7 October 2007

Iklan Pada Media Massa Online

Posted under: at 01:16

Bagi media massa yang sebelumnya beroperasi di media konvensional, media Internet adalah media yang sama sekali baru, termasuk dalam urusan periklanan. Media-media tersebut pasti merasa pendapatan dari iklan Internet jauh lebih kecil daripada iklan televisi atau iklan surat kabar misalnya. Tidak heran hanya sedikit yang menggarap lahan Internetnya dengan cukup serius.

Tapi tunggu dulu, ada satu perbedaan mendasar yang sepertinya dilupakan oleh media-media ini. Pendapatan dari iklan di televisi atau surat kabar hanya berasal dari konten terkini saja. Sedangkan pendapatan iklan Internet berasal dari baik konten terkini maupun konten masa lalu, bahkan konten satu tahun yang lalu.

Saya ambil contoh surat kabar. Setiap hari wartawan memburu berita. Berita tersebut akan dimuat pada esok pagi, dilengkapi dengan iklan-iklan sebagai salah satu sumber pemasukan. Jerih payah wartawan pada hari tersebut hanya akan menarik pemasang iklan untuk oplah satu hari saja.

Berbeda dengan surat kabar, pada media Internet, jerih payah wartawan bisa terpampang selamanya pada sebuah situs berita. Tetap akan ada yang membaca artikel yang dibuat wartawan tersebut walaupun mungkin artikel tersebut dibuat satu minggu yang lalu, satu bulan yang lalu atau bahkan lima tahun yang lalu. Sedangkan iklan yang menyertai artikel tersebut tentunya adalah iklan terkini dari pemasang iklan yang baru saja membayar biaya hak pemasangan iklan, dan bukan iklan lima tahun yang lalu.

Artinya artikel berumur tua tersebut tetap produktif sebagai sumber pemasukan. Pada surat kabar, jerih payah wartawan dalam satu hari hanya bisa menghasilkan ruang iklan untuk satu hari pula. Sedangkan pada media Internet, jerih payah wartawan dalam satu hari akan tetap menghasilkan untuk selamanya.

Dengan kata lain, pada media Internet, tulisan-tulisan wartawan merupakan sebuah investasi.

Bagaimana cara media massa menjadikan tulisan-tulisan wartawannya sebagai investasi? Berikut adalah hal-hal yang pertama kali harus dilakukan:

  • Sama sekali tidak pernah mengubah URL yang digunakan untuk mengakses sebuah artikel, untuk selamanya.
  • Pastikan artikel ditulis dalam bahasa XHTML+CSS yang sederhana. Tidak perlu menggunakan Javascript, Flash atau AJAX secara berlebihan.
  • Pastikan seluruh artikel terinterkoneksi, atau dapat diakses melalui halaman perantara tanpa perlu mengetahui URL lengkapnya sebelumnya.

Jika memungkinkan, akan lebih baik lagi bila media massa tersebut menyajikan artikel-artikel tua dari puluhan tahun ke belakang di situs webnya. Seharusnya apapun akan dilakukan demi sebuah investasi, benar?

82 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!