Ramalan-Ramalan Picisan
Orang kita memang suka meramal-ramal. Dulu Mama Loren meramal bahwa pada 2005, Krakatau atau Merapi akan meletus dan menyebabkan tsunami di Jawa Tengah. Tanpa menunggu 2005 selesai pun, yang lulus mata pelajaran geografi pasti tahu kalau Krakatau tidak akan menyebabkan tsunami di Jawa Tengah, dan letusan Merapi tidak akan menyebabkan tsunami karena letaknya yang tidak di laut.
Sekarang giliran Permadi, katanya Jakarta akan dihantam bencana besar yang katanya akan lebih besar daripada bencana di Aceh atau Yogyakarta. Tak ketinggalan, Permadi bahkan juga sempat-sempatnya menyisipkan pesan bermuatan politik:
Seluruh maksiat, menurut Permadi, ada di Jakarta. Dia mencontohkan, penyelewengan yang dilakukan pejabat, korupsi seperti BLBI. “Belum lagi monorel yang merusak lingkungan, busway yang nggak ada aturan. Memangnya alam ini akan diam saja,” protes dia
Entah apa hubungan antara monorel, busway dengan bencana alam. Yang jelas pernyataan ini tetap menghebohkan media massa.
Guruh Soekarnoputra pun tidak mau ketinggalan mengait-ngaitkan bencana dengan hal-hal lain. Katanya, bencana Aceh dan Yogyakarta terjadi karena Bangsa Indonesia kurang menghayati Pancasila.
Dampak belum dihayatinya Pancasila, yaitu kebobrokan moral, berdampak pada manusia, alam, dan lingkungan. Alam murka akibat perilaku manusia tak ramah lingkungan. Bencana alam kecil sampai besar terus terjadi, dari Aceh hingga Yogyakarta. Sebagian orang religius menganggap ini adalah pertanda azab. Orang spiritual menyebut ini karma karena ada sebab-akibat.
Apa hubungan Pancasila dan Gempa? Mungkin karena keduanya berakhir dengan huruf ‘A’ atau ‘gempa’ terdiri dari lima huruf, sesuai dengan Pancasila? Entahlah.
Daripada orang-orang ini bicara tentang bencana yang tidak jelas tujuannya, mungkin lebih baik mereka meramal atau mengait-ngaitkan sebab akibat pada acara Piala Dunia 2006. Tidak akan ada yang heran atau tersinggung jika mereka bilang Belanda akan menang melawan Argentina karena korupsi yang terjadi di Argentina, atau Indonesia tidak masuk Piala Dunia karena tidak cukup menghayati Pancasila.
Hore yang pertama
tumben aku bisa yang ke 1
lucu banget pri.. aslii
pertamakah ???
Kalo aku sih gak percaya ama ramalan.

(tapi gak tau kapan)
Dalam agamaku (Islam) gak boleh tuh yang namanya ramalan
Syirik.
Kalo ramalan menjadi kenyataan bisa jadi kebetulan, atau kira-kira aja. Misalnya ada penggundulan hutan, trus bisa aja diramalkan bakal terjadi longsor. Dan kalo terjadi longsor beneran gak usah heran.
Aku juga bisa ngeramal. Contohnya Semua yang baca commentku ini pasti akan mati
ngakak abiez….
Yang edan itu mereka yang mau mendengar dan percaya ramalan-ramalan konyol itu.
minjam kata2 yang sering diucapin sama rep. BBM
“ini ilmiah”
jakarta rasanya sulit untuk terjadi disaster besar apalagi dari alam
1. patahan lempeng antar benua jauh di sisi selatan sedangkan jakarta ada disisi utara jawa (jadi ujung kulon yang kena duluan jakarta paling kena efek dikit)
2. krakatau terhalang dng pesisir barat (anyer kena duluan jakarta belakangan)
mungkin kalo pulau kalimantan turun ke laut jawa jakarta benar2 disaster.
tapi yg namanya disaster ya itu kehendak Illahi mudah-mudahan tidak ada disaster lagi.
Saya meramalkan semua orang Indonesia akan mati semua.
hehehe.. memang semuanya tidak bisa dianggap sebab akibat karena ada kekuatan lain yang bisa menentukan endingnya . Bukan ramalan tapi takdir Tuhan !
yg paling membuatku sedih adalah… berita2 semacam itu juga turut disebarkan oleh anggota2 milis yg ngakunya berpendidikan
Pada kenyataannya ramalan/klenik justru laku (baca: dipercaya) oleh masyarakat pada umumnya yang mengaku beragama. Padahal dalam agam (Islam) yang namanya ramalan/klenik itu syirik.
Ada apa dengan masyarakat kita ?
Kurang pendidikannya kah ?
Tapi saya percaya koq Aleg DPR kita berpendidikan.
Apa masyarakat kita lebih percaya kpd hal-hal yang gaib yang untuk memotivasi dirinya dari pada kemampuan intelektualnya dalam menjalani hidupnya dan berkarya ?
dapat smsku semalem? itu sampe di hpku setelah gempa 3,3 SR terjadi.
hiyyyy.. iblis mo muncul. kalo muncul dari yogya, apa kemungkinan dari jalan magelang ya? hihihihi
kenapa peramal-peramal itu suka digelari ORANG PINTAR?
karena dia berhasil membego-i orang lain, bahkan mereka yang secara akademik mestinya lebih pintar.
Mwahahaha… setuju ama Johan!
Ketawa aja ah, antara geli dan miris
Indonesia berada di sabuk api kok jadi tidak heran banyak bencana gempa melanda tanah air kita. Yang harus sekarang dilakukan adalah tindakan pencegahan dan deteksi gempa, biar kalau gempa terjadi jumlah korban bisa diminimalkan. Kan kasus tsunami di Aceh dan Sumut harus diambil hikmahnya. Pemerintah harus cepat tanggap. Gimana nih pak SBY & JK. Jangan cuma di kampanye saja bercuap-cuap memohon pertolongan rakyat, pas terpilih malah lupa janji.
Ha..ha..ha…, saya gak percaya yang gituan. Pancasila??? apa hubungannya dengan Gempa????
Dulu waktu kecil masih ingat ada plesetan dalam bahasa Aceh.
“Garuda pan tjhet-tjhet, Lampoh u asee meuseutot” bla..bla..
lupa saya
Gak ada hubnya sama sekali 
kkkk…aneh, hari gini percaya ramalan. Mau cari pamor ya? biar terkenal. Padahal Pancasila juga sila pertamanya ngomong soal agama, jadi harusnya kalo emang bener2 nganut pancasila ya ga percaya ama gitu2an..aneh…
salam kenal bang pri…
Jangan dulu meramal orang lain! lha untuk dirinya sendiri belum tahu apa yang akan terjadi besok. Makanya jangan percaya kepada yang namanya Ramalan atau peramal!
Ah, Si Abang. Tambah pinter aja bikin tulisan yang menarik
Sudah saat nya menghargai alam ini………..
om pri…
kalo gw kan kerjaannya bikin parts forecast mingguan, bulanan & tahunan…apa sekarang gw bisa disebut peramal…?
kalo tentang PilDun, dari hasil forecast gw dengan bantuan alat yg gw punya…di 2nd round, cuma brasil yg akan bertemu lawan dari benua yg berbeda…
\
Pak Narsum yang tidak jelas moralnya, Bapak harus ingat bahwa semangat kemerdekaan kita dulu pun dikompori ramalan Jayabaya! qyuqyuqyuyqyuqyuqyu
hahaha…
Pancasila itu dasar negara dan Gempa itu di dasar laut. Mungkin begitu maksudnya
Saya baru saja mendapatkan wangsit bahwa Jakarta akan mengalami gempa.
kalau begini juga gak tersinggung kan?:
priyadi diramalkan tidak akan jadi pemain sepakbola dunia karena tidak menghayati pancasila.
mhmmm jadi yang percaya dengan ramalan/klenik moralnya lebih jelas dibandingkan narsum…
Wah teori baru nih…
ada komentar dari “sang pakar kita™” ?
Mungkin bursa taruhan William Hill perlu membuka taruhan akankah terjadi gempa di Jakarta
hehehe… namanya kultur tu jg susah dihapus bgitu aj
di jogja kemaren ada ramalan gempa jam 6 sore… eh,,, jam 6 sore ga ada… trus mereka bilang jam 7,,, eh,,, jam 7 ga ada… trus ada isu lagi jam 8… bgitu sterusnya mpe smua org dah tidur… eh.. malah tengah malem gempa (yg mungkin ga diramalin :P
saya malah dah ketiduran 
Tambahan, di berita detikcom yang diberikan Pri, Permadi berkata bahwa ia sudah memprediksi bencana di Aceh 4 hari sebelumnya. Ada yang sempat mencatat “ramalan” Permadi tentang bencana Aceh?
(
.. Saya ramalkan, abis ini pasti Jack-nya keluar, ceki neeh… ). Ngomennya ntar ya, sedang sibuk main kartu.

saya meramalkan (dan berharap), inggris lolos final piala dunia besok, versus brazil tentunya.
ramalan saya berlanjut dengan hasil akhir inggris sebagai juaradunia tahun ini tentunya
let’s forget everything ‘picisan’ and think only about World Cup, shall we?
Mungkin juga karena org Indonesia kebanyakan nonton sinetron mistis yang tiap jam 7 itu udh nongol di seluruh stasiun swasta, makanya mindsetnya udah mistik mlulu..
ada komentar dari “sang pakar junior kita™”
Cara kerja ramalan ….. seperti orang ngebahas nomor buntut sesudah nomor keluar, baru dicocok cocokin untuk pembuktiannya, setelah itu buat ramalan lagi kalau sudah keluar cocokin lagi dengan ramalan sebelumnya begitu seterusnya …..

Isu-isu seperti ini sangat meresahkan pengungsi korban gempa di jojga dan klaten. Ada baiknya masyarakat tidak menyebarkan informasi jika kebenarannya masih sangat diragukan.
Paranormal harus mulai belajar tutup mulut. Pers juga harus mulai tidak membuat berita-berita yang bombastis.
anggap saja ramalan permadi sebagai banyolan di akhir pekan…
tapi yang jelas, kalau jakarta banjir di musim hujan sih udah nggak perlu diramalin lagi, sudah tradisi, anak kecil aja tahu…
pak priyadi, kata meramal kok ke situ link-nya? hihihi….
lama-lama jadi negeri penjudi…. maen ramal aja

biasalah mas pri, itulah tabiat “peramal” indonesia yang emang mencari popularitas dalam kesempitan yang ada ini. Ditambah lagi, wartawan² (maaf) bodoh yang cuma mengejar berita-berita “spektakuler”. Implikasi nya justru buruk di masyarakat, soalnya tidak semua orang indonesia yang tidak percaya (mudah percaya) dengan hal-hal klenik.
ps : RAMALAN emang ga boleh !!, kalo LAMARAN boleh ga?
(mudah2an ada yg lamar gue
)
Teroris kata-kata tuh!
Indonesia yaa?….
*ah sudahlah
memang, perkataan seperti yg diucapkan permadi itu dalam islam namanya syirik, nyebut-nyebut nyi roro kidul segala. saya heran kok bisa-bisanya detik ndengerin omongan para abnormal kayak dia. justru karena banyaknya manusia kayak dialah (dan yg percaya omongannya) Allah mengazab kita. gimana ni PKS? demo palestina kemarin kok dia bisa nongol di depan?
aku sich percaya hukum sebab akibat, aksi reaksi, kalo nanamnya pisang masak keluarnya pepaya…
Funny logic, they are!
saya meramal ini bukan komen yang terakhir…
#44 wah gara-gara saya ramalannya jadi bener tuh
saya sih ga’ percaya yang namanya ramalan
. saya hanya percaya bahwa setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. dan bencana alam merupakan peristiwa yang tidak dapat di tebak
Namanya jg meramal boleh tepat boleh tidak, tp emang bnyk bencana di indonesia mrupakan peringatan buat bangsa Indonesia supaya bnyk ingat Yang Maha Kuasa dan saling membantu selalu
Inget, klo ada bencana aja kita bersatu membantu satu sama lain tp klo gak ada, kita saling bertengkar dan gontok2-an…!
Ramalan? Kalo bagus percaya, ga bagus jangan percaya.. hehe..
/me hadir… sudah isi koment
Ada jang ramal kapan bapak2 kita di dewan mo kerja tampa gaji gak yah….????
Mmm, absen doank ah. Mau komen apa lagi coba?
waaaa yang pasti entar Ukraina menaaaaanggg!!!
Yah, boleh-boleh aja Permadi, atau Guruh atau Mama Loren mau bicara seperti itu. Namanya kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat kan dilindungi konstitusi. Jadi secara hukum buat saya komentarnya sah-sah aja, artinya tidak melanggar hukum.
Saya lebih tertarik untuk lebih melihat ke trend wartawan dan media Indo yang cenderung main kutip tanpa mengindahkan logika dan analisis jurnalistik(?) Jadinya ya begini, pembaca dibuat bodoh karena disajikan berita-berita sampah…
ini namanya memaksakan logika manusia yg gak seberapa itu ukt memahami hukum alam. Gak bakalan nyampe. Kalo bencana alam itu hanya terjadi hanya utk orang2 berdosa, nyatanya orang2 “berdosa” itu kayaknya malah tambah banyak sekarang. Tuh amerika biang kerok dunia gak punah2 dilanda bencana alam
… Satu yg gw pegang utk setiap peristiwa bencana alam… just terima dan maknai saja. Utk bencana alam di indonesia ini, pesan yg gue terima adalah Tuhan mau ngasi tau bahwa KORUPSI DI INDONESIA UDAH KELEWATAN. Wong bantuan utk korban, ealaahhh… malah dikemplang ndewek! Masyaallah….. gustiii….
Ngapain percaya sama omongan orang yg cuma punya 1 baju (warna item doank) dan omongan co yg ga jelas jenis kelaminnya
saya sepakat dengan pemikiran dan cara penyampaian anda. saya juga merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan andian. media sebagai sumber bagi pembaca harus lebih pintar memilih narasumber. saringan terakhir ada pada sidang pembaca.
jadi inget ilmu nggathuk, sesuatu kalo di gathuk-e mesti nyambung-e
analoginya
jarak bumi matahari mungkin sama dengan diameter roda belakang sepeda bebek saya dikali sekian juta, hehehehek
hehehek
akhirnya ramalan saya terbukti, bahwa tret mas Pri akan laris komen
Indonesia Oh Indonesia….
see u all in heaven
mending gabung aja ama BMG, ngeramal cuaca : Hujan, berawan atau mendung..
Tulisan gitu dimuat di media massa besar. Andai yang nulis bukan Guruh, gue sangsi itu akan dimuat…
percaya ato nggak percaya itu cuma persepsi, bebas aje.kata gue sich ga perlu kuatir mo gempa kek, tsunami kek selama kita sudah siap ngehadapinya, dan punya bekal tuk akhirat nanti.
ternyata pri bisa bikin yang seperti ini ya?
nyatanya banyak orang yang terpengaruh dengan ramalan itu


mungkin karena karakter rahayat indo yang suka mistis kali ya..
padahal kalau dilogika-kan memang pada gak nyambung sih.




ah biarlah, biar semakin seru!!



aku cinta indonesia!!!
lahir di indonesia, matipun harus di indonesia.
indonesia adalah rumahku, bandung adalah kamarku.
Hm, yang paling bodor mungkin investment bank asing, UBS, mengeluarkan forecast mereka tentang siapa yang akan memenangkan piala dunia 2006 lengkap beserta fundamental analysis dan technical analysis!
walau tak semua orang concerns badannya melar
walau tak semua orang concerns dirinya dilamar
gue meramal
orang indonesia banyak yang suka ramal
buku buku masi banyak yg nganggur buar dibaca malah denger ramal
ayo belajar! belajar! biar pintar!
Paling yang bikin ramalan itu cuma asal bicara saja.
benarkah? bahkan terlalu bodoh untuk bertanya ‘benarkah?’
Aku juga bisa ngeramal nich, dalam ramalan ane ente semua termasuk ane bakalan mati, mungkin besok, lusa, dan seterusnya hehehe istilahnya kita tinggal nunggu giliran aja
Mama loren emang sok tau, apa dia tau warna tokai yang bakal keluar dari ususnya besok, apa dia tahu besok dia bakal mati atau gak…
Permadi juga sok tau, gue inget waktu itu pas piala dunia tahunnya lupa, dia jadi komentatornya, nah di acara tersebut dia bilang bahwa gawang ini gak bakal kebobolan karena ada yang penunggunya, eh gak lama setelah dia ngomong begitu langsung bobol gawangnya hehehe dasar tolol tuh Permadi, tapi kok udah tau tolol kok masih ada yang percaya n milih dia ya hahaha
Ramalan nya emang bener berdasarkan “rasa keadilan” tapi… dunia ini tidak adil kan
Saking tidak adilnya masak Indonesia yang penduduknya 200 juta lebih gak pernah masuk Piala Dunia (sebagai Republik Indonesia) kalah sama negara2 miskin dan kecil di Afrika
Isu ini dianalisis oleh KRMT Roy
pada SKH Kedaulatan Rakyat http://www.kr.co.id, tapi lagi-lagi dia menyebutkan bahwa penyebar isu itu diantaranya Blog. Emang ada ya yang nyebarin isu bencana lewat blo?? ayo ngaku sodare2 


Analisis Roy
Salam..
Anu.. kata temen g menurut CNN dalam tujuh hari ke depan bakal ada gempa lanjutan karena tubrukan antara lempeng australia dengan lempeng di indonesia. g juga masih nyari tau apa berita ini benar..tapi..diperkirakan bakal ngehantam jogja lagi.. bisa kita bayangkan secara geografis semua pegunungan sepanjang malaka sampai sunda kecil itu kan saling berkaitan karena dalam lempeng yang sama.. tumbukan kecil yang satu senti di dasar laut kayaknya udah cukup buat bikin bandung jadi mangkok mie.. atau bikin jakarta kayak kerupuk kecelup di dalam kuah bakso..
ini memang gak ada kaitannya dengan “ramalan”2 tapi gejala geografis kayak gini memang menandakan bahwa kita harus introspeksi diri..
gak salah kan untuk ngeliat diri kita, salah apa bangsa indonesia salah apa rw kita, salah apa rt kita atau salah apa diri pribadi kita. terlepas dari monorel atau busway yang kadang bikin wrong way..
mawas diri dan instrospeksi diri harus tetep ada..
menurut saya daripada kita sibuk mencaci maki peramal.. gimana kalo kemampuan intelek kita, kita gunakan untuk memberitahukan pengetahuan yang benar kepada masyarakat mengenai apa yang terjadi di indonesia.. saya tidak bilang ramalan itu bagus.
cuman lebih bagus lagi kalau kita tidak ikut membuat ramalan buruk tentang para peramal..
wassalam..
#78: saya cuma gak suka orang2 oportunis yang memanfaatkan situasi ini untuk hal ‘aneh-aneh’.
ah ini cuma hoax
masih ada juga yang percaya pesan seperti ini, padahal ‘hari H’-nya sudah 3 hari yang lalu 
the best we can do banyak berdoa agar di jauhi oleh musibah
Wah saya nggak lulus geografi, tapi menurut sejarah 26 Agustus 1883, krakatau pernah menyebabkan Tsunami setinggi 40 M menyapu jawa dan sumatra, tercata 36.417 orang korban. Dari cerita kakek saya, air laut saat itu sempat naik sampai kota Denpasar, bagian yang terakhir ini tidak saya temukan ceritanya di internet. Cuma pingin komentar: kadang kita nggak boleh meremehkan alam, seperti kejadian bunker di Merapi kemaren, mungkin setiap ramalan boleh saja kita denger buat kita awas, siapa tahu beneran terjadi. Ramalan tidak selamanya klenik dan tidak harus benar - nggak musti diyakini, mungkin ada metode khusus yang belum kita pahami yang ternyata bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Sama seperti ramalan cuaca, kita percaya karena data diambil dari mesin. Binatang bisa meramalkan bencana karena mereka memiliki indera yang tidak kita miliki. Siapa tahu ada beberapa manusia yang memang memiliki indera tersebut… bukan mendahului Tuhan, tapi gejala alam yang memberikan kode terlebih dahulu yang bisa kita duga. Seperti tsunami, ciri-ciri alam menunjukkan kalau air laut menyusut dengan cepat terlebih dahulu…
#81: tahun 1883, krakatau menyebabkan tsunami di banten dan lampung, bukan di jawa tengah.
saya gak ada masalah dengan ramalan asalkan metodanya bisa dipertanggungjawabkan. kalau cuma asal ngomong, ngapain juga dipercaya?
Dari dulu Pak Permadi suka meramalkan Jakarta bakal hancur. Katanya Jakarta adalah sumber maksiat dll. Apa dia nggak tahu di Jakarta juga banyak orang yang baik , alim dan dermawan serta tidak percaya klenik?
kayaknya kurang bagus dheeeeeee…….
lagiaan gak ada maksud shiiiiiii
SEMUA BENCANA INI TERPOLA KAWAN!!!
HATI2, MEMANG ADA SEBUAH KONSPIRASI BESAR.
PASANG OTAK, HATI DAN INTUISI.
TANDA2 KECIL BISA JADI BISA MENYELAMATKAN NYAWA RIBUAN ORANG.
INGAT TEORI BUTTERFLY EFFECTS!!!
buat aku ramalan itu penting ( selama tidak mendahului yang menciptakan kita ) menurut aku itu bukan ramalan tetapi weweling ( peringatan ) soalnya orang jawa bilang omongan orang yang suci / tetua / yang terpilih oleh yang diatas bagaikan bisa ular yang mematikan. oleh sebab itu kita harus banyak2 merenung apakah arti dari weweling itu jangan langsung percaya/malah meremehkan. jadi menurut aku berhati2 lah dan banyak berdoa saja biar gak terjadi2 apa di tanah air kita tercinta ini. terima kasih
aduh2,meramalnya koq lucu bngt
masak ya ga singkron bngt,gt!


Sebenarnya peramal itu gak ada gunanya. Maksudnya dia itu kayak merk celana dalam. Ada ya gak ada gunanya gak ada juga gak ada gunanya dalam tanda kutip. Begini, pas dia ngeramal suatu kejadian dan tepat ya kejadian itu tetap terjadi, ato juga kalo ngeramal kejadian dan tidak terjadi toh emang tidak terjadi, mau ngapain lagi. Nggak usah pusing - pusing lah mikirin merk celana dalam.
yach gt dech yg namanya ramalan………
believe it or not….yg penting m bjaga2
ga ad slhna kn????
Perhatikan…..
Alam sudah tidak bersahabat
bila lari kemanapun hasilnya sama saja…
berdoalah untuk memperoleh keselamatan diri, keluarga dan sahabat, karena hanya dengan jalan itu kita agar selamat…
sabar sabar dan sabar