19 May 2005

Menyikapi Skema Piramida: Belajar Dari Pengalaman Albania

Posted under: at 13:04

Albania

Albania adalah salah satu negara termiskin di Eropa. Sebelum tahun 1985, Albania praktis terisolasi dari negara lain akibat dari kebijaksanaan komunisme di negara itu. Albania tidak mengenal konsep kepemilikan karena seluruh properti dimiliki oleh negara. Pada saat transisi dimulai pada tahun 1991, Albania adalah negara yang sangat miskin dan hampir semua penduduknya tidak mengerti sistem ekonomi pasar.

Dengan kondisi demikian, penduduk Albania menjadi sasaran empuk bagi para ‘pengusaha’ skema piramida. Hal ini juga didukung oleh pemerintah Albania yang tidak melakukan apapun untuk mencegah praktik tersebut. Pada beberapa kasus pejabat pemerintahan terlihat mendukung praktik skema piramida tersebut. Bahkan pada November 1996, Perdana Menteri dan Juru Bicara Parlemen menerima medali penghargaan dari salah satu skema piramida tersebut.

Di antara pengelola skema piramida juga terjadi persaingan untuk memperebutkan ‘downline’ dari seluruh 3.5 juta penduduk Albania. Mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan tingkat ROI, mulai dari 10% per bulan sampai dua kali lipat setiap bulannya. Padahal tingkat inflasi Albania hanya sekitar 15% setiap tahunnya.

Pada Oktober 1996, atas desakan IMF dan Bank Dunia, menteri keuangan mengumumkan peringatan ke masyarakat tentang bahaya skema piramida ini. Sayangnya, Presiden Albania Sali Berisha justru membuat pernyataan yang mendukung praktik-praktik skema piramida ini. Pers dan masyarakat bereaksi negatif, IMF dituduh berusaha untuk menutup usaha paling sukses di Albania. Pihak-pihak yang menentang skema piramida menjadi pihak-pihak yang tidak populer di mata masyarakat.

Pada Januari 1997, dua praktik skema piramida terbesar bangkrut dan hal ini menyebabkan huru-hara dimana-mana. Pada Maret 1997, pemerintah kehilangan kontrol atas Albania bagian selatan dan sebagian besar angkatan bersenjata melakukan desersi. Pemerintah menjanjikan pemilihan umum pada bulan Juni dan untuk sementara pemerintahan sementara diberlakukan. Pada akhirnya, 2000 meninggal akibat masalah ini. Sedangkan mata uang terdepresiasi sebanyak 40% dan harga meningkat 28% selama paruh awal tahun 1997. Praktik skema piramida tersebut berhasil mengeruk uang sebesar $1.2 milyar, atau kurang lebih 50% dari GDP.

Kasus Albania ini adalah sebuah model bagaimana skema piramida dapat merusak perekonomian sebuah negara. Luas negara Albania tak lebih dari luas Jawa Barat, sedangkan jumlah penduduknya hanya 1/10-nya. Kecilnya negara Albania menjadi simulasi yang baik bagaimana praktik ‘money game’ mempengaruhi sebuah negara. Indonesia yang jauh lebih besar dari segi luas wilayah, jumlah penduduk dan kematangan ekonominya tentunya bisa lebih baik dalam menghadapi skema piramida. Walaupun demikian tentunya kita tidak menginginkan perekonomian kita terdegradasi hanya karena kita membiarkan praktik skema piramida merajalela.

Siapakah yang salah pada kasus Albania? Para pembuat skema piramida sudah jelas-jelas salah karena menipu masyarakat. Masyarakat yang mengikuti skema tersebut juga salah karena tidak kritis dalam menganalisis fenomena tersebut. Sedangkan pihak yang mengetahui masalah pada sistem tersebut juga salah karena lebih memilih diam untuk menghindari antipati masyarakat yang terlanjur menyukai skema tersebut. Pendekatan pragmatis dalam bentuk “yang mau ikut silakan ikut dan yang tidak mau silakan diam” dalam menyikapi hal ini tidak dapat dibenarkan.

Referensi:

33 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!