29 June 2005

SMS Masal Dari Presiden: Apakah Dapat Dibenarkan?

Posted under: at 23:12

Tulisan saya sebelumnya mengenai penyalahgunaan akses SMSC oleh tim SMS Presiden menimbulkan pro dan kontra. Berikut ini adalah pendapat saya dalam bentuk wawancara fiktif.

Apakah SMS dari Presiden tersebut termasuk dalam kategori spam?

Ya, karena mengandung ciri-ciri spam:

  • unsolicited: penerima tidak meminta pengiriman pesan tersebut dan penerima tidak mengenal pengirim dan sebaliknya.
  • bulk: pesan tersebut dikirim ke banyak penerima secara sekaligus

Tapi kan tujuannya baik untuk mengajak bangsa ini untuk tidak mengkonsumsi narkoba?

Isi pesan memang baik, tetapi cara penyampaiannya yang tidak baik. Bagaimana jika langkah ‘brilian’ ini diikuti oleh instansi pemerintah lainnya? Walaupun tujuannya baik, tetapi jika dibiarkan mungkin nantinya kita akan menerima banyak SMS semacam ini setiap harinya :(.

Lalu bagaimana reaksi masyarakat? Jika mereka melihat ini sebagai sesuatu yang baik, maka suatu saat mereka akan mengikuti langkah ini untuk kepentingan masing-masing. Suatu saat nanti SMS akan bernasib sama seperti email saat ini yang penuh dengan spam. Suatu saat nanti mungkin kita harus melakukan ritual penghapusan pesan-pesan yang tidak kita perlukan setiap harinya.

Lalu bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh tim SMS Presiden?

Sama seperti layanan penyedia konten SMS lainnya: membiarkan masyarakat memilih untuk menerima SMS dari Presiden atau tidak, dengan default tentunya tidak. Misalnya: jika seseorang ingin menerima SMS dari Presiden, dia cukup mengirimkan SMS ke 9949 dengan isi “langganan presiden”.

Bagaimana dengan SMS dari provider selular yang mengiklankan layanannya?

Itu adalah hal yang berbeda. Dalam kasus ini penerima SMS adalah pelanggan dari provider. Sehingga bisa diterima jika provider mengirim SMS ke pelanggan karena keduanya memiliki hubungan bisnis sebelum SMS tersebut dikirim. Jika pelanggan keberatan dengan SMS yang dikirim oleh provider, maka ia dapat melayangkan protes ke provider.

Tentunya situasi akan menjadi berbeda jika yang mengirim pesan adalah pihak selain provider atau untuk kepentingan pihak selain provider atau pelanggan. Dalam hal ini kasusnya akan sama dengan kasus SMS Presiden ini.

86 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!