15 July 2006

Masih Tentang Maxgain dan Penipuan Forex Lainnya

Posted under: at 22:19

Karena masalah Maxgain ternyata masih belum selesai-selesai, saya mencoba menelusuri apa yang Maxgain lakukan. Akhirnya saya sampai pada halaman FOREX advisory dari Komisi Bursa Berjangka Komoditas Amerika Serikat. Halaman tersebut memuat beberapa tips-tips untuk menghindari penipuan perdagangan forex. Satu kalimat yang menarik adalah sebagai berikut:

Sometimes those advertisements offer so-called “job opportunities” for “account executives” to trade foreign currencies. Be aware that “account executives” that are hired might be expected to use their own money for currency trading, as well as to recruit their family and friends to do likewise. What appears to be a promising job opportunity often is another way many of these companies lure customers into parting with their cash.

Terdengar akrab di telinga anda? Ya, itulah yang dilakukan Maxgain. Sebagai contoh sepupu bapak kontrakannya Kang Kombor diminta untuk membayar Rp 200 juta untuk bisa bekerja di Maxgain. Uang ini nantinya akan digunakan ‘pegawai” untuk melakukan jual beli forex. Tapi jika menuruti kemauan Maxgain, maka hampir pasti yang bersangkutan suatu saat akan kehilangan semua uangnya.

Praktik semacam itu mungkin sudah akan ditertibkan jika terjadi pada negara-negara yang lebih berpengalaman. Oleh karena itu bisa jadi oknum-oknum tersebut mencari lahan di negara-negara yang aturan mainnya masih belum ketat seperti di Indonesia.

Mengapa ini bisa terjadi?

Jual beli forex adalah sebuah zero-sum game. Secara sederhana, para pelaku jual beli forex secara keseluruhan tidak rugi dan tidak untung. Untuk melakukan perdagangan forex, seorang pemain menyetorkan modalnya. Dengan modal ini pemain tersebut mengincar setoran modal dari pemain lainnya untuk memperoleh keuntungan. Dan sebaliknya, seluruh pemain lain juga akan mengincar modal yang kita gunakan. Dengan kata lain, sesama pemain forex adalah lawan. Keuntungan satu pemain murni adalah kerugian pemain lainnya, dan sebaliknya.

Masalah lebih besar timbul karena sebagian besar pemain forex bertransaksi melalui perantara (broker). Perantara ini mendapatkan keuntungan dari perbedaan kurs jual dan beli. Selain itu bisa saja ‘perantara’ bukanlah perantara, melainkan sesama penjual dan pembeli forex! Dengan demikian, pemain yang bertransaksi melalui perantara tanpa disadari berkompetisi dengan perantara itu sendiri. Selain itu, modal yang disetor ke perantara sering tidak akan pernah meninggalkan perantara dan hanya akan berputar-putar di sistem milik perantara dan pemain-pemain lain yang terhubung dengannya.

Selain itu, perantara juga adalah pihak menentukan harga. Harga dasar dari kurs jual atau beli bisa jadi sesuai dengan kurs antar bank. Tetapi bisa saja perbedaan kurs jual beli lebih besar daripada kurs antar bank, ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan terutama bagi perantara-perantara yang tidak mengenakan biaya komisi. Atau, perantara bisa saja dengan sengaja mengenakan kurs jual beli yang menguntungkan mereka, terutama jika mereka sebenarnya termasuk pihak yang bermain! Ini sangat berbahaya terutama bagi pemain yang hanya mengandalkan hubungan dengan satu dua perantara saja.

Pemain yang hanya mengandalkan satu perantara saja tidaklah bermain di ‘pasar’ forex, karena yang namanya pasar harus ada beberapa penjual dan pembeli. Pemain akan membeli komoditas dengan harga semurah mungkin dan menjualnya semahal mungkin. Jika pemain hanya berhubungan dengan satu pedagang saja, maka dia terikat dengan harga yang ditawarkan pedagang tersebut. Pilihannya hanya dua: bertransaksi atau tidak. Dia tidak dapat pindah ke pedagang lain yang menawarkan harga lebih baik.

Tidak seperti pasar saham, pasar forex tidaklah terpusat. Harga ditentukan dari transaksi langsung antara penjual dan pembeli terutama dari pasar antar bank. Dengan demikian, wajar jika harga jual beli sebuah mata uang asing sedikit berbeda pada tempat yang berbeda. Sebagai contoh, Kompas memuat kurs tengah uang kertas asing BI dan kurs tengah Bloomberg. Tentunya perbedaan sesedikit apapun sudah pasti akan dengan cepat dimanfaatkan oleh para pelaku pasar. Ini menyebabkan perbedaan harga tidak akan terpaut terlalu jauh.

Fakta ini bisa saja dimanfaatkan oleh perantara yang merangkap sebagai pemain untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Perantara yang tidak jujur bisa saja memodifikasi nilai kurs untuk mendapatkan keuntungan dari kerugian para pemain. Dan para pemain terutama yang tidak berpengalaman tidak akan menyadari bahwa ada yang salah, karena kenyataannya memang wajar jika ada sedikit perbedaan harga pada tempat yang berbeda.

Ini tak jauh berbeda dengan penjudi yang berjudi pada sebuah kasino, yang bermain blackjack melawan seorang bandar. Bedanya, bandar dapat selalu melihat kartu penjudi tersebut dan mampu menentukan apa kartu yang muncul berikutnya. Jadi, masalah Maxgain ini bisa saja sebenarnya jauh lebih besar daripada semata-mata sebuah kasus penipuan lowongan pekerjaan.

Saya pribadi tidak anti perdagangan forex, karena hanya perdagangan forex yang membuat harga jual beli mata uang asing menjadi efisien. Tetapi ternyata pasar forex ternyata juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak jelas moralnyaâ„¢.

Referensi:

401 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!