<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pedoman Membeli Asuransi Jiwa dan Reksadana</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 14:44:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: nai</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-590469</link>
		<dc:creator>nai</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 19:07:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-590469</guid>
		<description>hmmm agak bingung2 juga nih baca blog ini yang kayanya menjatuhkan unit link aja.... pada intinya semua asuransi itu baik, semua ada plus dan minusnya 
untuk asuransi term life kenapa bisa murah dengan up besar? karena tidak ada nilai tunainya? jadi kalau tidak meninggal2 akan terus bayar premi selama masih mau ditanggung up meninggalnya....dan ingat asuransi term life hanya ditanggung sampai usia 65thn, memangnya kita cuma mau hidup sampai 65thn saja? coba kita kalikan yah... usia 35thn, up meninggal 1 M hanya bayar 3.780.000 saja, pembayaran selama 30 tahun = 113.400.000 ( perlu diingat, tidak ada nilai tunai alias hanya buang2 kelaut saja duitnya ) 

versus unit link pertahun memang kelihatan jauh lebih mahal 15jt pertahun untuk mendapatkan up meninggal 1M dan up meninggal karena kecelakaan 1M, jadi kalau meninggal karena kecelakaan maka keluarga yang ditinggalkan akan diberikan 2M, coba kita kalikan yah... cukup menabung 10 tahun saja ( perlu dicatat MENABUNG, bukan bayar premi ) total 10 tahun 150.000.000, perbedaan 36.600.000 saja, tapi pada tahun ke 10 anda sudah stop menabung dan tabungan anda sudah mencapai rp. 210.000.000

jadi menurut anda lebih baik mana term life atau unit link? 

up meninggal di unit link juga kalau dimasukkan ke reksa dana atau produk investasi sejenisnya juga akan menghasilkan keuntungan yang sama dengan memasukkan up meninggal term life di investasi, lalu dimana letak kerugiannya?

apakah anda lebih memilih untuk tidak kehilangan 36.600.000 tetapi anda kehilangan 210.000.000, orang yang bijaksana pasti akan dapat memilih dengan jelas

mari kita bicara mengenai payor, pada saat tabungan di unit link sudah mencapai 60 juta ( asumsi tabungan di ul 1jt/bln ) dan invest anda di reksa dana (atau apalah namanya ) juga 60 juta, kalau di UL anda mendapat tambahan dana sebesar 12jt/tahun beserta tingkat kenaikan unit link yang besar... kita asumsikan tingkat bunga adalah sama yaitu 10%, tahun 1 setelah kita terima payor 12 juta maka tabungan kita akan menjadi 72jt + bunga 10% = 79.200.000
tahun 2 - 79.200.000 + 12 jt payor + bunga 10% = 100.320.000,-
tahun 3 - 100.320.000 + 12 juta payor + bunga 10% = 123.552.000
sisanya mohon anda hitung sendiri

nah kalau investasi yang di bilang bisa menutupi payor, mari kita hitung
investasi thn 1 - 60 jt + bunga 10% = 66.000.000
tahun 2 - 66.000.000 + bunga 10% = 72.600.000
tahun 3 - 72.600.000 + bunga 10% = 79.860.000
sisanya bisa anda hitung sendiri

pertanyaannya, dimana letak unit link yang merugikan nasabah???

perhitungan biaya akuisisi yang dianggap mahal dan tidak worthed.... kami hanya diberi komisi selama 5 tahun dengan tingkat komisi menurun yaitu 30% selama 2 tahun dan sisanya 5% pertahun, akan tetapi kami melayani anda sampai usia anda 99 tahun ( untuk meninggal ) apakah menurut anda itu kurang cukup??

dengan anda mendapatkan potongan biaya akuisisi, dengan contoh diatas di tahun ke tiga anda bisa mendapatkan rp. 123.522.000 di unit link

dengan produk investasi anda hanya mendapatkan 79.860.000

kalau boleh saya tanya, dimana letak kerugian di unit link?

thanks, just for share
kalau ingin memberikan pendapat sebaiknya jangan memberatkan satu pihak saja, tetapi lihat kenyataan yang ada

plus satu lagi, kalau anda telat atau lupa membayar link term anda dan sudah jatuh tempo dan pada saat itu nasabah meninggal, apakah masih keluar up meninggal??

di unit link, setelah nasabah menabung rutin selama 2 tahun ( di perusahaan tempat saya menabung ) maka awal bulan ketiga walaupun anda telat nenabung dan pada saat itu nasabah meninggal, up meninggal tetap keluar

lalu dimana letak kerugian menabung di unit link?

sekali lagi setiap produk asuransi ada plus dan minusnya, tetapi saya mohon pada anda untuk bersikap subyektif dan jangan jadikan ini ajang untuk menjelek2an asuransi yang bersifat unit link</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm agak bingung2 juga nih baca blog ini yang kayanya menjatuhkan unit link aja&#8230;. pada intinya semua asuransi itu baik, semua ada plus dan minusnya<br />
untuk asuransi term life kenapa bisa murah dengan up besar? karena tidak ada nilai tunainya? jadi kalau tidak meninggal2 akan terus bayar premi selama masih mau ditanggung up meninggalnya&#8230;.dan ingat asuransi term life hanya ditanggung sampai usia 65thn, memangnya kita cuma mau hidup sampai 65thn saja? coba kita kalikan yah&#8230; usia 35thn, up meninggal 1 M hanya bayar 3.780.000 saja, pembayaran selama 30 tahun = 113.400.000 ( perlu diingat, tidak ada nilai tunai alias hanya buang2 kelaut saja duitnya ) </p>
<p>versus unit link pertahun memang kelihatan jauh lebih mahal 15jt pertahun untuk mendapatkan up meninggal 1M dan up meninggal karena kecelakaan 1M, jadi kalau meninggal karena kecelakaan maka keluarga yang ditinggalkan akan diberikan 2M, coba kita kalikan yah&#8230; cukup menabung 10 tahun saja ( perlu dicatat MENABUNG, bukan bayar premi ) total 10 tahun 150.000.000, perbedaan 36.600.000 saja, tapi pada tahun ke 10 anda sudah stop menabung dan tabungan anda sudah mencapai rp. 210.000.000</p>
<p>jadi menurut anda lebih baik mana term life atau unit link? </p>
<p>up meninggal di unit link juga kalau dimasukkan ke reksa dana atau produk investasi sejenisnya juga akan menghasilkan keuntungan yang sama dengan memasukkan up meninggal term life di investasi, lalu dimana letak kerugiannya?</p>
<p>apakah anda lebih memilih untuk tidak kehilangan 36.600.000 tetapi anda kehilangan 210.000.000, orang yang bijaksana pasti akan dapat memilih dengan jelas</p>
<p>mari kita bicara mengenai payor, pada saat tabungan di unit link sudah mencapai 60 juta ( asumsi tabungan di ul 1jt/bln ) dan invest anda di reksa dana (atau apalah namanya ) juga 60 juta, kalau di UL anda mendapat tambahan dana sebesar 12jt/tahun beserta tingkat kenaikan unit link yang besar&#8230; kita asumsikan tingkat bunga adalah sama yaitu 10%, tahun 1 setelah kita terima payor 12 juta maka tabungan kita akan menjadi 72jt + bunga 10% = 79.200.000<br />
tahun 2 &#8211; 79.200.000 + 12 jt payor + bunga 10% = 100.320.000,-<br />
tahun 3 &#8211; 100.320.000 + 12 juta payor + bunga 10% = 123.552.000<br />
sisanya mohon anda hitung sendiri</p>
<p>nah kalau investasi yang di bilang bisa menutupi payor, mari kita hitung<br />
investasi thn 1 &#8211; 60 jt + bunga 10% = 66.000.000<br />
tahun 2 &#8211; 66.000.000 + bunga 10% = 72.600.000<br />
tahun 3 &#8211; 72.600.000 + bunga 10% = 79.860.000<br />
sisanya bisa anda hitung sendiri</p>
<p>pertanyaannya, dimana letak unit link yang merugikan nasabah???</p>
<p>perhitungan biaya akuisisi yang dianggap mahal dan tidak worthed&#8230;. kami hanya diberi komisi selama 5 tahun dengan tingkat komisi menurun yaitu 30% selama 2 tahun dan sisanya 5% pertahun, akan tetapi kami melayani anda sampai usia anda 99 tahun ( untuk meninggal ) apakah menurut anda itu kurang cukup??</p>
<p>dengan anda mendapatkan potongan biaya akuisisi, dengan contoh diatas di tahun ke tiga anda bisa mendapatkan rp. 123.522.000 di unit link</p>
<p>dengan produk investasi anda hanya mendapatkan 79.860.000</p>
<p>kalau boleh saya tanya, dimana letak kerugian di unit link?</p>
<p>thanks, just for share<br />
kalau ingin memberikan pendapat sebaiknya jangan memberatkan satu pihak saja, tetapi lihat kenyataan yang ada</p>
<p>plus satu lagi, kalau anda telat atau lupa membayar link term anda dan sudah jatuh tempo dan pada saat itu nasabah meninggal, apakah masih keluar up meninggal??</p>
<p>di unit link, setelah nasabah menabung rutin selama 2 tahun ( di perusahaan tempat saya menabung ) maka awal bulan ketiga walaupun anda telat nenabung dan pada saat itu nasabah meninggal, up meninggal tetap keluar</p>
<p>lalu dimana letak kerugian menabung di unit link?</p>
<p>sekali lagi setiap produk asuransi ada plus dan minusnya, tetapi saya mohon pada anda untuk bersikap subyektif dan jangan jadikan ini ajang untuk menjelek2an asuransi yang bersifat unit link</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: CK</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-588942</link>
		<dc:creator>CK</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 15:31:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-588942</guid>
		<description>Alhamdulillah,,nyangkut d blog ini. .
Pak pri,bl0gnya benar2 brilian !! 
Sya dn tman sya rncananya mgu ini mau beli UL,tp setelah bca bl0g anda,100 pr0sen akan sy batalkan !!
kasian sekali tman2 yg sdh ikutan,terkena bjukrayu agen,,
Biasanya mereka ambil 30 jt,*sy tdak tau/blm tnya2 UPnya brapa* 
Tp mereka byar slama 2 taun,,apa itu jg pr0duk PAA?? 
Saya rasa tman2 d sni adalah sasaran empuk buat agen UL,terutama ul prudential,karena banyak yang ingin ikut investasi,tp gak tau mau inves kmana,,lalu agen2 itu datang. . .bisa d tebaklah rensp0n untuk orang2 awam sperti kami&#058;&#040; 
 
Mau nanya pak,, RD apa bisa di beli dari h0ngk0ng??*ada bank mandiri*tp sptinya mrka gak jualan. .*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah,,nyangkut d blog ini. .<br />
Pak pri,bl0gnya benar2 brilian !!<br />
Sya dn tman sya rncananya mgu ini mau beli UL,tp setelah bca bl0g anda,100 pr0sen akan sy batalkan !!<br />
kasian sekali tman2 yg sdh ikutan,terkena bjukrayu agen,,<br />
Biasanya mereka ambil 30 jt,*sy tdak tau/blm tnya2 UPnya brapa*<br />
Tp mereka byar slama 2 taun,,apa itu jg pr0duk PAA??<br />
Saya rasa tman2 d sni adalah sasaran empuk buat agen UL,terutama ul prudential,karena banyak yang ingin ikut investasi,tp gak tau mau inves kmana,,lalu agen2 itu datang. . .bisa d tebaklah rensp0n untuk orang2 awam sperti kami&#058;&#040; </p>
<p>Mau nanya pak,, RD apa bisa di beli dari h0ngk0ng??*ada bank mandiri*tp sptinya mrka gak jualan. .*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-588637</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 11:05:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-588637</guid>
		<description>@akd:

besar kenaikannya sudah diberi tahu di awal dan tercantum di polis. tidak seperti UL yang kenaikannya tidak kita ketahui sejak awal.

menurut saya, pemilihan RD dilakukan berdasarkan kapan dananya akan dipakai. untuk jangka panjang (di atas 3-5 tahun) disimpan di saham, jangka menengah (1-3 tahun) disimpan di PT, sedangkan di bawah 1 tahun baru disimpan di pasar uang. kalau jangka agak lama lebih baik jangan di pasar uang, karena biasanya pasar uang performancenya di bawah inflasi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@akd:</p>
<p>besar kenaikannya sudah diberi tahu di awal dan tercantum di polis. tidak seperti UL yang kenaikannya tidak kita ketahui sejak awal.</p>
<p>menurut saya, pemilihan RD dilakukan berdasarkan kapan dananya akan dipakai. untuk jangka panjang (di atas 3-5 tahun) disimpan di saham, jangka menengah (1-3 tahun) disimpan di PT, sedangkan di bawah 1 tahun baru disimpan di pasar uang. kalau jangka agak lama lebih baik jangan di pasar uang, karena biasanya pasar uang performancenya di bawah inflasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: akd</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-588636</link>
		<dc:creator>akd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 09:40:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-588636</guid>
		<description>Pak Priyadi terimakasih atas pencerahannya untuk asuransi jiwa term life, sangat mencerahkan.

Sekarang saya tinggal bingung mau memilih mengambil asuransi di mana... Maunya ambil di manulife, tapi beratnya minimal premi adalah 3 jt pertahun. 
Apabila yang diambil adalah YRT, berarti premi setiap kali melakukan perpanjangan akan naik ya Pak? Kira2 seberapa besar ya pak gambaran kenaikannya?

Saya mau memasukan sebagian dana darurat saya di reksadana pasar uang. Bisa dikasih saran reksadana pasar uang yang mana ya Pak, yang performancenya baik?  Dan Kenapa tidak lebih baik diletakan di pendapatan tetap. Trims Pak Pri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Priyadi terimakasih atas pencerahannya untuk asuransi jiwa term life, sangat mencerahkan.</p>
<p>Sekarang saya tinggal bingung mau memilih mengambil asuransi di mana&#8230; Maunya ambil di manulife, tapi beratnya minimal premi adalah 3 jt pertahun.<br />
Apabila yang diambil adalah YRT, berarti premi setiap kali melakukan perpanjangan akan naik ya Pak? Kira2 seberapa besar ya pak gambaran kenaikannya?</p>
<p>Saya mau memasukan sebagian dana darurat saya di reksadana pasar uang. Bisa dikasih saran reksadana pasar uang yang mana ya Pak, yang performancenya baik?  Dan Kenapa tidak lebih baik diletakan di pendapatan tetap. Trims Pak Pri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587702</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 11:07:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587702</guid>
		<description>@miic: asuransi kesehatan itu salah satu rider dari asuransi jiwa. ini boleh diambil, boleh juga tidak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@miic: asuransi kesehatan itu salah satu rider dari asuransi jiwa. ini boleh diambil, boleh juga tidak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Miic</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587668</link>
		<dc:creator>Miic</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 09:02:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587668</guid>
		<description>pak, apakah ada perbedaan antara asuransi jiwa dan asuransi kesehatan?
apakah setiap membeli asuransi jiwa (term life) sudah termasuk asuransi kesehatan di dalamnya? ataukah merupakan tambahan (raider)?
tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak, apakah ada perbedaan antara asuransi jiwa dan asuransi kesehatan?<br />
apakah setiap membeli asuransi jiwa (term life) sudah termasuk asuransi kesehatan di dalamnya? ataukah merupakan tambahan (raider)?<br />
tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: meli</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587640</link>
		<dc:creator>meli</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 06:44:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587640</guid>
		<description>mao tanya nih, kalo hospitalnya asuransi sequis bagus ga? soalnya, ada yang bilang klaimnya ruwet,ada yang bilang kalo klaim ga dicover ful?bener ga sih?thks.Meli</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mao tanya nih, kalo hospitalnya asuransi sequis bagus ga? soalnya, ada yang bilang klaimnya ruwet,ada yang bilang kalo klaim ga dicover ful?bener ga sih?thks.Meli</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587627</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 01:06:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587627</guid>
		<description>@sri:

komponen biaya asuransi di PAA itu ada bagian investasinya. walaupun nasabah ngga ngambil prusaver, tetap akan ada bagian yang masuk investasinya. bagi yang ngga ngambil prusaver, silakan lihat di polis masing2 &#058;&#041;

205% itu adalah total biaya akuisisi: 100%+60%+15%+15%+15%. memang gak semuanya masuk kantong agen yang berhubungan langsung ke nasabah, tapi sebagian masuk ke uplinenya, upline uplinenya dst, dan juga masuk ke agencynya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sri:</p>
<p>komponen biaya asuransi di PAA itu ada bagian investasinya. walaupun nasabah ngga ngambil prusaver, tetap akan ada bagian yang masuk investasinya. bagi yang ngga ngambil prusaver, silakan lihat di polis masing2 &#058;&#041;</p>
<p>205% itu adalah total biaya akuisisi: 100%+60%+15%+15%+15%. memang gak semuanya masuk kantong agen yang berhubungan langsung ke nasabah, tapi sebagian masuk ke uplinenya, upline uplinenya dst, dan juga masuk ke agencynya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sri</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587626</link>
		<dc:creator>sri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 17:26:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-587626</guid>
		<description>salam hangat mas pri, senang &quot;nyasar&quot; di blog ini karena saya mau tau tentang produk asuransi. 
Dari niatnya baca2 aja tertarik koment satu hal karena saya pernah diprospek untuk jadi agen P

Mohon maaf sebelumnya krn masih bingung cara posting (gaptek&#058;&#040; INI KUTIPAN DARI PERNYATAAN mas Pri :

&quot;di sini saya membahas unit link premi berkala (misalnya PAA), bukan unit link premi tunggal (misalnya PIA). kalau misalnya per bulan nasabah bayar Rp 1 juta (di luar top up premi berkala), maka total jendral yang akan dibayarkan ke agen adalah Rp 1 juta * 12 * 205% = Rp 24,6 juta dalam 5 tahun pertama (contoh menggunakan Pru PAA).

dari Rp 1 juta yang dibayarkan tersebut sebagian di antaranya adalah komponen investasi. dana untuk agen ini akan diambil dari porsi investasi tersebut. angkanya jelas masih masuk karena 5 tahun pertama nasabah setor uang sebesar 5*12*Rp 1 juta = 60 juta, dan ini belum memperhitungkan perkembangan investasi&quot;


NAH, yang saya tau komisi agen itu bukan didapat dari Investasi nasabah tapi dari alokasi dana proteksi. Misal untuk nasabah yang bayar 1juta/bulan, biasanya dikasih pilihan mo taro berapa untuk investasi, mau taro berapa untuk proteksi. klo bayar 1juta/bulan artinya kan 12 juta/tahun. klo dia milih 8 juta masuk proteksi dan 4 juta masuk tabungan/investasi. Maka komisi agen di tahun pertama = 30%x8juta = 2.400.000:12 (bulan) = 200rb/bulan. Ditahun kedua itungannya sama 30%. Tahun ke-3 s/d ke-5 agen dapat 5% dari proteksi = 33ribu-an/bulan. Tahun ke-6 dstnya gak dapat lagi..
JADI, klo ditotal untuk nasabah 1jt/bulan dg alokasi 8-4 di atas, maka total komisi agen hingga tahun ke-5 = 6juta. CMIIW .

Nah angka 60juta yg mas jelaskan di atas dan 205% itu dapat darimana???

Itu aja mungkin masukan saya. thanks untuk kebaikannya beri input from other side &#059;&#041;. Nice sharing</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam hangat mas pri, senang &#8220;nyasar&#8221; di blog ini karena saya mau tau tentang produk asuransi.<br />
Dari niatnya baca2 aja tertarik koment satu hal karena saya pernah diprospek untuk jadi agen P</p>
<p>Mohon maaf sebelumnya krn masih bingung cara posting (gaptek&#058;&#040; INI KUTIPAN DARI PERNYATAAN mas Pri :</p>
<p>&#8220;di sini saya membahas unit link premi berkala (misalnya PAA), bukan unit link premi tunggal (misalnya PIA). kalau misalnya per bulan nasabah bayar Rp 1 juta (di luar top up premi berkala), maka total jendral yang akan dibayarkan ke agen adalah Rp 1 juta * 12 * 205% = Rp 24,6 juta dalam 5 tahun pertama (contoh menggunakan Pru PAA).</p>
<p>dari Rp 1 juta yang dibayarkan tersebut sebagian di antaranya adalah komponen investasi. dana untuk agen ini akan diambil dari porsi investasi tersebut. angkanya jelas masih masuk karena 5 tahun pertama nasabah setor uang sebesar 5*12*Rp 1 juta = 60 juta, dan ini belum memperhitungkan perkembangan investasi&#8221;</p>
<p>NAH, yang saya tau komisi agen itu bukan didapat dari Investasi nasabah tapi dari alokasi dana proteksi. Misal untuk nasabah yang bayar 1juta/bulan, biasanya dikasih pilihan mo taro berapa untuk investasi, mau taro berapa untuk proteksi. klo bayar 1juta/bulan artinya kan 12 juta/tahun. klo dia milih 8 juta masuk proteksi dan 4 juta masuk tabungan/investasi. Maka komisi agen di tahun pertama = 30%x8juta = 2.400.000:12 (bulan) = 200rb/bulan. Ditahun kedua itungannya sama 30%. Tahun ke-3 s/d ke-5 agen dapat 5% dari proteksi = 33ribu-an/bulan. Tahun ke-6 dstnya gak dapat lagi..<br />
JADI, klo ditotal untuk nasabah 1jt/bulan dg alokasi 8-4 di atas, maka total komisi agen hingga tahun ke-5 = 6juta. CMIIW .</p>
<p>Nah angka 60juta yg mas jelaskan di atas dan 205% itu dapat darimana???</p>
<p>Itu aja mungkin masukan saya. thanks untuk kebaikannya beri input from other side &#059;&#041;. Nice sharing</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vitri</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-586860</link>
		<dc:creator>Vitri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 02:08:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-586860</guid>
		<description>Wah, saya senang sekali Pak Priyadi menuliskan penjelasan yang mencerahkan tengtang asuransi jiwa dan reksadana. Kebetulan saya masih sangat awam tentang hal ini. 
Oya, tahun ini rencananya saya dan suami akan mulai membeli produk asuransi, tapi masih bingung dengan hal2 berikut:
1. Untuk asuransi jiwa, apakah sebaiknya saya &amp; suami sama2 membelinya, atau cukup suami saja? 
2. Untuk asuransi yang meng-cover cacat tetap akibat kecelakaan/ penyakit sehingga suami saya tidak bisa bekerja lagi kira2 asuransi apa ya pak?

Terima kasih banyak sebelumnya Pak Pri..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, saya senang sekali Pak Priyadi menuliskan penjelasan yang mencerahkan tengtang asuransi jiwa dan reksadana. Kebetulan saya masih sangat awam tentang hal ini.<br />
Oya, tahun ini rencananya saya dan suami akan mulai membeli produk asuransi, tapi masih bingung dengan hal2 berikut:<br />
1. Untuk asuransi jiwa, apakah sebaiknya saya &amp; suami sama2 membelinya, atau cukup suami saja?<br />
2. Untuk asuransi yang meng-cover cacat tetap akibat kecelakaan/ penyakit sehingga suami saya tidak bisa bekerja lagi kira2 asuransi apa ya pak?</p>
<p>Terima kasih banyak sebelumnya Pak Pri..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-586843</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 17:11:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-586843</guid>
		<description>@Khailisha:

perbedaan dasar term life dan unit link itu sebenarnya hanya ini: di term life, setoran premi didebet dari rekening tabung/kartu kredit/dll dsb; sedangkan di unit link, setoran premi didebet dari rekening reksadana (atau mirip2 reksadana). walaupun ada perbedaan lainnya, perbedaan dasarnya cuma itu.

jika dengan ikut term life + reksadana, lalu jebol akibat krismon, maka hal yang sama juga akan terjadi jika ikut unit link (malah jebolnya akan lebih parah, karena cost di sana jauh lebih besar).

pada prakteknya, sepintar-pintarnya manajer investasi, tidak akan jauh lebih pintar daripada manajer investasi yang lain. ini bisa dilihat di tabel reksadana, misalnya di koran tempo dan di koran bisnis. di sana biasanya juga ada data dari beberapa unit link. ini bisa dibandingkan langsung, perbedaan dari mereka tidak terpaut terlalu jauh.

kalau bapak anda bilang istilah &#039;saham komoditas&#039;, curiganya bapak anda (maaf) pernah kena penipuan investasi. biasanya penipu ini minta dana nasabah, kemudian mereka yang &#039;muterin&#039; di komoditas atau indeks. ini hampir pasti bakalan rugi karena ini cuma permainan zero-sum: duit yang menang berasal dari yang kalah. dan karena ada biaya2 lain2, maka yang zero-sum itu jadi negative-sum: besar uang yang dimenangkan lebih kecil daripada besar uang yang kalah.

supaya gak kena skema seperti itu, pastikan reksadana yang kita beli benar2 reksadana, bukan cuma ngaku2 reksadana. yang paling gampang: beli koran tempo, terus lihat di lembar ekonomi, ada ngga nama reksadana yang mau kita beli di sana. kalau ada 99.9999% aman &#058;&#041;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Khailisha:</p>
<p>perbedaan dasar term life dan unit link itu sebenarnya hanya ini: di term life, setoran premi didebet dari rekening tabung/kartu kredit/dll dsb; sedangkan di unit link, setoran premi didebet dari rekening reksadana (atau mirip2 reksadana). walaupun ada perbedaan lainnya, perbedaan dasarnya cuma itu.</p>
<p>jika dengan ikut term life + reksadana, lalu jebol akibat krismon, maka hal yang sama juga akan terjadi jika ikut unit link (malah jebolnya akan lebih parah, karena cost di sana jauh lebih besar).</p>
<p>pada prakteknya, sepintar-pintarnya manajer investasi, tidak akan jauh lebih pintar daripada manajer investasi yang lain. ini bisa dilihat di tabel reksadana, misalnya di koran tempo dan di koran bisnis. di sana biasanya juga ada data dari beberapa unit link. ini bisa dibandingkan langsung, perbedaan dari mereka tidak terpaut terlalu jauh.</p>
<p>kalau bapak anda bilang istilah &#8216;saham komoditas&#8217;, curiganya bapak anda (maaf) pernah kena penipuan investasi. biasanya penipu ini minta dana nasabah, kemudian mereka yang &#8216;muterin&#8217; di komoditas atau indeks. ini hampir pasti bakalan rugi karena ini cuma permainan zero-sum: duit yang menang berasal dari yang kalah. dan karena ada biaya2 lain2, maka yang zero-sum itu jadi negative-sum: besar uang yang dimenangkan lebih kecil daripada besar uang yang kalah.</p>
<p>supaya gak kena skema seperti itu, pastikan reksadana yang kita beli benar2 reksadana, bukan cuma ngaku2 reksadana. yang paling gampang: beli koran tempo, terus lihat di lembar ekonomi, ada ngga nama reksadana yang mau kita beli di sana. kalau ada 99.9999% aman &#058;&#041;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Khailisha</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-586841</link>
		<dc:creator>Khailisha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 15:50:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2007/11/30/pedoman-membeli-asuransi-jiwa-dan-reksadana/#comment-586841</guid>
		<description>Pak, saya senang sekali ada blog seperti ini. Hal ini bener2 menambah wawasan saya mengenai asuransi dan investasi. yang menggelitik saya, kenapa ya, bapak saya lebih percaya sama asuransi unit link daripada term life&amp;RD (berdasarkan pengalaman pribadinya)? katanya semua hal yang saya informasikan (seperti yang ada diblog ini juga)adalah teori saja karena sudah mencoba semuanya dan pengalaman eyang yang dirasakan ayah saya yang mengalami krisis keuangan (saya kurang tahu istilahnya, tp ketika nilai mata uang kita menjadi tidak berharga contoh nya rp 100 menjadi rp 1 atau sebaliknya (?)(maaf saya kurang menguasai istilah keuangan).
Bapak saya merasa dalam jangka waktu yang sama, unit link lebih menguntungkan dibanding reksadana. dengan tempo tertentu bapak saya bisa balik modal dengan unit link sampai membuat unit link kedua sedangkan reksadana (RD saham) hanya mendapat return 50%nya saja.

Saya yang ada niat untuk membuka asuransi term life untuk suami saya dan reksadana untuk masa depan keluarga saya jadi bingung.

Dan kata bapak saya, kita harus pintar2 mencari manajer investasi yang tepat yang bisa memutar uang kita di Reksadana.

Pada saat saya katakan, di Amerika sdh tidak ada yang memakai unit link, bapak menegaskan, karena di Indonesia perusahaanya masih bisa berkembang sedangkan di Amerika sudah stagnan. 

Apakah tren sudah berubah dari jaman bapak saya? Bapak saya pernah mengalami kerugian RD dengan jumlah besar di saham komoditi sehingga tidak begitu suka dengan RD. Untungnya bapak saya sekarang bisa menyekolahkan saya di ked. gigi serta S2, dan kedua adik saya spesialis dan di LN

Mungkin ada penjelasan ddari Pak Priyadi? Saya benar2 bingung. Maaf jika pertanyaan nya masih bersifat mendasar karena saya masih sangat awam dan terlambat untuk belajar (usia saya 30thn dengan 1 anak)

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, saya senang sekali ada blog seperti ini. Hal ini bener2 menambah wawasan saya mengenai asuransi dan investasi. yang menggelitik saya, kenapa ya, bapak saya lebih percaya sama asuransi unit link daripada term life&amp;RD (berdasarkan pengalaman pribadinya)? katanya semua hal yang saya informasikan (seperti yang ada diblog ini juga)adalah teori saja karena sudah mencoba semuanya dan pengalaman eyang yang dirasakan ayah saya yang mengalami krisis keuangan (saya kurang tahu istilahnya, tp ketika nilai mata uang kita menjadi tidak berharga contoh nya rp 100 menjadi rp 1 atau sebaliknya (?)(maaf saya kurang menguasai istilah keuangan).<br />
Bapak saya merasa dalam jangka waktu yang sama, unit link lebih menguntungkan dibanding reksadana. dengan tempo tertentu bapak saya bisa balik modal dengan unit link sampai membuat unit link kedua sedangkan reksadana (RD saham) hanya mendapat return 50%nya saja.</p>
<p>Saya yang ada niat untuk membuka asuransi term life untuk suami saya dan reksadana untuk masa depan keluarga saya jadi bingung.</p>
<p>Dan kata bapak saya, kita harus pintar2 mencari manajer investasi yang tepat yang bisa memutar uang kita di Reksadana.</p>
<p>Pada saat saya katakan, di Amerika sdh tidak ada yang memakai unit link, bapak menegaskan, karena di Indonesia perusahaanya masih bisa berkembang sedangkan di Amerika sudah stagnan. </p>
<p>Apakah tren sudah berubah dari jaman bapak saya? Bapak saya pernah mengalami kerugian RD dengan jumlah besar di saham komoditi sehingga tidak begitu suka dengan RD. Untungnya bapak saya sekarang bisa menyekolahkan saya di ked. gigi serta S2, dan kedua adik saya spesialis dan di LN</p>
<p>Mungkin ada penjelasan ddari Pak Priyadi? Saya benar2 bingung. Maaf jika pertanyaan nya masih bersifat mendasar karena saya masih sangat awam dan terlambat untuk belajar (usia saya 30thn dengan 1 anak)</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 18.750 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-22 08:56:04 -->

