<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Priyadi's Place</title>
	<atom:link href="http://priyadi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://priyadi.net</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 02:10:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Pertanyaan-Pertanyaan yang Harusnya Diajukan Kepada Yang Tidak Setuju Revisi Harga BBM</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2012/03/30/pertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2012/03/30/pertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 11:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1300</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah beberapa pertanyaan yang menurut saya perlu diajukan kepada pendemo anti kenaikan harga BBM, supaya lebih konstruktif, dan tidak sekadar hanya berteriak-teriak &#8220;TURUNKAN HARGA BBM!&#8221; *** Tahukah anda kalau BBM berasal dari minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan? (Suatu saat minyak bumi akan habis dan tak akan dapat kita nikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2FtV&amp;via=priyadi&amp;text=Pertanyaan-Pertanyaan%20yang%20Harusnya%20Diajukan%20Kepada%20Yang%20Tidak%20Setuju%20Revisi%20Harga%20BBM&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2012%2F03%2F30%2Fpertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="Indikator BBM" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-FHThGhH/0/250x250/2012-03-30T18-23-34-5525-250x250.jpg" alt="" width="250" height="167" />Berikut adalah beberapa pertanyaan yang menurut saya perlu diajukan kepada pendemo anti kenaikan harga BBM, supaya lebih konstruktif, dan tidak sekadar hanya berteriak-teriak &#8220;TURUNKAN HARGA BBM!&#8221;</p>

<p>***</p>

<p><span id="more-1300"></span></p>

<ol>
    <li>Tahukah anda kalau BBM berasal dari minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan? (Suatu saat minyak bumi akan habis dan tak akan dapat kita nikmati lagi.)</li>
    <li>Jika suatu saat nanti BBM akan habis, maka sadarkah anda jika suatu saat subsidi BBM harus dihilangkan? (Apanya yang mau disubsidi? BBM-nya saja tidak ada.)</li>
    <li>Tahukah anda bahwa negara-negara yang menjual BBM dengan harga murah ke rakyatnya merupakan negara yang produksi minyaknya jauh di atas konsumsinya? Tahukah anda jika saat ini Indonesia adalah net-importir minyak bumi?  (Dengan kata lain, kita mengimpor minyak bumi lebih banyak daripada  mengekspornya.)</li>
    <li>Jika saat ini anda tidak setuju subsidi BBM dikurangi, kapan menurut anda saat yang tepat untuk mengurangi subsidi BBM?</li>
    <li>Tahukah bahwa Indonesia (dan negara-negara lain) mengalami inflasi, artinya harga barang-barang kebutuhan selalu naik. Hanya BBM yang harganya dipatok sama dalam beberapa tahun terakhir. Mengapa anda tidak setuju kenaikan harga BBM, tetapi diam saja ketika harga barang-barang lainnya selalu naik?</li>
    <li>Tahukah anda bahwa tak mungkin menetapkan harga tanpa mengubah <em>supply</em> atau <em>demand</em>-nya? Jika anda di posisi pemerintah, apa yang akan anda lakukan untuk mengatur <em>supply</em> atau <em>demand</em> dari BBM?</li>
    <li>Mengapa BBM harus dihargai Rp 4500? Mengapa tidak Rp 3000, Rp 1500, Rp 500 atau bahkan gratis misalnya? Berapa harga yang pantas menurut anda?</li>
    <li>Mengapa harus BBM yang disubsidi? Mengapa tidak beras misalnya? Mengapa pula tidak pendidikan atau kesehatan? Apa menurut anda yang lain-lain itu tak  penting dibandingkan BBM?</li>
    <li>Tahukah anda bahwa dengan menyubsidi BBM, maka kita menganjurkan masyarakat untuk menggunakan BBM? Konsumsi BBM akan selalu naik terus, padahal produksi terbatas dan BBM merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan. Apa yang akan anda lakukan untuk membatasi konsumsi BBM?</li>
    <li>Tahukah anda bahwa populasi manusia berkorelasi dengan ketersediaan energi? Tahukah anda bahwa subsidi BBM memberi kesan ketersediaan energi yang melimpah dan dengan demikian akan meningkatkan populasi manusia di atas <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carrying_capacity"><em>carrying capacity</em></a> sumber daya alam kita? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?</li>
    <li>Tahukah anda bahwa kelebihan daya beli akibat subsidi BBM akan dengan sangat cepat &#8216;dibelanjakan&#8217; dengan cara &#8216;nambah anak&#8217;? Tahukah anda bahwa perbedaan daya beli jika  BBM disubsidi adalah sama saja dengan jika BBM tidak disubsidi, dan perbedaan akhirnya hanyalah jumlah populasi Indonesia? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?</li>
    <li>Tahukah anda bahwa sebagian besar konsumsi BBM berasal dari Pulau Jawa? Dan tahukah anda bahwa sebagian besarnya berasal dari  Jabodetabek? Sadarkah anda bahwa dengan demikian sebagian besar subsidi BBM hanya akan dinikmati penduduk ibukota?</li>
    <li>Mengapa menurut anda tidak menjadi masalah jika minyak disedot habis-habisan dari daerah, dan kemudian sebagian besarnya dijual dengan harga sangat murah di Pulau Jawa dan ibukota?</li>
    <li>Tahukah anda bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population">populasi Indonesia</a> adalah sekitar 240 juta jiwa, atau peringkat empat dunia? Tahukah anda bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_oil_production">produksi minyak bumi</a> Indonesia itu hanya sekitar 1 juta barrel/hari, atau hanya peringkat 21 dunia? Sadarkah anda bahwa jika produksi minyak bumi dibagikan sama rata ke seluruh penduduk Indonesia, maka setiap jiwa hanya akan mendapat 1,52 barrel/tahun, atau setara dengan hanya 242 liter minyak bumi/tahun? (dan tak seluruhnya dapat dikonversikan menjadi BBM) Sadarkah anda bahwa untuk setiap mobil yang mengisi BBM sebanyak 2000 liter/tahun, akan ada 7 warga lain tak menikmati BBM sama sekali? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi ketidakadilan ini?</li>
    <li>Tahukah anda bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_proven_oil_reserves">cadangan minyak</a> (<em>proven reserve</em>) Indonesia adalah sekitar 4.050.000.000 barrel. Tahukah anda dengan produksi 1 juta barrel/hari, maka cadangan minyak itu akan habis hanya dalam waktu 11 tahun?</li>
    <li>Tahukah anda akan konsep <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Opportunity_cost"><em>opportunity cost</em></a>? Tidak adakah cara lain yang lebih baik untuk memanfaatkan BBM yang kita miliki selain dengan menjualnya dengan harga murah? Apa tak terpikirkan bahwa ada cara lain yang lebih baik untuk mengelola BBM yang kita miliki?</li>
    <li>Sadarkah anda bahwa salah satu orang yang paling keras menentang kenaikan harga BBM adalah orang yang sama yang menandatangani<a href="http://www.imf.org/external/np/loi/2000/idn/01/"> nota kesepahaman dengan IMF</a> untuk menghapus subsidi BBM? Yakinkah bahwa anda bukan semata-mata korban politik yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu?</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2012/03/30/pertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>119</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New7Wonders dan Masalah Kredibilitas</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/11/04/new7wonders-dan-masalah-kredibilitas/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/11/04/new7wonders-dan-masalah-kredibilitas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 08:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debunking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita-berita New7Wonders. Kebanyakan berita-berita tersebut mengutip ucapan tokoh-tokoh baik yang mendukung maupun tidak mendukung New7Wonders. Yang disayangkan adalah bahwa pembahasan tidak menyentuh masalah-masalah mendasar New7Wonders, melainkan hanya masalah-masalah yang sifatnya sekunder seperti kantor, kredibilitas, hubungan dengan PBB dan sebagainya. Jika kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, wajar jika kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2FsX&amp;via=priyadi&amp;text=New7Wonders%20dan%20Masalah%20Kredibilitas&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F11%2F04%2Fnew7wonders-dan-masalah-kredibilitas%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="New7Wonders" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/n7w/1180246968_aAUsA-L.jpg" alt="" width="135" height="135" />Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita-berita New7Wonders. Kebanyakan berita-berita tersebut mengutip ucapan tokoh-tokoh baik yang mendukung maupun tidak mendukung New7Wonders. Yang disayangkan adalah bahwa pembahasan tidak menyentuh masalah-masalah mendasar New7Wonders, melainkan hanya masalah-masalah yang sifatnya sekunder seperti kantor, kredibilitas, hubungan dengan PBB dan sebagainya.</p>

<p>Jika kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, wajar jika kita menilai melalui atribut sekunder seperti kredibilitas sang pembawa informasi. Tetapi jika kita telah/dapat mengetahui fakta yang sesungguhnya, maka fakta tersebut harus mendapat prioritas ketimbang hal-hal lain yang sifatnya sekunder seperti kredibilitas pembawa informasi. Memprioritaskan kredibilitas pembawa informasi untuk menilai sesuatu ketimbang fakta yang ada di lapangan merupakan kesalahan berpikir <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority"><em>argument from authority</em></a>.</p>

<p><span id="more-1287"></span></p>

<p>Fakta yang kita ketahui tentang New7Wonders adalah:</p>

<ul>
    <li>New7Wonders mendapatkan keuntungan dari pemungutan suara melalui jutaan SMS premium.</li>
    <li>New7Wonders mengizinkan <em>voting</em> melalui situs web, tetapi hanya mengizinkan satu suara untuk satu email. Pada pemungutan suara melalui SMS, kita bisa melakukannya sebanyak yang kita mau.</li>
    <li>Pemilih bisa membeli suara dengan cara &#8216;membeli sertifikat&#8217;. Sama dengan SMS, ini bisa dilakukan sebanyak yang kita mau.</li>
    <li>New7Wonders secara aktif menganjurkan kita dan rakyat di negara-negara lain untuk memilih berdasarkan sentimen nasionalisme.</li>
    <li>&#8216;Pemenang&#8217; ditentukan dari jumlah suara yang tentunya berbanding lurus dengan uang yang disetorkan oleh &#8216;pemenang&#8217; melalui <em>voting</em> SMS.</li>
    <li>Setoran dari pihak yang &#8216;kalah&#8217; tentu saja tidak dikembalikan.</li>
    <li>Selain membuat situs web dan menobatkan &#8216;pemenang&#8217;, praktis pihak New7Wonders tidak melakukan apapun. Seluruh biaya pemasaran ditanggung sepenuhnya oleh kontestan.</li>
</ul>

<p>Dari butir-butir itu saja sudah dapat disimpulkan bahwa semua  ini merupakan penipuan yang mengeksploitasi rasa nasionalisme kita semua dan rakyat di negara-negara lain. Itu semua sumbernya</p>

<p>Lalu apa hubungannya dengan isu kredibilitas yang sering dibahas media massa akhir-akhir ini?</p>

<ul>
    <li>Seandainya New7Wonders memiliki kantor yang besar nan megah, maka hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa New7Wonders merupakan penipuan.</li>
    <li>Seandainya New7Wonders didukung 100% oleh pemerintah, mulai dari presiden, wakil presiden, menteri, wakil menteri dan staf-stafnya, hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa New7Wonders merupakan penipuan.</li>
    <li>Bahkan jika New7Wonders 100% didukung oleh PBB dan lembaga-lembaga di bawahnya, hal tersebut tetap tidak mengubah fakta bahwa New7Wonders merupakan penipuan.</li>
</ul>

<p>Kredibilitas dibangun dari tindakan. Bukan sebaliknya, baik buruknya tindakan kita nilai dari kredibilitas orangnya. Jika Presiden mendukung New7Wonders, bukan berarti kita simpulkan bahwa New7Wonders itu <em>legitimate</em>, tapi kredibilitas presiden menjadi turun di mata kita semua. Fakta berbicara lebih nyaring dibandingkan kredibilitas orang yang menyampaikannya.</p>

<p>Ambillah contoh jika presiden membuat pernyataan &#8220;korupsi itu positif dan harus kita dukung&#8221;. Apakah kita akan menyimpulkan bahwa &#8220;korupsi itu positif&#8221;? Tentu saja tidak! Sebaliknya, kredibilitas presiden akan turun di mata kita semua.</p>

<p>***</p>

<p>Barangkali ada yang berpendapat bahwa yang memanfaatkan rasa nasionalisme kita adalah <em>official steering committee</em> di negara masing-masing, bukan New7Wonders itu sendiri. Untuk itu, saya persilakan kawan-kawan untuk melihat sendiri dokumen ini: <a href="http://schtuff.priyadi.net/new7wonders/n7w-maximise-your-campaign.pdf">n7w-maximise-your-campaign.pdf</a>.</p>

<p>Dokumen tersebut merupakan presentasi yang diberikan pihak New7Wonders kepada masing-masing <em>official steering committee</em> (OSC). Versi yang saya miliki adalah versi yang mereka sampaikan kepada OSC Jeju Island, Korea. Dokumen ini dilabeli status &#8216;Confidential&#8217;, namun berkat kegigihan kawan-kawan dari Korea, kita bisa melihat dokumen ini dengan mata kita sendiri.</p>

<p>Eksploitasi nasionalisme dapat dilihat pada halaman 5-7.</p>

<blockquote>Success in the New7Wonders of Nature is also about the image, pride, reputation and recognition of the country in the world &#8230; For Jeju Island, Ensure that everyone sees this as South Korea winning in the world.</blockquote>

<p>Halaman 11-13 berisi penawaran tiga buah program yang mereka tawarkan kepada masing-masing OSC supaya bisa melipatgandakan jumlah suara: <em>official finalist supporter national sponsor, licensed media partners</em> dan  <em>national telephone voting</em>. Ketiga program tersebut harus &#8216;dibeli&#8217; OSC dari pihak New7Wonders.</p>

<p>Rasanya sudah jelas kalau New7Wonders memang bermaksud untuk mengeksploitasi nasionalisme kita semua.</p>

<p>***</p>

<p>Kembali ke masalah kredibilitas. Satu hal yang dapat kita gunakan untuk menilai kredibilitas seseorang adalah dengan melihat cara orang tersebut menyampaikan kredibilitasnya. Jika seseorang mengatakan &#8220;Saya adalah lulusan MIT!&#8221;, tapi ternyata terbukti bahwa dia bukan lulusan MIT, maka kredibilitasnya di mata kita akan langsung turun.</p>

<p>Untuk itu mari kita lihat bagaimana cara New7Wonders menyampaikan kredibilitasnya.</p>

<p>Tahun 2007, situs web New7Wonders membuat taut ke situs web UNESCO. Ada banyak media massa yang menyangka bahwa New7Wonders memang memiliki kaitan dengan UNESCO. Khawatir akan efek buruk yang ditimbulkan dari pencatutan nama ini, UNESCO kemudian merilis siaran pers untuk <a href="http://whc.unesco.org/en/news/352">menjernihkan masalah ini</a>.</p>

<p>Salah satu &#8216;penelitian&#8217; dampak ekonomi New7Wonders yang sering dikutip mereka adalah sebuah tulisan dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Philip_Kotler">Philip Kotler</a> yang dipublikasikan Pearson of London. Singkatnya Kotler mengutip klaim yang ada di situs web New7Wonders, lalu kemudian New7Wonders mengutip balik dan menganggapnya sebagai hasil penelitian yang dilakukan oleh Kotler. Lagi-lagi kawan-kawan dari Korea memiliki <a href="http://dl.dropbox.com/u/27188383/Questions%20over%20Kotler%20on%20N7W%20%28Eng%29.pdf">analisis mendalam</a> mengenai klaim New7Wonders ini.</p>

<p>(Sebagai informasi, Philip Kotler juga terlibat dalam pemasaran Taman Nasional Komodo, tetapi tidak terlibat dalam hingar bingar New7Wonders ini. Beliau adalah <em><a href="http://realwonderoftheworld.com/chicago%E2%80%99s-komodo-campaign-receives-warm-welcome/">special ambassador for Indonesian tourism</a>.</em>)</p>

<p>Sekarang mari kita lihat halaman 3 dari dokumen presentasi yang disampaikan New7Wonders kepada masing-masing OSC. Di sana, New7Wonders &#8216;mengutip&#8217; ucapan Zogby International &#8220;the largest poll over undertaken on a global basis&#8221;, sedangkan kalimat lengkapnya adalah</p>

<blockquote>The number of votes probably make it the largest poll ever undertaken on  a global basis, said pollster John Zogby, but that did not make it a  scientific exercise.

&#8221;At the very least the pollster has to create some kind of sample.  However that doesn&#8217;t reduce the fact that this is an interesting and  intriguing project,&#8221; said Zogby, who runs polling organisation Zogby  International.

(<a href="http://www.bhatkallys.com/news/news.asp?aid=3329">sumber</a>)</blockquote>

<p>Kutipan kedua adalah &#8220;the poll itself is a wonder, yang diklaim mereka ditulis oleh Reuters. Sayangnya saya tdak dapat memverifikasi klaim ini karena satu-satunya tulisan itu di Internet adalah sebuah blog di Filipina yang mengutip ucapan Bernard Weber.</p>

<p>Kutipan ketiga adalah &#8220;something new to bring the world together&#8221; yang diklaim mereka ditulis oleh AP. Tetapi, sama seperti kasus Kotler di atas, ini adalah <em>circular reference</em>. AP <a href="http://www.msnbc.msn.com/id/15700352/ns/travel-news/t/new-wonders-attract-widespread-interest/#.TrOWtkBoF3M">mengutip ucapan Bernard Weber</a>, lalu New7Wonders kemudian mengutip kembali dan mereka anggap sebagai tulisan AP.</p>

<p>Terakhir, mereka coba bangun kredibilitas mereka <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/261243-new7wonders-bantah-alamat-palsu">melalui kemeriahan acara puncak New7Wonders</a> di Lisbon tanggal 7 Juli 2007. Yang tidak mereka sampaikan adalah bahwa pada tanggal 11 November 2011 besok, <a href="http://world.n7w.com/faq/">tidak akan ada acara serupa</a>. Setelah kisruh di Maladewa dan Indonesia awal tahun ini, mereka tak dapat menemukan negara lain yang bersedia menjadi tuan rumah acara puncak!</p>

<blockquote><strong></strong>No. Instead of organising one major show event to  announce the results, as was the case in Lisbon for the man-made New 7  Wonders of the World, this time N7W will offer the chance to the winners  to host seven (or more if there are multi-country winners) major show  events in their own countries: the Official Inauguration as one of the  New7Wonders of Nature.</blockquote>

<p>Sebagai gantinya, mereka akan menawarkan masing-masing pemenang untuk mengadakan acara di negaranya masing-masing.</p>

<p>Jadi, apa kita masih mau percaya pada New7Wonders?</p>

<p>Baca juga <a href="http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/">FAQ tentang New7Wonders</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/11/04/new7wonders-dan-masalah-kredibilitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>100</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FAQ Tentang New7Wonders</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 15:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debunking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1252</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah FAQ yang saya buat karena saya mendapatkan banyak pertanyaan dan kecaman akibat tulisan-tulisan saya tentang penipuan New7Wonders. Halaman ini akan terus diperbaharui jika ada masukan-masukan yang saya terima. FAQ 1: Kenapa sih repot-repot ngurusin masalah New7Wonders? Karena New7Wonders merupakan vanity scam, yang memanfaatkan ego kita semua untuk meraup keuntungan. Ini tak jauh berbeda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2Fsr&amp;via=priyadi&amp;text=FAQ%20Tentang%20New7Wonders&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F10%2F30%2Ffaq-tentang-new7wonders%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p>Berikut adalah FAQ yang saya buat karena saya mendapatkan banyak pertanyaan dan kecaman akibat tulisan-tulisan saya tentang penipuan New7Wonders. Halaman ini akan terus diperbaharui jika ada masukan-masukan yang saya terima.</p>

<blockquote><strong>FAQ 1</strong>: Kenapa sih repot-repot ngurusin masalah New7Wonders?</blockquote>

<p>Karena New7Wonders merupakan <em>vanity scam</em>, yang memanfaatkan ego kita semua untuk meraup keuntungan. Ini tak jauh berbeda dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Who%27s_Who_scam">penipuan <em>Who&#8217;s Who</em></a> atau <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diploma_mill">diploma mill</a></em> dimana korban menyerahkan sejumlah uang untuk atribut tertentu, misalnya gelar akademis atau <em>person of the year</em>, walaupun sebenarnya institusi tersebut tidak memiliki kredibilitas atau akreditasi untuk memberi gelar tersebut. Praktis tak ada orang lain yang menganggap gelar atau atribut tersebut sebagai sesuatu yang penting.</p>

<p><span id="more-1252"></span>New7Wonders pun demikian, mereka hanyalah sebuah perusahaan kecil asal Swiss, bukan organisasi Internasional ataupun lembaga bentukan kerjasama multilateral antara negara-negara.</p>

<p>Perbedaannya, New7Wonders menambahkan bumbu berupa kompetisi dengan kontestan lain, tujuannya untuk menyentuh rasa nasionalisme kita semua. Selain itu, New7Wonders merupakan <em>vanity scam</em> dengan skala internasional yang korbannya bukan lagi perorangan, tetapi negara-negara yang berdaulat.</p>

<p>Pada kontes tahun 2007, situs web New7Wonders memuat taut dan logo UNESCO. Khawatir akan dampak dari pencatutan nama ini, UNESCO kemudian mengklarifikasi bahwa mereka <a href="http://whc.unesco.org/en/news/352">tidak memiliki sangkut paut</a> dengan New7Wonders.</p>

<blockquote><strong>FAQ 2</strong>: Ah, ini kan gak beda dengan misalnya Indonesian Idol atau acara lainnya.</blockquote>

<p>Tentu saja ada persamaan antara New7Wonders dan Indonesian Idol, misalnya keduanya sama-sama menggunakan media SMS untuk memilih. Dan tentunya ada keberatan-keberatan yang bisa dialamatkan kepada keduanya. Sebagai contoh, keduanya menggunakan kriteria populer untuk menentukan pemenang, bukan kriteria objektif. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sanjaya_Malakar">Sanjaya Malakar</a> secara kontroversial bisa melaju ke babak ke-7 American Idol dengan kemampuan yang pas-pasan. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christ_the_Redeemer_%28statue%29">Patung Kristus Penebus</a> Rio de Janeiro bisa mendapatkan gelar &#8216;keajaiban dunia&#8217;, walaupun secara objektif, monumen-monumen lain seperti misalnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prambanan">Candi Prambanan</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eiffel_Tower">Menara Eiffel</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Statue_of_Liberty">Patung Liberty</a> lebih berhak mendapatkan gelar tersebut.</p>

<p>Akan tetapi tentu saja ada perbedaan antara Indonesian Idol dan New7Wonders. Secara singkat: New7Wonders adalah Indonesian Idol yang pemenangnya ditentukan dari jumlah uang yang disetorkan kontestan kepada panitia. Kualitas objektif sama sekali tidak penting, yang penting jumlah uangnya. Kontestan tidak tahu  berapa uang yang diberikan kontestan lainnya kepada panitia. Dan jika kontestan kalah, uang yang telah disetorkan tidak  dikembalikan.</p>

<p><em>Stakeholder</em> Indonesian Idol adalah peserta itu sendiri. Pada New7Wonders, walaupun peserta adalah Taman Nasional Komodo, <em>stakeholder</em>-nya adalah kita semua sebagai rakyat Indonesia.</p>

<p>Indonesian Idol mendapatkan pemasukan dari pihak ketiga yang mendapatkan hiburan dari acara tersebut. Panitia kemudian menyerahkan sebagian dari pemasukan tersebut kepada kontestan, dalam bentuk gaji, pelatihan, akomodasi, atau lainnya. Semua kontestan mendapatkan keuntungan, termasuk kontestan yang kalah di babak awal sekalipun.</p>

<p>New7Wonders mendapatkan penghasilan dari setoran kontestan itu sendiri yang berasal dari platform pemilihan berbayar. New7Wonders praktis tidak mengeluarkan biaya apapun untuk kontestan. Bahkan biaya pemasaran ditanggung oleh masing-masing kontestan. Biaya yang dikeluarkan kontestan yang kalah melalui platform <em>voting</em> berbayar tak dapat dikembalikan. Bagi seluruh kontestan, kontes New7Wonders merupakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Negative-sum_game"><em>negative-sum game</em></a>.</p>

<blockquote><strong>FAQ 3</strong>: Ah, masa sih penipuan? Saya cuma keluar Rp 1 untuk memilih kok, atau bahkan gak keluar duit sama sekali.</blockquote>

<p>Pemilih memang hanya mengeluarkan Rp 1, atau bahkan tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Tetapi ongkos yang sesungguhnya lebih besar daripada itu.</p>

<p>Pertama, <a href="http://www.fajar.co.id/read-20111011214405-jk-gratiskan-sms-komodo">ada sponsor yang menyubsidi</a> sehingga biaya yang harus dikeluarkan pemilih menjadi serendah itu. Karena panitia lokal harus membayar lisensi ke New7Wonders, dan mereka tentunya tidak akan menerima mata uang Rupiah, maka akan ada devisa kita yang terbuang. Maka, nilai sesungguhnya yang harus dibayar pemilih melalui SMS jauh lebih tinggi daripada Rp 1 atau Rp 0.</p>

<p>Kedua, akibat kontes ini, akan ada pihak yang mendapatkan basis data nomor ponsel dari puluhan juta rakyat Indonesia. Ini adalah informasi yang sangat berharga, mungkin jauh lebih berharga daripada bayaran lisensi kepada New7Wonders.</p>

<p>Ketiga, sang dalang dari skema ini tetap mendapatkan keuntungan jika kita ikut memilih, terutama melalui media seperti SMS premium.</p>

<p>Namun ada baiknya jika kita melihat lebih jauh daripada sekadar nilai uang yang hilang akibat skema ini: kontes New7Wonders ini menghina intelegensia kita semua. Karena pada praktiknya, ini hanyalah kontes &#8216;adu jumlah setoran&#8217;.</p>

<blockquote><strong>FAQ 4</strong>: Dasar orang Indonesia, gini aja diributin! Bukannya ngedukung, malah ngejatuhin!</blockquote>

<p>Sikap saya dan kawan-kawan merupakan bentuk kepedulian kepada Indonesia, bukan sebaliknya. Kami tidak menyukai nasionalisme kawan-kawan dieksploitasi untuk kepentingan mereka.</p>

<p>Dan bukan hanya Indonesia, di negara-negara lain ada banyak rakyat mereka yang terusik dan melakukan edukasi seperti yang saya lakukan selama ini.</p>

<p>Kawan-kawan kita dari Korea yang merasa terusik dengan kampanye Jeju membuat situs web <a href="https://sites.google.com/site/justice4jeju7/">Justice4Jeju7</a>. Mereka juga membuat situs <a href="https://sites.google.com/site/no7wonders/">No7Wonders</a> yang berisi tentang masalah-masalah New7Wonders di berbagai negara. Kawan-kawan dari Vietnam membuat tulisan di sebuah forum tentang <a href="http://www.ddth.com/showthread.php/169982-Tr%C3%B2-l%E1%BB%ABa-%C4%91%E1%BA%A3o-SCAM-New7Wonders-7-k%E1%BB%B3-quan-thi%C3%AAn-nhi%C3%AAn-th%E1%BA%BF-gi%E1%BB%9Bi-m%E1%BB%9Bi">scam New7Wonders</a> yang sampai tulisan ini dibuat sudah mencapai lebih dari 60 halaman. Red Hunt Travel, sebuah blog yang didirikan teman kita dari Kanada juga membahas tentang <a href="http://redhunttravel.com/2011/10/travel-articles/travel-marketing/new-7-wonders-of-nature-controversy/">kontroversi New7Wonders</a>.</p>

<p>Dan masih banyak lagi. Pencarian Google <a href="http://www.google.com/search?q=new7wonders+scam">&#8216;new7wonders scam&#8217;</a> banyak menemukan hal yang sama.</p>

<blockquote><strong>FAQ 5</strong>: Kalau Komodo menang, maka pariwisata bisa naik.</blockquote>

<p>Analisis yang saya lakukan dari data-data industri pariwisata tujuh pemenang New7Wonders tahun 2007 <a href="http://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/">tidak menunjukkan adanya pertumbuhan pariwisata</a> dari ditunjuknya tujuh monumen tersebut sebagai keajaiban dunia yang baru.</p>

<p>Seluruh penelitian yang sering dikutip oleh pihak New7Wonders pun ternyata tidak dilakukan dengan metodologi yang benar dan memiliki asumsi-asumsi awal yang salah.</p>

<p>Kawan-kawan kita dari Korea juga membuat <a href="http://dl.dropbox.com/u/27188383/Analysis%20of%20N7W%20Economic%20Impacts_Revised05262011.pdf">analisis mendalam</a> tentang &#8216;penelitian independen&#8217; yang sering dikutip oleh oknum New7Wonders.</p>

<p>Sebaliknya, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2007-2008 ke Indonesia ternyata lebih tinggi daripada enam negara pemenang New7Wonders 2007. Alih-alih mendapatkan penghargaan, Budpar justru mendapatkan kecaman karena memutuskan hubungan dengan New7Wonders!</p>

<p>Selain menobatkan kontestan sebagai pemenang, New7Wonders praktis tidak melakukan apa-apa. Seluruh biaya pemasaran ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing kontestan. Dan pemasaran tersebut tentu saja bisa dilakukan tanpa harus ada New7Wonders.</p>

<p>Situs web New7Wonders <a href="http://www.alexa.com/siteinfo/new7wonders.com">bukanlah situs yang banyak dikunjungi</a> pengguna Internet,  sehingga tidak akan berpengaruh banyak terhadap pemasaran.</p>

<blockquote><strong>FAQ 6</strong>: Tapi setelah Komodo terpilih menjadi finalis, pariwisata di Komodo meningkat.</blockquote>

<p>Ini adalah kesalahan logika <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Post_hoc_ergo_propter_hoc"><em>post hoc ergo propter hoc</em></a>. Jika kejadian B terjadi setelah kejadian A, belum tentu B terjadi karena A. Bisa saja A dan B disebabkan oleh faktor C (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spurious_relationship"><em>spurious relationship</em></a>).</p>

<p>Dalam hal ini, faktor C adalah pemasaran yang dilakukan pemerintah untuk mempromosikan Taman Nasional Komodo. Faktor inilah yang menyebabkan Komodo terpilih menjadi finalis; sekaligus meningkatkan pariwisata di Taman Nasional Komodo. Tanpa harus menjadi nominasi New7Wonders pun, pariwisata bisa kita tingkatkan.</p>

<blockquote><strong>FAQ 7</strong>: Dasar pengkhianat! Dasar tidak nasionalis!</blockquote>

<p>Rasanya terlalu jauh untuk mengukur nasionalisme hanya dari jumlah uang yang kita sumbangkan kepada Bernard Weber :). Saya pikir mayoritas rakyat Indonesia pada dasarnya sangat nasionalis, tetapi memiliki informasi yang berbeda-beda. Berikut saya peragakan dalam bentuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Johari_window">Johari window</a>:</p>

<p><img class="aligncenter" title="*" src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-NpX3Zc7/0/L/johari-L.png" alt="" width="298" height="251" /></p>

<p>Mayoritas orang-orang yang mengirim SMS ke 9818 berada di kuadran 2. Dan sebagian besar rakyat Indonesia berada di kuadran ini. Tulisan-tulisan saya selama ini bertujuan untuk memindahkan teman-teman sebangsa dan setanah air dari kuadran 2 ke kuadran 1. Memilih untuk tidak berpartisipasi mengirim SMS pilih Komodo tentu tidak bisa disebut &#8216;tidak nasionalis&#8217;.</p>

<p>Bernard Weber dan oknum New7Wonders lainnya tentunya berada di kuadran 4. Hati kecil saya masih menaruh harapan bahwa tidak ada warga negara kita yang menjadi anggota kuadran 4 ini.</p>

<blockquote><strong>FAQ 8</strong>: Saya sudah tahu, tapi bolehkah kami teruskan vote Komodo?™</blockquote>

<p>Pengalaman saya dalam mengamati <em>vanity scam</em> seperti <em>diploma mill</em> atau <em>Who&#8217;s Who scam</em>, ada orang-orang yang tetap bersikukuh bahwa hal ini bukanlah penipuan, walaupun telah diberi tahu hal yang sesungguhnya. Mereka tetap bangga dengan memamerkan plakat <em>&#8216;Man of the Year&#8217;</em> yang didapatkan dengan harga $200 dari sebuah institusi yang tidak jelas asal usulnya, misalnya.</p>

<p>Di Indonesia, bisa jadi tak sedikit yang seperti ini. Orang-orang dengan sifat yang sama tersebut barangkali akan memiliki sifat yang sama pula pada kontes New7Wonders.</p>

<p>Penjelasan yang kedua, ada orang yang akan menjadi sangat defensif setelah diberi tahu bahwa dia tertipu. Ini adalah akibat dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Choice-supportive_bias"><em>choice-supportive bias</em></a>.</p>

<p>Tentunya tak ada yang dapat menghalangi siapapun untuk mengirim SMS pilih Komodo. Yang dapat saya dan kawan-kawan lakukan hanyalah memberi informasi yang sesungguhnya.</p>

<blockquote><strong>FAQ 9</strong>: Negara-negara lain yang telah menjadi pemenang bangga atas prestasi tersebut. Kenapa kita tidak?</blockquote>

<p>Betulkah? Saat saya mengumpulkan data mengenai pariwisata negara-negara pemenang New7Wonders pada tahun 2007, tak satupun situs web resmi pariwisata negara-negara tersebut yang menampilkan atribut New7Wonders secara besar-besaran.</p>

<p>Kalau tidak percaya, silakan lihat sendiri situs resmi dewan pariwisata negara-negara <a href="http://tourism.gov.in/">India</a>, <a href="http://www.visitjordan.com/Default.aspx">Yordania</a>, <a href="http://www.visitperu.com/">Peru</a>, <a href="http://en.cnta.gov.cn/">RRC</a>, <a href="http://www.italia.it/en/home.html">Italia</a>, <a href="http://www.braziltour.com/">Brazil</a> dan <a href="http://www.visitmexico.com/">Meksiko</a>.</p>

<blockquote><strong>FAQ 10</strong>: Orang-orang yang terlibat dalam New7Wonders adalah orang-orang yang saya kenal memiliki integritas tinggi. Jadi tidak mungkin New7Wonders merupakan penipuan.</blockquote>

<p>Ini adalah kesalahan berpikir <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority">argument from authority</a></em> atau <em>argumentum ad verecundiam</em>: hanya karena X adalah orang yang kita kenal berintegritas, maka ucapan X kita anggap sebagai kebenaran. Tentu saja ini salah. Jika Einstein mengatakan 1+1=3, bukan berarti itu benar hanya karena Einstein yang mengatakannya.</p>

<p>Walaupun demikian, tentu tak dapat kita simpulkan bahwa orang-orang Indonesia yang terlibat dalam New7Wonders tidak berintegritas dan memiliki agenda jahat. Bukan tidak mungkin mereka termasuk ke dalam kuadran 2 di atas (lihat FAQ no 7 di atas). Atau mereka termasuk ke dalam kuadran 1 tetapi sudah terlanjur terikat dengan kontrak atau komitmen yang harus mereka penuhi.</p>

<p>Kabarnya, Jusuf Kalla <a href="http://twitter.com/#!/IndraJPiliang/status/128805218442944512">hanya membutuhkan waktu lima menit</a> untuk menerima tawaran untuk menjadi duta Komodo. Dalam waktu lima menit tentu saja tak mungkin bagi beliau untuk dapat melakukan analisis mendalam mengenai skema New7Wonders ini.</p>

<p>Tuduhan <em>vanity scammer</em> saya alamatkan hanya kepada Bernard Weber, New Open World Corporation dan New7Wonders Foundation, bukan kepada afiliasinya di Indonesia. Saya mengerti jika oknum-oknum New7Wonders ini sekilas terlihat sangat <em>legitimate</em> dan tak sedikit orang-orang yang sebetulnya berintegritas, tetapi terjebak dan mempercayai mereka.</p>

<blockquote><strong>FAQ 11:</strong> Kontes ini diiklankan oleh televisi nasional, didukung operator seluler dan perusahaan besar lainnya. Jadi tidak mungkin ini pembodohan.</blockquote>

<p>Sama seperti FAQ 10, ini adalah kesalahan berpikir <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority">argument from authority</a></em> atau <em>argumentum ad verecundiam.</em> Kesimpulan tersebut tak dapat diambil hanya karena iklan kontes New7Wonders ditayangkan televisi nasional dan didukung oleh operator seluler.</p>

<blockquote><strong>FAQ 12</strong>: Pemerintah telah mengeluarkan banyak dana untuk memenangkan Taman Nasional Komodo, kenapa harus berhenti di tengah jalan?</blockquote>

<p>Dana yang telah dikeluarkan pemerintah kepada New7Wonders hanyalah biaya pendaftaran sebesar $200. Selain itu pemerintah juga mengeluarkan biaya untuk pemasaran. Biaya yang terakhir ini tentunya selain berefek pada perolehan suara Komodo di New7Wonders, juga berimbas pada kenaikan pariwisata di Komodo.</p>

<p>Jadi, biaya yang benar-benar hilang hanyalah biaya pendaftaran sebesar $200 ($200 perak, bukan $200 ribu atau bahkan $200 juta). Sedangkan biaya pemasaran  akan terkonversi menjadi kenaikan industri pariwisata di Taman Nasional Komodo.</p>

<blockquote><strong>FAQ 13</strong>: Paling tidak ada kebanggaan Taman Nasional Komodo bisa masuk sebagai 7 keajaiban dunia. Dan ini berlaku untuk selamanya.</blockquote>

<p>Berapa banyak di antara kita yang pada tahun 2008-2009 ingat di luar kepala siapa saja yang menjadi pemenang kontes New7Wonders 2007?</p>

<p>Rasanya tak banyak di antara kita yang ingat. Bisa jadi bahkan mengetahui kontes ini pun tidak. Kalau begitu, selain kita, apakah nantinya banyak orang-orang asing yang tahu daftar pemenang kontes New7Wonders tahun ini? Saya pribadi sangat meragukannya.</p>

<p>Ini tak jauh berbeda dengan atribut <em>Person of the year</em> yang didapatkan dengan harga $200 dari institusi yang tidak jelas asal usulnya: selain kita sendiri, praktis tak ada orang lain yang peduli dengan atribut tersebut.</p>

<blockquote><strong>FAQ 14:</strong> Tahun 2007, New7Wonders mengadakan acara deklarasi pemenang di Lisbon, Portugal yang megah dan diliput jaringan berita Internasional. Ini bisa jadi ajang untuk promosi.</blockquote>

<p>Itu dulu. Tahun ini New7Wonders <a href="http://world.n7w.com/faq/">tidak akan mengadakan acara deklarasi pemenang</a>. Setelah kisruh di Indonesia dan Maladewa, kelihatannya mereka tidak berhasil menemukan negara lain yang bersedia untuk membayar ongkos mahal yang mereka tuntut untuk menjadi tuan rumah acara ini.</p>

<p>Sebagai gantinya, New7Wonders akan mengizinkan negara-negara pemenang untuk membuat &#8216;acara penganugerahan&#8217; sendiri di negara masing-masing. Tentu saja dengan biaya masing-masing.</p>

<blockquote><strong>FAQ 15</strong>: Tapi saya dengar New7Wonders bekerjasama dengan PBB.</blockquote>

<p>Memang betul bahwa situs web <a href="http://www.un.org/partnerships/">Office for Partnership</a> PBB (UNOP) memuat sebuah halaman mengenai <a href="http://www.un.org/partnerships/YNewsNew7Wonders.htm">kerjasama antara PBB dan New7Wonders</a>. Halaman yang dibuat pada tanggal 8 Juli 2007  &#8211;satu hari setelah acara puncak New7Wonders tahun 2007&#8211; tersebut digunakan New7Wonders sebagai pondasi kredibilitas New7Wonders selama bertahun-tahun.</p>

<p>Karena tidak jelas seperti apa dan bagaimana bentuk kerjasama tersebut, maka teman-teman kita dari Korea menanyakan langsung ke UNOP. Jawaban dari UNOP mengejutkan: UNOP tidak memiliki kerjasama dengan New7Wonders, dan halaman tersebut merupakan bagian dari situs web lama UNOP. Jika kita mengakses situs web UNOP dari halaman depan, maka kita tidak akan menemukan keberadaan New7Wonders di sana.</p>

<p>Jerih payah teman-teman dari Korea dapat dibaca di berkas PDF ini: <a href="http://dl.dropbox.com/u/27188383/The%20Questionable%20Relationship%20between%20N7W%20and%20UNOP.pdf">New7Wonders Foundation, Currently Not in Partnership with the UN Office for Partnerships</a>.</p>

<p>Mungkin akibat dari ancaman gugatan hukum dari teman-teman dari Korea ini, New7Wonders kemudian merevisi halaman <em><a href="http://world.n7w.com/interesting-questions-and-answers/">interesting questions and answers</a></em>. Yang tadinya mengatakan &#8220;sedang bekerjasama dengan PBB&#8221;, menjadi &#8220;pernah bekerjasama dengan PBB&#8221;. Tetapi apa bentuk kerjasama yang telah dilakukan tetap menjadi misteri.</p>

<p>Situs berita Korea OhMyNews melakukan <a href="http://www.tnmv.net/2011/05/interview-with-new7wonders-foundation-ohmynews/">wawancara dengan New7Wonders</a> dan mencoba untuk menanyakan apa bentuk kerjasama yang pernah dilakukan New7Wonders dan PBB. Tetapi lagi-lagi, perwakilan New7Wonders tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan.</p>

<p>Dengan situasi seperti ini, satu-satunya &#8216;kerjasama&#8217; yang kita ketahui antara UNOP dan New7Wonders adalah bahwa Direktur UNOP <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amir_Dossal">Amir Dossal</a> turut menghadiri acara puncak New7Wonders 7 Juli 2007 di Lisbon, Portugal.</p>

<blockquote><strong>FAQ 16</strong>: Kalau bukan kita yang mendukung Taman Nasional Komodo, lalu siapa lagi?</blockquote>

<p>Tulisan saya ini tidak bertujuan untuk menghentikan dukungan kepada Taman Nasional Komodo. Sama sekali bukan itu tujuannya. Sebaliknya, dukungan penuh tetap harus kita berikan kepada Taman Nasional Komodo sebagai wahana konservasi maupun sebagai objek wisata.</p>

<p>Yang dipermasalahkan di sini hanyalah mendukung Taman Nasional Komodo melalui ajang kontes New7Wonders.</p>

<p>Jangan sampai pula kita terjebak pada anggapan yang menyamakan &#8220;tidak mendukung TMK melalui New7Wonders&#8221; dengan &#8220;tidak mendukung TMK&#8221;.</p>

<blockquote><strong>FAQ 17</strong>: Pasti ada hal positif yang disebabkan kontes New7Wonders: wisatawan berkunjung, kesejahteraan masyarakat bertambah, kepedulian terhadap komodo meningkat, ekonomi berkembang dsb. Bukankah semua itu hal yang positif?</blockquote>

<p>Untuk keperluan pembahasan ini, mari kita asumsikan hal-hal yang positif tersebut adalah akibat dari New7Wonders (tapi lihat FAQ 6 di atas).</p>

<p>Jika A menyebabkan B; dan B merupakan hal yang positif, maka belum tentu A adalah hal yang positif. Untuk peragaan, ganti A dengan &#8220;Gayus melakukan korupsi&#8221; dan B dengan &#8220;perbaikan sistem perpajakan&#8221;. Rasanya semua setuju kalau A adalah hal yang negatif dan B adalah hal yang positif.</p>

<p>Sekarang ganti A dengan &#8220;kontes New7Wonders&#8221; dan B dengan &#8220;kesejahteraan masyarakat meningkat&#8221;. Rasanya semua setuju jika B adalah hal yang positif (walaupun hubungan sebab akibat tetap harus dipertanyakan, lihat FAQ 6 di atas), tetapi hanya karena B adalah hal yang positif, tidak dapat disimpulkan bahwa A adalah hal yang positif pula. Positif atau tidaknya A tetap harus dievaluasi secara independen.</p>

<p>Hal ini merupakan kesalahan berpikir <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Appeal_to_consequences"><em>appeal to consequences</em></a>. Dalam bahasa Inggris dikenal ada pepatah <em>&#8220;the end result doesn&#8217;t justify the means&#8221;</em>.</p>

<p>Yang seharusnya kita lakukan adalah meningkatkan industri pariwisata dan konservasi alam di Taman Nasinal Komodo &#8220;dengan cara yang baik&#8221;, bukan &#8220;apapun akan dilakukan asal tujuan tercapai&#8221;.</p>

<blockquote><strong>FAQ 18</strong>: Pemimpin-pemimpin negara lain saja mendukung kontes ini, kenapa kita tidak?</blockquote>

<p>Barangkali mereka tidak tahu duduk persoalannya. Barangkali mereka tahu, tapi ingin memanfaatkan acara tersebut untuk mendongkrak popularitas mereka.</p>

<p>Ini lagi-lagi merupakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority"><em>argument from authority</em></a>. Kenyataannya adalah bahwa New7Wonders merupakan <em>vanity scam</em> terlepas apa yang dikatakan tokoh-tokoh tersebut. Jika pemimpin-pemimpin tersebut &#8216;masuk sumur&#8217;, apa kita juga akan ikut &#8216;masuk sumur&#8217;?</p>

<p>Untungnya, pemimpin negara kita (dan juga Maladewa) bisa mengetahui kejanggalan kontes New7Wonders ini jauh lebih cepat daripada negara-negara lain akibat kisruh acara puncak antara New7Wonders dan pemerintah Indonesia dan Maladewa. Jika tidak ada kasus ini, rasanya negara kita akan bernasib sama dengan negara lain.</p>

<blockquote><strong>FAQ 19</strong>: Katanya New7Wonders akan membagikan keuntungannya untuk keperluan konservasi dari pemenang kontes ini. Kenapa kita tidak dukung usaha ini?</blockquote>

<p>Pada kontes tahun 2007, pihak New7Wonders menjanjikan 50% dari surplus untuk konservasi monumen-monumen yang menjadi pemenang. Walaupun demikian, New7Wonders <a href="http://www.indianexpress.com/news/oh-taj-7-wonders-wont-get-campaign-money/206200/">tidak pernah memenuhi janji tersebut</a>, alasannya: &#8220;Kami tidak mendapat keuntungan.&#8221; Pihak New7Wonders menolak untuk memberitahu jumlah pemasukan dan pengeluaran ketika ditanya media massa.</p>

<p>Untuk kontes tahun 2011 ini, New7Wonders sama sekali <a href="http://world.n7w.com/interesting-questions-and-answers/">TIDAK menjanjikan</a> hal yang sama seperti yang mereka janjikan pada tahun 2007. Kali ini, 50% tersebut akan mereka gunakan untuk keperluan mereka sendiri. Kontestan tidak akan mendapatkan apapun dari mereka.</p>

<p>Yang membuat janji pembagian keuntungan untuk konservasi adalah <em>official steering committee</em> (OSC) dari New7Wonders di Indonesia, bukan New7Wonders itu sendiri.</p>

<blockquote><strong>FAQ 20</strong>: Ah, kamu pasti antek Malaysia yang tidak mau &#8216;kadal air raksasa&#8217; kalah dari komodo!</blockquote>

<p>:)</p>

<p>***</p>

<p>FAQ di atas adalah hasil olah data dan pemikiran saya mengenai New7Wonders. Untuk mengetahui perspektif dari pihak <em>official steering committee</em> New7Wonders, silakan anda lihat sendiri situs web <a href="http://pilihkomodo.com">pilihkomodo.com</a> atau hubungi <a href="http://twitter.com/liiaang">@liiaang</a> di Twitter.</p>

<p>Saya persilakan pembaca untuk menilai sendiri berdasarkan informasi yang selengkap-lengkapnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>461</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Ekonomi New7Wonders</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 10:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Debunking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1240</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu ini kita semua dihadapkan pada pemasaran yang luarbiasa dan tak henti-henti untuk mendorong kita semua untuk memilih Taman Nasional Komodo sebagai pemenang dari New 7 Wonders of Nature. Alasan yang dikemukakan panitia untuk mendorong kita semua untuk ikut memilih adalah alasan ekonomi: jika Taman Nasional Komodo terpilih menjadi pemenang, maka industri pariwisata kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2Fsg&amp;via=priyadi&amp;text=Dampak%20Ekonomi%20New7Wonders&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F10%2F26%2Fdampak-ekonomi-new7wonders%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-fkjkBfD/0/250x250/komodocoin-250x250.jpg" alt="" width="250" height="250" />Beberapa minggu ini kita semua dihadapkan pada pemasaran yang luarbiasa dan tak henti-henti untuk mendorong kita semua untuk memilih <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Komodo_National_Park">Taman Nasional Komodo</a> sebagai pemenang dari New 7 Wonders of Nature. Alasan yang dikemukakan panitia untuk mendorong kita semua untuk ikut memilih adalah alasan ekonomi: jika Taman Nasional Komodo terpilih menjadi pemenang, maka industri pariwisata kita akan meningkat.</p>

<p>Kontes New7Wonders ini bukanlah yang pertama. Tahun 2007, New7Wonders juga mengadakan kontes serupa dengan pemenang-pemenang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chichen_Itza">Chichen Itza</a> dari Meksiko, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christ_the_Redeemer_(statue)">Patung Kristus Penebus</a> dari Brazil, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Colosseum">Colloseum</a> dari Italia, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Wall_of_China">Tembok Besar Cina</a> dari RRC, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Machu_Picchu">Machu Picchu</a> dari Peru, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Petra">Petra</a> dari Yordania dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taj_Mahal">Taj Mahal</a> dari India.</p>

<p>Untuk membuktikan klaim meningkatnya industri pariwisata jika negara kita terpilih menjadi pemenang New7Wonders, marilah kita telaah statistik pariwisata dari negara-negara  yang telah terlebih dahulu menjadi pemenang di kontes serupa pada tahun 2007.</p>

<p><span id="more-1240"></span></p>

<p><strong>Statistik Monumen Pemenang</strong></p>

<p>Pertama-tama mari kita lihat statistik kenaikan jumlah pengunjung dari monumen yang menjadi pemenang pada kontes New7Wonders 2007. Sayangnya, saya hanya berhasil mengumpulkan statistik untuk tiga monumen pemenang, yaitu Machu Piccu, Petra dan Taj Mahal:</p>

<table>
<thead>
<tr>
<th>Year</th>
<th>Machu Picchu</th>
<th>Petra</th>
<th>Taj Mahal</th>
</tr>
</thead>
<thead></thead>
<tbody>
<tr>
<td>1995</td>
<td>43.67%</td>
<td>68.19%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1996</td>
<td>24.48%</td>
<td>22.90%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1997</td>
<td>-4.85%</td>
<td>-8.18%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1998</td>
<td>20.46%</td>
<td>-8.78%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1999</td>
<td>25.86%</td>
<td>23.78%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2000</td>
<td>22.92%</td>
<td>12.00%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2001</td>
<td>-16.42%</td>
<td>-51.95%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2002</td>
<td>4.88%</td>
<td>-31.30%</td>
<td>-20.90%</td>
</tr>
<tr>
<td>2003</td>
<td>8.09%</td>
<td>1.15%</td>
<td>5.30%</td>
</tr>
<tr>
<td>2004</td>
<td>1.38%</td>
<td>93.13%</td>
<td>19.32%</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>40.46%</td>
<td>26.72%</td>
<td>62.64%</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>1.14%</td>
<td>-8.60%</td>
<td>-17.23%</td>
</tr>
<tr>
<td>2007</td>
<td>14.03%</td>
<td>61.71%</td>
<td>19.28%</td>
</tr>
<tr>
<td>2008</td>
<td>12.39%</td>
<td>38.15%</td>
<td>0.93%</td>
</tr>
<tr>
<td>2009</td>
<td>-5.56%</td>
<td>-9.31%</td>
<td>-16.91%</td>
</tr>
<tr>
<td>2010</td>
<td>-18.76%</td>
<td>33.95%</td>
<td align="LEFT"></td>
</tr>
</tbody>
</table>

<p><img class="alignnone" title="Growth of visitors to winners of 2007 New7Wonders" src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-JPknqpB/0/L/new7wonders-monument-L.png" alt="" width="491" height="340" /></p>

<p><em>Catatan</em>: Data kenaikan pengunjung Machu Picchu hanya menghitung pengunjung luar negeri, data Petra menghitung seluruh pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Data Taj Mahal sebelum 2005 menghitung seluruh pengunjung, sedangkan 2005 dan setelahnya menghitung kenaikan pengunjung mancanegara saja.</p>

<p>Tahun yang harus diperhatikan adalah tahun 2007 dan 2008, tentunya dengan memperhatikan tren pada tahun-tahun sebelum dan setelahnya sebagai bahan perbandingan. Pada tahun 2007 dan 2008, ketiga monumen ini mengalami kenaikan pengunjung. Walaupun demikian tentunya tak seluruh kenaikan pengunjung tersebut merupakan kontribusi dari terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders.</p>

<p>Sejak 1995, jumlah pengunjung ke Macchu Piccu hampir selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, kecuali pada tahun 1997 dan 2001. Selain itu, kenaikan sebesar 14% dan 12% pada tahun 2007 dan 2008 tidaklah sebesar kenaikan pada tahun 2005 sebesar 40%. Pada tahun 2009-2010 jumlah pengunjung mengalami penurunan sebesar 6% dan 19%, yang praktis mengembalikan jumlah pengunjung ke tingkat sebelum 2007.</p>

<p>Petra mengalami kenaikan pengunjung di tahun 2007 dan 2008 yang fantastis, yaitu sebesar 62% dan 38%. Walaupun demikian, angka ini tidaklah sebesar kenaikan pengunjung di tahun 2004 dan 2005 yang sebesar 93% dan 27%.</p>

<p>Untuk Taj Mahal, saya tidak melihat adanya kenaikan yang signifikan pada tahun 2007 dan 2008. Tahun 2007 jumlah pengunjung hanya naik 19% setelah tahun sebelumnya turun 17%. Sedangkan 2008 hanya melihat kenaikan tak lebih dari 1%.</p>

<p>Bisa jadi ada efek kenaikan jumlah pengunjung dari terpilihnya monumen-monumen tersebut sebagai pemenang New7Wonders. Walaupun demikian, rasanya tak sulit untuk menyimpulkan bahwa kontribusi New7Wonders terhadap kenaikan pengunjung ke monumen-monumen tersebut tidak begitu signifikan.</p>

<p><strong>Statistik Negara Pemenang</strong></p>

<p>Sekarang mari kita lihat statistik kenaikan pengunjung negara yang mengusung pemenang New7Wonders tahun 2007. Negara-negara tersebut adalah Peru, Yordania, Meksiko, Brazil, Italia, RRC dan India.</p>

<table>
<thead>
<tr>
<th>Year</th>
<th>Peru</th>
<th>Jordan</th>
<th>Mexico</th>
<th>Brazil</th>
<th>Italy</th>
<th>China</th>
<th>India</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>2000</td>
<td>-15.98%</td>
<td>-11.73%</td>
<td>4.26%</td>
<td>4.03%</td>
<td>10.96%</td>
<td>15.46%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2001</td>
<td>-0.09%</td>
<td>5.82%</td>
<td>-7.67%</td>
<td>-10.16%</td>
<td>1.73%</td>
<td>6.21%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2002</td>
<td>8.44%</td>
<td>42.58%</td>
<td>-9.40%</td>
<td>-20.70%</td>
<td>1.54%</td>
<td>10.96%</td>
<td>-9.19%</td>
</tr>
<tr>
<td>2003</td>
<td>2.52%</td>
<td>-1.30%</td>
<td>9.25%</td>
<td>9.19%</td>
<td>-3.71%</td>
<td>-10.41%</td>
<td>31.51%</td>
</tr>
<tr>
<td>2004</td>
<td>41.27%</td>
<td>21.25%</td>
<td>14.49%</td>
<td>15.99%</td>
<td>4.88%</td>
<td>26.66%</td>
<td>26.82%</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>4.13%</td>
<td>4.68%</td>
<td>8.60%</td>
<td>11.76%</td>
<td>3.84%</td>
<td>12.09%</td>
<td>13.34%</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>4.00%</td>
<td>18.76%</td>
<td>1.33%</td>
<td>-6.36%</td>
<td>8.04%</td>
<td>6.63%</td>
<td>13.49%</td>
</tr>
<tr>
<td>2007</td>
<td>14.26%</td>
<td>-3.27%</td>
<td>0.90%</td>
<td>0.18%</td>
<td>4.08%</td>
<td>9.63%</td>
<td>11.92%</td>
</tr>
<tr>
<td>2008</td>
<td>18.33%</td>
<td>8.68%</td>
<td>1.54%</td>
<td>0.68%</td>
<td>-2.51%</td>
<td>-3.05%</td>
<td>6.90%</td>
</tr>
<tr>
<td>2009</td>
<td>-3.72%</td>
<td>1.61%</td>
<td>-10.63%</td>
<td>-5.10%</td>
<td>-1.61%</td>
<td>-4.10%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2010</td>
<td>11.14%</td>
<td>20.27%</td>
<td>2.27%</td>
<td>7.48%</td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>

<p><img class="alignnone" title="." src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-VKKKwXx/0/L/new7wonders-countries-L.png" alt="" width="498" height="476" /></p>

<p>Kali ini rasanya kita tak dapat melihat adanya kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelum 2007-2008. Barangkali hanya Peru yang mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, dan itupun masih jauh lebih kecil dibandingkan kenaikan tahun 2004 yang sebesar 41%. Bahkan Yordania mengalami penurunan pengunjung pada tahun 2007, sedangkan Italia dan RRC mengalami penurunan pengunjung pada tahun 2008.</p>

<p><strong>Perbandingan dengan Negara Bukan Pemenang</strong></p>

<p>Tahun 2007-2008 merupakan masa-masa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Late-2000s_financial_crisis">krisis ekonomi global</a> dimana negara-negara maju mengalami resesi. Bisa saja ada anggapan bahwa industri pariwisata di 7 negara tersebut  &#8216;tertolong&#8217; oleh terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders. Untuk itu mari kita buat perbandingan dengan negara-negara lain yang tidak menjadi pemenang New7Wonders tahun 2007. Negara-negara yang saya pilih adalah Turki, Maroko, Chile dan Mesir. Ditambah dengan negara kita Indonesia. Mesir sendiri adalah &#8216;pemenang honorer&#8217; dari New7Wonders 2007, namun biasanya tidak dimasukkan ke dalam daftar pemenang, karena dengan demikian akan membuat jumlah pemenang menjadi delapan.</p>

<table>
<thead>
<tr>
<th>Year</th>
<th>Turkey</th>
<th>Morocco</th>
<th>Chile</th>
<th>Egypt</th>
<th>Indonesia</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>2000</td>
<td>7.24%</td>
<td>12.08%</td>
<td>6.74%</td>
<td>13.94%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2001</td>
<td>30.00%</td>
<td>2.38%</td>
<td>-1.09%</td>
<td>-14.84%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2002</td>
<td>23.08%</td>
<td>1.67%</td>
<td>-18.05%</td>
<td>12.60%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2003</td>
<td>3.91%</td>
<td>6.92%</td>
<td>14.31%</td>
<td>17.12%</td>
<td>-11.25%</td>
</tr>
<tr>
<td>2004</td>
<td>26.32%</td>
<td>15.04%</td>
<td>10.59%</td>
<td>35.66%</td>
<td>19.12%</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>26.19%</td>
<td>6.68%</td>
<td>13.56%</td>
<td>5.76%</td>
<td>-6.00%</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>-12.74%</td>
<td>12.24%</td>
<td>11.15%</td>
<td>4.88%</td>
<td>-2.61%</td>
</tr>
<tr>
<td>2007</td>
<td>26.17%</td>
<td>12.96%</td>
<td>11.27%</td>
<td>22.72%</td>
<td>13.02%</td>
</tr>
<tr>
<td>2008</td>
<td>12.83%</td>
<td>6.36%</td>
<td>7.66%</td>
<td>15.89%</td>
<td>13.24%</td>
</tr>
<tr>
<td>2009</td>
<td>2.81%</td>
<td>5.86%</td>
<td>1.89%</td>
<td>-3.11%</td>
<td>1.43%</td>
</tr>
<tr>
<td>2010</td>
<td>5.74%</td>
<td>18.25%</td>
<td></td>
<td></td>
<td>10.74%</td>
</tr>
</tbody>
</table>

<p><img class="alignnone" title="." src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-ZvB233M/0/L/new7wonders-nonwinners-L.png" alt="" width="492" height="457" /></p>

<p>Dari data-data tersebut di atas, ternyata dugaan saya tidak terbukti. Walaupun tahun 2007-2008 ada krisis ekonomi, ternyata industri pariwisata juga meningkat di negara-negara lain. Dan industri pariwisata di negara-negara pemenang New7Wonders 2007 bertumbuh bukan karena tertolong oleh New7Wonders.</p>

<p>Satu hal yang menarik adalah bahwa pertumbuhan kunjungan wisatawan asing di Indonesia pada tahun 2007-2008 ternyata lebih tinggi daripada negara-negara pemenang New7Wonders 2007, kecuali Peru.</p>

<p><strong>Catatan lain dan Kritik terhadap penelitian lainnya mengenai kontribusi New7Wonders terhadap perekonomian negara-negara pemenang</strong></p>

<p>Pihak New7Wonders sering mengutip <a href="http://world.n7w.com/interesting-questions-and-answers/">tiga penelitian independen</a> tentang dampak ekonomi dari terpilihnya negara-negara sebagai pemenang kontes New7Wonders. Menurut saya ketiga penelitian ini bukan tanpa masalah.</p>

<p>Penelitian pertama adalah yang dilakukan Grant Thornton Afrika Selatan yang menyimpulkan bahwa <a href="http://www.timeslive.co.za/lifestyle/article1023885.ece/Table-Mountain-could-get-R1bn-boost-a-year">New7Wonders dapat menghasilkan lebih dari US$ 1000 milyar dalam 5 tahun</a> setelah terpilih menjadi pemenang. Yang jadi masalah adalah bahwa penelitian ini mengambil data dari kenaikan pengunjung di Petra Yordania dan Patung Kristus Penebus Brazil dan sepenuhnya mengaitkan hal tersebut dengan terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders. Padahal tanpa mengikuti New7Wonders pun sudah pasti jumlah pengunjung akan berubah.</p>

<p>Kritik yang sama juga dapat disampaikan kepada penelitian yang dilakukan oleh Jeju Development Institute. Kali ini mereka menyampaikan bahwa <a href="http://www.jdi.re.kr/contents/index.php?mid=0202&amp;job=detail&amp;ebcf_id=press&amp;eb_seq=128">Pulau Jeju dapat menghasilkan sampai dengan US$ 1837 milyar/tahun</a> jika mereka menjadi pemenang. Mereka mengambil data dari kenaikan pengunjung Petra Yordania dan Agra di India. Dan sama seperti Grant Thornton, mereka mengaitkan kenaikan jumlah pengunjung tersebut sepenuhnya pada terpilihnya mereka menjadi pemenang.</p>

<p>Padahal kenaikan jumlah pengunjung sudah dapat terlihat pada tahun-tahun sebelum 2007. Kesalahan ini biasa disebut dengan kesalahan <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Post_hoc_ergo_propter_hoc">post hoc ergo propter hoc</a></em>. Singkatnya: setelah terpilih menjadi pemenang New7Wonders, jumlah pengunjung meningkat, lalu disimpulkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung tersebut adalah karena terpilih menjadi pemenang. Padahal, bisa saja ada faktor lain yang juga berpengaruh.</p>

<p>Sedangkan &#8216;penelitian&#8217; yang terakhir hanyalah kutipan sebuah publikasi yang diterbitkan oleh Pearson of London. Pearson mengutip angka US$ 5 milyar dari New7Wonders. Dan kemudian New7Wonders mengutip Pearson sebagai hasil &#8216;penelitian&#8217; yang dilakukan Pearson (<em>circular referencing</em>).</p>

<p>Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Third-cause_fallacy"><em>third-cause fallacy</em></a> atau <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spurious_relationship">spurious relationship</a></em>. Yaitu adanya efek dari faktor ketiga. Contoh:</p>

<ol>
    <li>A terpilih menjadi nominasi New7Wonders</li>
    <li>Dewan pariwisata A meningkatkan pemasaran tentang A</li>
    <li>A terpilih menjadi pemenang New7Wonders</li>
    <li>Pengunjung A meningkat.</li>
</ol>

<p>Setelah 4 terjadi, maka banyak pihak yang akan mengklaim bahwa 4 disebabkan oleh 3. Padahal bukan tidak mungkin 3 dan 4 terjadi karena 2. Dan sebenarnya 2 dapat saja dilakukan tanpa 1. Apalagi mengingat bahwa New7Wonders tidak melakukan pemasaran apapun selain menobatkan A menjadi pemenang.</p>

<p>Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh penelitian-penelitian tersebut, dalam tulisan saya di atas, saya juga menyertakan data sebelum penunjukan pemenang dilakukan, dan juga sesudahnya. Selain itu saya juga menyertakan data negara-negara non-pemenang untuk perbandingan. Berdasarkan karakteristik data yang ada, sulit untuk melakukan perhitungan matematis, tapi rasanya tak sulit untuk membuat kesimpulan.</p>

<p><strong>Kesimpulan dan Referensi</strong></p>

<p>Ada peningkatan pengunjung monumen-monumen setelah terpilih menjadi New7Wonders. Akan tetapi sebagian  besar dari peningkatan ini merupakan tren dan bagian dari fluktuasi normal yang telah ada sebelumnya, jadi tak dapat seluruhnya dikaitkan dengan faktor New7Wonders. Peningkatan pengunjung yang terjadi pada 2007-2008 bukanlah rekor individu mereka. Ketiga monumen yang saya dapatkan datanya juga pernah mengalami peningkatan yang jauh lebih tinggi sebelumnya.</p>

<p>Di tingkat negara, praktis tak terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah pengunjung yang disebabkan oleh terpilihnya monumen sebagai pemenang New7Wonders.</p>

<p><a href="http://schtuff.priyadi.net/new7wonders/visitor%20statistics2.ods">Data mentah dan sumber referensi</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Teknis untuk Menertibkan Konten Premium</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/10/18/solusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/10/18/solusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 02:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spam Problem]]></category>
		<category><![CDATA[Tech]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1226</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini ramai diperbincangkan masalah &#8216;pencurian pulsa&#8217; oleh penyedia layanan konten yang bekerjasama dengan operator selular. Intinya, banyak pelanggan operator selular yang merasa keberatan karena selama ini pulsa mereka banyak terpotong oleh &#8216;layanan&#8217; yang sebenarnya tidak diinginkan. Saya sendiri pernah membahas sebuah cara yang dimanfaatkan oleh sebuah penyedia layanan konten (content provider atau CP) nakal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2Fs0&amp;via=priyadi&amp;text=Solusi%20Teknis%20untuk%20Menertibkan%20Konten%20Premium&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F10%2F18%2Fsolusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="Ponsel" src="http://galeria.priyadi.net/Stills/Stills/-/1052716560_vZrce-300x300.jpg" alt="" width="300" height="200" />Belakangan ini ramai diperbincangkan masalah &#8216;pencurian pulsa&#8217; oleh penyedia layanan konten yang bekerjasama dengan operator selular. Intinya, banyak pelanggan operator selular yang merasa keberatan karena selama ini pulsa mereka banyak terpotong oleh &#8216;layanan&#8217; yang sebenarnya tidak diinginkan.</p>

<p>Saya sendiri pernah membahas <a href="http://priyadi.net/archives/2011/05/10/masalah-privasi-di-layanan-seluler-indosat/">sebuah cara</a> yang dimanfaatkan oleh sebuah penyedia layanan konten (<em>content provider atau CP</em>) nakal untuk menjerat pelanggan sehingga tanpa sadar mengikuti sebuah &#8216;layanan&#8217; konten tertentu.</p>

<p>Terkadang kita terjebak untuk menyalahkan CP. Betul bahwa mereka memang salah, namun pelanggan tidak memiliki hubungan apapun dengan CP. Bisa dibilang nyaris tidak ada pelanggan yang mengetahui siapa yang berada di balik nomor <em>shortcode</em> dari sebuah layanan selular.</p>

<p><span id="more-1226"></span></p>

<p>Kesalahan tentu saja ada di pihak operator selular. Yaitu bahwa operator terlalu naif dan terlalu banyak menyerahkan kontrol terhadap pihak ketiga (dalam hal ini CP) untuk melakukan &#8216;penagihan&#8217; terhadap pelanggan. Selama ini, jika pelanggan ingin berlangganan konten premium, maka pelanggan cukup melakukan otorisasi kepada penyedia layanan konten. Sedangkan pihak operator sepenuhnya mempercayai CP bahwa CP mendapatkan permintaan berlangganan dengan benar.</p>

<p>Mekanisme ini yang kemudian dimanfaatkan oleh CP nakal untuk mendapatkan <span style="text-decoration: line-through;">pelanggan</span> korban melalui fasilitas operator selular.</p>

<p>Dengan analogi sederhana: A menitipkan uang  kepada B. Jika A ingin sebagian uangnya di B diserahkan kepada C, maka dengan mekanisme yang ada pada hubungan operator-CP pada saat ini, yang terjadi adalah: A menyuruh C untuk mengambil uangnya di B, kemudian C datang ke B dan meminta &#8220;Tadi A minta saya ambil uangnya di kamu.&#8221; Dan kemudian B begitu saja menyerahkan uang A kepada C.</p>

<p>Terkadang yang terjadi adalah bahwa C datang ke B untuk meminta uang A, namun tanpa persetujuan A, atau dengan sesuatu yang dianggap C sebagai persetujuan A, tetapi A tidak menganggapnya demikian.</p>

<p>Yang saya pikir seharusnya terjadi adalah:</p>

<ul>
    <li>A meminta C untuk mengambil uangnya di B</li>
    <li>C datang ke B untuk menagih uang A.</li>
    <li>B bertanya kepada A apakah boleh dia berikan uangnya kepada C</li>
    <li>A mengizinkan B untuk memberikan uangnya.</li>
</ul>

<p>***</p>

<p>Berikut adalah sebuah ide saya bagaimana protokol tersebut dapat diimplementasikan.</p>

<ul>
    <li>Pelanggan melakukan permintaaan berlangganan konten kepada penyedia layanan konten (CP). Ini bisa dilakukan dengan jalur apapun, misalnya melalui <em>shortcode</em>, melalui USSD, atau bahkan melalui jalur <em>offline</em>.</li>
    <li>CP mengajukan permintaan ini kepada operator.</li>
    <li>Operator mengirim SMS kepada pelanggan &#8220;Penyedia layanan konten PT. Indah Makmur Sejahtera Bahagia akan menjadikan anda pelanggan konten &#8216;CARI JODOH 2011&#8242; dengan biaya Rp 2000/hari. Jika anda mengizinkan, kirim SMS ke 999 dengan isi &#8217;341439&#8242;. Jika anda tidak mengizinkan, abaikan pesan ini.&#8221; Harus ada nama CP, nama layanan CP dan harga yang harus dibayar pelanggan dalam SMS konfirmasi ini.</li>
    <li>Pelanggan mengirim SMS ke 999 dengan isi &#8217;341439&#8242; untuk mengkonfirmasi langganannya.</li>
    <li>Operator mengirim SMS ke pelanggan &#8220;Anda kini berlangganan konten &#8216;CARI JODOH 2011&#8242; dari PT. Indah Makmur Sejahtera Bahagia dengan biaya Rp 2000/hari. Untuk berhenti berlangganan kirim SMS ke 999 dengan isi &#8216;UNREG CARIJODOH2011&#8242;. Simpan SMS ini untuk arsip anda.&#8221;</li>
</ul>

<p>Nomor 999 di atas tentunya adalah nomor pendek yang dikontrol oleh operator, bukan oleh CP. Angka &#8217;341439&#8242; biasa disebut <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cryptographic_nonce">nonce</a></em>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Magic_cookie"><em>magic cookie</em></a>, atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ticket_%28IT_security%29"><em>ticket</em></a>; angka ini dibuat secara acak untuk setiap permintaan berlangganan dan dirahasiakan operator kecuali kepada pelanggan.</p>

<p>Mekanisme seperti ini dinamakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Opt_in_e-mail"><em>confirmed opt-in</em></a>, <em>double confirmed opt-in</em>, atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Closed-loop_authentication"><em>closed loop authentication</em></a>. Cara ini sudah lumrah dilakukan dalam dunia email, misalnya dalam berlangganan <em>mailing-list</em> atau registrasi pada situs web. Dengan cara ini, praktis bisa dijamin bahwa seluruh pelanggan konten memang berlangganan secara sadar dan atas inisiatif pribadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/10/18/solusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RIP, Dennis Ritchie</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/10/13/rip-dennis-ritchie/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/10/13/rip-dennis-ritchie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 15:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1222</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2FrR&amp;via=priyadi&amp;text=RIP%2C%20Dennis%20Ritchie&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F10%2F13%2Frip-dennis-ritchie%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignnone" title="RIP - Dennis Ritchie" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-FmJdjPh/0/500x500/dr-500x500.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/10/13/rip-dennis-ritchie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis di iPhone, iPad dan iPod Touch</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/09/15/konfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/09/15/konfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 06:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Gadgetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti layanan KlikBCA untuk pengguna pribadi, layanan KlikBCA Bisnis membutuhkan koneksi VPN ke server BCA sebelum pengguna dapat mengakses situs web KlikBCA Bisnis. Berikut adalah konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis untuk perangkat-perangkat iDevices seperti iPhone, iPad atau iPod Touch. Masuk ke aplikasi &#8216;Settings&#8217;. Kemudian masuk ke menu &#8216;General&#8217; &#8211; &#8216;Network&#8217; -  &#8216;VPN&#8217;. Pilih &#8216;Add VPN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2FrJ&amp;via=priyadi&amp;text=Konfigurasi%20VPN%20KlikBCA%20Bisnis%20di%20iPhone%2C%20iPad%20dan%20iPod%20Touch&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F09%2F15%2Fkonfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p>Tidak seperti layanan <a href="http://www.klikbca.com">KlikBCA</a> untuk pengguna pribadi, layanan KlikBCA Bisnis membutuhkan koneksi VPN ke server BCA sebelum pengguna dapat mengakses situs web KlikBCA Bisnis. Berikut adalah konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis untuk perangkat-perangkat iDevices seperti iPhone, iPad atau iPod Touch.</p>

<p><span id="more-1215"></span>Masuk ke aplikasi &#8216;Settings&#8217;. Kemudian masuk ke menu &#8216;General&#8217; &#8211; &#8216;Network&#8217; -  &#8216;VPN&#8217;. Pilih &#8216;Add VPN Configuration&#8217;. Pilih &#8216;IPSec&#8217;. Lalu isi formulir yang tersedia sebagai berikut:</p>

<ul>
    <li>Description: KlikBCA Bisnis</li>
    <li>Server: vpn.tarumanagara.com</li>
    <li>Account: nama pengguna yang diberikan oleh BCA</li>
    <li>Password: biarkan &#8216;Ask Every Time&#8217;</li>
    <li>Use Certificate: OFF</li>
    <li>Group Name: SME</li>
    <li>Secret: vpn3000</li>
</ul>

<p>Tekan &#8216;Save&#8217; untuk meyimpan.</p>

<p><img class="alignnone" title="Konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis di iPad" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-CN6Gz9v/0/500x500/vpn-ipad2-500x500.jpg" alt="" width="432" height="500" /></p>

<p>Untuk mengaktifkan VPN KlikBCA Bisnis, bukalah aplikasi &#8216;Settings&#8217;. Lalu ubahlah VPN dari OFF menjadi ON. Atau jika memiliki lebih dari satu konfigurasi VPN, kita bisa masuk ke menu &#8216;General&#8217; &#8211; &#8216;Network&#8217; &#8211; &#8216;VPN&#8217;, lalu pilih konfigurasi VPN yang kita kehendaki sebelum menggeser OFF menjadi ON. Setelah itu sistem akan menanyakan password. Jawab dengan menggunakan jawaban APPLI 1 dari KeyBCA.</p>

<p>Setelah VPN terhubung, kita bisa mengakses KlikBCA Bisnis melalui alamat <a href="https://ibc.klikbca.com:8002/sme/login.jsp">https://ibc.klikbca.com:8002/sme/login.jsp</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/09/15/konfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membeli Asuransi, Perlu atau Tidak?</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 05:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[Jika pertanyaan ini diajukan kepada penjual asuransi, jawabannya pasti &#8220;PERLU!&#8221;, alasannya bukan karena memang perlu, tapi karena sudah menyangkut periuk nasi si penjual asuransi. Sebagai konsumen tentunya kita tidak dapat percaya begitu saja. Jawaban sebenarnya adalah &#8220;BELUM TENTU&#8221;. Karena bisa jadi ada risiko-risiko yang sebenarnya tidak perlu diasuransikan. Tak jarang pula saya menemui orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2FrD&amp;via=priyadi&amp;text=Membeli%20Asuransi%2C%20Perlu%20atau%20Tidak%3F&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F08%2F16%2Fmembeli-asuransi-perlu-atau-tidak%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="$" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-S4BVvwk/0/300x300/2011-08-15T150808-4080-300x300.jpg" alt="" width="225" height="300" />Jika pertanyaan ini diajukan kepada penjual asuransi, jawabannya pasti &#8220;PERLU!&#8221;, alasannya bukan karena memang perlu, tapi karena sudah menyangkut periuk nasi si penjual asuransi. Sebagai konsumen tentunya kita tidak dapat percaya begitu saja. Jawaban sebenarnya adalah &#8220;BELUM TENTU&#8221;. Karena bisa jadi ada risiko-risiko yang sebenarnya tidak perlu diasuransikan.</p>

<p>Tak jarang pula saya menemui orang yang dengan semangat membeli berbagai jenis asuransi dari A sampai Z dalam rangka &#8216;membenahi keuangan keluarga&#8217;. Namun bukan keuangan keluarga yang terbenahi, tetapi justru hanya menambah beban pengeluaran.</p>

<p>Sekadar untuk ilustrasi dalam pembahasan kali ini, anggaplah ada sebuah risiko yang nilainya sebesar Rp 1 juta. Probabilitas terjadinya risiko ini dalam satu tahun adalah 1%. Atau dengan kata lain, dari 100 orang, dalam satu tahun ada 1 orang yang mengalami risiko tersebut. Untuk mengatasi risiko ini, 100 orang tersebut mengumpulkan uang masing-masing sebesar 1% x Rp 1 juta = Rp 10 ribu per tahun. Dana yang terkumpul adalah sebesar Rp 1 juta, yang kemudian akan diserahkan kepada satu orang yang mengalami risiko tersebut.</p>

<p><span id="more-1194"></span>Jika perusahaan asuransi ingin memasarkan produk asuransi untuk risiko ini, maka Rp 1 juta disebut &#8216;uang pertanggungan&#8217;, dan Rp 10 ribu/tahun disebut &#8216;premi&#8217;. Perusahaan asuransi bukanlah lembaga amal yang melakukan kegiatannya dengan sukarela. Sebagaimana perusahaan lainnya, perusahaan asuransi juga mencari keuntungan, dan juga memiliki beban operasional yang perlu ditutupi. Oleh karena itu, di atas pungutan premi sebesar Rp 10 ribu/bulan, akan mereka bebankan biaya tambahan, misalnya Rp 5 ribu/tahun, sehingga premi total menjadi Rp 15 ribu/bulan. Rp 5 ribu/tahun ini digunakan untuk menutupi biaya operasional dan juga untuk keuntungan untuk pemegang saham.</p>

<p>Singkatnya, dalam contoh ini, Rp 15 ribu/tahun adalah setoran premi yang terdiri dari Rp 10 ribu/tahun yang merupakan &#8216;biaya asuransi&#8217; dan Rp 5 ribu/tahun yang merupakan &#8216;overhead&#8217;. Rp 15 ribu tersebut dipakai untuk menutupi risiko dengan probabilitas 1%/tahun dengan besar Rp 1 juta.</p>

<p>Jika ada 100 orang yang membeli produk asuransi ini, maka perusahaan asuransi akan mendapatkan pemasukan sebesar 100 x Rp 15 ribu/tahun = Rp 1,5 juta/tahun. Sedangkan pengeluarannya adalah 1% x 100 x Rp 1 juta = Rp 1 juta. Selisih Rp 500 ribu digunakan perusahaan asuransi untuk menutupi biaya operasional dan juga untuk dibukukan sebagai keuntungan.</p>

<p>Tentunya gambaran di atas hanyalah penyederhanaan. Aslinya tentu tidak sesederhana gambaran di atas. Walaupun demikian seharusnya sudah cukup untuk menjelaskan konsep asuransi dan bagaimana perusahaan asuransi menjalankan kegiatannya.</p>

<p>Sekarang mari kita hubungkan dengan keperluan untuk membeli asuransi.</p>

<p>***</p>

<p>Bagaimana misalnya jika ada orang dengan penghasilan relatif sangat besar, misalnya sebesar Rp 50 juta per bulan. Apakah dia perlu membeli asuransi di atas? Tentu saja tidak, karena risiko finansial sebesar Rp 1 juta per bulan tidaklah sulit untuk ditutupi. Dengan tidak mengasuransikan risiko tersebut, orang ini menghemat biaya overhead sebesar Rp 5 ribu/tahun. Jika dia memilih untuk mengasuransikan risiko tersebut, maka dia akan  kehilangan Rp 5 ribu/tahun tersebut untuk hal yang sebenarnya tidak perlu dia keluarkan.</p>

<p>Prinsip pertama: <strong>&#8220;Semakin rendah risiko finansial (relatif terhadap kekayaan nasabah), maka semakin tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>

<p>Contoh di atas mengasumsikan probabilitas terjadinya musibah dalam satu tahun adalah 1%. Artinya dalam satu tahun, ada satu dari seratus orang yang mengalami musibah. Bagaimana jika probabilitas terjadinya musibah adalah 90%, dan bukan 1%? Atau dengan kata lain ada 90 orang dari 100 orang yang mengalami musibah.</p>

<p>Jika itu yang terjadi, maka perusahaan asuransi akan menaikkan biaya premi, yang tadinya hanya Rp 15 ribu/tahun menjadi sekitar 90x lipat, yaitu Rp 1,3 juta. Kalau begini situasinya tentunya lebih baik tidak usah diasuransikan, karena setoran premi per tahun lebih besar daripada uang pertanggungannya itu sendiri. Lebih baik uangnya disimpan, lalu jika terjadi musibah baru digunakan untuk menutupi risiko finansial yang terjadi.</p>

<p>Bagaimana jika probabilitasnya 100%, atau dengan kata lain datangnya musibah merupakan suatu kepastian? Maka dapat dipastikan setoran premi akan lebih besar daripada uang pertanggungan yang akan didapatkan. Ini karena perusahaan asuransi juga mencari keuntungan dan memiliki ongkos operasional yang harus ditutupi.</p>

<p>Prinsip kedua: <strong>&#8220;Semakin tinggi probabilitas terjadinya musibah, maka justru semakin tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>

<p>Tak jarang agen asuransi jiwa menakut-nakuti calon nasabah dengan tingginya terjadinya risiko saat usia nasabah bertambah. Padahal ini terbalik. Semakin tinggi risiko, justru semakin tidak perlu diasuransikan.</p>

<p>Lalu bagaimana jika misalnya perusahaan asuransi menaikkan harga premi yang tadinya Rp 15 ribu/tahun menjadi misalnya Rp 500 ribu/tahun?  Dengan <em>overhead</em> setinggi itu, nasabah kini memiliki pilihan untuk ikut asuransi dan kehilangan Rp 500 ribu/tahun; atau tidak ikut asuransi dan dalam dua tahun akan terkumpul dana sebesar uang pertanggungan. Pilihan kedua jelas jauh lebih menarik. Memiliki uang tunai ekstra sebesar Rp 500 ribu/tahun tentunya jauh lebih menarik ketimbang memiliki polis asuransi dengan uang pertanggungan sebesar Rp 1 juta.</p>

<p>Prinsip ketiga: <strong>&#8220;Semakin besar premi relatif terhadap uang pertanggungan, maka semakin tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>

<p>Terakhir, sepertinya ada sebuah anggapan bahwa asuransi akan mengurangi probabilitas terjadinya musibah. Ini tentunya salah, asuransi hanya akan mengurangi risiko finansial dari sebuah musibah. Asuransi tidak akan mengurangi probabilitas terjadinya musibah. Bahkan, akibat adanya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Moral_hazard"><em>moral hazard</em></a>, justru probabilitas terjadinya klaim akan lebih tinggi setelah nasabah ikut asuransi.</p>

<p>Prinsip keempat: <strong>&#8220;Asuransi hanya menutupi risiko finansial dari suatu risiko. Asuransi tidak akan mengurangi probabilitas terjadinya risiko. Jika tidak ada risiko finansial, maka tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>

<p>Empat prinsip di atas adalah prinsip-prinsip yang perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum membeli  asuransi. Bisa jadi dengan tidak mengambil asuransi ternyata lebih menguntungkan secara finansial.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>98</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trans Studio Bandung</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/08/01/trans-studio-bandung/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/08/01/trans-studio-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 04:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1188</guid>
		<description><![CDATA[Trans Studio Bandung adalah sebuah taman bermain dalam ruangan yang berlokasi di Bandung Supermall. Trans Studio Bandung merupakan Trans Studio yang kedua setelah Makassar. Awal bulan ini, saya menyempatkan diri mengunjungi Trans Studio Bandung ketika sedang padat-padatnya. Ini wajar, karena Trans Studio Bandung waktu itu belum genap berusia satu bulan, dipromosikan habis-habisan di media massa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2Frt&amp;via=priyadi&amp;text=Trans%20Studio%20Bandung&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F08%2F01%2Ftrans-studio-bandung%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="Trans Studio Bandung" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-ZXbtkpf/0/300x300/unknown-300x300.jpg" alt="" width="300" height="200" /><a href="http://www.transstudiobandung.com/">Trans Studio Bandung</a> adalah sebuah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_bermain">taman bermain</a> dalam ruangan yang berlokasi di <a href="http://www.bandungsupermal.com/">Bandung Supermall</a>. Trans Studio Bandung merupakan Trans Studio yang kedua setelah Makassar.</p>

<p>Awal bulan ini, saya menyempatkan diri mengunjungi Trans Studio Bandung ketika sedang padat-padatnya. Ini wajar, karena Trans Studio Bandung waktu itu belum genap berusia satu bulan, dipromosikan habis-habisan di media massa dan sedang waktunya liburan sekolah. Untuk mengantri tiket saja membutuhkan waktu tak kurang dari satu setengah jam.</p>

<p><span id="more-1188"></span></p>

<p><img class="aligncenter" title="Antrian di Trans Studio Bandung" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-MTBbpd3/0/500x500/9-500x500.jpg" alt="" width="500" height="359" /></p>

<p>Dalam kondisi ini, kedisiplinan masyarakat kita benar-benar diuji. Pada saat istri saya mengantri tiket, ternyata ada orang tua yang menyuruh anaknya  menerobos antrian, padahal usia anaknya tersebut tak lebih dari 8 tahun. Sayangnya, petugas keamanan pun tidak dapat berbuat banyak, mungkin karena kewalahan atau terlalu mengasumsikan bahwa pengunjung dapat tertib mengantri.</p>

<p>Semenjak BSM direnovasi untuk pembangunan Trans Studio, saya jarang sekali mampir ke BSM. Kali ini wajah BSM jauh berbeda. Sisi barat yang tadinya tempat parkir terbuka, kini telah menjadi gedung tempat parkir yang di atasnya ada Trans Studio. Nyaris seluruh lahan BSM kini dikuasai oleh gerai-gerai dari Paragroup. Tak ada lagi Starbucks, digantikan dengan tak kurang dari setengah lusin gerai Coffee Bean &amp; Tea Leaf. Gerai es krim Baskin-Robbins pun bertebaran dimana-mana.</p>

<p>Yang disebut dengan &#8216;tiket masuk&#8217; ternyata adalah kartu Mega Cash. Ini adalah kartu pembayaran <em>contactless</em> yang cara kerjanya mirip dengan Flazz dari BCA atau eToll Card dari Bank Mandiri. Jika sudah memiliki kartu ini dengan saldo yang mencukupi, pengunjung sebenarnya hanya tinggal masuk ke area Trans Studio.</p>

<p>Trans Studio Bandung merupakan taman bermain dalam ruangan, kecuali satu: Yamaha Racing Coaster. Yamaha Racing Coaster merupakan satu-satunya wahana di Trans Studio yang berada di luar ruangan. Dengan tinggi 50 meter, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shuttle_roller_coaster"><em>roller coaster</em> ulang alik</a> ini terlihat dari jauh, dan mungkin satu-satunya tanda bahwa di tempat ini ada taman bermain.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Yamaha Racing Coaster" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-L5KnkQG/0/500x500/1-500x500.jpg" alt="" width="500" height="415" /></p>

<p>Trans Studio Bandung terbagi menjadi tiga bagian: Studio Central, Magic Corner dan Lost City. Ketiganya terhubung ke sebuah panggung pertunjukan yang luas. Pertama memasuki  Trans Studio, pengunjung langsung masuk ke bagian Studio Central. Di sini ada Yamaha Racing Coaster, Vertigo, Giant Swing dan beberapa wahana lainnya. Karena pengunjung yang membludak, saya memilih untuk tidak menaiki wahana yang antriannya panjang, dan memanfaatkan waktu saya untuk mengambil beberapa gambar.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Vertigo &amp; Giant Swing" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-XJRzRGH/0/500x500/2-500x500.jpg" alt="" width="500" height="344" /></p>

<p>Pemandangan di area Studio Central:</p>

<div id="tsb1" class="panobox" onclick="embedpano({swf:&quot;http://priyadi.net/wp-content/panorama/transstudio/TSB1.swf&quot;,target:&quot;tsb1&quot;});">klik untuk melihat</div>

<p>Setelah menyusuri Studio Central, pengunjung akan sampai ke Amphitheater, yaitu tempat pertunjukan luas. Di tempat ini diselenggarakan berbagai pertunjukan. Ada yang di atas panggung, ada pula yang di tengah-tengah jalan.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Pertunjukan" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-fN3qn4R/0/500x500/4-500x500.jpg" alt="" width="500" height="344" /></p>

<p>Dari area Amphiteater, pengunjung dapat belok kiri ke The Lost City, atau belok kanan ke area Magic Corner.</p>

<p>Pemandangan di depan panggung Amphitheater:</p>

<div id="tsb2" class="panobox" onclick="embedpano({swf:&quot;http://priyadi.net/wp-content/panorama/transstudio/TSB2.swf&quot;,target:&quot;tsb2&quot;});">klik untuk melihat</div>

<p>Pertama kali, kami langsung menuju The Lost City. Di sini terdapat wahana-wahana Sky Pirates, yaitu kereta yang bergerak di atas area Trans Studio; dan Jelajah, yang mirip dengan Niagara-gara di Dunia Fantasi. Di sini juga ada wahana Kong Climb, yaitu wahana panjat dinding. Kami memilih untuk menaiki Kong Climb karena waktu itu hanya wahana ini yang antriannya tidak terlalu panjang.</p>

<p>Pemandangan di area The Lost City:</p>

<div id="tsb3" class="panobox" onclick="embedpano({swf:&quot;http://priyadi.net/wp-content/panorama/transstudio/TSB3.swf&quot;,target:&quot;tsb3&quot;});">klik untuk melihat</div>

<p>Ketika kembali ke depan Amphitheater, ternyata pertunjukan &#8220;Legenda Putra Mahkota&#8221; akan dimulai. Kami pun menyaksikan pertunjukan ini. Ini adalah pertunjukan musikal dengan berbagai macam efek khusus dan atraksi dari puluhan pemain yang sangat memukau. Menurut saya pertunjukan ini tak kalah menarik dibandingkan pertunjukan <a href="http://priyadi.net/archives/2011/05/31/menikmati-perayaan-lima-tahun-hong-kong-disneyland-bagian-kedua/">The Golden Mickeys</a> di Disneyland.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Legenda Putra Mahkota" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-WBGbrQf/0/500x500/5-500x500.jpg" alt="" width="500" height="426" /></p>

<p>Sekitar pukul 16.30, petugas menyuruh para pengunjung untuk ke pinggir jalan. Rupanya iring-iringan parade akan dimulai. Parade ini menampilkan beberapa kendaraan dan puluhan peserta yang mengenakan kostum karakter. Parade ini berlangsung kurang lebih selama 30 menit.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Parade Trans Studio" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-WcH9TDR/0/500x500/6-500x500.jpg" alt="" width="383" height="500" /></p>

<p>Selanjutnya kami menuju area Magic Corner. Seperti area-area lainnya, di sini pun antrian terlalu panjang bagi saya untuk ikut mengantri. Saya hanya mengantri wahana Dunia Lain hanya karena kami mendapat kesan kalau antriannya tidak panjang, walaupun sebenarnya cukup panjang. Kami yang bukan pengunjung VIP mengantri tak kurang dari satu setengah jam. Sedangkan pengunjung VIP diberi antrian khusus yang bersebelahan dengan antrian biasa. Hasilnya, tentu saja, setiap kali ada pengunjung VIP yang masuk akan langsung disoraki oleh pengunjung reguler yang jumlahnya jauh lebih banyak.</p>

<p>Dalam antrian ini, disiplin pengunjung kembali diuji. Masalah yang saya dapati dalam antrian pertama saya di Trans Studio ini adalah gang antrian terlalu lebar. Seperti biasa, di Indonesia seseorang tidak akan membiarkan celah sekecil apapun di depan. Jika ada celah sekecil apapun, maka akan diserobot &#8216;angkot&#8217;. Tak berbeda seperti di jalan raya, di Trans Studio pun demikian.</p>

<p>Dunia Lain adalah wahana &#8216;rumah hantu&#8217;. Pengunjung menaiki sebuah kereta yang bergerak sendiri secara otomatis. Sepanjang perjalanan, pengunjung menyaksikan berbagai macam legenda kota Bandung yang berhubungan dengan hal-hal mistis, seperti halnya ambulans Bahureksa, Gua Belanda, dan lain-lain.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Dunia Lain" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-8jGwmSH/0/500x500/10-500x500.jpg" alt="" width="500" height="426" /></p>

<p>Pemandangan di area Magic Corner:</p>

<div id="tsb5" class="panobox" onclick="embedpano({swf:&quot;http://priyadi.net/wp-content/panorama/transstudio/TSB5.swf&quot;,target:&quot;tsb5&quot;});">klik untuk melihat</div>

<p>Jam 9 malam antrian mulai surut. Saya memilih untuk naik wahana Sky Pirates untuk mengabadikan suasana Trans Studio Bandung dari atas.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Dari Sky Pirates" src="http://galeria.priyadi.net/Vacation/Trans-Studio-Bandung-2011-07/i-r2rnmjC/0/500x500/8a-500x500.jpg" alt="" width="500" height="415" />Trans Studio Bandung tutup jam 10 malam. Pengelola memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menguangkan kartu Mega Cash bagi yang tidak membutuhkan lagi kartu tersebut. Menurut pengalaman saya memang kartu ini praktis tidak berguna di luar BSM. Jadi kami memilih untuk menguangkan kartu tersebut.</p>

<p>Dengan harga tiket masuk Rp 150 ribu untuk hari biasa dan Rp 200 ribu untuk akhir pekan, Trans Studio Bandung cukup terjangkau. Pengunjung memiliki pilihan untuk menjadi VIP dengan menambahkan Rp 200 ribu lagi. Namun ini perlu dipertimbangkan lagi karena dalam beberapa wahana, menjadi VIP tidak banyak memotong antrian. Selain itu, perlu mental yang kuat karena pada beberapa wahana antrian VIP sejajar dengan antrian reguler. Siap-siap saja untuk dipelototi atau bahkan disoraki teman-teman di antrian reguler.</p>

<p>Trans Studio Bandung menyediakan beberapa wahana yang cocok untuk dinikmati anak kecil, tapi tidak terlalu banyak, dan rasanya anak-anak kecil dengan tinggi di bawah 110cm hanya akan lebih banyak menyaksikan orang tuanya bermain.</p>

<p>Karena terlampau penuh sesak, Rp 200 ribu/orang yang kami keluarkan waktu itu ternyata tidak sepadan dengan apa yang kami dapatkan. Selain itu masih terdapat beberapa wahana yang belum beroperasi. Mudah-mudah di lain waktu saya bisa mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Trans Studio Bandung menikmati wahana-wahana yang lain, dan tentu saja, dalam suasana yang tidak penuh sesak.</p>

<p>Pemandangan di pintu masuk keluar Trans Studio Bandung:</p>

<div id="tsb6" class="panobox" onclick="embedpano({swf:&quot;http://priyadi.net/wp-content/panorama/transstudio/TSB6.swf&quot;,target:&quot;tsb6&quot;});">klik untuk melihat</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/08/01/trans-studio-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Gerai Mazda di IIMS 2011</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/07/31/mengunjungi-gerai-mazda-di-iims-2011/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/07/31/mengunjungi-gerai-mazda-di-iims-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 10:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1185</guid>
		<description><![CDATA[Selama dua hari, tanggal 27 dan 28 Juli yang lalu, saya diberi kesempatan untuk mengunjungi gerai Mazda Indonesia di IIMS 2011 dan mengulas kendaraan-kendaraan yang mereka pamerkan. Dalam ajang kali ini, Mazda menampilkan produk-produk Mazda2, Mazda2 Sedan, Mazda8, Mazda RX-8 dan Mazda MX-5. Dari tempat pertemuan di Plaza Semanggi, kami dijemput oleh sebuah mobil Mazda2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2Frk&amp;via=priyadi&amp;text=Mengunjungi%20Gerai%20Mazda%20di%20IIMS%202011&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F07%2F31%2Fmengunjungi-gerai-mazda-di-iims-2011%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="New Mazda2" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Tradeshows/IIMS-2011-2011-07-28/i-7vPqRq7/0/300x300/unknown-300x300.jpg" alt="" width="300" height="200" />Selama dua hari, tanggal 27 dan 28 Juli yang lalu, saya diberi kesempatan untuk mengunjungi gerai <a href="http://www.mazda.co.id">Mazda Indonesia</a> di <a href="http://www.indonesianmotorshow.com/">IIMS 2011</a> dan mengulas kendaraan-kendaraan yang mereka pamerkan. Dalam ajang kali ini, Mazda menampilkan produk-produk Mazda2, Mazda2 Sedan, Mazda8, Mazda RX-8 dan Mazda MX-5.</p>

<p>Dari tempat pertemuan di Plaza Semanggi, kami dijemput oleh sebuah mobil <a href="https://www.facebook.com/Mazdamotorindonesia">Mazda2 Sedan</a> berwarna merah. Ini adalah kali pertama saya menaiki kendaraan ini.</p>

<p><span id="more-1185"></span></p>

<p><img class="aligncenter" title="Mazda2 Sedan Interior" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/Job-Review-Mazda-2011-07-27/i-DF4sC3w/0/500x500/unknown-500x500.jpg" alt="" width="500" height="400" /></p>

<p>Nilai jual utama kendaraan sedan tentunya adalah kenyamanan, dan Mazda2 Sedan bukanlah pengecualian. <a href="https://www.facebook.com/Mazdamotorindonesia">Mazda2 Sedan</a> merupakan kendaraan sedan kelas <em>compact</em> yang memiliki mesin 1500cc dan tersedia dalam dua tipe S dan R. Kedua tipe ini juga tersedia dalam transmisi manual dan otomatis. Menurut brosur, perbedaan tipe S dan R ini terletak pada ketersedia fitur-fitur lampu kabut, kaca spion yang dapat diliat secara elektronis, spoiler belakang, <em>trip computer</em>, indikator temperatur luar dan kontrol audio di setir pengemudi. Dalam pameran IIMS 2011 ini, Mazda 2 Sedan dibanderol dengan harga Rp 220 juta sampai dengan Rp 245 juta.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Mazda2 Sedan" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/Job-Review-Mazda-2011-07-27/i-4CxKSfR/0/500x500/3-500x500.jpg" alt="" width="500" height="432" /></p>

<p>Kendaraan berikutnya yang saya lihat-lihat adalah jenis <em>hatchback</em> dari Mazda2 Sedan, yaitu <a href="https://www.facebook.com/mazda2indonesia">Mazda2</a>, tanpa embel-embel &#8216;sedan&#8217;. Perbedaan Mazda2 dan Mazda2 Sedan adalah Mazda2 berjenis <em>hatchback</em>. Jika kita jalan-jalan di Kota Jakarta, maka dapat dengan mudah kita perhatikan bahwa <em>hatchback</em> merupakan salah satu jenis kendaraan yang paling populer. Ukurannya yang kecil memudahkan kendaraan ini melalui jalan-jalan sempit Kota Jakarta dan mendapatkan ruang parkir. Omong-omong mengenai parkir, baik Mazda2 dan Mazda2 Sedan memiliki fasilitas <em>reverse parking camera</em>. Jika gigi dalam posisi mundur, maka otomatis layar akan menampilkan situasi di belakang. Ini sangat memudahkan misalnya jika akan parkir paralel. Kekurangan jenis <em>hatchback</em> dibandingkan versi sedan adalah kapasitas bagasi yang lebih kecil. Mazda memberi solusi atas masalah ini dengan kursi belakang yang dapat dilipat rata.</p>

<p>Dalam IIMS 2011, tak kurang ada 4 mobil <a href="https://www.facebook.com/mazda2indonesia">Mazda2</a> yang dipamerkan. Ditambah dengan brosur tebal 20 halaman, menunjukkan bahwa kendaraan ini merupakan andalan utama Mazda dalam perhelatan kali ini. Di pameran kali ini, Mazda2 ditawarkan dengan harga Rp 179 juta sampai dengan Rp 211 juta, ditambah dengan <em>Limited Edition</em> seharga Rp 230 juta.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Mazda2" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/Job-Review-Mazda-2011-07-27/i-zcCmBX3/0/500x500/4-500x500.jpg" alt="" width="500" height="414" /></p>

<p>Selanjutnya, Mazda juga menampilkan kendaraan sedan <a href="https://www.facebook.com/Mazdamotorindonesia">Mazda6</a>. Kendaraan ini adalah sedan kelas atas yang dalam IIMS 2011 ditawarkan dengan harga Rp 485 juta. Sebagai sedan kelas atas, Mazda6 menawarkan berbagai kemewahan seperti <em>electric sunroof</em>, <em>cruise control</em>, dan sistem audio 8 speaker dari Bose. Mazda6 memiliki mesin 2500cc dan transmisi otomatis 6 kecepatan.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Mazda6" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/Job-Review-Mazda-2011-07-27/i-JRH3nd3/0/500x500/5-500x500.jpg" alt="" width="500" height="361" />Kendaraan terakhir yang saya lihat adalah duo mobil sport <a href="https://www.facebook.com/Mazdamotorindonesia">Mazda RX-8</a> dan <a href="https://www.facebook.com/Mazdamotorindonesia">Mazda MX-5</a>. MX-5 adalah kendaraan sport dua kursi yang atapnya bisa dibuka-tutup secara elektronis hanya dalam 12 detik. Sedangkan RX-8 dengan empat tempat duduk dan dua pintunya, adalah gabungan dari sedan sport dan fungsional. MX-5 memiliki mesin 2000cc. Sedangkan RX-8 memiliki mesin jenis <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wankel_engine">Wankel rotary</a> 2 x 654cc. Pada pameran ini, MX-5 dan RX-8 dibanderol dengan harga masing-masing Rp 590 juta dan Rp 659 juta.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Mazda MX-5" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/Job-Review-Mazda-2011-07-27/i-NcpqNF4/0/500x500/6-500x500.jpg" alt="" width="500" height="344" /><img class="aligncenter" title="Mazda RX-8" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/Job-Review-Mazda-2011-07-27/i-HG4WPbb/0/500x500/7-500x500.jpg" alt="" width="500" height="344" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/07/31/mengunjungi-gerai-mazda-di-iims-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Menjadi Nasabah Kartu Kredit UOB Buana</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/07/29/pengalaman-menjadi-nasabah-kartu-kredit-uob-buana/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/07/29/pengalaman-menjadi-nasabah-kartu-kredit-uob-buana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 03:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1175</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah pemegang kartu kredit gold UOB Buana (sekarang Bank UOB Indonesia) 4027-3620-0039-xxxx sejak Februari 2008 dan UOB One Card 4027-3620-1005-xxxx sejak Mei 2010. Berikut adalah pengalaman buruk saya dalam menjadi nasabah kartu kredit bank ini. Pada akhir bulan Februari 2011, saya untuk berniat mengajukan penutupan kartu kredit emas UOB Buana saya. Mengapa ingin saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2Frb&amp;via=priyadi&amp;text=Pengalaman%20Menjadi%20Nasabah%20Kartu%20Kredit%20UOB%20Buana&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F07%2F29%2Fpengalaman-menjadi-nasabah-kartu-kredit-uob-buana%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="Kartu Kredit UOB" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-782n8Kq/0/300x300/2011-07-22T132137-0513-300x300.jpg" alt="" width="300" height="200" />Saya adalah pemegang kartu kredit gold UOB Buana (sekarang <a href="http://www.uob.co.id/">Bank UOB Indonesia</a>) 4027-3620-0039-xxxx sejak Februari 2008 dan UOB One Card 4027-3620-1005-xxxx sejak Mei 2010. Berikut adalah pengalaman buruk saya dalam menjadi nasabah kartu kredit bank ini.</p>

<p>Pada akhir bulan Februari 2011, saya untuk berniat mengajukan penutupan kartu kredit emas UOB Buana saya. Mengapa ingin saya tutup? Pertama, saya merasa iuran tahunan (<em>annual fee</em>) yang saya keluarkan tidak sebanding dengan apa yang saya dapatkan. Kedua, saya tahu bahwa iuran tahunan kartu kredit UOB Buana saya ini akan ditagihkan pada bulan April setiap tahunnya. Maka saya membuat jadwal di ponsel saya untuk melakukan penutupan kartu kredit UOB Buana pada setiap bulan Februari. Jika penerbit menghapuskan iuran tahunan, maka saya lanjutkan penggunaan kartu saya untuk satu tahun ke depan. Jika tidak, maka tidaklah menjadi masalah besar, bukan saya yang rugi dan saya masih memiliki banyak kartu kredit dari penerbit lainnya.</p>

<p><span id="more-1175"></span>Permintaan saya untuk menutup kartu kredit saya di <em>call center</em> 021-23559000 dibalas dengan tawaran penghapusan iuran tahunan dengan menggunakan <em>point reward</em>. Saya yang tidak menyadari bahwa saya memiliki <em>point reward</em> yang cukup banyak langsung menolak mentah-mentah, dan saya langsung meminta penukaran <em>point reward</em> yang saya miliki dengan selembar <em>voucher</em> belanja Rp 100 ribu di Carrefour. Saya hanya bersedia menerima penghapusan iuran tahun tanpa syarat apapun. Akhirnya mereka menerima dan mengatakan bahwa mereka bersedia menghapuskan iuran tahunan.</p>

<p><em>Voucher</em> Carrefour yang mereka janjikan pun datang kurang lebih satu minggu setelah telepon saya tersebut.</p>

<p>Karena sudah ada komitmen dari mereka untuk menghapuskan iuran tahunan, maka saya tidak memiliki beban lagi untuk menggunakan kartu kredit tersebut, dan saya gunakan untuk melakukan tiga kali transaksi dengan menggunakan fasilitas cicilan 0% di <em>merchant</em> yang menawarkan promo tersebut. Transaksi saya lakukan tiga kali pada tanggal 28 Februari, 27 Maret dan 6 April, untuk pembelian perlengkapan fotografi.</p>

<p>Sekitar tanggal 18-19 April, saya menerima tagihan dan melihat ternyata iuran tahunan yang mereka janjikan untuk dihapus ternyata tetap tercetak, yaitu sebesar Rp 350 ribu. Saya pikir ini bukan masalah besar, dan hanya merupakan kesalahan administrasi semata. Saya pun menghubungi call center, mereka pun menjanjikan untuk memproses kesalahan ini dan akan menghubungi saya dalam tiga hari.</p>

<p>Tanggal 27 April, jauh melebihi waktu tiga hari yang mereka janjikan, sama sekali  ada kabar dari mereka. Dan karena jatuh tempo adalah pada tanggal 2 Mei, saya segera melakukan pembayaran melalui Bank Mandiri dengan jumlah di atas jumlah tagihan termasuk iuran tahunan. Ini karena saya lupa jumlah tagihan persisnya dan kertas tagihan tertinggal. Saya lakukan ini untuk menghindari bunga dan denda keterlambatan pembayaran mengingat tanggal jatuh tempo yang sudah sangat dekat.</p>

<p>Tanggal 28 April, saya kembali menghubungi mereka. Alangkah terkejutnya saya ketika petugas call center memberi tahu saya bahwa mereka tidak dapat menghapuskan iuran tahunan karena saya masih memiliki transaksi cicilan. Saya berkali-kali mencoba untuk memberi tahu bahwa transaksi cicilan dilakukan setelah menerima komitmen dari UOB Buana bahwa iuran tahunan akan dihapuskan. Lebih kaget lagi ketika diberi tahu bahwa dalam catatan mereka disebutkan bahwa saya menyetujui untuk membatalkan penutupan kartu hanya karena menerima <em>voucher</em> belanja Carrefour, yang bahkan saya dapatkan dengan cara memotong <em>reward point</em>!</p>

<p>Pada titik ini, tekad saya sudah bulat untuk menutup kartu ini. Setelah kejadian ini, saya tidak akan tenang selama saya masih menjadi nasabah kartu kredit UOB Buana. Saya khawatir di masa yang akan datang akan terjadi lagi masalah seperti ini.</p>

<p>Ketika saya menyampaikan hal tersebut kepada petugas <em>call center</em>, saya diberi tahu bahwa saya harus terlebih dahulu melunasi seluruh tagihan cicilan, ditambah dengan denda sebesar Rp 200 ribu untuk setiap transaksi cicilan yang saya lakukan. Karena transaksi cicilan yang saya lakukan berjumlah tiga buah, maka denda yang mereka kenakan adalah sebesar Rp 600 ribu! Saya sudah minta agar denda ini dihapuskan karena denda ini terjadi karena kesalahan pihak UOB Buana yang menolak untuk menepati komitmennya. Namun, seperti yang sudah dapat diperkirakan sebelumnya, mereka menolak permintaan saya tersebut.</p>

<p>Sebenarnya akan lebih murah jika saya dengan pasrah membayar iuran tahunan yang hanya berjumlah Rp 350 ribu. Namun ini sudah menyangkut urusan pelanggaran komitmen yang tidak dapat saya terima. Jadi saya memutuskan untuk tetap menutup kartu kredit saya tersebut, walaupun biaya yang akan saya tanggung lebih tinggi. Saya langsung menanyakan apa yang harus saya lakukan jika ingin menutup kartu saya.</p>

<p>Petugas <em>call center</em> kemudian meminta waktu untuk melakukan perhitungan mengenai jumlah yang harus saya bayarkan agar saya dapat menutup kartu saya tersebut. Katanya, kartu saya baru dapat ditutup jika saya menyisakan tagihan sejumlah iuran tahunan Rp 350 ribu yang nanti akan dihapuskan pada saat penutupan kartu saya. Setelah saya hitung-hitung, jumlah yang harus saya bayarkan ini sudah memperhitungkan denda Rp 600 ribu serta bea materai dan biaya transaksi pembayaran di tagihan bulan depan.</p>

<p>Karena hanya tersisa dua hari kerja menuju tanggal jatuh tempo, saya memutuskan untuk melakukan pembayaran langsung melalui konter Bank UOB Buana. Tujuannya supaya pembayaran bisa langsung tercatat pada hari itu juga. Saya ambil dana tunai dari Bank BNI, untuk kemudian disetorkan ke Bank UOB Buana cabang Depok. Ini adalah cara yang sangat merepotkan untuk membayar kartu kredit, ditambah dengan ongkos pembayaran melalui konter yang sebesar Rp 15 ribu, atau 2-3 kali lipat biaya pembayaran melalui ATM atau Internet.</p>

<p>Hari Senin, 2 Mei 2011, waktunya bagi saya untuk mengeksekusi penutupan kartu. Ternyata ceritanya belum selesai sampai di sini saja. Permintaan saya untuk menutup kartu kredit ke <em>call center</em> ternyata ditolak mentah-mentah. Katanya, mereka tidak dapat menutup kartu saya karena saya masih memiliki tagihan iuran tahunan! Dan mereka tidak dapat menghapuskannya karena iuran tahunan sudah tercetak dalam tagihan! Ini benar-benar hal yang sama sekali tak terbayangkan sebelumnya. Saya sudah mengikuti instruksi penutupan kartu dari petugas <em>call center</em> tiga hari yang lalu, tapi kini petugas yang lain mengatakan kepada saya kalau mereka tidak bisa melakukan penutupan kartu saya?</p>

<p>Petugas penutupan kartu menawarkan untuk menghapuskan iuran tahunan dan denda Rp 600 ribu, tapi dengan syarat saya harus melakukan transaksi sebesar Rp 6 juta rupiah selama enam bulan! Saya benar-benar tercengang. Setelah berkali-kali mengerjai saya, mereka ternyata masih berani menerapkan syarat kepada saya!</p>

<p>Saya menolak mentah-mentah segala tawaran dari petugas penutupan kartu. Saya ingin segera melakukan penutupan kartu, supaya saya bisa terbebas dari kewajiban untuk berhubungan dengan pihak UOB Buana di masa yang akan datang. Karena petugas penutupan kartu tidak bersedia mengabulkan permintaan saya, saya minta bicara dengan atasannya langsung. Setelah beberapa kali bolak-balik memberikan waktu kepada petugas penutupan kartu untuk berbicara dengan atasannya, saya tetap tidak berhasil bicara langsung dengan atasannya. Walaupun demikian, petugas call center akhirnya bersedia untuk melakukan penutupan kartu kredit saya tanpa syarat apapun, walaupun saya harus merelakan Rp 600 ribu yang secara teknis masih menjadi hak saya.</p>

<p>Pada saat penutupan kartu, saya lupa bahwa saya masih memiliki kartu kredit lainnya dari UOB Buana, yaitu UOB One Card. Karena itu, saya juga lupa untuk menutup kartu ini. Keesokan harinya, tanggal 3 Mei 2011, saya menelepon <em>call center</em> dengan niat untuk menutup kartu UOB One Card saya. Seperti biasa, petugas penutupan kartu yang belum mengetahui duduk persoalannya menawarkan berbagai macam program untuk menghapuskan iuran tahunan. Saya menolak dan balik mengajukan syarat: jika ingin saya tetap menjadi nasabah kartu kredit UOB Buana, saya minta Rp 600 ribu yang secara teknis adalah hak saya dikreditkan kembali kepada kartu ini. Setelah menunggu petugas ini bernegosiasi dengan atasannya, dia menawarkan untuk mengaktifkan kembali kartu gold yang kemarin telah ditutup, ditambah dengan penghapusan iuran tahunan, penghapusan denda pelunasan cicilan dan pengaktifan kembali program cicilan.</p>

<p>Sejujurnya ini adalah penawaran yang saya harapkan sebelumnya, tapi sudah sangat jauh terlambat dan saya tidak bersedia mengambil resiko untuk harus kembali jungkir balik berurusan dengan petugas <em>call center</em> di masa yang akan datang. Saya menolak, dan tetap meminta kartu yang kemarin ditutup tetap ditutup. Dan saya tetap bermaksud untuk menutup kartu UOB One Card saya, kecuali jika pihak UOB Buana bersedia untuk mengkreditkan Rp 600 ribu yang masih menjadi hak saya kepada kartu UOB One Card saya. Tentu saja mereka tidak bersedia untuk melakukannya, dan dengan senang hati membukukan uang Rp 600 ribu tersebut sebagai keuntungan. Pilihan saya akhirnya hanyalah menutup kartu tersebut.</p>

<p>Apakah ceritanya selesai sampai di sini saja? Ternyata jauh dari itu. Bulan Juni 2011 saya tidak menerima tagihan kartu kredit dari UOB Buana. Jika saya tidak menerima tagihan pada satu minggu sebelum tanggal jatuh tempo, biasanya saya langsung menghubungi call center untuk menanyakan jumlah tagihan yang harus saya bayar. Namun karena saya merasa sudah tidak memiliki hubungan dan kewajiban apapun kepada UOB Buana, tentunya saya merasa tidak perlu lagi menghubungi mereka. Namun alangkah terkejutnya saya setelah menerima tagihan pada tanggal 21 Juli 2011 yang isinya &#8216;tagihan bulan lalu&#8217; sejumlah Rp 347.042 yang saya pikir adalah iuran tahunan karena jumlahnya mendekati Rp 350.000. Ditambah dengan bunga Rp 19.030, denda keterlambatan Rp 100.000 dan sebuah peringatan bernada agak keras.</p>

<p>Karena malas harus kembali berurusan dengan mereka, sambil mengelus dada, saya langsung lunasi tagihan ini tanpa menghubungi pihak call center yang saya rasa tidak akan banyak bersedia membantu dan hanya akan membuat sakit hati saja.</p>

<p>Jumlah kerusakan yang disebabkan oleh kartu kredit UOB Buana adalah sebagai berikut:</p>

<ul>
<li>Biaya pelunasan transaksi cicilan: 3 * Rp 200.000 = Rp 600.000</li>
<li>Iuran tahunan: Rp 350.000</li>
<li>Bunga: Rp 19.030</li>
<li>Denda keterlambatan: Rp 100.000</li>
</ul>

<p>Itu belum termasuk kerusakan-kerusakan yang sulit dikuantifikasi seperti biaya telepon, transportasi, dan sebagainya. Tidak termasuk pula kerugian &#8216;recehan&#8217; seperti ongkos pembayaran melalui konter sebesar Rp 15 ribu. Secara <em>time value of money</em> saya juga dirugikan karena tidak lagi dapat mencicil tanpa bunga selama 6 bulan.</p>

<p>Oh ya, pada akhir eksekusi penutupan kartu, petugas penutupan kartu meminta saya untuk menggunting kartu kredit saya tersebut menjadi dua bagian. Saya melakukannya dengan menggunakan fasilitas dari PT. Kereta Api Indonesia. Terima kasih banyak kepada PT. Kereta Api Indonesia atas pinjaman fasilitasnya.</p>

<iframe frameborder="0" scrolling="no" width="425" height="240" src="http://api.smugmug.com/services/embed/1399913008_PsVhhGN?width=425&#038;height=240"></iframe>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/07/29/pengalaman-menjadi-nasabah-kartu-kredit-uob-buana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>XLNetRally 2011</title>
		<link>http://priyadi.net/archives/2011/07/27/xlnetrally-2011/</link>
		<comments>http://priyadi.net/archives/2011/07/27/xlnetrally-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 03:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Priyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1158</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 23 dan 24 Juli 2011 saya diajak PT. XL Axiata, Tbk., untuk mengikuti perhelatan XLNetRally 2011. XLNetRally adalah sebuah acara yang diadakan untuk menguji dan mencoba ketangguhan sinyal XL sepanjang rute mudik utama di Pulau Jawa. Peserta adalah para narablog dari kota-kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Surabaya. Seluruh peserta berangkat dari kotanya masing-masing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="social"><div class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpryd.in%2Fr3&amp;via=priyadi&amp;text=XLNetRally%202011&amp;related=priyadi&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpriyadi.net%2Farchives%2F2011%2F07%2F27%2Fxlnetrally-2011%2F"  class="twitter-share-button" target="_blank" style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://priyadi.net/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;">Tweet</a></div><p><img class="alignright" title="Logo XLNetRally" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-r4wwqgv/0/300x300/logo-300x300.jpg" alt="" width="300" height="92" />Tanggal 23 dan 24 Juli 2011 saya diajak <a href="http://www.xl.co.id">PT. XL Axiata, Tbk.</a>, untuk mengikuti perhelatan XLNetRally 2011. XLNetRally adalah sebuah acara yang diadakan untuk menguji dan mencoba ketangguhan sinyal XL sepanjang rute mudik utama di Pulau Jawa. Peserta adalah para narablog dari kota-kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Surabaya. Seluruh peserta berangkat dari kotanya masing-masing untuk berkumpul di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Semarang">Semarang</a>. Semarang dipilih sebagai kota tujuan karena katanya Jawa Tengah merupakan provinsi tersibuk saat mudik berlangsung. Saya sendiri adalah anggota dari kontingen Jakarta.</p>

<p>Tanggal 23 Juli, pukul 06.30 adalah jadwal berkumpulnya kontingen Jakarta dan Bandung di Ruang Tunggu VIP <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Gambir">Stasiun Gambir</a>. Saya sendiri adalah peserta yang datang paling <em>on-time</em>, satu jam sebelum jadwal, karena berangkat bersama istri yang berniat &#8216;mengantri sembako&#8217; di salah satu pusat perbelanjaan di tengah kota Jakarta.</p>

<p><span id="more-1158"></span></p>

<p><img class="aligncenter" title="Peserta XLNetRally" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-9RKRhrH/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Di lokasi sudah menunggu tim dari XL seperti <a href="http://adhamsomantrie.com/">Adham Somantri</a>, <a href="http://arantan.wordpress.com/">Saranto Arantan</a> dan Oom <a href="http://twitter.com/arigembul">Ari Gembul.</a> Peserta lainnya kemudian berdatangan: <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/">Pitra Satvika</a> dan <a href="http://daengbattala.com/">Amril Taufik Gobel</a> yang kemudian disusul oleh kontingen dari Bandung, <a href="http://www.flickr.com/photos/ikhlasulamal/">Ikhlasul Amal</a> dan <a href="http://nitasellya.blogspot.com/">Nita Sellya</a>. Disusul kemudian oleh <a href="http://five-things.net/">Masset</a> yang diantar <a href="http://www.facebook.com/hartono">sang kekasih</a>, kemudian <a href="http://blanthikayu.wordpress.com/">Eny Firsa</a>, <a href="http://www.devieriana.com/">Devi Eriana Safira</a>, <a href="http://goenrock.com/">Goenrock</a>, <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/">Iman Brotoseno</a>, dan <a href="http://leonisecret.com/">Leonita Julian</a>. Dan yang terakhir datang adalah sang ketua kontingen <a href="http://wiwikwae.com/">Wiwik Wae</a>.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Berfoto bersama sebelum keberangkatan" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-sRGwtjm/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Perjalanan ke Kota Semarang akan ditempuh dengan menggunakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_Argo_Muria">Kereta Api Argo Muria</a>. Saya sendiri sudah lama sekali tidak menempuh perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kereta api. Ini adalah perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kereta api saya yang pertama dalam kurang lebih enam tahun. Platform teratas Stasiun Gambir ini biasanya hanya saya lewati ketika naik KRL rute Jakarta-Depok-Bogor.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Berpose di depan Monas" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-2PFnnvS/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Dalam pikiran saya, gerbong yang akan kami naiki adalah gerbong biasa seperti yang dulu-dulu saya naiki. Ternyata dugaan saya salah besar. Gerbong yang akan dipakai oleh rombongan XLNetRally ini merupakan gerbong wisata yang memiliki televisi 42 inch dengan fasilitas karaoke, sofa empuk, ruang makan terpisah, toilet lapang yang dilengkapi shower, dan bahkan sebuah kamar tidur. Isyarat kemewahan sudah ada bahkan saat kami belum menaiki gerbong. Saat memasuki gerbong kami sudah disambut oleh dua orang petugas Kereta Api dengan senyuman ramah. Dua petugas ini yang akan melayani kami semua selama perjalanan menuju Semarang.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Gerbong Wisata Kereta Api Argo Muria" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-GhGGvRn/0/500x500/1-500x500.jpg" alt="" width="500" height="454" /></p>

<p>Di dalam gerbong, acara dimulai dengan sambutan dari Direktur Jaringan XL Dian Siswarini. Kemudian dilakukan penyerahan topi kondektur berlogo XL kepada perwakilan peserta Eny Firsa dan Iman Brotoseno.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Penyematan Topi Kondektur XL" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-ZbZX2hp/0/400x400/unknown-400x40.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Sesaat setelah kereta berjalan meninggalkan Stasiun Gambir, kami dikejutkan dengan keberadaan seorang lelaki yang mengaku salah menaiki kereta. Saya sudah yakin kalau ini cuma sandiwara yang menjadi bagian untuk menghibur kami semua. Tentunya asumsi ini saya simpan dalam hati. Namun berbeda dengan Mbak Wiwikwae yang langsung berceloteh tentang &#8216;keahlian bersandiwara&#8217; lelaki tersebut. Walaupun sempat panik seketika, lelaki tersebut terlihat profesional dan berhasil mengendalikan situasi. Apalagi tak lama kemudian muncul empat anggota orkes musik lengkap dengan alat musik  seperti biola, bass, gitar dan perkusi.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Orkes Kereta Api" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-rkJCMDN/0/500x500/5-500x500.jpg" alt="" width="409" height="500" /></p>

<p>Selama kurang lebih dua jam ke depan, mereka membawakan lagu-lagu  untuk menghibur kami semua. Kadang saya merasa kasihan kepada mereka  karena sering kami semua lebih suka sibuk <span style="text-decoration: line-through;">mengecek   jaringan</span> melakukan <em>live-tweet</em> dibanding memperhatikan  penampilan mereka.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Semuanya 'ngecek jaringan'" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-cZpTxD8/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Di sela-sela penampilan orkes musik, petugas kereta api membagikan sarapan berupa nasi goreng. Saya yang dahulu sering bolak balik Jakarta-Bandung dengan menggunakan kereta api masih ingat bahwa nasi goreng ini rasanya bisa dibilang sama persis dengan nasi goreng kereta api yang dulu sering saya santap.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Nasi Goreng legendaris PT KA" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-DT69N3k/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Suatu waktu orkes musik menawarkan kepada kami semua jika ada yang ingin menyanyi bersama mereka. Masset langsung menunjuk kepada Mas Amril. Yang mengikuti acara miladeBlogger 2011 bulan lalu tentunya masih ingat bahwa Amril menjadi salah satu peserta Blogger Idol yang mewakili Blogger Bekasi. Mas Amril pun tak kuasa menolak dan membawakan lagu andalannya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/My_Way_%28song%29">&#8220;My Way&#8221;</a>.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Amril dan &quot;My Way&quot;" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-59bRQxZ/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="267" height="400" /></p>

<p>Sekitar pukul 09.30, tim orkes mengakhiri penampilannya. Dan acara dilanjutkan dengan <em>games</em> antar peserta. Peserta dibagi menjadi dua tim. Tim pertama terdiri dari Wiwikwae, Goenrock, Devi Eriana, Masset dan Amril. Sedangkan tim kedua terdiri dari Pitra, Eny Firsa, Leonita, Ikhlasul Amal dan saya sendiri. Ada tiga games yang diselenggarakan, yaitu memindahkan bola menggunakan pipa, teka teki, dan puzzle. Peserta lain sepertinya terkesima melihat keahlian saya menyelesaikan puzzle kereta api :). Akhirnya kelompok saya menjadi pemenangnya dan setiap anggota kelompok mendapatkan voucher belanja sebesar Rp 150 ribu.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Ngek-ngek vs wek-wek" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-C9GVHzL/0/500x500/4-500x500.jpg" alt="" width="500" height="456" /></p>

<p>Pukul 10.50 kereta mencapai Stasiun Cirebon dan berhenti untuk beberapa saat. Terjadi sedikit kegaduhan ketika Wiwikwae memaksa keluar untuk membeli sesuatu yang dinamakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerupuk_melarat">&#8220;Kerupuk Melarat&#8221;</a>. Petugas terpaksa harus turun tangan untuk mengingatkan bahwa kami semua sedang berada di dalam kereta wisata yang mewah, bukan di dalam kereta kelas ekonomi, dan dengan demikian tidak diperkenankan untuk keluar masuk kereta karena khawatir akan tertinggal. Walaupun demikian petugas kereta api bersedia untuk membelikan Kerupuk Melarat, walaupun porsinya jauh melebihi kapasitas kita semua. Kekhawatiran tak berhasil mendapatkan kerupuk melarat berubah menjadi kekhawatiran tak dapat menghabiskan kerupuk melarat.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Kerupuk Melarat" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-Z7pMTpB/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Sesaat setelah kereta meninggalkan Stasiun Cirebon, giliran tim dari XL yang membawakan acara. Kali ini untuk memperagakan cara mereka untuk menguji jaringan XL selama dalam perjalanan menuju Semarang. Alat yang mereka bawa terdiri dari sebuah laptop yang selama presentasi dihubungkan ke televisi LCD kereta api, sebuah perangkat penerima GPS dan sebuah ponsel yang mirip Nokia jaman dahulu, namun harganya puluhan ribu dolar.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Presentasi dari tim XL" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-JqqtcXF/0/500x500/2-500x500.jpg" alt="" width="500" height="449" /></p>

<p>Tim XL menjelaskan bahwa lonjakan pemakaian dapat mencapai sampai 30%.  Tantangan lebih besar terdapat pada layanan data. Jika pada layanan  suara dan SMS, peningkatan penggunaan pada masa hari raya diiringi  dengan penurunan yang sepadan pada setelah hari raya, maka pada layanan  data, penurunan biasanya tidak akan mencapai tingkat sebelum hari raya.  Ditambah dengan tradisi penjualan paket data di Indonesia yang  <em>unlimited</em> membuat para operator, bukan hanya XL, kesulitan untuk  memenuhi permintaan dari pelanggan. Walaupun demikian, pihak XL  berkomitmen untuk terus mengembangkan layanannya dan terus memonitor  kualitas layanan terutama pada masa-masa kritis seperti hari raya.</p>

<p>Lewat pukul 12.00, petugas kereta api mulai mempersiapkan ruang makan. Kami pun segera melahap hidangan yang disediakan.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Makan siang di kereta wisata" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-CXNtgzw/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Bak seleksi alam, tanpa perlu disuruh, para peserta kemudian membuat kelompok masing-masing sesuai dengan kemampuannya bersuara. Para peserta dengan suara indah nan merdu seperti Goenrock, Amril, Devi Eriana, Wiwikwae dan Eny Firsa berkelompok di depan televisi untuk unjuk kemampuan berkaraoke. Sedangkan peserta lain yang kurang beruntung dalam hal suara (asumsi saya) seperti tahu diri dan menyingkir ke sisi belakang gerbong untuk menikmati pemandangan tepi sawah dan laut, dan tentunya kembali &#8216;mengecek kualitas jaringan&#8217;.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Pemandangan di belakang kereta api" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-tr7J5nK/0/400x400/2011-07-23T092530-0914-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Pukul 14.45, kereta api akhirnya sampai ke Stasiun Semarang Tawang. Kami langsung disambut oleh panitia penyambutan. Setiap peserta diberi kalungan selendang bermotif batik.</p>

<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Penyambutan di Semarang. © Adham Somantri" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-R35Rtqk/0/400x400/282667222855983123211649003783-400x400.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>

<p>Dari Stasiun, dengan menggunakan bus, kami langsung menuju Gumaya Tower Hotel  untuk <em>check-in</em>. Oleh panitia, saya ditempatkan satu kamar bersama Pitra Satvika, mungkin karena berurutan secara alfabet.</p>

<p>Kami hanya diberi waktu sekitar 30 menit di dalam kamar hotel, karena para peserta akan dibawa jalan-jalan ke <a href="http://www.tokooen.com/">Toko Oen</a>. Toko Oen adalah tempat makan legendaris di Kota Semarang. Toko Oen didirikan di tahun 1936 dan masih tetap bertahan sampai sekarang. Bangunan, meja dan kursinya bisa jadi berumur lebih dari dua kali umur saya. Dulunya Toko Oen dibuka di kota-kota Yogyakarta, Batavia, Malang dan Semarang. Namun kini yang tersisa hanyalah yang di kota Semarang dan Malang.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Interior Toko Oen" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-5xQGXDt/0/500x500/7-500x500.jpg" alt="" width="443" height="500" /></p>

<p>Sebenarnya Toko Oen menyediakan menu makanan yang sangat beragam. Namun karena perut ini sudah menerima begitu banyak masukan saat masih di atas kereta api, saya tidak begitu bersemangat untuk makan. Saya hanya memesan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Poffertjes">Poffertjes</a>, yaitu roti tradisional Belanda. Itupun dibagi-bagi dengan peserta lain.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Hidangan di Toko Oen" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-qbRCH6x/0/500x500/8-500x500.jpg" alt="" width="500" height="399" /></p>

<p>Saat di Toko Oen, saya harus berpamitan sementara kepada peserta yang lain karena ada keperluan untuk menjenguk Tante yang kebetulan sedang dirawat di <a href="http://www.rskariadi.com/">RS. Kariadi</a>. Kendaraan taksi ternyata tak sulit untuk ditemukan. Di seberang Toko Oen ada pangkalan taksi yang kebetulan ada satu taksi yang sedang menunggu penumpang.</p>

<p>Jam 19.00, peserta dijadwalkan untuk mengikuti acara <a href="http://obrolanlangsat.com/">ObSat</a> di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Karena waktu yang tidak memungkinkan dan lalu lintas saya perhatikan sudah mulai agak padat, saya memutuskan untuk langsung menuju TBRS tanpa kembali ke hotel. Ternyata saya datang terlalu cepat di TBRS. Saya harus menunggu peserta lain yang datang dengan bus selama tak kurang dari satu jam. Selama itu, saya ditemani iringan musik <em>heavy metal</em> dari sebuah acara di TBRS, dan tentunya waktu tersebut saya gunakan untuk &#8216;mengecek sinyal&#8217;.</p>

<p>Pukul 19.30, peserta acara ObSat yang bertajuk <a href="http://obrolanlangsat.com/calendar/day.html?time=1311354000">&#8220;Mudik Asyik&#8221;</a> mulai berdatangan, termasuk sang bintang malam itu, yaitu Briptu Eka Frestya dan Brigadir Avvy Olivia. Keduanya langsung diserbu untuk dimintai foto bareng oleh para peserta.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Foto bareng dengan polwan cantik" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-bv85spQ/0/500x500/9-500x500.jpg" alt="" width="500" height="399" /></p>

<p>Panggung TBRS tempat acara Obsat berlangsung adalah panggung terbuka. Sempat ada kekhawatiran jika terjadi hujan, mengingat siang agak mendung. Namun untungnya kekhawatiran tersebut tidak terjadi. Pentas TBRS cukup sejuk karena dinaungi sebuah pohon beringin tepat di belakang panggung. Panitia menyediakan makanan di sisi kanan panggung. Saya sendiri mencicipi hidangan tahu pong yang disediakan. Panitia juga mempersiapkan hiburan berupa musik keroncong yang dilakukan pada sebelum dan sesudah acara Obsat.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Obsat di TBRS" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-BFrCBmw/0/500x500/12-500x500.jpg" alt="" width="500" height="399" /></p>

<p>Acara ObSat dipandu oleh <a href="http://ndorokakung.com/">Ndorokakung</a> dan Febriati Nadira. Sedangkan narasumber berasal dari NTMC Polri, XL Axiata, dan para blogger otomotif. Sesi tanya jawab, seperti sudah dapat diduga sebelumnya, dipenuhi dengan pertanyaan bersifat pribadi kepada kedua polwan cantik itu. Beruntung, kedua polwan ini sepertinya tahu persis bagaimana cara berkelit dari pertanyaan-pertanyaan sulit tersebut.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Para polwan cantik" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-r7F9K3C/0/500x500/10-500x500.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>

<p>Yang menarik adalah rekomendasi dari Otobloggers untuk tidak mudik dengan menggunakan sepeda motor karena kecelakaan terbanyak sewaktu mudik berasal dari sepeda motor. Selain itu rekan-rekan Otobloggers meminta pihak polisi untuk tegas terhadap pengguna sepeda motor. Kecelakaan berkendara biasanya didahului dengan pelanggaran dari pihak pengendara, seperti misalnya menggunakan sepeda motor lebih dari dua orang. Dengan ketegasan dari pihak kepolisian, diharapkan kecelakaan berkendara sewaktu mudik dapat diminimalkan.</p>

<p>ObSat berakhir sekitar pukul 22.00. Kami langsung kembali ke hotel. Beberapa teman memutuskan untuk keluar jalan-jalan. Namun saya sudah tidak kuat lagi dan memilih untuk tinggal di kamar hotel.</p>

<p>***</p>

<p>Hari Minggu, 24 Juli 2011, saya terbangun di kamar hotel sekitar pukul 05.30. Rekan sekamar, Pitra Satvika, langsung mengajak untuk jalan kaki di sekitar hotel. Setelah bersiap-siap, kami berdua keluar hotel sekitar pukul 06.30. Udara relatif sejuk, dan cuaca sangat cerah. Cocok untuk berburu foto. Kami berdua berkeliling jalan sekitar hotel, termasuk di antaranya ke sebuah pasar yang terletak di sebuah jalan kecil. Pitra sepertinya sudah terbiasa melakukan <em>street photography</em> dengan <a href="http://www.apple.com/iphone/">iPhone</a> dan <a href="http://instagr.am/">Instagram</a>-nya. Sebaliknya saya selalu terlampau gugup dalam melakukan hal ini. Jika tidak ditemani, tak mungkin saya bisa melakukannya. Jalan-jalan berlangsung kurang lebih selama satu jam. Setelah itu kami harus kembali ke hotel untuk bersiap-siap.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Jalan-jalan sekitar hotel" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-2DpMRrM/0/500x500/14-500x500.jpg" alt="" width="500" height="405" /></p>

<p>Pukul 09.00 adalah jadwal kami untuk <em>check-out</em>. Ternyata pihak XL sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Kami semua diberi bingkisan oleh-oleh khas Semarang sehingga kami semua tidak perlu lagi menghabiskan waktu yang tinggal sedikit ini untuk berburu oleh-oleh.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Bingkisan dari XL" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-HbcvPZm/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="400" height="267" /></p>

<p>Sekitar pukul 09.30, peserta menaiki bus untuk menuju objek wisata pertama yang akan dikunjungi, yaitu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu">Lawang Sewu</a>. Lawang Sewu merupakan gedung peninggalan kolonial Belanda yang memiliki sangat banyak sejarah. Namun saat ini lebih banyak dikenal dari cerita mistisnya, misalnya dari Dunia Lain, maupun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu_(film)">film horor Lawang Sewu</a>.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Lawang Sewu" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-gVMkd4g/0/500x500/unknown-500x500.jpg" alt="" width="500" height="250" /></p>

<p><img class="aligncenter" title="Lawang Sewu Exterior" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-KwRVcgS/0/500x500/24-500x500.jpg" alt="" width="500" height="474" /></p>

<p>Yang menarik, kami diajak untuk turun ke lantai basement gedung ini. Di sana terdapat lorong berliku-liku yang dipenuhi dengan air tanah. Oleh karena itu semua peserta yang memutuskan untuk turun harus mengenakan sepatu boot yang disediakan oleh pengelola. Mengetahui bahwa salah satu yang menarik minat pengunjung adalah faktor mistis dari gedung ini, pemandu memberi tahu dimana lokasi pengambilan gambar untuk acara Dunia Lain. Tak lupa pemandu juga menyuruh kita semua untuk mematikan seluruh lampu, untuk menambah kesan seram.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Basement Lawang Sewu" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-QNLrGR3/0/500x500/15-500x500.jpg" alt="" width="500" height="420" /></p>

<p>Kami tak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama di tempat ini. Tak sampai satu jam kami berada di sini. Rombongan sudah harus meninggalkan tempat sekitar pukul 10.30. Seperti biasa, kami mengakhiri acara di tempat ini dengan foto-foto bersama.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Foto bareng di Lawang Sewu" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-CtwnWGc/0/500x500/unknown-500x500.jpg" alt="" width="500" height="334" /></p>

<p>Setelah insiden yang melibatkan Ikhlasul Amal yang tertinggal akibat keasyikan mengambil gambar di Lawang Sewu, kami semua berangkat menuju <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng_Sam_Po_Kong">Klenteng Sam Po Kong</a>. Klenteng yang megah ini merupakan lokasi tempat pendaratan Cheng Ho di Kota Semarang.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Klenteng Sam Po Kong" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-T4Z5xhf/0/400x400/unknown-400x400.jpg" alt="" width="267" height="400" /></p>

<p><img class="aligncenter" title="Klenteng Sam Po Kong" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-8QGZx4p/0/500x500/23-500x500.jpg" alt="" width="500" height="384" /></p>

<p>Saya catat kami tidak sampai 30 menit berada di sini, karena harus segera beranjak ke tempat berikutnya. Kali ini untuk urusan kuliner, yaitu ke Soto Ayam Pak Min. Di sini kami menyantap Soto Ayam khas Semarang dan tentunya menu favorit es durian tak dapat saya lewatkan begitu saja.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Soto Ayam Pak Min" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-Vhtd3xh/0/500x500/20-500x500.jpg" alt="" width="500" height="344" /></p>

<p>Soto Ayam Pak Man menjadi acara terakhir kami di Semarang. Setelah ini kami harus langsung berangkat untuk mengejar pesawat. Namun seperti yang telah dapat diperkirakan sebelumnya, pesawat yang kami kejar ternyata belum tiba. Ya, untuk kesekian kalinya, penerbangan maskapai &#8216;L&#8217; lagi-lagi mengalami keterlambatan.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Menunggu Pesawat" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-4gfppBC/0/500x500/22-500x500.jpg" alt="" width="500" height="344" /></p>

<p>Setelah naik pesawat, kami baru menyadari bahwa tiket saya dan Amril adalah tiket kelas bisnis. Sedangkan teman-teman lain yang kurang beruntung mendapatkan tiket kelas ekonomi. Tentunya ini bukan masalah serius dan tidak perlu dibesar-besarkan :).</p>

<p>Sampai jumpa pada acara mudik bulan depan dan tentunya #XLNetRally tahun berikutnya.</p>

<p><img class="aligncenter" title="Pemandangan dari business class :)" src="http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/XLNetRally-2011-2011-07-23/i-ZF7DJkz/0/500x500/2011-07-24T151923-2267-500x500.jpg" alt="" width="500" height="213" /></p>

<p>Tulisan lainnya tentang XLNetRally 2011:</p>

<ul>
    <li>Amril Taufik Gobel: <a href="http://daengbattala.com/xlnetrally-1-pengalaman-menyenangkan-nikmati-kereta-berwifi-pertama-di-indonesia/">pertama</a>, <a href="http://daengbattala.com/toko-oen-yang-legendaris-di-semarang/">kedua</a>, <a href="http://daengbattala.com/xlnetrally3-obsat-yang-meriah-dan-pesona-dua-briptu-ayu/">ketiga</a>, <a href="http://daengbattala.com/xlnetrally4-menjelajahi-eksotisme-klasik-lawang-sewu/">keempat</a>, <a href="http://daengbattala.com/xlnetrally5-jejak-laksamana-cheng-ho-di-kawasan-sam-poo-kong/">kelima</a></li>
    <li><a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1450">Iman Brotoseno</a></li>
    <li><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2011/07/28/xl-dan-perjalanan-ke-semarang/">Pitra Satvika</a></li>
    <li><a href="http://blanthikayu.wordpress.com/2011/07/28/weekend-asyik-xlnetrally-2011/">Eny Firsa</a></li>
    <li><a href="http://andre.web.id/2-hari-1-malam-di-semarang-bersama-xlnetrally/">Andrean Saputro</a></li>
    <li><a href="http://www.wiwikwae.com/2011/08/pulang-bersama-xlnetrally.html">Wiwikwae</a></li>
    <li>Devi Eriana: <a href="http://www.devieriana.com/2011/07/xlnetrally-sinyal-asyik-nyambung-terus-1/">pertama</a>, <a href="http://www.devieriana.com/2011/07/xlnetrally-sinyal-asyik-nyambung-terus-2/">kedua</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://priyadi.net/archives/2011/07/27/xlnetrally-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 2.141 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-21 13:25:22 -->

