9 July 2005

Telkom: Sambungan Tetap vs TelkomFlexi

Posted under: at 01:18

Setelah pertama kali pindah rumah, salah satu langkah pertama yang saya lakukan tentunya adalah melakukan aplikasi telepon sambungan tetap (fixed line), karena tidak lengkap rumah tanpa sebuah telepon sambungan tetap. Tetapi setiap kali melakukan aplikasi, kami selalu mendapat jawaban: “Daerah rumah anda belum terjangkau sambungan tetap. Bagaimana kalau anda memakai Flexi?” Walaupun saya tahu kompleks yang berseberangan sudah memiliki sambungan telepon. Selain itu kantor DPRD Depok yang baru terletak tidak lebih dari satu kilometer dari pintu masuk kompleks saya.

Proses pendaftaran tersebut kami ulang setiap bulan, selain untuk memeriksa apakah wilayah kami sudah tercakup juga untuk menekan Telkom agar memiliki insentif untuk memperluas jangkauan sambungan tetapnya sampai ke wilayah kami. Saya tahu, beberapa warga lainnya juga melakukan hal yang sama.

Akan tetapi jawabannya tetap sama: “Bagaimana kalau anda menggunakan TelkomFlexi?” TelkomFlexi? Kalau saya butuh layanan telepon selular saya mungkin akan mendaftar layanan TelkomFlexi. Tapi saya tidak butuh “Bukan Telepon Biasa”, saya butuh telepon biasa!

Alasannya?

  • Bisa menggunakan modem dan fax biasa tanpa peralatan tambahan
  • Suatu saat mungkin saya akan menggunakan layanan ADSL yang membutuhkan sambungan tetap kabel

Selain itu, saya sudah memiliki dua buah telepon selular dan salah satunya adalah TelkomFlexi! Apa gunanya saya menggunakan dua nomor Flexi?

Gencarnya Telkom mempromosikan Flexi untuk wilayah kami tidak sampai di situ. Selama beberapa hari Telkom pernah membuka gerai TelkomFlexi di dekat pintu masuk kompleks.

Mungkin karena terlalu sering ‘mengunjungi’ kantor Telkom, akhirnya saya mendengar juga alasan Telkom tidak memasukkan sambungan tetap kabel ke wilayah kami. Alasannya adalah karena wilayah kami adalah ‘daerah kekuasaan’ divisi TelkomFlexi, sedangkan kompleks sebelah adalah ‘daerah kekuasaan’ divisi sambungan tetap.

Oh, nasib! Mungkin karena monopoli Telkom terlalu luas maka Telkom merasa perlu untuk berbagi kue pendapatan antara divisi-divisi di dalam Telkom sendiri. Paling tidak ada tiga divisi sambungan telepon yang saling berkompetisi: divisi sambungan tetap, TelkomFlexi dan Telkomsel. Saya tidak tahu mengapa Telkom tidak mempekerjakan divisi-divisi di dalamnya secara independen dan membiarkan masyarakat memilih layanan yang dibutuhkannya. Mungkin Telkom kurang percaya diri terhadap layanan Flexi sehingga menggunakan cara-cara seperti ini untuk menggaet pelanggan.

Pada akhirnya pengumuman yang kami tunggu-tunggu datang juga. Akhir bulan lalu, Telkom mengumumkan akan memasukkan jalur telepon sambungan tetap ke kompleks kami!

The catch? Pemasangan sambungan telepon tersebut diberikan dalam bentuk paket: layanan sambungan tetap + layanan TelkomFlexi Classy + handset Nokia 3585! Biaya paket tersebut kurang lebih Rp 1 Juta.

Mungkin saya sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk memiliki dua nomor TelkomFlexi :(.

48 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!