8 May 2005

“Kingdom of Heaven”

Posted under: at 02:28

Kingdom of Heaven

Kemarin saya menonton film “Kingdom of Heaven” di Citos. Sebelumnya saya ragu untuk menonton film ini karena pada umumnya film-film barat cenderung anti Muslim, apalagi film ini bertemakan Perang Salib yang merupakan konflik terbuka antara Islam dan Kristen pada abad pertengahan. Tetapi di lain pihak, saya sangat menyukai film-film kolosal. Setelah menonton film ini saya sangat terkejut karena ternyata film ini sangat berhasil untuk menyajikan konflik Perang Salib tanpa berat sebelah (paling tidak menurut standar saya).

Film ini menceritakan suasana pada Perang Salib kedua. Pada saat itu pihak Kristen yang menguasai Jerusalem sedang dalam suasana damai dengan pihak Islam. Tetapi di lain pihak ada beberapa orang dari pihak Kristen yang mencoba memprovokasi perang dengan pihak Islam.

Tokoh utama pada film ini adalah Balian dari Ibelin, salah seorang dari pihak Kristen yang menghendaki perdamaian dengan pihak Islam yang dipimpin oleh Saladin. Film ini berusaha untuk adil, ada protagonis dan antagonis di pihak Kristen dan Islam. Protagonis adalah orang-orang yang menghendaki perdamaian, sedangkan antagonisnya adalah orang-orang yang mencoba untuk menyulut permusuhan.

Walaupun demikian saya melihat character development tokoh antagonis dari pihak Islam sangatlah minim. Dalam ingatan saya hanya ada satu scene tentang ini dan menurut saya terlalu mengada-ada. Mungkin karena sang sutradara kesulitan untuk mencari tokoh dalam sejarah yang pantas berada dalam posisi ini, tetapi sutradara tetap menginginkan netralitas dalam film ini. Karena hal ini mungkin ada beberapa penonton yang beragama Kristen berpendapat bahwa film ini lebih memihak kepada Islam.

Simbol-simbol perdamaian kerap kali dikedepankan di film ini secara berulang-ulang, bahkan menurut saya terlalu dipaksakan: Muslim yang melakukan shalat di pelabuhan Messina; suasana damai antara Islam, Kristen dan Yahudi di Jerusalem; orang Kristen yang mengucapakan salam Islam dan sebagainya. Mungkin sang sutradara menyadari bahwa film ini bisa menjadi sumber konflik bagi pihak-pihak tertentu dan pemuatan simbol-simbol ini diharapkan untuk menjadi pereda bagi pihak-pihak tersebut. Sepanjang film ini sangat terlihat usaha dari pembuat film untuk tidak memihak pihak tertentu.

Saya tidak ingin bahasan saya ini menjadi spoiler, untuk itu saya sudahi saja sampai di sini :). Tapi yang jelas anda tidak akan antipati terhadap film ini, apapun agama anda.

Tambahan:

  • walaupun film berlatarbelakang historis, tapi jangan harapkan penceritaan sejarah yang akurat. Pada film ini, saya lihat ada beberapa hal yang tidak sesuai sejarah seperti yang saja baca di Wikipedia
  • Jay menulis sejarah dari Saladin dalam Bahasa Indonesia

45 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!