13 December 2007

Sunshine Empire

Posted under: at 17:34

Dalam beberapa minggu terakhir, berita tentang Sunshine Empire memenuhi media massa di negeri tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia. Sunshine Empire mengklaim sebagai sebuah firma investasi yang memiliki usaha dalam berbagai bidang yang di antaranya adalah telekomunikasi dan properti. Sunshine Empire sendiri memiliki cabang di beberapa negara, termasuk juga di Indonesia.

Untuk mengumpulkan dana, Sunshine Empire menggalang sendiri dana dari masyarakat. Di Singapura, calon investor dijanjikan keuntungan sebesar $96000 dalam delapan tahun jika mereka menginvestasikan $12000. Selain investasi pasif, Sunshine Empire juga memiliki keanggotaan ‘pedagang aktif’. Mereka menyebutnya sebagai ‘pedagang’, tetapi pekerjaan sebenarnya hanyalah merekrut ‘pedagang’ atau ‘investor’ untuk mendapatkan keuntungan.

Calon investor yang teliti seharusnya sudah curiga dengan skema bisnis semacam ini. Besar kemungkinan semua ini hanyalah sebuah skema ponzi. Mari kita teliti lebih lanjut mengenai program ini.

Sunshine Empire termasuk dalam daftar ‘Investor Alert’, baik di Malaysia, maupun di Singapura. Dengan memasukkan Sunshine Empire ke dalam daftar tersebut, artinya otoritas di masing-masing negara menganjurkan warganya agar tidak berinvestasi melalui Sunshine Empire. Saya tidak tahu persis bagaimana situasi di Indonesia, setahu saya belum ada peringatan semacam ini, baik untuk Sunshine Empire maupun program-program lain yang juga dipertanyakan.

Selain itu, departemen urusan komersil Singapura (CAD) sedang melakukan investigasi terhadap Sunshine Empire. CAD juga mengeluarkan pernyataan resmi dalam bentuk FAQ di situs webnya.

James Phang –pemilik Sunshine Empire — adalah orang yang berada di balik proyek Magic Kingdom Island Resort Paradise di Rempang, Batam. Perusahaan James Phang, NOP, adalah yang menjalankan skema investasi untuk proyek ini. Dana yang berhasil dihimpun dari Singapura adalah sebesar 2 juta SGD. Proyek ini secara misterius dibatalkan pada Mei 2003, dan tidak seorang investorpun yang berhasil menerima ganti rugi.

Salah satu proyek Sunshine Empire adalah taman wisata laut di Malaka dan Sabah, yang sengaja atau tidak, juga dinamakan ‘Magic Kingdom’. Menurut penyelidikan dari The Electric New Paper, ternyata dinas pariwisata Sabah sendiri tidak pernah mendengar rencana pembangunan proyek tersebut. Di sisi lain, ketua dewan kota Malaka mengatakan bahwa mereka memang pernah menerima aplikasi pembangunan di sebuah bidang tanah berukuran 0.87 hektar yang diajukan oleh sebuah anak perusahaan Sunshine Empire. Tetapi pada saat artikel tersebut ditulis (29 Oktober 2007), aplikasi tersebut masih dalam tahap pemrosesan dan belum disetujui.

Proyek lainnya adalah proyek telekomunikasi di Taiwan. Anak perusahaan Sunshine Empire, Emcom mengklaim akan melakukan investasi sebesar 20 juta SGD pada sebuah proyek broadband di Taichung, Taiwan. Tetapi pemerintah kota Taichung menyangkal hal tersebut, mereka sama sekali tidak pernah memiliki hubungan dengan Emcom.

Proyek terakhir adalah apartemen Empire State Tower di Jalan Tun Razak, Kuala Lumpur, Malaysia. Benarkah? Ternyata Balai Kota Kuala Lumpur sendiri tidak pernah mengetahui pembangunan proyek tersebut.

The Electric New Paper kembali melakukan investigasi pada pertengahan November kemarin. Ternyata sebagian besar anak-anak perusahaan Sunshine Empire berkantor di lokasi yang persis sama. James Phang juga terdaftar sebagai direktur pada beberapa perusahaan tersebut. Selain itu, sekretaris dari empat perusahaan tersebut ternyata adalah orang yang sama.

Rasanya sudah cukup bukti kalau semua ini dapat dipastikan hanyalah sebuah skema ponzi. Jangan sampai pengalaman-pengalaman pahit kita terdahulu kembali terulang lagi. Bagi yang terlanjur mengikuti Sunshine Empire, mungkin bisa melaporkan kasusnya kepada Waspada Investasi di Bapepam.

Bacaan lainnya:

Tambahan

Bapepam LK telah mengeluarkan pernyataan bahwa Sunshine Empire diduga melakukan praktik penghimpunan dana dari masyarakat tanpa izin.

Update 5 April 2008

Menyusul institusi lainnya, Bank Negara Malaysia ikut melakukan investigasi terhadap Sunshine Empire.

KUALA LUMPUR, April 4 (Bernama) — Bank Negara Malaysia (BNM) is investigating Mercantile Point Sdn Bhd and Sunshine Empire Sdn Bhd as well as their related companies suspected of conducting illegal deposit taking and money laundering activities.

“Members of the public are reminded not to place money or deposits with companies not licensed by BNM or to be involved in any get rich quick scheme to avoid losing their hard earned money,” it said.

428 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!