Efek Streisand
Pada awal tahun 2002, pengamat lingkungan Kenneth dan Gabrielle Adelman mulai melakukan pemotretan pada sepanjang garis pantai California. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dokumentasi mengenai masalah erosi pantai. Setiap tahunnya garis pantai California bergeser sepanjang satu kaki. Idenya adalah jika garis pantai terdokumentasi dengan baik, maka peneliti akan dapat mengetahui bagaimana bentuk pantai pada beberapa tahun sebelumnya. Adelman mempublikasikan tak kurang dari 12 ribu foto pantai California pada situs web California Coastal Records Project.
Pada tahun 2003, aktris dan penyanyi Barbra Streisand mengajukan tuntutan kepada Adelman sebesar 50 juta dollar atas dasar undang-undang anti-paparazzi. Alasannya, Adelman mengambil gambar rumahnya tanpa hak. Walaupun pada kenyataannya, gambar yang diambil oleh Adelman adalah gambar jarak jauh dan sama sekali tidak ada Barbra Streisand di dalam foto tersebut.
Kasus ini kemudian diberitakan secara meluas oleh berbagai media massa. Bukannya penghapusan foto tersebut yang didapatkan Barbra Streisand, melainkan sebaliknya, foto rumah Barbra Streisand tersebut menjadi salah satu foto yang paling populer di Internet.
Fenomena semacam ini kemudian populer dengan sebutan efek Streisand. Usaha untuk menghapus informasi dari Internet cenderung menghasilkan hal yang sebaliknya: informasi yang sebelumnya diinginkan untuk dihapus tersebut justru bertambah populer.
***
Urusan sensor-menyensor situs web di Internet rupanya sudah mulai selesai, paling tidak untuk sementara. Di masa yang akan datang, perlu dipikirkan dampak efek Streisand dari sensor yang dilakukan untuk menutup-nutupi konten yang dianggap tidak sesuai. Jangan-jangan konten tersebut akan semakin populer justru setelah disensor. Apalagi jika sensor dilakukan tanpa pandang bulu tanpa banyak memikirkan konten lain yang tidak berdosa.
Tapi pemikiran saya ini hanya berlaku jika hasil akhir yang diinginkan adalah ‘jauh lebih sedikit orang yang mengakses konten tersebut’. Pemikiran ini tentunya tidak berlaku jika yang diinginkan sebenarnya adalah ‘terlihat melakukan sesuatu untuk membatasi akses ke konten tersebut’, terlepas dari apakah upaya tersebut memang efektif membatasi distribusi konten ataukah justru membuat konten tersebut bertambah populer. Tidak intuitif memang, terkadang hasil akhirnya tidak penting karena yang dicari sebenarnya adalah terlihat melakukan sesuatu tersebut.
wakkks… masak pertamax?
” salam kenal…,mas”
weks keduax?? makasih mas pri, udah mau datang ke blog saya
empaaaatttt!!!

yang ini namanya priyadi effect
Termasuk sang “pakar” juga menjadi famous karena efek Streisand?
Horeee 10 Besar.
makan2™
Eh, bainthewe Happy Birthday om.
setubuh mas. orang itu cenderung akan semakin penasaran terhadap sesuatu yang dilarang?
baswei, seumur-umur baru kali ini sepuluh besar!
baswei lagi, met milad ya..
MAKAN-MAKAN!™
pandang bulu?
sensor menyensor?
wah sulit juga yah
no 8???
jrit link gw ketinggalan
halaman depannya de volkskrant, beberapa minggu yang lalu
*merasa bersalah karena ikut2an priyadi effect*
Makanya, kalau mau nyesndor, lihat dulu itu bulunya. Yang udah putih bulunya, nggak keriting lagi, nggak usah disensor
sudah menjadi ‘hukum alam’ bahwa sesuatu yang dilarang dan dicoba ditutup-tutupi malah jadi sebaliknya. semakin dikejar dan di cari cari. human nature kali ya, krn penasaran
aha.. dapat ide dg epek stresan
Koreksi, insiden lawsuit itu AFAIK terjadi tahun 2003.
@12

hehe
mas anang
kalo aku, tiap kemari pengen nyari ide.
yang didapat malah melongo… terpana…
ya ya ya.. semakin dibatasi, ya semakin populer
Semakin dilarang semakin populer?? itu memang alami karena sifat manusia memang seperti itu
ketika dia merasa ada sesuatu yang dirahasiakan, maka dia semakin penasaran untuk mengetahuinya…
iya, sayah malah jadi penasaran sama yang disensor - sensor … kaya gimana sih sampe bisa kena sensor
Mas Pri,
Saya melihat ada kontradiksi dalam postingan ini…
Penelitian kan baru mulai tahun 2002,kok bisa Streisand mengajukan tuntutan tahun 2000?
….mungkin kesalahan mengetik kali ya..
Well, menurut saya sih kita ga boleh menafikan peran pemberitaan di media massa yang menyebabkan orang semakin penasaran.
Anyway, setuju bahwa pemblokiran beberapa situs beberapa waktu kemarin, hanya supaya pemerintah keliatan kerja…cape deh.
Aturan dibuat untuk dilanggar,
Larangan dibuat bikin penasaran.
Yang Tabu jadi Gunjingan
Itulah menariknya.
Tapi kenapa kok cuma Streisand aja ya yang dijadikan nama, padahal banyak juga lho artis yang sering diserang paparazzi & ingin dihapus fotonya dari website. Atau mungkin emang Streisand yang pingin namanya dikenal banyak orang ( promosi gratis ).
Mungkin kalo di Indo namanya jadi “Marsinah Effect”, soalnya banyak wartawan yang memotret Lumpur lapindo yang didekatnya ada gapura “Perjuangan Marsinah” yang sering dipotret secara tidak sengaja oleh para wartawan.
OOT, penasaran aja, dari beberapa comment diatas, kok gak ada yang pake “Mozilla Firefox Download Utility” ya ? Kacian deh lu Bill Gates…..
Makin dilarang emang makin menarik!
Human nature?
Artikel yg bagus om prijadi.
Dari blogger newbie.
arghh,…
setuju banget,…
contoh kasusnya saya,..
makin penasaran kalo dilarang…
komen dulu baru baca…
absen dulu baru menjelajah
ya ya ya seperti “Peraturan dibuat untuk dilanggar”.
pemerintah kemana aja ya……
Waks..! efek KeRMiT ada gak yach?
Owh! Ternyata ‘itu’ ada namanya? ‘Streisand Effect’ ya? *angguk-angguk*
ilmu sang ‘pakar’ memang mumpuni,
jadi terkenal Kang….
selamat deh Kang Roy…
from????
Mas Priyadi, mungkin komentar ini nggak nyambung dengan isi artikel.
Saya minta komentar mas Priyadi sebagai blogger kawakan Indonesia untuk mengunjungi blog saya di Bepul’s Place. Mungkin nama blognya terkesan menjiplak nama blognya mas Priyadi tapi saya mohon komentarnya.
wah… telat.
yup, fenomena yg cukup nyata. semakin dilarang, semakin dicari.
hepi bday! belated.
dari cuma sekedar pembaca sambilan, akhirnya nge-reply tokoh “blogger negatif” ini huehehe.
Salam dari blogger pemula, Mas.
Hi Pri!®
kalo untuk poto panas di indo kayaknya lebih pas disebut KeRMiT Efek
statistik tidak mendukung terjadinya efek streisand pada pemblokiran fitna ini. sepertinya sih karena blow-up-nya sudah terjadi duluan sebelum blokirnya.
jadi maksudnya kalau ada yang bilang “jangan kutip saya”, malah bakalan banyak yang ngutip, gituh?
eh, iya. salam kenal mas
hahahaha..kupasan yang mengena.
Fitna memang menjadi Streisand saat ini…
karena penasaran jg mungkin ya..
gw baru tau, streisand effect ™
efek streisand kan berlakunya cuman pada awal-awal.
coba kalo keterusan, orang akan pada bosen.
efeknya akan seperti another brick on the wall, orang bakal gak akan notify lagi
samalm kenal ya mas…
semakin ditutup semakin populer…
semakin dikatain semakin populer..
kalo mau roy suryo gak populer berarti :
jangan katain dia, jangan singgung2 namanya, pokoknya jangan bikin orang malah penasaran dengan dia…
jangan sebut namanya : pakai istilah “You Know Who”
hehehe
Pada tahun 1980an, roman Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dilarang pemerintah. Alih-alih hilang dari pasaran, buku itu malah banyak dicari dan diburu. Bahkan orang pemerintahan pun penasaran dengan buku itu.
hehehe.. KRMT (Konsultasi Rupa-Rupa Mengenai Telematika ) sepertinya akan mengikuti suksesnya penjualannya seiring sejalan dengan jejak RS..hahha linear….
Tunggu Aksi Saya!â„¢
/
ikutan ah…
ember banget deh..
emang klo sesuatu yang ditutup2i itu pasti mengundang penasaran orang lain. tapi kenapa klo foto naked malah disenangi yach..hihii..ga nyambung…
biasanya sih emang gitu,
makin ditutup makin asik,
makin bikin penasaran
sebetulnya bisa saja Barbra Streisand mennghapus foto tsb di internet, mudah saja……. tinggal memerintah pemerintah AS untuk memblok internet di negaranya, so at least foto tsb tidak akan tersebar di negara ybs
hehehe
jadi inget dulu. pas awal-awal kuliah di kampus ku dibuat kebijakan gak boleh unduh .zip, .exe, .avi, dan lain-lain lah yang memberatkan.
Plus juga memblok friendster (5 tahun lalu masih gandrung fs sayah).
Nah kami yg mahasiswa ini makin “penasaran”, akhirnya sibuk ngotak-ngatik network di kampus.
ternyata kami malah berhasil menjebol network, jadi malah kami masuk sebagai admin di sana. he.. padahal kalo gak diblok mungkin sampe sekarang gak kepikiran untuk mencoba-coba seperti itu
btw met ultah!!!
jadi pesen orang tua saya, anak itu jangan terlalu di dibatasi, nantinya malah akan melanggar batas
Met Ultah Mas Pri.
Cek negara,broser,os.
jadi ungkapan ’seperti membeli kucing dalam karung’ salah dong ya

malah yang dalam karung yang paling dicari
diumpetin malah bikin penasaran ya…xixixi…macem fitna ya om?…
sebenernya apa susahnya sih menaati peraturan ?
Peraturan dibuat untuk dilanggar, endonesah banget gitu loh
kalo bukan untuk di langgar ya bukan peraturan toh mas..
woow.. comment gue ilang. talk about censorism
ah ternyata masih nunggu moderasi.. jadi fitna nih
.. sori mas pri 
Kira2 efek streisand ini udah dipikirin Depkominfo belum ya?