanggungan (benar?), maka anda tidak perlu asuransi jiwa. lebih baik dananya dialokasikan ke reksadana. tapi kalau coverage dari tempat kerja anda belum ada coverage kecelakaan, mungkin sebaiknya ambil asuransi kecelakaan yang bisa dibeli dari perusahaan asuransi kerugian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: topan</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575517</link>
		<dc:creator>topan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 15:20:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575517</guid>
		<description>Mas Pri,
saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di kalimantan. Sebenarnya di perusahaan saya sudah terdapat fasilitas rumah sakit sendiri dan biaya pengobatan sudah dicover kalau karyawan sakit seberapapun parahnya. Jadi saya tidak tertarik ikut asuransi kesehatan. Karyawan juga dicover jamsostek (asuransi jiwa) dengan premi sekitar 300 ribu per bulan potong gaji. Sebenarnya saya tertarik untuk ikut AXA Mandiri (selain jamsostek tadi)karena setahu saya UP jamsostek kecil dan susah klaimnya kalau karyawan meninggal. Saya masih single. Apakah saya masih perlu ikut asuransi dari luar (AXA Mandiri)tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Pri,<br />
saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di kalimantan. Sebenarnya di perusahaan saya sudah terdapat fasilitas rumah sakit sendiri dan biaya pengobatan sudah dicover kalau karyawan sakit seberapapun parahnya. Jadi saya tidak tertarik ikut asuransi kesehatan. Karyawan juga dicover jamsostek (asuransi jiwa) dengan premi sekitar 300 ribu per bulan potong gaji. Sebenarnya saya tertarik untuk ikut AXA Mandiri (selain jamsostek tadi)karena setahu saya UP jamsostek kecil dan susah klaimnya kalau karyawan meninggal. Saya masih single. Apakah saya masih perlu ikut asuransi dari luar (AXA Mandiri)tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: martin</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575262</link>
		<dc:creator>martin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 06:11:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575262</guid>
		<description>Mengatur keuangan apa lagi cuma 1jt perbulan, mungkin agak sulit tapi saya coba kasih tips:

1O% untuk tabungan 
10% untuk biaya tak terduga
20% untuk kewajiban dan biaya tetap spt kos, sabun cuci dsb
60% untuk biaya harian yg dibagi menjadi 15 % per minggu


Saya tidak mengetahui apakah sudah termasuk uang makan dan transport. kalau belum berarti biaya mingguannya bisa dikurangi.


selain itu memang dengan 10% tabungan dari 1 juta, diperlukan kesabaran untuk menabung. Niatkan diri untuk menabung sebagai mengumpulkan modal buat buka usaha. 

Kebanyakan orang setelah uang agak terkumpul, timbul motivasi kebutuhan yang mendadak. Seperti butuh beli baju baru, tas, atau yang lainnya. 

Intinya disiplin menabung. Memang kalau uang sdh terkumpul di dompet, rasanya rada 'gerah' untuk disimpan, keinginan untuk membelanjakannya jadi semakin meningkat bukan?


Selain itu dengan penghasilan 1 jt /bulan perlu juga ditinjau manajemen waktu harian. Karena siapa tahu dengan manajemen waktu yang baik bisa dipakai untuk buka usaha baru.

Berikut ini adalah pembagian waktu :
8 jam istirahat
2 jam untuk persiapan kerja
8 jam kerja
2 jam untuk pulang kerja 
sisa 4 jam bisa dimanfaatkan untuk meninggkatkan produktifitas seperti buka usaha dsb.

Tapi sebagian orang lebih suka menyediakan waktu yang 4 jam untuk nonton sinetron. Bukan berarti tidak boleh ada hiburan, tapi maksudnya adalah sambil nonton sinetron bukankah bisa sambil melakukan pekerjaan sambilan. 

semoga tips ini berguna 

http://msuhanda.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengatur keuangan apa lagi cuma 1jt perbulan, mungkin agak sulit tapi saya coba kasih tips:</p>
<p>1O% untuk tabungan<br />
10% untuk biaya tak terduga<br />
20% untuk kewajiban dan biaya tetap spt kos, sabun cuci dsb<br />
60% untuk biaya harian yg dibagi menjadi 15 % per minggu</p>
<p>Saya tidak mengetahui apakah sudah termasuk uang makan dan transport. kalau belum berarti biaya mingguannya bisa dikurangi.</p>
<p>selain itu memang dengan 10% tabungan dari 1 juta, diperlukan kesabaran untuk menabung. Niatkan diri untuk menabung sebagai mengumpulkan modal buat buka usaha. </p>
<p>Kebanyakan orang setelah uang agak terkumpul, timbul motivasi kebutuhan yang mendadak. Seperti butuh beli baju baru, tas, atau yang lainnya. </p>
<p>Intinya disiplin menabung. Memang kalau uang sdh terkumpul di dompet, rasanya rada &#8216;gerah&#8217; untuk disimpan, keinginan untuk membelanjakannya jadi semakin meningkat bukan?</p>
<p>Selain itu dengan penghasilan 1 jt /bulan perlu juga ditinjau manajemen waktu harian. Karena siapa tahu dengan manajemen waktu yang baik bisa dipakai untuk buka usaha baru.</p>
<p>Berikut ini adalah pembagian waktu :<br />
8 jam istirahat<br />
2 jam untuk persiapan kerja<br />
8 jam kerja<br />
2 jam untuk pulang kerja<br />
sisa 4 jam bisa dimanfaatkan untuk meninggkatkan produktifitas seperti buka usaha dsb.</p>
<p>Tapi sebagian orang lebih suka menyediakan waktu yang 4 jam untuk nonton sinetron. Bukan berarti tidak boleh ada hiburan, tapi maksudnya adalah sambil nonton sinetron bukankah bisa sambil melakukan pekerjaan sambilan. </p>
<p>semoga tips ini berguna </p>
<p><a href="http://msuhanda.blogspot.com" rel="nofollow">http://msuhanda.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widiy</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575072</link>
		<dc:creator>widiy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 08:13:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/08/31/tips-membeli-asuransi-jiwa/#comment-575072</guid>
		<description>sori mas pri repost cz komentar mbk bravo ketinggalan @405
"rumus agar kaya buat saya itu cuma satu yaitu: HIDUP DIBAWAH KEMAMPUAN. artinya kalo penghasilan rutin saya cuma satu juta, usahakan biaya hidup cuma 900 rb atau dibawah itu shg sisanya bisa saya investasikan,"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sori mas pri repost cz komentar mbk bravo ketinggalan @405<br />
&#8220;rumus agar kaya buat saya itu cuma satu yaitu: HIDUP DIBAWAH KEMAMPUAN. artinya kalo penghasilan rutin saya cuma satu juta, usahakan biaya hidup cuma 900 rb atau dibawah itu shg sisanya bisa saya investasikan,&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
