Detox Kaki: Terapi atau Penipuan?

Pernahkah anda melihat sistem terapi detox kaki? Jika sering bepergian ke pusat keramaian seperti supermarket atau mal, maka pasti anda pernah melihatnya. Sistem terapi ini bekerja dengan menempatkan kedua kaki peserta terapi ke dalam sebuah bak yang terhubung ke sebuah alat. Terapi ini diklaim berfungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui kaki. Setelah kurang lebih 30 menit, air dalam bak yang tadinya jernih akan menjadi berwarna merah kekuning-kuningan pekat. Zat yang berwarna pekat ini adalah racun yang berasal dari tubuh peserta. Sungguh menakjubkan! Hanya dalam 30 menit sudah sedemikian banyak racun yang berhasil dikeluarkan dari tubuh peserta.
Jika ditanya, para pemasar alat ini –yang seringkali berpakaian putih-putih selayaknya seorang dokter– dengan sigap akan menjelaskan bahwa terapi detox akan mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit mulai dari pusing-pusing sampai kanker dan diabetes.
Yang menjadi pertanyaan: Apakah kenyaatannya benar seperti yang mereka klaim?
Alat detoksifikasi ini dapat dibeli dengan harga sampai jutaan rupiah atau peserta dapat melakukan terapi pada tempat-tempat yang populer dengan nama ‘Foot Spa’ dengan harga antara 100-200 ribu rupiah per sesi. Harga yang tidak mahal –menurut para penjual– jika dibandingkan dengan manfaat yang didapat.
Di Indonesia, media massa beberapa kali mengulas terapi detoks ini. Sayangnya, seluruh artikel-artikel tersebut tak lebih daripada sebuah promosi terselubung. Sebagai contoh adalah artikel “Sehat dengan Detoksifikasi” dari Tabloid Bisnis Uang atau artikel “Detoksifikasi: Bikin Hidup Lebih Hidup” dari Tabloid Senior.
Ray Girvan pada tulisannya “Dodgy Detox” menyimpulkan bahwa semua ini hanyalah sebuah reaksi elektrolisis, suatu topik yang umum pada praktikum anak-anak SD/SMP. Warna merah kekuning-kuningan tersebut adalah besi yang telah teroksidasi yang berasal dari elektroda alat tersebut. Bukanlah suatu kebetulan jika elektroda alat ini perlu diganti dari waktu ke waktu.
As to the brown colour, a number of critics, such as WicklowLass cited below, argue that foot detox machines are simply AC-DC transformers attached to ferrous electrodes that corrode to generate rust when used to electrolyse the saline water in the footbath.
This theory is backed up by some observers who have found by experiment that their feet didn’t need to be in the bath for the brown to appear.
Ben Goldcare dari The Guardian melakukan sebuah penelitian kecil untuk menganalisis kandungan zat air sebelum proses detox dan setelahnya. Kandungan besi setelah ‘terapi’ melonjak sangat tinggi jika dibandingkan sebelumnya. Selain itu, tidak ditemukan urea dan kreatinin pada sampel yang dianalisis, menandakan tidak ada racun yang keluar dari tubuh.
Bravely I sent along my friend Dr Mark Atkins to have himself Aqua Detoxed. He took water samples from the bowl, which we sent off to the Medical Toxicology Unit at New Cross, south-east London. You can only imagine our excitement, especially as they charged us £200 for the analysis. And so - triumphant music - the water taken out before they switched their Aqua Detox machine on contained only 0.54mg per litre of iron (probably from the metal spoon); but afterwards it contained … 23.6mg/l. Our water, from our kitchen table setup, contained 97mg/l (and it was a bit browner).
But did it extract toxins? “Toxin” is classic pseudoscience terminology. Essentially, the Aqua Detox people are offering dialysis, through your feet. Urea and creatinine are probably the smallest molecules - call them “toxins” if you like - that your body gets rid of, in places like urine and sweat: if “toxins” were going to come out, anywhere, you’d expect those to come out, too. There was no urea or creatinine in the water before the Aqua Detox, and there was none in the water afterwards. Which means, I believe, that we win.
Alat ini pun masuk dalam DeviceWatch.org, sebuah situs yang khusus membahas alat-alat medis yang dipertanyakan kebenarannya. Dalam situs ini, Stephen Barrett, M.D. menyimpulkan bahwa alat-alat ini secara medis tidak berguna.
The Guardian Unlimited article has had some impact on how the Aqua Detox and its imitators are marketed. Some marketers admit that the colors are due entirely to electrode conversion, and there is less emphasis on toxin removal and more emphasis on the “balancing” of “energy” that is not measurable with scientific instruments (and is therefore untestable.) But the bottom line is very simple. All such devices should be considered medically worthless.
Talkabouthealthnetwork.com bahkan mengatakan bahwa terapi detox kaki juga memiliki resiko karena reaksi ini melepaskan gas Klorin yang beracun dan Hidrogen yang mudah terbakar. Berhati-hatilah jika menggunakan alat ini. Jangan gunakan alat detoks kaki pada ruangan tertutup karena gas berbahaya akan terkonsentrasi. Atau lebih baik lagi, jangan gunakan alat ini
.
Hydrogen and chlorine gas is given off in this process. The oxygen atoms from the water combine in the liquid with the salt(added to water to improve conductivity) to form hydroxyl ions. The chlorine gas is from the chloride in the salt. The oxygen in the hydroxyl ions stay in the solution.
Given that chlorine gas is poisonous, this process can be potentially be dangerous to your health. And the explosive hazard posed by the hydrogen is another minus.
Mungkin karena Undang-undang perlindungan konsumen yang cukup baik di negara-negara maju, Ray Girvan dalam tulisannya “Bad Science and rusty footbath revisionism” mengatakan bahwa beberapa produsen ‘alat-alat’ tersebut merevisi klaim bahwa ‘racun’ berwarna merah kekuning-kuningan tersebut berasal dari dalam tubuh peserta terapi. Kini mereka mengatakan bahwa warna tersebut berasal dari elektroda pada alat tersebut. Walaupun demikian tentunya manfaat dari alat ini masih belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
However did the press manage to arrive at such a misconception? Perhaps via the vendors’ own statements? Hydra Detox (www.hydradetox.com) now says that its machine merely rebalances the body: “This type of machine is described as a detox machine because the response of a rebalanced body is to excrete any excess toxins via the kidneys, liver, bowels and skin AFTER the treatment” (their capitals, not mine). But a Google search finds a repeated occurrence of an older marketing tagline “Hydra Detox Foot Spas, simply immerse your feet in water and watch in amazement as the toxins are released through the pores in your feet”. Similarly, a Google search also finds many sites for Aqua Detox and Bio Detox stating that you’ll “see the excreted toxins in the water”, in texts whose near-identical content suggests that the claim was in their manufacturers’ blurb.
Bagaimana di Indonesia? Saya lihat Indonesia belum memasuki ‘tahapan’ tersebut, mungkin karena perlindungan konsumen yang sangat lemah. Produsen alat-alat tersebut masih bebas mengklaim hal-hal yang jelas-jelas tidak benar.
Update 23 Jun 2006:
Guru Besar FMIPA Unair Prof. Dr. Ir. Suhariningsih bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah melakukan penelitian terhadap alat-alat ini.
Dari hasil penelitian, membuktikan bahwa alat itu sebenarnya tidak mempunyai pengaruh apapun terhadap pasien. “Perubahan warna air dari kaki yang direndam, misalnya merah kehitaman atau warna lain, itu sangat tergantung dari konduktor yang direndam atau disalurkan ke dalam air tersebut,” jelasnya.
Update 7 Jul 2006:
Beberapa produsen dari alat ini mengklaim bahwa alat ini sudah memperoleh sertifikasi Class IIa di Eropa. Bagi orang awam, sertifikasi semacam ini bisa menjadi sangat meyakinkan dan seakan-akan alat ini sudah mendapat pengakuan dari para ahli. Tetapi kalau kita mau menelaah lebih lanjut, sertifikasi Class IIa ternyata tidak menyertakan uji klinis! Berikut adalah kutipan wawancara Majalah Medical Device & Diagnostic Industry pada Gordon Higson –ketua komite teknis ISO untuk alat-alat medis–:
In recent years, FDA has become increasingly interested in having device companies develop clinical data about the safety and effectiveness of their products. Is there such an emphasis in Europe?
No. The European approach requires clinical evidence only when the safety of a device cannot be established in the laboratory. But for many devices it is possible to do so, and therefore no clinical data are required.
Even when such data are needed, in Europe the requirement is to show clinical evidence only for safety and performance–not for effectiveness. There is no efficacy requirement in the European law. Our approach is to determine whether the technology performs in accordance with its labeling; we leave it to the medical profession to decide whether one diagnostic or therapeutic methodology is preferable to another for an individual patient.
Are there Class IIa devices that don’t present much danger and, therefore, would not necessarily have to go through much testing?
That’s correct. They have to go through an approval process, but it probably would not involve clinical studies.
Lihat juga diskusi di Quackblog: 1 dan 2.
Penjelasan yang diberikan oleh sebagian besar produsen alat-alat ini tidak meyakinkan secara medis. Tetapi ada beberapa yang memberikan penjelasan yang di mata orang awam terlihat meyakinkan seperti pada situs web Aqua Detox ini. Walaupun demikian, jika dilihat lebih teliti lagi, maka hasil ‘penelitian’ tersebut sama sekali tidak meyakinkan.
Update 16 Jul 2006:
Prof. Suhariningsih dan Drs. Tri Anggoro Priyo melakukan penelitian terapi ion ini di Laboratorium Biofisika FMIPA Universitas Airlangga. Hasilnya? Terapi ion tidak membawa manfaat.
“Dari reaksi elektrolisis tersebut, air yang berwarna kuning, kemerahan dan coklat mengandung Fe 3+, sedangkan air yang berwarna hijau mengandung Ni2+, sedangkan Cl2 justru mengandung gas yang paling berbahaya,” jelas Prof SUHARININGSIH pada suarasurabaya.net.
Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur yang pertama kali keluar dari elektroda adalah ion besi (Fe) yaitu kuning coklat, kemudian diikuti oleh ion Ni (nikel) berwarna hijau/hijau tua. Sedangkan ion Cr dan ion Mn selama eksperimen tidak nampak.
Kesimpulannya, warna dan gelembung udara yang dihasilkan oleh terapi ion (katoda-anoda-kaki) dalam satu ember itu berasal dari elektroda (katoda anoda) yang digunakan, bukan dari ion dari tubuh melalui kaki.
Update 8 Agustus 2006:
Kepolisian mulai melakukan penertiban terhadap ‘terapi’ ini di Surabaya!
Update 24 Mei 2007:
Pada bulan Januari 2007, acara televisi Watchdog yang diputar di BBC Inggris mengulas tentang aqua detox. Seperti yang bisa kita tebak, kesimpulan mereka juga tidak jauh berbeda.
But Watchdog took this idea to science expert Dr Ben Goldacre, who wasn’t impressed. He said: “It has nothing to do with toxins. It’s just basic chemistry - electrolysis. The water goes brown because metal electrodes are rusting in a salt water bath.” So even if you don’t put your feet in the water, it would still turn brown. Goldacre even demonstrated the process with some salt water, a car battery and a Barbie doll. Even Barbie turned the water brown.
…
The company still claims the machine will get rid of your toxins, but not over the course of the 30-minute session. It now says it’ll kick start your body’s natural immune system, and toxins will be released over the course of a few days. Watchdog showed these claims to Dr David Bender, a senior lecturer in biochemistry at UCL, who said these new claims were also scientific nonsense.
The Aqua Detox probably won’t do you any harm - except to your wallet - but it seems it won’t do you much good either.
Baca juga modul praktikum anak sekolah dengan tujuan untuk membuktikan bahwa boneka Barbie juga bisa di-’detox’.
Pertama!!
Warna kekuning2an itu mah daki2 di kaki yang luntur karena kena air plus disetrum.
kuningnya keluar karena kakina rorombeheun itumah mungking ya kang Pri
wah.. itu beneran daki yah?
bener-bener kaki rombengan.
mungkin kayak gini:
“semakin gelap warna air hasil setruman, makin berat pula dosa si empunya kaki”.
*pernyataan di atas bukan dari hasil penelitian ilmiah*
penipuan..lagi…penipuan lagi. Thanks om pri nice article
Daripada beli alat-alat mahal seperti itu lebih baik terapi air putih, yaitu minum airputih sehari dua liter, lebih ampuh untuk melarutkan racun.
*persenel ekspiriens*
wah untung sempet baca ini dulu. kalo gak dah ketipu deh.
kebetulan ada temen yg ngajakin nyoba di Detos
Kayaknya sekarang emang orang bisa jualan apa aja
Dan tidak jarang media massa kita (bahkan yang skala nasional) bisa terkecoh. Da jurnalis juga manusiaa…. Mending alat pijat kaki. Terasa pijatannya 
pijat thailand is much better….
WAH untung baca artikelnya, kalo gak bakalan ketipu juga. Kemarin dah sempet pengen detox juga
Untunglah,
kemaren sempat baca-baca leaflet-nya di gramedia..
–budiw
wakssssssssss… ternyata dugaan sayah benar
jadi, tipuan doang ya Mas? TOP lah bahasannya Mas Pri!
gue udah liat tuh barangnya. airnya kotor banget ya..kaya karatan gituh
kriuk2 tenan infonya kang…
Yang namanya tempat pengeluaran racun itu yang paling baik adalah melalui keringat tubuh, saluran urine dan pembuangan akhir pencernaan.
Mungkin nanti ada detox bathtub, berendam sekalian mandi, racun tubuh hilang. Bwahahaha.
wah, nggak nyangka kalo alat seperti ini nipu. gue nanti coba tanya ke redaksi tabloid senior deh. kebetulan gue punya temen di sana.
Saya mah dari dulu kagak percaya ama yang gituan.
Belum lagi harganya yang sok2 barang bagus (Mahal)
Pas awal2 saya nyangkanya itu yang kuning2 itu daki.
Well thanks infonya, untung belum nyoba.
Kalo kita teratur BAB pagi hari,itu detox juga kok. Biasakan BAB teratur.
pernah liat alat begituan di mall, tapi sama sekali nggak tertarik, karena MAHAL. toh kemaren2 sebelom ada alat begituan kita hidup ya sehat sehat ajah
Selain detox yg di rendem, kemaren saya pernah dapet tawaran detox yang bentuknya seperti plester, dan di tempel di telapak kaki. Kata temen yg pernah nyobain sih, lumayan kereasa agak ringan kakinya
psesttt, yg pasti di tawarinnya MLM
Di Makassar ada yang koit tuh abis di detox, abis itu perusahaan detox-nya bikin press release bahwa perusahaan yang melakukan detox tersebut adalah perusahaan ilegal
yang jelas kalau memang ini adalah salah satu bentuk penipuan, bener-bener canggih 
Ayo..!!!
Pilih mana Anne Ahira atau Enda. Ikuti votingnya !
di http://www.anneahiravsenda.blogspot.com
Wahhh, daripada main detok-detokan, kalau niat teraphy, enakan jalan aja di atas kerikil dengan kaki telanjang, dijamin deh lebih sehat.. murah lagi.. *asal ati2 kerikilnya dilihat dulu ya, siapa tau ada pakunya..*
busyet…. kirain beneran… hampir aja ketipu juga….
bahkan di pinggir jalan yang dilalui setiap pulang kerumah
klaimnya bisa menghilangkan racun dari orang2 ex-pengguna
narkoba…… jahat euy…
hmm, setau saya detox itu pengobatan alternatif yg pake cangkir yg dipanaskan trus ditempel ke punggung, trus nanti di bagian yg ditempel keluar darah yg katanya beracun. kalo itu tipuan juga nggak ya?
dan kalo kaki sering2 direndam di air keruh penuh korosi itu apa gak malah keracunan orangnya?
wah, makasih banget infonya! aku langsung kontak ibukku supaya hati2…maklum, bukan hanya yg muda2, org2 tua juga jadi sasaran tho…
detox yang saya tahu cuma bisa dilakukan dari internal tubuh…bukan dari luar…
yah, biasalah om, cari doit…
Ya gitu deh
bener sekali Mas, hak2 konsumen di negeri ini masih sangat subordinated
Yang haram aja susah apalagi yang halal..
namanya juga jaman sekarang..
waspalah..waspadalah..!!
ah paling nggak saya pernah coba loo… enak aja.. kaki jadi anget.. itung2 relaksasi lah.. lagian gratis lagi promosi di kantor .. heheehe…
wahh .. paselu tuh om pri.
“tapi ya ya ya .. jaman sekarang .. mo cari yang haram aja dah susah .. gimana yang halal”
– ngutip omongan supir bajaj
Wedew ngeliat airnya aja gw dah gak demen, apalagi nyoba … Nah sekarang udah ketauan boongnya …. weleh weleh … Indonesia kiy kok do gampang ketipu yah …
WeQ.. kayaknya lebih tepat di sebut alat tukang sulap dari pada alat kesehatan.
Saya udah pernah nyoba 4 kali dan emang kerasa badan jadi tambah enak dan tidur tambah nyenyak…apa ini cuman efek placebo??
warna aernya bikin males makan….
yang halal susah apalagi yang haram, kalau dua2nya susah mendingan pilih yang halal
Karena kurang tau, jadi mudah tertipu…
karena rayuan, jadi ikut-ikutan…
dibungkus teknologi, jadi pengen beli…
Agar sehat hidupku, gak taunya kena tipu…
makanya mending nyoba aja ya, gratisan getoooo..!
ah sayah mah detoksifikasi yg murah meriah sajah: lari pagi, minum banyak, pipis enak, bab lancar
Terima kasih Tuhan
info bagus nih… tak sebar ke keluarga & temen2 yah…
mas pri emang top markotop…
Teman-teman kalau Toxin itu memang ada tapi kalau alat detox saya juga gak begitu ngerti… tapi yang saya ketahui kalau toksin tidak disingkirkan, maka toksin akan berkumpul dalam tubuh yang dapat menyebabkan seseorang sering merasa letih dan lemah sehingga mudah mengidap penyakit. Oleh karena itu toksin yang terkumpul dalam tubuh HARUSLAH disingkirkan/dibuang dari waktu ke waktu untuk menjamin kesehatan dan kecerdasan kita.
Hanya mungkin cara yang benar itu bagaimanakah ? ini dia yang perlu diketahui, mungkin praktek Detox tidak benar karena sudah ada yang meneliti, tapi jika anda tetap ingin mengeluarkan toxin maka bisa gunakan cara yang lebih baik dan merupakan inovasi dari Jepang namanya Mori-No-Ki yaitu merupakan penemuan terapi detaksifikasi (mengeluarkan racun dari dalam tubuh) berdasarkan REFLEKSOLOGI KAKI dengan menggunakan KOYO Herbal Alami yang telah membantu banyak berjuta-juta manusia di dunia.
Dari pangalaman yang pernah ada, morinoki ini membantu penyembuhan bermacam penyakit, diantaranya: varises, asam urat, stroke, kanker, darah tinggi dan masih ada yg lainnya lihat kesaksian yang diarsipkan disini , bahkan juga membantu untuk penderita autisme.
Nah semoga dengan sharing info ini anda tidak akan tertipu… untuk info lebih lengkap tentang Morinoki teman2 bisa lihat di http://*************.rakhmat.com

#44: kemungkinan besar itu juga penipuan
. waktu cari2 info tentang detox kaki saya juga nemu info tentang detox yang model gitu, tapi berhubung fokusnya detox kaki jadi gak saya tindaklanjuti
Kalau memang berbahaya dan tidak ada manfaatnya (masih diragukan) kenapa tidak lapor YLKI mas Pri? Sebelum terlanjur jadi trend
Saya pernah nyobain di Giant Bekasi
. Habis penasaran
. Habis nunggu 1/2 jam direndam kakinya, memang benar air berubah warna dan baunya agak gimana gitu..
Trus katanya ada gangguan di lambung sgl macem. Gw tanya kok tahu Mas ? Dilihat dari gelembung di permukaan air.
. Trus gw nanya lagi kok ada lapisan minyak di pinggir bekas rendaman ? Dia bilang itu kolesterol..
. Tapi setelah lihat kanan - kiri kok kondisi air rendamannya orang di kanan kiri gw juga sama ? masa satu deret penyakitnya sama semua ? he jadi ragu

eh… gw belom koment di posting ini ya..?
detox,, mirip judul lagu..
Besok2 gw mau ciptain alat DETOX manjur neeh… Caranya Full Rendam Body Detox , nggak perlu ngantri deh
Bisa dilakukan dirumah atau dimana aja, syaratnya pake air mandi atau air sumur, terus masukin setrum at least 220volt (tapi PLN kita biasanya 230-235 volt oke juga) nah terus kita masukin tuh badan semuanya
hehehe…
Dijamin Langsung keDETOX semuanya (termasuk kulit gosong, en nyawa hilang) Oom..
Tau-tau kita udah di alam yang lain (bisa Surga atau Neraka) tergantung racun/dosa apa selama kita hidup…
(Disclosure Information: DONT try this at Home, it’s very very very DANGEROUS, kecuali kita pengen bener2 tamat hidup!!)


Biasalah mas!!! Namanya juga nyari duit. Kalo tersugestikan lumayan, bisa sembuh lo!!!
Mending Dibacain fatihah, Insya Allah Detoxnya kluar!!!! AcHHHH……
mori no ki? liat di salah satu web asing, ada tulisannya:
country of origin: Indonesia
hebaaaaat yak…impor teknologi dari jepang
#51: betul juga, setelah cari sana sini ‘mori no ki’ sepertinya cuma bisa didapatkan di Indonesia, atau paling tidak cuma ‘populer’ di Indonesia
masa sih bisa ngeluarkan racun, aku hanya percaya akupuntur aja
Emang udah ada yang membuktikan klo detox emang bener² bisa menyembuhkan ..??
Mending pijat refleksi deh… kalo yang bandel, lebih senng pijat ++
(saingannya c++ itu lho…)
Ayolah teman-teman, jangan mudah mencela/mengkalaim nipu atau apalah BILA anda sendiri belum tahu sebenar2nya. Bisa jadi suatu saat Anda punya usaha akan BANYAK YG MENCELA juga. Soal Detox memang banyak, dan spt yg disebutkan salah satu teman diatas ttg MORINOKI. Sebuah pengalaman yg benar terjadi di Jambi di bulan Maret ini. Orang gagal ginjal yg harus cuci darah 3 hari sekali, dengan menggunakan MORINOKI (Detoxifikasi Koyo’) maka tidak perlu lagi Cuci Darah. Asam Urat sembuh. Dan masih banyak yg lainnya.
#56: katanya “MORI-NO-KI bisa digunakan untuk proses penyembuhan asam urat, sinustis, asma, penyakit tulang, persendian, diabetes, hipertensi, blah blah blah”. *TING* berbunyilah detektor bullshit saya.
kecuali ada penjelasan medis yang bisa dipertanggungjawabkan, maka ini adalah bullshit juga. ya, saya juga sudah coba mencari, tapi tidak ketemu.
pola hidup teratur, olahraga teratur, banyak makan sayur, buah, banyak minum air putih, dll juga membantu proses penyembuhan asam urat, sinustis, asma, penyakit tulang, persendian, diabetes, hipertensi, dll. bener lho, saya nggak boong!
Bagaimana yang di sini:http://tinyurl.com/*****
Klaimnya sih canggih keluarain Racun.
Kali aja ada yang periksa kebenarannya.
Salam Hangat
Simon Mangande
http://www.*************.com
Seorang rekan mengirimkan URLs berikut:
—————-
Beberapa WEB yang menampilkan KOYO PENYERAP RACUN antara lain :
http://www.bioqure.com/html/product_info.html
http://kenricojp.trustpass.alibaba.com/productlist.html
http://lightning.prohosting.com/~tsaimt/kitachikoo.html
http://www.quick-pain-relief.com/html/detox_article.html
http://www.kinocanada.com/kino-intro.htm
http://www.chinese-culture.net/html/detox_reflexology.html
http://www.mbfootwear.com/koyotox.html
http://www.alibaba.com/catalog/11277908/Foot_Pad/showimg.html
http://www.chikaraworld.com/images/pad7big.jpg
jadi kalau MORI NO KI adalah barang jelek/palsu maka
seluruh dunia tertipu, dan hal itu tidak mungkin.
hehe Ting juga..
Cak Pri..
Setahu aku, yg ada di Indo pertamanya untuk Detox Herbal dg model KOYO’ ini namanya KINO KATARA yg dipasarkan oleh . Morinoki boleh dibilang nama BARU dibanding nama KinoKatara, Sementara Produk semacam ini bukan hanya di Indonesia, tapi sudah banyak di dunia. Tapi tetap asalnya dari JAPAN. Dan macam-macam pula’ namanya. Ada ada dan masih ada yang lain. Cari sendiri deh kalo mau tahu di gugle. Pakai keyword “key detox” atau “detox foot” atau apalah.
Atau link2 di bawah ini:
http://www.elixirshop.com/detoxpads.htm
http://www.chikaraworld.com/1foot.htm
http://www.alibaba.com/catalog/11240502/Chikara_Foot_Detox_Pad.html
http://www.wheatgrasskits.com/footpatch.htm
http://www.thewolfeclinic.com/foot-pads/index.html
http://www.thewolfeclinic.com/foot-pads/healpas.html
http://takara.jeffotto.com
http://www.bodypurenow.com
http://www.k-link.com/eng/product/health-kino.htm
http://shop.revell-indonesia.com/morinoki
http://www.google.co.id/search?q=KINOTAKARA&btnG=Cari&hl=id
http://www.bioqure.com/html/product_info.html
http://kenricojp.trustpass.alibaba.com/productlist.html
http://lightning.prohosting.com/~tsaimt/kitachikoo.html
http://www.quick-pain-relief.com/html/detox_article.html
http://www.kinocanada.com/kino-intro.htm
http://www.chinese-culture.net/html/detox_reflexology.html
http://www.mbfootwear.com/koyotox.html
Nah ane gak bicarakan soal DETOX yg pakai Air kaki direndam.
hmm..

tanyakan pada rumput yang bergoyang..
tapi
ada benarnya juga sih…
ya hubungi ahli naturopati atau homeopati bahkan ahli akupuntur begitu lebih tepat
betul
#60 #61: i stand corrected, tapi dari semua link itu isinya jualan semua. apa gak ada informasi tentang bagaimana foot pad/foot patch itu bekerja? misalnya, apa komposisinya, apa khasiatnya, etc.
atau mungkin ada yang berani kirimin saya beberapa sampel untuk saya buktikan kebenarannya?
Iya, saya pernah liat yang model koyo…. apa itu juga penipuan ???

#44, #61, #63 he hehehe saya kira Mas Rakhmat dan Mas Wawno yang tetanggaan sama Mas Pri dengan senang hati akan memberikan sampel buat Mas Pri cobain Morinoki
Silahkan telpon telponan deh bikin janji…jangan lupa reportnya ya 
Thanks for your comments on our website. Links for you:
Kommen MMR tentang Foot Detox Scam
Device Watch on:
The Aqua Detox Scam
#65: boleh boleh, saya harus telepon kemana ya? kalau ada yang mau kontak saya silakan kontak saya lewat email atau YM.
saya cari2 lewat google dg keyword mori no ki dlm bahasa jepang, sampe ke lembar pencarian ke-7 cuma nemu dua web, itu pun dua2nya jualan
habis itu udah males ‘metani’. kalo terkenal buanget, apalagi di negara asalnya, pasti udah muncul sejak awal donk. malah yg keluar nomer 1, mori no ki nursery school, kekekek…
ayo2 yg pada jualan, gak ada salahnya tuh ngasih sampelnya ke mas priyadi, biar bisa dibuktikan
Orang-orang nggak punya duit biasanya komentarnya macem-macem dan pesimis. Biasanya orang seperti ini senang mencela sesuatu yang nggak bisa dia dapatkan, apalagi kalo harus mikir dan menganalisa. Malas tuh. Cuman mulutnya nggak malas mencela orang.
Kasian deh luu….
Gimana ada waktu utk ngurusi hal ginian (perlindungan konsumen etc etc)…. lagi sibuk ngurus RUU APP bung!
Hen pen emang kog !
#26. kalo itu namanya di kop atau bekam , itu salah satu cara pengobatan cara nabi Muhammad SAW. cara aslinya ialah di iris tengkut kita sedikit aja trus darahnya yg keluar dihisap oleh mulut dan dibuang…
pretty scarry eh… but its not..
Pak Priyadi,
Kalau untuk Morinoki memang sudah saya buktikan sendiri. Ada anak teman saya yang harus cuci darah karena infeksi ginjal. Setiap kali kontrol ke dokter pasti di kasih tau “5 hari lagi cuci darah ya”
Kurang lebih 3 minggu yang lalu si sakit harus di opname dirumah sakit dan sorenya harus menjalani cuci darah. Selesai cuci darah, malamnya langsung telapak kakinya ditempel dengan Morinoki tadi. Dua hari kemudian setelah diperiksa dokter, pasien diperbolehkan pulang kerumah. Katanya tinggal rawat jalan aja. Yang menggembirakan, dokter tidak memberi “info” jadwal cuci darah lagi. Jadi sampai sekarang udah 3 minggu sang pasien “absen” dari ruang homodialisa rumah sakit.
#72: dari penjelasan anda tidak begitu meyakinkan apakah itu pengaruh dari Mori No Ki. selain itu ada faktor yang namanya Placebo, apakah itu efek placebo atau bukan?
Just another “marketing” tricks & trap, I guess.
hehe..
mobkdhe.. sampeyan gak moco ta ? diatas..
MORINOKI salah satu nama dari DETOX PATCH dan boleh dibilang baru dan hanya dipasarkan di Indonesia, Malaysia, Spore. Sementara detox patch (detox plester) ini banyak namanya. Spt salah satunya KINO KATARA yg didistrbusikan K-LINK grup perush Amrik (kalo gak salah). Nah itu udah menyebar banyak. Coba cari dg keyword “KINO KATARA” atau keyword “Detox Patch”.
Nah mungkin ini salah satu factorynya :
http://www.detoxpatchfactory.com/index.php
link lain
http://www.bodyandsolepatches.com/detox.htm
http://www.thelifetree.com/takarapatchingredients.htm
http://www.acumedico.com/
http://weconnect.com/kpatch/
kalo banyak web jualan, lha ya memang produk itu untuk DIJUAL hehe. Emang gak boleh jualan ? hehehe
Dan mungkin saya salah, ternyata Detox Patch ini sudah ada di Indonesia sejak 2003. Harian suara merdeka Semarang, namanya Juekitakara
http://www.suaramerdeka.com/harian/0310/19/kot5.htm
Sementara pengalamanku dg MORI ini adalah ibu mertuaku, yg sakit asam urat dan gangguan ginjal. Biasanya kaki bengkak2 dan sakit bila kecapean, dan alhamdulillah bengkak tdk terjadi saat kecapean melakukan perjalanan jauh jawa timur-jakarta setelah pakai Morinoki sebelumnya.
Rencana sih mau beli lagi buat ane untuk nyedot racun rokokku kakakaka… habis sehari 2 bungkus 234, mau ditempel di dada nih.
Cak Pri,
ane juga di depok, depoknya depok I. tapi sampeyan di Margondanya ya. hehe ya boleh aja kalo mampir sih hihihi.
Mbak Nofie..
Lha wong ada yg kasih info kok malah dikira Trik Jualan hehehe.. sampeyan iki kok prasongko elek’e lho sing di gede’ne.
kalo lagunya Aa’ spt ~jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini…
mana nih yang katanya mau ngasih sampel ke saya? atau takut barangkali?
hehe… tatut.. hehe nggak lagi…
datang deh main2.. ntar ane bagi.. mungkin besok ane beli morinoki tuh hehe gimana ? email ane khan tahu tuh sampeyan cak.
hehe
itu kayanya orang-orang yg promosiin Morinoki semangat betul. Topik awalnya detox kaki, jadi meleset bahas koyo, ngotot pula.
sistem jualan morinoki pake MLM yah? (curiga liat link #44). ampe segitunya…
Pak Priyadi,
karena si Pasien sebelumnya tidak diberitahu. Kenapa tidak diberitahu ? Karena si Pasien sedang murung dan bawaanya diaaammm melulu tidak mau diajak bicara. Kenapa murung ?? Karena ada yg bezuk keceplos asal ngomong”Kayaknya nggak lama lagi, muka udah bengkak bengkak” Dan suara itu walau diluar masih sampai ke telinganya. Kontan aja si
Kalau saya lihat, itu bukan Placebo