<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ilusi Finansial</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 14:44:01 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
	<item>
		<title>By: hendra</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-590300</link>
		<dc:creator>hendra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 04:20:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-590300</guid>
		<description>asuransi unitlink memang dimaksudkan untuk proteksi (jaga2 bila sakit atau meninggal). Kalau untuk investasi, deposito memang lebih baik. Percuma kalau menjelek2an asuransi unit link dalam hal investasi. Memang unit link tidak dibuat untuk itu kok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asuransi unitlink memang dimaksudkan untuk proteksi (jaga2 bila sakit atau meninggal). Kalau untuk investasi, deposito memang lebih baik. Percuma kalau menjelek2an asuransi unit link dalam hal investasi. Memang unit link tidak dibuat untuk itu kok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Panduan Buat Trackback Blog WordPress &#124; Bloger</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-589943</link>
		<dc:creator>Panduan Buat Trackback Blog WordPress &#124; Bloger</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 19:06:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-589943</guid>
		<description>[...] Mari kita buktikan. Di tulisan ini, saya akan mengirim link dan trackback ke salah satu postingnya Priyadi dan Cosa Aranda. Dapat dipastikan begitu mereka online dan menjenguk kotak komentarnya saya yang [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Mari kita buktikan. Di tulisan ini, saya akan mengirim link dan trackback ke salah satu postingnya Priyadi dan Cosa Aranda. Dapat dipastikan begitu mereka online dan menjenguk kotak komentarnya saya yang [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588690</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:08:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588690</guid>
		<description>@adhi purwono:

saya pribadi menganggap sales asuransi sebagai korban. bedanya dengan nasabah asuransi, mereka gak menyadarinya. sebagian besar mereka jadi sales UL bukan karena memang punya niatan untuk menipu, tapi karena minim pengetahuan, mereka beranggapan bahwa UL itu &#039;produk normal&#039; yang tidak menipu, dan &#039;saya cuma jualan di sini&#039;. tapi sulitnya, begitu diberitahu hal yang sesungguhnya mereka langsung super defensif, akibat kehidupannya sudah terlanjur sangat bergantung dari produk UL tersebut. biasanya jauh lebih mudah meyakinkan nasabah yang terlanjur ikut UL, karena dalam hal ini posisi mereka adalah sebagai korban. sebaliknya, nyaris tidak ada agen asuransi yang mau menyadari kenyataan ini. ada kok, tapi jumlahnya sangat2 sedikit.

saya tidak merasa anda dan agen lain salah dalam berpendapat demikian. cuma ya membiarkan saja hal ini terus terjadi juga salah, karena akibatnya akan banyak nasabah lain yang terjerumus skema ini.

yang harus disalahkan adalah orang atas perusahaan asuransi yang merancang produk2 semacam ini: direktur, manajer, aktuaris, perancang produk dsb. mereka tidak perlu turun tangan, agen2 awam ini yang akan melakukannya dengan senang hati, dan tanpa dibayar :). mungkin mereka2 yang sangat paham situasinya sedang ketawa2 melihat kami semua kewalahan menghadapi agen2 asuransi yang sangat militan ini :). yang perlu mereka lakukan hanyalah mengkondisikan situasi yang akan membuat sales2 ini merasa mereka melakukan hal yang benar, walaupun tentu saja tidak seperti itu kenyataannya.

ok, mudah2an selesai sampai di sini ya :). kalau berani (ini kalau memang berani ya), coba kasih tulisan2 saya atau IFA yg menulis hal2 ini ke calon nasabah anda untuk pembanding. jika nasabah beli asuransinya, maka dia merasa biaya2 yang akan dia keluarkan sebanding dengan layanan yang dia dapatkan. yang tidak, tentunya merasa biayanya ngga sepadan. hanya dengan cara ini mekanisme pasar berfungsi dengan baik. tapi kalau tidak berani, ya saya juga bisa mengerti :).

soal excel, gini aja deh, selama anda belum bisa berkontribusi lebih lanjut (misalnya mempublikasikan excel anda, memberi tahu letak kesalahan excel saya dlsb), maka saya anggap anda cuma omong doang. sebaliknya, silakan anda berpendapat hal yang sama, selama saya belum mempublikasikan excel saya :).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@adhi purwono:</p>
<p>saya pribadi menganggap sales asuransi sebagai korban. bedanya dengan nasabah asuransi, mereka gak menyadarinya. sebagian besar mereka jadi sales UL bukan karena memang punya niatan untuk menipu, tapi karena minim pengetahuan, mereka beranggapan bahwa UL itu &#8216;produk normal&#8217; yang tidak menipu, dan &#8216;saya cuma jualan di sini&#8217;. tapi sulitnya, begitu diberitahu hal yang sesungguhnya mereka langsung super defensif, akibat kehidupannya sudah terlanjur sangat bergantung dari produk UL tersebut. biasanya jauh lebih mudah meyakinkan nasabah yang terlanjur ikut UL, karena dalam hal ini posisi mereka adalah sebagai korban. sebaliknya, nyaris tidak ada agen asuransi yang mau menyadari kenyataan ini. ada kok, tapi jumlahnya sangat2 sedikit.</p>
<p>saya tidak merasa anda dan agen lain salah dalam berpendapat demikian. cuma ya membiarkan saja hal ini terus terjadi juga salah, karena akibatnya akan banyak nasabah lain yang terjerumus skema ini.</p>
<p>yang harus disalahkan adalah orang atas perusahaan asuransi yang merancang produk2 semacam ini: direktur, manajer, aktuaris, perancang produk dsb. mereka tidak perlu turun tangan, agen2 awam ini yang akan melakukannya dengan senang hati, dan tanpa dibayar :). mungkin mereka2 yang sangat paham situasinya sedang ketawa2 melihat kami semua kewalahan menghadapi agen2 asuransi yang sangat militan ini :). yang perlu mereka lakukan hanyalah mengkondisikan situasi yang akan membuat sales2 ini merasa mereka melakukan hal yang benar, walaupun tentu saja tidak seperti itu kenyataannya.</p>
<p>ok, mudah2an selesai sampai di sini ya :). kalau berani (ini kalau memang berani ya), coba kasih tulisan2 saya atau IFA yg menulis hal2 ini ke calon nasabah anda untuk pembanding. jika nasabah beli asuransinya, maka dia merasa biaya2 yang akan dia keluarkan sebanding dengan layanan yang dia dapatkan. yang tidak, tentunya merasa biayanya ngga sepadan. hanya dengan cara ini mekanisme pasar berfungsi dengan baik. tapi kalau tidak berani, ya saya juga bisa mengerti :).</p>
<p>soal excel, gini aja deh, selama anda belum bisa berkontribusi lebih lanjut (misalnya mempublikasikan excel anda, memberi tahu letak kesalahan excel saya dlsb), maka saya anggap anda cuma omong doang. sebaliknya, silakan anda berpendapat hal yang sama, selama saya belum mempublikasikan excel saya :).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adhi Purwono</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588689</link>
		<dc:creator>Adhi Purwono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 11:18:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588689</guid>
		<description>@Priyadi

STATEMENT:
&quot;Transparansi dalam mencantumkan biaya asuransi dianggap penipuan.&quot;

Yang mana saya menyetujui statement di atas? Yang saya katakan adalah transparansi dalam mencantumkan biaya asuransi sepanjang masa pertanggungan dan tidak ada disclaimer non garansinya bisa menyesatkan masyarakat. Tolong jangan anda memulai untuk memanipulasi pendapat saya ya. Padahal saya sudah setuju kalau ditambahkan diclaimer tersebut.

Tabel manfaat nilai tunai khan sudah dikatakan sebagai ASUMSI. Di dalam polis juga sudah tercantum semua batasan tentang biaya-biaya. 

Hayo, sebutkan apa lagi yang bagi anda menipu?

Mengenai excel, lha anda sendiri yang keburu-buru sudah melakukan perhitungan. Ya silahkan dipublish toh. Nanti kita bandingkan. 

Saya sengaja tidak memberikan excelnya duluan karena pengen lihat sejauh mana sih anda paham mengenai produk UL. Excel anda sebelumnya juga masih banyak salah dalam pembanding-nya. Tapi sengaja saya tidak memberikan pendapat saya dulu. Saya ingin tahu sejauh mana anda hidup dalam dunia anda....&#058;&#100; Atau anda sudah belajar lebih banyak lagi dari excel anda sebelumnya...&#058;&#045;&#063;

Periuk nasi? Mas Priyadi profesinya apa ya? Mau tidak profesi anda dikatakan sebagai profesi penipu? Nah jika tidak benar, maka mas Priyadi tentu mempertahankan kehormatan profesi mas donk. Ini sangat manusiawi. Jika sembarang orang seenaknya melemparkan tuduhan padahal belum terbukti, apakah ditelan begitu saja? 

Apa salahnya orang yang mempertahankan periuk nasinya dari tuduhan profesi menipu? Rendahkah orang-orang itu di mata mas Priyadi?

Lalu seolah-olah anda menganggap pendapat anda sudah menjadi KEBENARAN. 

Sori saja ya, yang melemparkan tuduhan menipu itulah yang harus bisa mempertanggungjawabkan. Atau anda hanya bisa menghindar kalau sudah kepepet?

Kalau anda masih mau mempertahankan pendapat anda, hayo silahkan mana yang merupakan jawaban saya yang tidak memuaskan mas Priyadi? Ini sudah 3 kali nanya lho? Gak ada tanggapan juga?

Nanti kita bisa lihat kalau anda sudah publish excel anda. Dan kalau memang hitungan dan perbandingan anda sudah benar, kemudian biaya asuransi tahunan UL PAA ternyata memang masih lebih mahal dibandingkan premi termlife anda, saya akan akui lebih mahalnya itu. Tapi tugas anda tetap saja tidak terselesaikan...karena PERIHAL MAHAL/MURAH BERBEDA DENGAN TUDUHAN PENIPUAN.

Untuk tuduhan penipuan, diskusi belum selesai karena anda masih menghindari pertanyaan saya, yaitu yang mana jawaban saya yang masih belum memuaskan anda dan yang mana yang anda anggap masih belum saya jawab?

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Priyadi</p>
<p>STATEMENT:<br />
&#8220;Transparansi dalam mencantumkan biaya asuransi dianggap penipuan.&#8221;</p>
<p>Yang mana saya menyetujui statement di atas? Yang saya katakan adalah transparansi dalam mencantumkan biaya asuransi sepanjang masa pertanggungan dan tidak ada disclaimer non garansinya bisa menyesatkan masyarakat. Tolong jangan anda memulai untuk memanipulasi pendapat saya ya. Padahal saya sudah setuju kalau ditambahkan diclaimer tersebut.</p>
<p>Tabel manfaat nilai tunai khan sudah dikatakan sebagai ASUMSI. Di dalam polis juga sudah tercantum semua batasan tentang biaya-biaya. </p>
<p>Hayo, sebutkan apa lagi yang bagi anda menipu?</p>
<p>Mengenai excel, lha anda sendiri yang keburu-buru sudah melakukan perhitungan. Ya silahkan dipublish toh. Nanti kita bandingkan. </p>
<p>Saya sengaja tidak memberikan excelnya duluan karena pengen lihat sejauh mana sih anda paham mengenai produk UL. Excel anda sebelumnya juga masih banyak salah dalam pembanding-nya. Tapi sengaja saya tidak memberikan pendapat saya dulu. Saya ingin tahu sejauh mana anda hidup dalam dunia anda&#8230;.&#058;&#100; Atau anda sudah belajar lebih banyak lagi dari excel anda sebelumnya&#8230;&#058;&#045;&#063;</p>
<p>Periuk nasi? Mas Priyadi profesinya apa ya? Mau tidak profesi anda dikatakan sebagai profesi penipu? Nah jika tidak benar, maka mas Priyadi tentu mempertahankan kehormatan profesi mas donk. Ini sangat manusiawi. Jika sembarang orang seenaknya melemparkan tuduhan padahal belum terbukti, apakah ditelan begitu saja? </p>
<p>Apa salahnya orang yang mempertahankan periuk nasinya dari tuduhan profesi menipu? Rendahkah orang-orang itu di mata mas Priyadi?</p>
<p>Lalu seolah-olah anda menganggap pendapat anda sudah menjadi KEBENARAN. </p>
<p>Sori saja ya, yang melemparkan tuduhan menipu itulah yang harus bisa mempertanggungjawabkan. Atau anda hanya bisa menghindar kalau sudah kepepet?</p>
<p>Kalau anda masih mau mempertahankan pendapat anda, hayo silahkan mana yang merupakan jawaban saya yang tidak memuaskan mas Priyadi? Ini sudah 3 kali nanya lho? Gak ada tanggapan juga?</p>
<p>Nanti kita bisa lihat kalau anda sudah publish excel anda. Dan kalau memang hitungan dan perbandingan anda sudah benar, kemudian biaya asuransi tahunan UL PAA ternyata memang masih lebih mahal dibandingkan premi termlife anda, saya akan akui lebih mahalnya itu. Tapi tugas anda tetap saja tidak terselesaikan&#8230;karena PERIHAL MAHAL/MURAH BERBEDA DENGAN TUDUHAN PENIPUAN.</p>
<p>Untuk tuduhan penipuan, diskusi belum selesai karena anda masih menghindari pertanyaan saya, yaitu yang mana jawaban saya yang masih belum memuaskan anda dan yang mana yang anda anggap masih belum saya jawab?</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588688</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 07:55:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588688</guid>
		<description>@adhi purwono:

kenapa penipuan? silakan scroll ke paling atas, dan baca kembali :). di term life pengelabuan nasabah melalui ilusi finansial seperti itu tidak terjadi.

kalau transparansi dalam mencantumkan biaya asuransi dianggap &#039;penipuan&#039;, maka mencantumkan tabel nilai tunai &amp; grafiknya (seperti yang sekarang dilakukan) juga adalah penipuan, karena tabel nilai tunai dan grafik tersebut adalah hasil perhitungan software SQS yang salah satu parameternya adalah biaya asuransi!

setidaknya anda sekarang, sadar maupun tidak sadar, sebenarnya setuju kalau UL itu penipuan. hanya saja anda tidak mau menerima kenyataan tersebut karena periuk nasi anda dari situ :).

lagipula siapa yang menghindar? saya dari beberapa hari yang lalu minta hitung2an excel anda, sampai sekarang belum ada jawaban :P. jangan2 anda memang gak punya, atau memang gak punya pengetahuan untuk melakukannya :).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@adhi purwono:</p>
<p>kenapa penipuan? silakan scroll ke paling atas, dan baca kembali :). di term life pengelabuan nasabah melalui ilusi finansial seperti itu tidak terjadi.</p>
<p>kalau transparansi dalam mencantumkan biaya asuransi dianggap &#8216;penipuan&#8217;, maka mencantumkan tabel nilai tunai &#038; grafiknya (seperti yang sekarang dilakukan) juga adalah penipuan, karena tabel nilai tunai dan grafik tersebut adalah hasil perhitungan software SQS yang salah satu parameternya adalah biaya asuransi!</p>
<p>setidaknya anda sekarang, sadar maupun tidak sadar, sebenarnya setuju kalau UL itu penipuan. hanya saja anda tidak mau menerima kenyataan tersebut karena periuk nasi anda dari situ :).</p>
<p>lagipula siapa yang menghindar? saya dari beberapa hari yang lalu minta hitung2an excel anda, sampai sekarang belum ada jawaban :P. jangan2 anda memang gak punya, atau memang gak punya pengetahuan untuk melakukannya :).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adhi Purwono</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588687</link>
		<dc:creator>Adhi Purwono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 04:47:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588687</guid>
		<description>Anda mau menghindar? Silahkan saja.

Tidak ada angka yang disembunyikan. Kalau bagi anda biaya asuransi tahunan dicantumkan sepanjang masa pertanggungan ditambah dengan disclaimer non garansi itu baik BUKAN BERARTI ilustrasi yang hanya mencantumkan biaya asuransi tahunan pada tahun berjalan karena sebab yang sama (non garansi) disebut menyembunyikan. Karena dua-duanya tujuannya sama. Supaya tidak menyesatkan. Hanya beda cara penyampaian.

Kalau anda tetap bertahan UL adalah produk penipuan. Mengapa anda malah menghindar sekarang? Saya sudah menunjukkan itikad baik bertanya mana jawaban saya yang belum memuaskan anda? Karena bagi saya jawaban itu cukup terang-benderang bahwa UL bukanlah produk tipuan.

Poin utamanya adalah saya tidak setuju tidak mencantumkan biaya asuransi tahunan sepanjang masa pertanggungan disebut menipu nasabah karena:

1. Termlife pun tidak mencantumkannya.

2. Nasabah sudah mendapatkan informasi yang terang-benderang apa yang DIJAMIN akan didapatkan, RESIKO investasi yang akan dialami, ASUMSI yang dipakai dan batasan-batasan (atau garansi) tentang biaya-biaya yang tertulis di dalam polis. 

Kalau ke dua poin ini anda masih tidak menanggapi pula, saya nyerah deh. Silahkan hidup dalam dunia anda. Kalau anda sungguh merasa pasti UL adalah produk penipuan, silahkan adukan ke pihak yang berwenang atau melalui media massa. Biar nanti pengadilan yang menentukan apakah benar secara hukum UL di Indonesia merupakan penipuan atau tidak. Hal ini menurut saya cukup penting agar anda tidak disangka mencemarkan nama baik suatu produk atau perusahaan.

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anda mau menghindar? Silahkan saja.</p>
<p>Tidak ada angka yang disembunyikan. Kalau bagi anda biaya asuransi tahunan dicantumkan sepanjang masa pertanggungan ditambah dengan disclaimer non garansi itu baik BUKAN BERARTI ilustrasi yang hanya mencantumkan biaya asuransi tahunan pada tahun berjalan karena sebab yang sama (non garansi) disebut menyembunyikan. Karena dua-duanya tujuannya sama. Supaya tidak menyesatkan. Hanya beda cara penyampaian.</p>
<p>Kalau anda tetap bertahan UL adalah produk penipuan. Mengapa anda malah menghindar sekarang? Saya sudah menunjukkan itikad baik bertanya mana jawaban saya yang belum memuaskan anda? Karena bagi saya jawaban itu cukup terang-benderang bahwa UL bukanlah produk tipuan.</p>
<p>Poin utamanya adalah saya tidak setuju tidak mencantumkan biaya asuransi tahunan sepanjang masa pertanggungan disebut menipu nasabah karena:</p>
<p>1. Termlife pun tidak mencantumkannya.</p>
<p>2. Nasabah sudah mendapatkan informasi yang terang-benderang apa yang DIJAMIN akan didapatkan, RESIKO investasi yang akan dialami, ASUMSI yang dipakai dan batasan-batasan (atau garansi) tentang biaya-biaya yang tertulis di dalam polis. </p>
<p>Kalau ke dua poin ini anda masih tidak menanggapi pula, saya nyerah deh. Silahkan hidup dalam dunia anda. Kalau anda sungguh merasa pasti UL adalah produk penipuan, silahkan adukan ke pihak yang berwenang atau melalui media massa. Biar nanti pengadilan yang menentukan apakah benar secara hukum UL di Indonesia merupakan penipuan atau tidak. Hal ini menurut saya cukup penting agar anda tidak disangka mencemarkan nama baik suatu produk atau perusahaan.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588683</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 13:28:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588683</guid>
		<description>@adhi purwono:

gak masalah sih rasanya. mendapatkan informasi lebih banyak bukanlah masalah selama kita tahu keterbatasan dan bagaimana menggunakan informasi tersebut. lebih baik tahu biaya asuransi dengan disclaimer bahwa tidak ada guaranteed renewability itu jauh lebih bagus daripada menyembunyikan angka ini, tapi kemudian menggunakannya untuk membuat tabel dan grafik nilai tunai untuk disampaikan kepada calon nasabah. bukankah tabel tersebut dibuat juga berdasarkan variabel biaya asuransi ini?

selain itu, gak masalah. saya sudahi sampai disini saja &#039;diskusi&#039; dengan anda. semua point anda yang lain rasanya sudah saya jawab dengan baik. saya gak mau terjebak untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya itu2 saja. dan kalau anda memang tidak mau berkontribusi lebih jauh lagi, ya masa saya harus maksa &#058;&#041;. kalau anda gak (mau) mengerti itu urusan anda, bukan tanggung jawab saya, dan saya juga bisa mengerti kalau anda tidak mengerti. tujuan saya di sini bukan untuk membuat anda atau sales lain mengerti. tapi yang penting nasabah/calon nasabah bisa mengerti. itu aja.

tapi terima kasih atas info cara mendapatkan biaya asuransi. kalau sudah selesai akan saya publish.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@adhi purwono:</p>
<p>gak masalah sih rasanya. mendapatkan informasi lebih banyak bukanlah masalah selama kita tahu keterbatasan dan bagaimana menggunakan informasi tersebut. lebih baik tahu biaya asuransi dengan disclaimer bahwa tidak ada guaranteed renewability itu jauh lebih bagus daripada menyembunyikan angka ini, tapi kemudian menggunakannya untuk membuat tabel dan grafik nilai tunai untuk disampaikan kepada calon nasabah. bukankah tabel tersebut dibuat juga berdasarkan variabel biaya asuransi ini?</p>
<p>selain itu, gak masalah. saya sudahi sampai disini saja &#8216;diskusi&#8217; dengan anda. semua point anda yang lain rasanya sudah saya jawab dengan baik. saya gak mau terjebak untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya itu2 saja. dan kalau anda memang tidak mau berkontribusi lebih jauh lagi, ya masa saya harus maksa &#058;&#041;. kalau anda gak (mau) mengerti itu urusan anda, bukan tanggung jawab saya, dan saya juga bisa mengerti kalau anda tidak mengerti. tujuan saya di sini bukan untuk membuat anda atau sales lain mengerti. tapi yang penting nasabah/calon nasabah bisa mengerti. itu aja.</p>
<p>tapi terima kasih atas info cara mendapatkan biaya asuransi. kalau sudah selesai akan saya publish.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adhi Purwono</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588681</link>
		<dc:creator>Adhi Purwono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 12:16:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588681</guid>
		<description>Baiklah mas Priyadi, mungkin saya yang lemot. Tapi silahkan utarakan kembali poin-poin anda mengapa UL anda sebut menipu. Biar jelas mana yang sudah saya jawab dan mana yang masih belum anda puas.

Tidak memberikan program SQS dibilang ngeles? Anda mau tanggung resikonya kalau ternyata memberikan program seperti itu ilegal? Apalagi saya memakai nama asli dan dengan email asli pula? Ckckck...anda benar-benar hanya peduli diri anda sendiri. Lagipula dengan SQS versi lama yang anda punya pun bisa juga kok didapat/dihitung biaya asuransi tahunannya.

Saya tidak memberikan caranya dan tidak memberikan langsung angka-angka biaya tahunannya? Saya sudah janji kok akan memberikan caranya dulu. Tapi anda keburu sudah bisa menghitung sendiri. Ya sudah. Silahkan publish dan kita lihat apa cara hitung anda sudah benar atau tidak.

Memberikan angka-angkanya langsung? Tentu jauh lebih baik saya memberikan caranya toh? Biar anda bisa membuktikannya sendiri dan menguasainya dengan benar.

Lagipula mengenai keluhan anda tentang sulitnya menghitung biaya asuransi tahunan, khan sudah tercatat di polis biaya asuransi tahunan DAPAT BERUBAH. Jadi biaya asuransi tahunan tidak dicantumkan sepanjang masa pertanggungan baik itu di ilustrasi maupun di polis supaya tidak salah sangka mengira biaya asuransi tahunan dijamin pada segala kondisi. Paham kah?

Jadi akan MENYESATKAN NASABAH bila di ilustrasi maupun di polis dicantumkan biaya asuransi tahunan sampai masa pertanggungan selesai. Bisa dikira biaya asuransi tahunan dijamin di segala kondisi. Paham? Jika kurang paham tanya kembali.

Singkatnya, anda yang kurang kerjaan sendiri mencari-cari biaya asuransi tahunan puluhan tahun ke depan/sampai masa pertanggungan selesai. Yang mana ini BUKANLAH TRANSPARANSI TAPI PENYESATAN kalau sampai di ilustrasi maupun di polis dicantumkan biaya asuransi tahunan sepanjang masa pertanggungan.

Mas Priyadi, margin yang diperoleh dari PAA sudah sedemikian transparannya. Anda menuntut biaya asuransi tahunan dicantumkan semua, itu adalah tuntutan yang kalau dikabulkan akan menyesatkan nasabah. Maaf saja, kalau mau menyesatkan masyarakat, lakukan sendiri, jangan bawa-bawa yang lain. 

Saya juga sudah menghitung biaya asuransi tahunan tersebut. Maka dari itu silahkan di-publish, nanti kita lihat bagaimana cara menghitungnya sudah benar atau tidak dan kita bandingkan lalu dianalisa. Silahkan saja. Cuma perbandingan ini tidak mencerminkan keadaan riil, karena di kenyataannya, biaya asuransi tahunan DAPAT BERUBAH.

Mas Priyadi, UL PAA tidak terdapat ilusi finansial. Andalah yang berilusi semua produk harus mengikuti standar anda (misal biaya asuransi tahunan harus tercantum semua), kalau tidak mau dinilai sebagai produk menipu... Padahal standar anda bisa jadi yang malah menyesatkan masyarakat.

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baiklah mas Priyadi, mungkin saya yang lemot. Tapi silahkan utarakan kembali poin-poin anda mengapa UL anda sebut menipu. Biar jelas mana yang sudah saya jawab dan mana yang masih belum anda puas.</p>
<p>Tidak memberikan program SQS dibilang ngeles? Anda mau tanggung resikonya kalau ternyata memberikan program seperti itu ilegal? Apalagi saya memakai nama asli dan dengan email asli pula? Ckckck&#8230;anda benar-benar hanya peduli diri anda sendiri. Lagipula dengan SQS versi lama yang anda punya pun bisa juga kok didapat/dihitung biaya asuransi tahunannya.</p>
<p>Saya tidak memberikan caranya dan tidak memberikan langsung angka-angka biaya tahunannya? Saya sudah janji kok akan memberikan caranya dulu. Tapi anda keburu sudah bisa menghitung sendiri. Ya sudah. Silahkan publish dan kita lihat apa cara hitung anda sudah benar atau tidak.</p>
<p>Memberikan angka-angkanya langsung? Tentu jauh lebih baik saya memberikan caranya toh? Biar anda bisa membuktikannya sendiri dan menguasainya dengan benar.</p>
<p>Lagipula mengenai keluhan anda tentang sulitnya menghitung biaya asuransi tahunan, khan sudah tercatat di polis biaya asuransi tahunan DAPAT BERUBAH. Jadi biaya asuransi tahunan tidak dicantumkan sepanjang masa pertanggungan baik itu di ilustrasi maupun di polis supaya tidak salah sangka mengira biaya asuransi tahunan dijamin pada segala kondisi. Paham kah?</p>
<p>Jadi akan MENYESATKAN NASABAH bila di ilustrasi maupun di polis dicantumkan biaya asuransi tahunan sampai masa pertanggungan selesai. Bisa dikira biaya asuransi tahunan dijamin di segala kondisi. Paham? Jika kurang paham tanya kembali.</p>
<p>Singkatnya, anda yang kurang kerjaan sendiri mencari-cari biaya asuransi tahunan puluhan tahun ke depan/sampai masa pertanggungan selesai. Yang mana ini BUKANLAH TRANSPARANSI TAPI PENYESATAN kalau sampai di ilustrasi maupun di polis dicantumkan biaya asuransi tahunan sepanjang masa pertanggungan.</p>
<p>Mas Priyadi, margin yang diperoleh dari PAA sudah sedemikian transparannya. Anda menuntut biaya asuransi tahunan dicantumkan semua, itu adalah tuntutan yang kalau dikabulkan akan menyesatkan nasabah. Maaf saja, kalau mau menyesatkan masyarakat, lakukan sendiri, jangan bawa-bawa yang lain. </p>
<p>Saya juga sudah menghitung biaya asuransi tahunan tersebut. Maka dari itu silahkan di-publish, nanti kita lihat bagaimana cara menghitungnya sudah benar atau tidak dan kita bandingkan lalu dianalisa. Silahkan saja. Cuma perbandingan ini tidak mencerminkan keadaan riil, karena di kenyataannya, biaya asuransi tahunan DAPAT BERUBAH.</p>
<p>Mas Priyadi, UL PAA tidak terdapat ilusi finansial. Andalah yang berilusi semua produk harus mengikuti standar anda (misal biaya asuransi tahunan harus tercantum semua), kalau tidak mau dinilai sebagai produk menipu&#8230; Padahal standar anda bisa jadi yang malah menyesatkan masyarakat.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588678</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 04:31:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588678</guid>
		<description>@adhi purwono:

jawaban dari pertanyaan pertanyaan2 anda sudah SAYA JAWAB sebelumnya membalas pertanyaan/pernyataan dari ANDA juga. bukan dari komentar2 lainnya. dan jawaban anda itu JAWABAN STANDAR agen asuransi &#058;&#080;. tapi kami nasabah yang mengerti lebih tahu &#058;&#041;.

bukti2 bahwa UL itu PENIPUAN sudah berkali2 saya utarakan alasannya. cuma anda tidak mau terima. baiklah. bukan masalah bagi saya. anda tidak mengerti bukan tanggung jawab saya &#058;&#041;. yang penting tulisan saya bisa dijadikan masukan bagi konsumen/calon konsumen.

semua nasabah yang pernah saya tangani HAMPIR SEMUA gak ngerti ilustrasi maupun omongan si sales. jadi jangan bilang &#039;transparan&#039; kalau ngejelasin aja gak ngerti &#058;&#041;. untuk benar2 mengerti UL saya pribadi butuh waktu berbulan2. bahkan baru sekarang bisa mendapatkan biaya asuransinya setelah jungkir balik semalaman &#058;&#041;. mau minta hitung2an ke agen dianya gak mau ngasih, malah nyuruh saya untuk ngerjain sendiri. padahal katanya udah pernah banding2in produknya dengan TL &#058;&#041;. minta SQS gak dikasih, ngelesnya macem2. jadi saya yang harus cari &amp; download sendiri. repot amat ya? &#058;&#041; rasanya sih gak semua nasabah bisa menjalani yang saya jalani selama ini. nah, sekarang balik saya yang didorong2 untuk publish hasil perhitungan saya. nanti setelah dipublish bakalan protes juga dengan bermacam2 alasan dari A sampai Z, lihat saja &#058;&#041;.

tiap ditawari UL, saya selalu menolak printout ilustrasi dan minta perhitungan dari data mentahnya di excel. dari data mentahnya ya, bukan cuma copy paste dari ilustrasi. sampai saat ini gak ada satupun agen yang bisa melakukannya. terpaksa saya hitung2 dari data yang saya kumpulkan, sampai2 bisa bikin perbandingan vs TL+RD. sementara itu agen asuransi cuma bisa menyalah2kan hasil saya, tapi sama sekali gak ada yang bisa membuat perbandingan seperti yang saya bikin. emang diajarin apa aja sih di sana?

UL itu produk sederhana yang sengaja dibikin rumit. tidak sulit untuk mendesain produk UL yang sederhana dan mudah dipahami. tapi perusahaan asuransi lebih memilih untuk sengaja membuatnya menjadi rumit. karena jauh lebih mudah untuk menjual sesuatu kepada konsumen yang tidak paham; atau tidak paham &amp; terkesima melihat angka2 milyaran rupiah di deret bawah tabel nilai tunai.

sekali lagi semua produsen kecap semua mengklaim kecapnya nomer 1. tapi penilaian itu ada di konsumen, bukan di produsen.

seandainya produsen kecap bisa jualan satu botol dengan harga 1 juta (dan laku!), maka perusahaannya sangat sehat. tapi tidak sehat untuk kantong konsumen &#058;&#041;. dalam dunia nyata hal ini gak akan terjadi karena persaingan usaha. konsumen akan milih kecap yang harganya 20 ribu daripada yang 1 juta &#058;&#041;. akan sampai ke titik ekuilibrium dimana harga produk dibikin maksimal tapi tetap ada orang yang beli produknya.

dalam dunia asuransi UL, karena adanya ilusi finansial, praktis gak ada persaingan usaha, jadi mekanisme pasar gak jalan. perusahaan asuransi bisa seenaknya nyetel harga produk setinggi2nya. bahkan produk mahal berkualitas rendah justru yang laku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@adhi purwono:</p>
<p>jawaban dari pertanyaan pertanyaan2 anda sudah SAYA JAWAB sebelumnya membalas pertanyaan/pernyataan dari ANDA juga. bukan dari komentar2 lainnya. dan jawaban anda itu JAWABAN STANDAR agen asuransi &#058;&#080;. tapi kami nasabah yang mengerti lebih tahu &#058;&#041;.</p>
<p>bukti2 bahwa UL itu PENIPUAN sudah berkali2 saya utarakan alasannya. cuma anda tidak mau terima. baiklah. bukan masalah bagi saya. anda tidak mengerti bukan tanggung jawab saya &#058;&#041;. yang penting tulisan saya bisa dijadikan masukan bagi konsumen/calon konsumen.</p>
<p>semua nasabah yang pernah saya tangani HAMPIR SEMUA gak ngerti ilustrasi maupun omongan si sales. jadi jangan bilang &#8216;transparan&#8217; kalau ngejelasin aja gak ngerti &#058;&#041;. untuk benar2 mengerti UL saya pribadi butuh waktu berbulan2. bahkan baru sekarang bisa mendapatkan biaya asuransinya setelah jungkir balik semalaman &#058;&#041;. mau minta hitung2an ke agen dianya gak mau ngasih, malah nyuruh saya untuk ngerjain sendiri. padahal katanya udah pernah banding2in produknya dengan TL &#058;&#041;. minta SQS gak dikasih, ngelesnya macem2. jadi saya yang harus cari &amp; download sendiri. repot amat ya? &#058;&#041; rasanya sih gak semua nasabah bisa menjalani yang saya jalani selama ini. nah, sekarang balik saya yang didorong2 untuk publish hasil perhitungan saya. nanti setelah dipublish bakalan protes juga dengan bermacam2 alasan dari A sampai Z, lihat saja &#058;&#041;.</p>
<p>tiap ditawari UL, saya selalu menolak printout ilustrasi dan minta perhitungan dari data mentahnya di excel. dari data mentahnya ya, bukan cuma copy paste dari ilustrasi. sampai saat ini gak ada satupun agen yang bisa melakukannya. terpaksa saya hitung2 dari data yang saya kumpulkan, sampai2 bisa bikin perbandingan vs TL+RD. sementara itu agen asuransi cuma bisa menyalah2kan hasil saya, tapi sama sekali gak ada yang bisa membuat perbandingan seperti yang saya bikin. emang diajarin apa aja sih di sana?</p>
<p>UL itu produk sederhana yang sengaja dibikin rumit. tidak sulit untuk mendesain produk UL yang sederhana dan mudah dipahami. tapi perusahaan asuransi lebih memilih untuk sengaja membuatnya menjadi rumit. karena jauh lebih mudah untuk menjual sesuatu kepada konsumen yang tidak paham; atau tidak paham &amp; terkesima melihat angka2 milyaran rupiah di deret bawah tabel nilai tunai.</p>
<p>sekali lagi semua produsen kecap semua mengklaim kecapnya nomer 1. tapi penilaian itu ada di konsumen, bukan di produsen.</p>
<p>seandainya produsen kecap bisa jualan satu botol dengan harga 1 juta (dan laku!), maka perusahaannya sangat sehat. tapi tidak sehat untuk kantong konsumen &#058;&#041;. dalam dunia nyata hal ini gak akan terjadi karena persaingan usaha. konsumen akan milih kecap yang harganya 20 ribu daripada yang 1 juta &#058;&#041;. akan sampai ke titik ekuilibrium dimana harga produk dibikin maksimal tapi tetap ada orang yang beli produknya.</p>
<p>dalam dunia asuransi UL, karena adanya ilusi finansial, praktis gak ada persaingan usaha, jadi mekanisme pasar gak jalan. perusahaan asuransi bisa seenaknya nyetel harga produk setinggi2nya. bahkan produk mahal berkualitas rendah justru yang laku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adhi Purwono</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588675</link>
		<dc:creator>Adhi Purwono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 03:05:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588675</guid>
		<description>@Priyadi,
Justru bahasan nomor 1,2 dan 4 adalah inti dari tuduhan anda bahwa produk unit link menipu nasabah. Malah anda menyarankan saya mencari jawaban anda di antara 800++ reply di atas???

Coba silahkan ajukan di sini argumen anda. Kalau tidak mau, baiklah saya akan tetap mencari jawaban mas Priyadi di antara rimba reply. Tapi ini butuh waktu.

Saya tunggu unggahan excelnya, pengen tahu gimana cara anda menghitung.

Tanggapan nomor 5:
Apanya yang jelas? Di polis termlife tidak disebutkan sesuai dengan tarif yang berlaku DI DALAM POLIS. Yang disebutkan adalah tarif yang berlaku PADA SAAT PENGULANGAN. Pada saat pengulangan tarifnya bisa berbeda dengan tarif yang dicantumkan di dalam polis di saat polis baru terbit.

Biaya asuransi tahunan bisa lebih kecil MEMANG TERCANTUM DI DALAM PASAL POLISNYA. Mau ditafsirkan bagaimana lagi?

Mengalihkan pembicaraan? Tidak sama sekali. Khan sudah saya tulis tentang TAMBAHAN biaya asuransi tahunan. Yang secara logis disebabkan oleh rider kontrak tahunan tersebut. Perlu mas Priyadi ketahui, rider dalam PAA dapat berupa kontrak tahunan maupun yang tidak berupa kontrak tahunan.

Tanggapan no.6:
Siapa bilang saya maunya dana yang tidak diutak-atik? Saya sedang membandingkan fitur UL dengan RD. Silahkan kalau bagi anda DPLK lebih menguntungkan, yang jelas UL bukan produk yang menipu nasabah.

Tanggapan nomor 7:
Yang pernah saya sebutkan itu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan, padahal si agen sudah menjelaskannya dengan rinci. Tipikal penjelasannya seperti ini:

-&quot;Pak, premi yang bapak setor terdiri dari 2 komponen. Premi berkala dan top-up premi berkala. Bapak ikut (misal) 500 rb per bulan. Di sini 300 rb merupakan premi berkala dan 200 rb merupakan top-up premi berkala. 

Yang bagian premi berkala tahun pertama akan diambil 100 persen ya pak, porsi investasinya tidak ada. Jadi tidak ada bagian yang dari 300 rb tersebut masuk ke investasi, seluruhnya diambil sebagai biaya akuisisi. Tahun ke-2 baru ada porsi investasi 40 persen, tahun ke-3 sampai ke-5 porsi investasi 15 persen. 

Lalu 200rb yang merupakan top-up premi berkala, porsi investasinya 95 persen. Dst-dst.... Bapak bisa ambil cuti premi setelah tahun ke-2 asal hasil investasi masih mencukupi untuk membayar biaya-biaya yang ada seperti .... dst-dst. 

Di ilustrasi ini saya juga akan menjelaskan biaya-biaya lain selain biaya akuisisi. Bapak bisa melihat detilnya di halaman HAL-HAL PENTING. Di sana tercantum...dst-dst.

Yang bintang-bintang itu artinya untuk asumsi tersebut, nilai tunai bapak sudah tidak mencukupi lagi untuk menutupi biaya-biaya tersebut. Bapak akan diminta meneruskan kembali pembayaran premi berkala dan top-up premi berkalanya.&quot;
(SAYA AKHIRI DI SINI)

Mas Priyadi, penjelasan seperti ini ke nasabah sudah merupakan penjelasan STANDAR BANGET. Sudah hapal mati bagi setiap agen. Ingat mas Priyadi, tujuan utamanya adalah PROTEKSI JANGKA PANJANG. Tujuan ke duanya adalah HASIL TABUNGAN JANGKA PANJANG. Tidak ada yang disembunyikan di sini. 

Mas Priyadi, setiap tulisan harus bisa anda pertanggung-jawabkan. Anda siap mempertanggung-jawabkan tulisan anda kalau terbukti salah? Masalahnya anda bukan cuma sekedar memberikan penilaian produk (yang mana merupakan hak nasabah dan masyarakat termasuk anda), melainkan anda MELEMPARKAN TUDUHAN bahwa produk UL adalah produk penipuan. Ini berat lho mas,....bisa merembet ke masalah pencemaran nama baik kalau tidak terbukti benar.

Sejauh yang saya perhatikan beberapa financial planner independent memilih merekomendasikan BTAID dan tidak terlalu merekomendasikan UL dan itu tergantung dari keadaan finansial nasabah. Bukannya melemparkan tuduhan penipuan seperti yang mas Priyadi lakukan. 

Mengenai margin, di termlife, margin bisa anda dapatkan dari selisih dengan rasio tabel mortalitas. Kenapa di UL tidak bisa? Padahal di termlife lebih parah, tidak ada transparansi sama-sekali tentang biaya asuransi tahunannya.

Bagus donk margin perusahaan besar, berarti sehat dan transparan lagi. Kesehatan perusahaan sangat penting dalam hal kemampuan membayar klaim. Lalu apa hubungannya dengan penipuan dalam produk? Terserah nasabah mau sama perusahaan tersebut atau tidak. Tidak ada hubungannya dengan penipuan kalau semaunya serba transparan.

Katanya sudah dapat SQS versi 1.5.0. Tunggu apa lagi?

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Priyadi,<br />
Justru bahasan nomor 1,2 dan 4 adalah inti dari tuduhan anda bahwa produk unit link menipu nasabah. Malah anda menyarankan saya mencari jawaban anda di antara 800++ reply di atas???</p>
<p>Coba silahkan ajukan di sini argumen anda. Kalau tidak mau, baiklah saya akan tetap mencari jawaban mas Priyadi di antara rimba reply. Tapi ini butuh waktu.</p>
<p>Saya tunggu unggahan excelnya, pengen tahu gimana cara anda menghitung.</p>
<p>Tanggapan nomor 5:<br />
Apanya yang jelas? Di polis termlife tidak disebutkan sesuai dengan tarif yang berlaku DI DALAM POLIS. Yang disebutkan adalah tarif yang berlaku PADA SAAT PENGULANGAN. Pada saat pengulangan tarifnya bisa berbeda dengan tarif yang dicantumkan di dalam polis di saat polis baru terbit.</p>
<p>Biaya asuransi tahunan bisa lebih kecil MEMANG TERCANTUM DI DALAM PASAL POLISNYA. Mau ditafsirkan bagaimana lagi?</p>
<p>Mengalihkan pembicaraan? Tidak sama sekali. Khan sudah saya tulis tentang TAMBAHAN biaya asuransi tahunan. Yang secara logis disebabkan oleh rider kontrak tahunan tersebut. Perlu mas Priyadi ketahui, rider dalam PAA dapat berupa kontrak tahunan maupun yang tidak berupa kontrak tahunan.</p>
<p>Tanggapan no.6:<br />
Siapa bilang saya maunya dana yang tidak diutak-atik? Saya sedang membandingkan fitur UL dengan RD. Silahkan kalau bagi anda DPLK lebih menguntungkan, yang jelas UL bukan produk yang menipu nasabah.</p>
<p>Tanggapan nomor 7:<br />
Yang pernah saya sebutkan itu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan, padahal si agen sudah menjelaskannya dengan rinci. Tipikal penjelasannya seperti ini:</p>
<p>-&#8221;Pak, premi yang bapak setor terdiri dari 2 komponen. Premi berkala dan top-up premi berkala. Bapak ikut (misal) 500 rb per bulan. Di sini 300 rb merupakan premi berkala dan 200 rb merupakan top-up premi berkala. </p>
<p>Yang bagian premi berkala tahun pertama akan diambil 100 persen ya pak, porsi investasinya tidak ada. Jadi tidak ada bagian yang dari 300 rb tersebut masuk ke investasi, seluruhnya diambil sebagai biaya akuisisi. Tahun ke-2 baru ada porsi investasi 40 persen, tahun ke-3 sampai ke-5 porsi investasi 15 persen. </p>
<p>Lalu 200rb yang merupakan top-up premi berkala, porsi investasinya 95 persen. Dst-dst&#8230;. Bapak bisa ambil cuti premi setelah tahun ke-2 asal hasil investasi masih mencukupi untuk membayar biaya-biaya yang ada seperti &#8230;. dst-dst. </p>
<p>Di ilustrasi ini saya juga akan menjelaskan biaya-biaya lain selain biaya akuisisi. Bapak bisa melihat detilnya di halaman HAL-HAL PENTING. Di sana tercantum&#8230;dst-dst.</p>
<p>Yang bintang-bintang itu artinya untuk asumsi tersebut, nilai tunai bapak sudah tidak mencukupi lagi untuk menutupi biaya-biaya tersebut. Bapak akan diminta meneruskan kembali pembayaran premi berkala dan top-up premi berkalanya.&#8221;<br />
(SAYA AKHIRI DI SINI)</p>
<p>Mas Priyadi, penjelasan seperti ini ke nasabah sudah merupakan penjelasan STANDAR BANGET. Sudah hapal mati bagi setiap agen. Ingat mas Priyadi, tujuan utamanya adalah PROTEKSI JANGKA PANJANG. Tujuan ke duanya adalah HASIL TABUNGAN JANGKA PANJANG. Tidak ada yang disembunyikan di sini. </p>
<p>Mas Priyadi, setiap tulisan harus bisa anda pertanggung-jawabkan. Anda siap mempertanggung-jawabkan tulisan anda kalau terbukti salah? Masalahnya anda bukan cuma sekedar memberikan penilaian produk (yang mana merupakan hak nasabah dan masyarakat termasuk anda), melainkan anda MELEMPARKAN TUDUHAN bahwa produk UL adalah produk penipuan. Ini berat lho mas,&#8230;.bisa merembet ke masalah pencemaran nama baik kalau tidak terbukti benar.</p>
<p>Sejauh yang saya perhatikan beberapa financial planner independent memilih merekomendasikan BTAID dan tidak terlalu merekomendasikan UL dan itu tergantung dari keadaan finansial nasabah. Bukannya melemparkan tuduhan penipuan seperti yang mas Priyadi lakukan. </p>
<p>Mengenai margin, di termlife, margin bisa anda dapatkan dari selisih dengan rasio tabel mortalitas. Kenapa di UL tidak bisa? Padahal di termlife lebih parah, tidak ada transparansi sama-sekali tentang biaya asuransi tahunannya.</p>
<p>Bagus donk margin perusahaan besar, berarti sehat dan transparan lagi. Kesehatan perusahaan sangat penting dalam hal kemampuan membayar klaim. Lalu apa hubungannya dengan penipuan dalam produk? Terserah nasabah mau sama perusahaan tersebut atau tidak. Tidak ada hubungannya dengan penipuan kalau semaunya serba transparan.</p>
<p>Katanya sudah dapat SQS versi 1.5.0. Tunggu apa lagi?</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588673</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 01:50:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588673</guid>
		<description>@adhi purwono:

untuk nomor 1, 2, 4, saya sudah pernah berikan jawabannya. saya gak akan jawab lagi. bukan salah saya kalau anda tidak (mau) mengerti &#058;&#041;. yang penting pembaca lain bisa mengerti. it is difficult to get a man to understand something, when his salary depends upon his not understanding it.

mencari margin di UL lewat tabel mortalitas itu gak mungkin kalau gak punya data biaya asuransinya. tapi kalau cuma mau tahu margin, ada cara yang jauh lebih gampang: lewat laporan keuangan perusahaan asuransi &#058;&#041;. mau tahu berapa margin dari prudential? hampir 70% &#058;&#041;.

untuk nomor 3 nanti akan saya publish kalau sudah diupdate pakai SQS 1.5.0.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@adhi purwono:</p>
<p>untuk nomor 1, 2, 4, saya sudah pernah berikan jawabannya. saya gak akan jawab lagi. bukan salah saya kalau anda tidak (mau) mengerti &#058;&#041;. yang penting pembaca lain bisa mengerti. it is difficult to get a man to understand something, when his salary depends upon his not understanding it.</p>
<p>mencari margin di UL lewat tabel mortalitas itu gak mungkin kalau gak punya data biaya asuransinya. tapi kalau cuma mau tahu margin, ada cara yang jauh lebih gampang: lewat laporan keuangan perusahaan asuransi &#058;&#041;. mau tahu berapa margin dari prudential? hampir 70% &#058;&#041;.</p>
<p>untuk nomor 3 nanti akan saya publish kalau sudah diupdate pakai SQS 1.5.0.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Priyadi</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588672</link>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 01:28:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/archives/2008/01/27/ilusi-finansial/#comment-588672</guid>
		<description>@adhi purwono:

5. kayanya ini sudah sangat jelas sekali. sesuai tarif pada saat pengulangan adalah tarif yang tercantum di polis. dan kalau diinginkan besar biaya asuransi, maka tinggal dihitung lewat tabel mortalita. beresss..

memang berapa sih perubahan biaya asuransi akibat peningkatan harapan hidup? gak terlalu banyak, dan dengan iklim persaingan usaha yang parah seperti ini, rasanya perusahaan asuransi akan dengan senang hati membukukannya sebagai keuntungan, bukan malah menurunkan harga premi. force majeure sudah dicover, makanya biaya asuransi lebih besar daripada yang tercantum di tabel mortalita. terakhir, anda tahu persis yang dibahas di sini adalah coverage utama yang jangka panjang, bukan rider dengan kontrak tahunan. ndak perlu mengalihkan pembicaraan &#058;&#041;. kan bisa dengan mudah di-break down komponen asuransinya. gak susah sebenernya sih kalau mau &#058;&#041;.

6. anda kan maunya ada dana yang &#039;tidak bisa diutak atik&#039;. saya udah kasih solusinya: DPLK. asuransi bukan solusi, karena semakin tua biayanya semakin tinggi. ini sama aja baik di UL maupun di TL.

7. coba anda tanya nasabah atau calon nasabah UL berapa biaya akuisisi yang musti dia bayarkan. sebagian besar tidak akan tahu nominalnya. seandainya mereka tahu dan mengerti, sebagian besar tidak akan mau ambil UL.

UL bukan &#039;terlihat menipu&#039;, tapi memang menipu. itu point utama tulisan saya di sini &#058;&#041;. tapi kalau agen asuransi tidak mengerti (atau lebih tepatnya tidak mau mengerti), saya bisa mengerti. it is difficult to get a man to understand something, when his salary depends upon his not understanding it.

yang terpenting bukanlah membuat agen asuransi untuk mengerti, tapi membuat nasabah mengerti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@adhi purwono:</p>
<p>5. kayanya ini sudah sangat jelas sekali. sesuai tarif pada saat pengulangan adalah tarif yang tercantum di polis. dan kalau diinginkan besar biaya asuransi, maka tinggal dihitung lewat tabel mortalita. beresss..</p>
<p>memang berapa sih perubahan biaya asuransi akibat peningkatan harapan hidup? gak terlalu banyak, dan dengan iklim persaingan usaha yang parah seperti ini, rasanya perusahaan asuransi akan dengan senang hati membukukannya sebagai keuntungan, bukan malah menurunkan harga premi. force majeure sudah dicover, makanya biaya asuransi lebih besar daripada yang tercantum di tabel mortalita. terakhir, anda tahu persis yang dibahas di sini adalah coverage utama yang jangka panjang, bukan rider dengan kontrak tahunan. ndak perlu mengalihkan pembicaraan &#058;&#041;. kan bisa dengan mudah di-break down komponen asuransinya. gak susah sebenernya sih kalau mau &#058;&#041;.</p>
<p>6. anda kan maunya ada dana yang &#8216;tidak bisa diutak atik&#8217;. saya udah kasih solusinya: DPLK. asuransi bukan solusi, karena semakin tua biayanya semakin tinggi. ini sama aja baik di UL maupun di TL.</p>
<p>7. coba anda tanya nasabah atau calon nasabah UL berapa biaya akuisisi yang musti dia bayarkan. sebagian besar tidak akan tahu nominalnya. seandainya mereka tahu dan mengerti, sebagian besar tidak akan mau ambil UL.</p>
<p>UL bukan &#8216;terlihat menipu&#8217;, tapi memang menipu. itu point utama tulisan saya di sini &#058;&#041;. tapi kalau agen asuransi tidak mengerti (atau lebih tepatnya tidak mau mengerti), saya bisa mengerti. it is difficult to get a man to understand something, when his salary depends upon his not understanding it.</p>
<p>yang terpenting bukanlah membuat agen asuransi untuk mengerti, tapi membuat nasabah mengerti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 26.769 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-22 08:55:34 -->

